
^^H A P P Y R E A D I N G^^
๐น๐น๐น๐น๐น
"Anak-anak sudah tidur." ucap Bastian.
Yang mana membuat Fallen melirik sang suami dengan sebelah alis nya yang terangkat ke atas.
"Lalu.." Tanya Fallen pura-pura tidak paham.
Bastian tersenyum lalu mencolek hidung Istri nya dengan gemas.
"Jangan pura-pura tidak tau, tentu kamu tau apa yang aku maksud, ini waktu yang tepat untuk kita berudaan." kata Bastian.
Fallen melirik ketiga anak-anak nya yang masih di tidurkan di ranjang bayi yang semua bagian sisi-sisi nya itu memiliki penghalang yang cukup tinggi itu.
Ketiga nya nampak tertidur lelap, tentunya dengan Syaka yang di tidurkan di tengah-tengah antara Syakila dan Syakira.
"Baiklah ayo." ucap Fallen sambil beranjak berdiri.
Bastian mengekori Fallen dari belakang, dia tidak sabar untuk kembali memadu cinta bersama sang istri, dan karena rasa tidak sabaran nya Bastian langsung menarik Fallen ke pelukan nya.
"Lepaskan dulu, aku harus makan dulu sebelum aku melayani naf*u gila mu itu." kata Fallen melepaskan pelukannya.
Membuat Bastian memanyunkan bibirnya, tapi sedetik kemudian dia langsung berjalan kembali mengekori langkah kaki sang istri yang akan ke ruang makan.
Dan di sana Bastian melihat Mom Dena yang sedang mengaduk-aduk makanan nya seperti orang yang tidak berselera makan.
"Mom, sendirian." Fallen menarik kursi dan duduk.
"Tidak ada orang lain lagi sayang, tentu saja sendiri dan mungkin berdua dengan hantu Daddy." Bastian menyahut sambil ikut menarik kursi nya, lalu duduk di samping sang istri.
Mom Dena melirik putra dan menantunya, lalu menghembuskan nafas nya pelan.
perutnya tiba-tiba saja berteriak meminta di isi, membuat nya langsung mengambil beberapa lauk pauk yang sedari tadi dia tatap tanpa berani menyentuh itu.
"Mom menunggu kalian, huhh..sangat lama." kata Mom Dena langsung memasukkan makanan nya ke mulutnya.
Seketika semangat untuk makan nya langsung menjadi bertambah, tidak seperti sebelumnya yang sangat malas bahkan rasa lapar nya pun menghilang untuk sementara.
"Maaf membuat Mom menunggu lama, tadi Twins memang sangat susah di tidurkan." lanjut Fallen merasa tidak enak karena membuat mertuanya menunggu lama.
Ketiga nya memang terbiasa makan bersama, tapi semenjak Fallen memiliki twins jadwal makan nya selalu berubah-ubah, seperti sekarang ini ketiga nya makan di jam 9 malam karena twins yang memang terkadang susah untuk di tidurkan.
"Tidak apa, santai saja ini bagus untuk melatih perut agar tidak manja." kata Mom Dena sambil makan.
Fallen hanya tersenyum melihat nya, dia mengambilkan nasi dan lauk pauk untuk Bastian.
dan setelah itu baru dia mengambil nasi dan lauk untuk dirinya sendiri.
Ketiga nya makan dengan khitmat meski makan malam nya terlalu malam.
Mom Dena sesekali melirik Bastian yang tidak sedih kehilangan Anton, setau nya Anton itu adalah teman sekaligus keluarga untuk Bastian, dan rasanya aneh saja saat melihat wajah ceria putra nya.
__ADS_1
"Bas, apa kau kesurupan setan bahagia?." tanya Mom Dena, bibirnya gatal jika terus diam saja di tengah rasa penasaran nya.
"Maksud Mom apa?, dimana-mana setan itu jahat, mana ada setan bahagia." sahut Bastian sambil makan.
"Tapi wajahmu berseri seolah kau tidak kehilangan si tua Anton." kata Mom Dena.
Membuat Bastian mendeuhem dan mengehentikan acara makan nya.
"Dia sudah bahagia Mom, menyekolahkan anak-anaknya sampai menjadi orang sukses, memiliki fasilitas dan warisan yang cukup banyak untuk istri dan anak cucunya, apalagi yang harus aku sedih kan?, dia telah berhasil Mom, Anton sudah tenang di alam sana." kata Bastian.
Mom Dena terdiam mendengar ucapan Bastian, sejak kapan Bastian putra nya yang tengil dan selalu tidak bisa di andalkan itu bisa menjadi sebijak ini, Benar-benar perubahan yang luar biasa.
"Aku meragukan kau anak ku Bas." gumam Mom Dena.
Membuat Bastian yang mendengarnya langsung melirik Mom nya.
"Lalu jika aku bukan anak Mom, anak siapa aku?" tanya Bastian dengan wajah jengah.
Mom Dena mengangkat kedua bahunya ke atas.
"Entahlah, tapi Bastian putra tengil ku tidak sebijak ini." ucap Mom Dena lalu kembali mengambil nasi dan lauk pauk nya untuk kedua kalinya.
Bastian menggelengkan kepalanya mendengar ucapan Mom nya itu.
apalagi di tambah dengan Mom nya yang mengambil makan lebih dari satu kali.
Kebiasaan nya dan sang Mom selalu sama, yaitu makan secukupnya yang penting kenyang, tapi sekarang Mom Dena bahkan terus mengambil lauk pauk nya lagi.
"Sekarang aku yang meragukan jika Mom adalah ibu ku atau ibu tetangga." gumam Bastian.
Setelah selesai makan Bastian dan Fallen kembali ke kamar, begitupun dengan Mom Dena yang langsung ke kamar nya untuk sceanker malam nya.
Sedangkan Fallen dan Bastian nampak duduk di atas ranjang saling berhadapan.
tentunya dengan Fallen yang masih belum ingin lanjut ke arah panas..
"Sudah?." tanya Bastian kedua kalinya.
Dan lagi-lagi Fallen mengelengkan kepalanya.
"Perut ku masih kembung, sabar sebentar." sahut Fallen sambil bernyanyi kecil.
Bastian menunggu istrinya siap dengan wajah yang penuh harap, lain halnya dengan Fallen yang masih santai dan tidak memperhatikan wajah menggemaskan suaminya.
Sampai akhirnya..
Eeeeuuu..
Fallen sendawa, setalah sekian menit Fallen menunggu.
"Alhamdulillah.." ucap Fallen langsung mengusap perut nya yang terasa lega.
"Sekarang?." tanya Bastian sudah semangat 45.
__ADS_1
Fallen tidak sanggup untuk mengecewakan wajah yang nampak mengemaskan di mata nya itu, dengan gerakan kecil Fallen mengangguk sambil tersenyum kecil.
"Ayo, aku siap." kata Fallen.
Tanpa menunggu pemanasan atau semacamnya Bastian langsung menyerang istri nya dengan sebuah ciuman yang pelan tapi pasti berubah menjadi sebuah ciuman yang sangat panas.
Hemphh..
Fallen yang sudah beberapa hari tidak melakukan nya itu terlihat kewalahan saat Bastian mulai nakal.
dan jangan lupakan tangan Bastian yang mulai membuka satu persatu kancing baju nya, benar-benar sangat ahli.
Memang tidak salah memberikan gelar Hot Daddy pada Bastian, karena di ranjang nya Bastian adalah raja nya yang tidak kenal cape lelah dan juga selesai.
Selagi belum puas sendiri Bastian akan terus melakukan nya, bahkan Fallen selalu tidak ingat kapan dia berhenti merasakan hentakan di bawah itu.
"Buka celana mu." kata Fallen di sela pemainnya.
"Tidak apa, aku masih bisa memuaskan mu meski tanpa membuka celana." kata Bastian yang sudah tidak tahan dan melakukan nya tanpa membuka celana nya.
Fallen menutup bibir nya saat kembali merasakan nya lagi-lagi dan lagi.
Dia merasa milik Bastian semakin bertambah besar, dan itu membuat nya sesak dan sekaligus menggila.
"Bas."
"Iya sayang, apa kurang aku belum memasukan nya sepenuh nya loh." kata Bastian sambil menurunkan celananya sedikit.
Fallen mengigit bibir bawahnya saat kembali mendapatkan hentakan yang membuat nya kembali menggila itu.
"Turunkan lagi celana mu, sabuk mu membuat pantat ku sakit." kata Fallen yang membuat Bastian terpaksa melepaskan milik nya dan membuka celananya.
Saat sudah tidak memakai apa-apa Bastian langsung menatap istrinya sambil tersenyum.
membuat Fallen menelan ludahnya melihat Bastian yang polos membuat dia merasa akan berhadapan dengan pria panas, dia tidak tau pikiran kotor apa yang ada di otak suaminya sekarang.
Dan tanpa aba-aba Bastian langsung menarik tubuh istrinya dan membuat Fallen membelakangi nya.
"Bas !!"
"Kita coba gaya baru sayang.."
"Tap___" ucap Fallen terhenti.
"Aku mencintaimu sayang.."
Dan permainan panas nya pun baru di mulai..
Pipi Bastian mau numpang lewat๐คฃ
_________
__ADS_1
๐น๐น๐น๐น๐น
Jangan lupa like coment and Vote ya kak โฅ๏ธ