
^^H A P P Y R E A D I N G^^
🌹🌹🌹🌹🌹
Bastian memeluk sang istri, tak lupa bibirnya yang nakal itu kembali mengecup leher sang istri, membuat Fallen yang tidak memakai apa-apa itu hanya bisa menggelengkan kepalanya.
Seperti biasanya setiap malam memang suaminya tidak bosan meminta jatah nya, tapi terlepas dari itu Fallen juga lama kelamaan juga menikmati nya, meski tidak segila suaminya.
"Besok kita pulang ya, sayang." ucap Bastian hati-hati.
"Ko mendadak sih, aku ngak mau ya kalau mendadak gini." kata Fallen memalingkan wajahnya.
Bastian kembali menarik Istri nya untuk kembali kedalam pelukannya, membuat Fallen akhirnya kembali berakhir memeluk suaminya dan kembali merasakan kenyamanan saat berdekatan dengan sang suami.
"Aku ngak mendadak sayang, semuanya sudah aku pikirkan sejak lama, kamu kan tau pekerjaan aku semuanya di sana, dan kalau bulak balik ke kota A dan B nanti cape sayang, kamu paham kan?." kata Bastian lagi.
Fallen menghela nafas nya lalu mengeratkan pelukannya.
yang Bastian katakan memang benar, tidak mudah bekerja dengan posisinya yang tinggal di kota berbeda dari tempat kerja sang suami, kasihan Bastian yang mungkin akan cape di perjalanan.
"Ya udah aku mau, tapi kita ngak tinggal di rumah itu lagi, aku mau pindah ke rumah yang aku mau, gimana?." ucap Fallen tidak mau egois.
Dan untuk pindah rumah Fallen punya alasan tersendiri untuk pindah, dia tidak mau kembali pulang ke rumah yang akan mengingatkan nya tentang masa lalu pernikahan nya yang bernasib buruk.
Fallen ingin pernikahan nya menatap ke depan, bukan kembali ke belakang.
Dia benar-benar sudah siap untuk menjalani kehidupan baru nya bersama Pipi si kembar.
Apapun alasan sang istri ingin pindah rumah Bastian tidak akan berkomentar, dia juga memang sudah berniat menjual rumah nya, hanya saja semua itu belum terlaksana karena masih belum ada waktu.
"Terserah kamu, apapun yang kamu mau aku akan berikan, termasuk kalau mau main lagi." jelas Bastian sambil tersenyum.
Bukkk..
Fallen memberikan pukulan sedikit keras di lengan sang suami, membuat Bastian meringis.
"Sayang!" rengek Bastian.
"Biarin, dasar mesum." ketus Fallen.
Yang mana hal itu membuat Bastian tergelak tawa dan langsung mencium pipi sang istri dengan gemas nya.
"Mesum gini juga kamu tetap cinta kan sayang." kata Bastian masih memberikan ciuman di pipi istrinya.
Fallen mengusap pipi nya yang basah oleh ciuman yang di berikan Bastian.
lalu mencomot bibir Bastian dengan tangan nya.
__ADS_1
"Kalau ngak cinta ngapain juga mau di sentuh, aneh!" kata Fallen santai, lalu melepas kan lengan nya dari bibir Bastian.
"Ngaku juga, aku pikir kamu bakalan bilang kalau kamu ngak cinta sama aku." ucap Bastian ingin menggoda sang istri.
Tapi Fallen yang lelah enggan menanggapi suaminya, Fallen memilih melepaskan diri dan menajamkan mata nya.
Bastian melihat Fallen yang menutup mata nya, dia langsung beranjak berdiri dan berjalan dengan tubuh nya yang polos ke arah almari.
Fallen yang memejamkan matanya itu mengintip apa yang sedang di lakukan Bastian, sampai akhirnya dia melotot karena Bastian bukan nya memakai piyama tidur nya, tapi malah memakai celana jeans dan atasan kaos santai.
Dan bukan hanya itu saja Bastian juga menyisir rambut nya, memakai parfum juga.
membuat Fallen langsung melebarkan mata nya dan langsung bangkit dari ranjang tempat tidur nya.
"Mau kemana udah ganteng?." tanya Fallen sudah siap memberikan pukulan jika jawaban yang Bastian berikan tidak masuk akal.
Bastian melirik istrinya lalu tersenyum mesum.
"Kamu ngak lagi goda aku kan sayang." ucap Bastian sambil mendekati Fallen.
Membuat Fallen langsung gesit menginjak kaki suaminya.
"Di tanya malah balik nanya, cepat jawab mau kemana? sama siapa, dan kenapa harus pake parfum segala." tanya Fallen sambil bersidekap dada.
Bastian tertawa melihat Fallen yang sangat lucu itu, tubuh polos tanpa sehelai benang di tambah perut buncitnya dan yang semakin membuat nya gemas adalah wajah so galak istrinya, membuat nya ingin kembali memakan istrinya.
"Di tanya malah ketawa." kesal Fallen mengerucutkan bibirnya.
"Aku mau cari makan keluar, di kulkas kan cuman ada sayuran, aku mau nyari sate sama martabak, kamu mau kan?." tanya Bastian menatap Fallen.
"Terus kamu mau sendiri pergi nya?." Fallen malah semakin kesal.
"Iyalah, kan kamu lagi kelelahan." sahut Bastian, yang mana hal itu membuat Fallen semakin bertambah kesal dan langsung memakai cepat pakaian nya kembali.
Bastian tidak kaget melihat Fallen yang sedang memakai pakaian nya, dia tau istri nya yang galak itu pasti akan merengek ikut.
Tapi bukan Fallen jika tidak bar-bar, pikir Bastian Fallen akan merengek-rengek, tapi dugaan nya salah Fallen malah menatap nya dengan tatapan tajam dan...
"Kalau aku ngak ikut kamu ngak akan dapat jatah sebulan lebih, biar tau rasa." ancaman Fallen yang benar-benar horor.
"Iya iya ikut, jangan galak-galak sayang nanti cantik nya hilang." kata Bastian sambil mengusap perut sang istri.
Keduanya keluar dari kamar, dan berpas-pasan dengan Tara, membuat Fallen langsung mengajak Tara, dan ya tentunya hal itu tidak di tolak oleh Tara yang memang kelaparan.
"Bentar ya kak aku ganti stelan nya dulu." kata Tara di angguki Fallen dan Bastian.
"Kakak tunggu di mobil, nanti kunci nya bawa aja ya ke mobil." ucap Fallen sambil berjalan ke luar rumah.
__ADS_1
"Sayang kenapa ajak gadis galak itu sih, kita kan mau ngedet." kata Bastian yang sedang memasang pengaman di jok nya.
"Ngedet apaan, cuman cari sate sama martabak doang ko, lagian Tara kan udah aku anggap sebagai adik sendiri jadi kemana aku pergi dia juga harus ikut." sahut Fallen tegas.
Bastian menghela nafasnya, padahal dia niatnya ingin berduaan dengan sang istri, tapi sebenarnya Bastian juga kasihan pada Tara yang di tinggalkan Kakak nya dan di titipkan pada Fallen, dan ya Bastian tau semua itu dari Fallen yang bercerita pada nya.
Lama keduanya menunggu Tara, sudah lima menit terlewati dan Tara masih ada di dalam rumah membuat Bastian menghela nafasnya.
"Tara tidur kali, lama banget." ucap Bastian.
"Tunggu aja, bentar lagi paling." kata Fallen.
Bastian kembali menghela nafas nya panjang, lalu melihat ke arah rumah Fallen.
seketika dia teringat akan ucapan sang istri yang mengatakan jika ibu tirinya ingin Darrel cepat menikah.
"Sayang." panggil Bastian.
"Hemm." sahut Fallen malas.
"Kamu masih nyari calon nya Darrel ngak?." tanya Bastian.
Yang mana peryataan itu mengundang perhatian Fallen.
"Kenapa emang?." tanya balik Fallen.
"Kaya nya aku tau siapa yang pas untuk si bule setengah itu." kata Bastian lagi.
"Siapa?." tanya Fallen.
"Kalau kakak nya pergi mungkin adik nya bisa, Tara.. kenapa ngak gadis itu aja yang nikah sama Darrel?." ucap Bastian.
Fallen menatap suaminya lalu menggelengkan kepalanya.
"Usia Tara masih 16 lebih dia bahkan belum genap 17 tahun, masih kelas 2 SMA, apa kata orang kalau dia menikah, dasar ya!" kesal Fallen.
"Siapa yang nikah kak?." ucap Tara tiba-tiba membuka pintu mobil dan duduk di jok belakang, membuat Fallen dan Bastian kaget.
Fallen dan Bastian saling melirik, lalu Fallen melirik Tara yang duduk santai dengan stelan pakaian yang sangat berbeda dengan nya, dimana Tara memakai piyama lengan pendek, membuat Fallen benar-benar kembali melihat dirinya semasa remaja di diri Tara.
"Bukan siapa-siapa, kamu kenapa pakai piyama?." tanya Fallen.
Tara melihat piyama nya lalu menatap Fallen.
"Oh ini, biasalah ngak mau ribet abis keluar langsung bobo." sahut nya santai yang membuat Fallen dan Bastian terdiam.
__________
__ADS_1
🌹🌹🌹🌹🌹
Jangan lupa like coment and Vote ya kak ♥️