Salah Ranjang (Hot Daddy)

Salah Ranjang (Hot Daddy)
Kecupan


__ADS_3

^^H A P P Y R E A D I N G^^


🌹🌹🌹🌹🌹


Setelah selesai makan bersama Juan di salah satu restoran Jenn meminta untuk pulang, apalagi jam sudah memperlihatkan pukul enam sore, tubuhnya sudah merasa lengket.


"Bagaimana makanan tadi?." tanya Juan basa-basi.


"Enak, seperti biasa." sahut Jenn singkat.


"Lain kali aku akan mengenalkan restoran yang lebih enak, kamu pasti suka." lanjut Juan tidak mau pembicaraan nya berhenti begitu saja.


Meski Juan harus ekstra mikir karena susahnya mencari topik pembicaraan dengan seorang wanita dewasa seperti Jenn.


"Tidak perlu, aku tidak suka merepotkan orang lain." sahut Jenn lagi.


"Jangan katakan itu Jenn, kamu calon pacar ku." kata Juan lagi, terkesan memaksa.


Orang lain, kata itu memang singkat tapi entah kenapa membuat Juan merasa sedikit sedih.


Jenn melirik Juan, sudah cukup sudah dia bersabar dengan sikap Juan yang seenak nya itu, dia paling tidak suka di paksa melakukan hal yang tidak pernah dia sukai.


"Juan cari orang lain yang bisa menerima sikap baik mu, aku tidak menyukai mu." ingin sekali Jenn mengatakan itu, tapi tidak dia lakukan karena Jenn tidak mau melukai perasaan Juan.


Jenn tau betul bagaimana rasanya di tolak sebelum bertindak, dia pernah ada di posisi itu dan rasanya sangat tidak enak, Apalagi saat kita tidak di anggap.


"Maaf, tapi aku tidak berniat pacaran." kata Jenn.


Yang membuat Juan langsung tersenyum, dan menghentikan mobilnya.


dan sadar Juan menghentikan mobilnya Jenn langsung pasang badan untuk mengeluarkan aksi bela diri nya.


"Jangan macam-macam, di sini banyak orang aku bisa menghajar mu!" kata Jenn sambil menatap tajam Juan.


Juan menggelengkan kepalanya, apa yang ada di pikiran Jenn? apa wanita di depan nya itu berpikir jika Juan adalah pria mesum?.


"Jangan takut, aku hanya ingin mengatakan jika kamu tidak mau pacaran maka ayo.." ucap Juan sambil tersenyum.


Membuat Jenn bingung.


"Ayo apa?." tanya Jenn dengan wajah dingin nya.


"Menikah, bukan kah kamu tidak berniat pacaran? aku pun sama begitu, sudah ingin memiliki keluarga kecil yang bahagia." sahut Juan sambil menaikan sebelah alisnya ke atas.


Mendengar ucapan Juan tadi tentu saja Jenn kaget, bukan itu yang dia maksud, huh.. tapi bagaimana caranya Jenn mengatakan jika dia tidak ingin pacaran itu karena dia tidak menyukai Juan.


"Jenn." panggil Juan.


"Iya, apa lagi Juan?" Jenn melirik Juan.


Keduanya terdiam dengan saling menatap sampai akhirnya Juan mendekati Jenn dan tanpa sadar langsung mengecup singkat pipi Jenn.


Cup..

__ADS_1


"Apa yang kau lakukan!" Jenn melotot dengan wajah yang salah tingkah.


Dan melihat itu Juan tersenyum lalu menyentil hidung mancung Jenn.


"Aku hanya mengecup pipi mu Jenn bukan bibir mu, jangan marah aku melakukan itu karena aku merasa gemas dengan sikap dingin mu, Ny Jenny yang dingin." kata Juan lagi, lalu kembali mengendarai mobilnya dengan senyuman mengembang nya.


Jenn mematung setelah mendapatkan kecupan di pipi nya itu, 28 tahun Jenn mempertahankan semua itu, dan sekarang berani nya Juan mengambil kecupan pertama nya.


"Jantung ku, kenapa harus sekarang berdetak kencang nya, kenapa harus di mulai dengan hal gila!" batin Jenn prustasi.


Diam-diam Juan melihat ekspresi wajah Jenn yang seperti berpikir itu.


sudut bibir Juan terangkat, terlihat jika dia senang karena berhasil mendapatkan kecupan pertama di pipi Jenn.


"Maaf Jenn, tapi aku benar-benar menyukai mu dan aku harap kecupan itu bisa membuat mu tau kalau pria yang lebih muda dari usia mu ini benar-benar tulus menyukai mu." batin Juan.


Meninggalkan pasangan yang masih malu-malu keong, di rumah Fallen sedang kedatangan pasangan pengantin baru, dan tentu saja hal itu menjadi alat goda Bastian yang tengil yang terus menggoda adik iparnya.


"Bagaimana rasanya, apakah sakit?." tanya Bastian kepo.


Dan dengan polosnya Tara mengatakan..


"Bukan main, aku sampai teriak dan__" ucap Tara terhenti karena Fallen langsung menarik tangan Tara untuk mengikuti nya.


"Kamu itu ya mau-mau aja jawab pertanyaan konyol suami kakak." ucap Fallen menggelengkan kepalanya melihat kepolosan Tara.


"Emang nggak boleh bilang-bilang?." tanya Tara otak polos nya kembali keluar.


Fallen tidak menjawab, dia memilih membawa Tara ke dapur untuk membantu nya menyiapkan makan malam.


"'Ck..kau benar-benar pedofil, anak kecil udah di tidurin." kata Bastian menggoda adik nya.


"Lebih baik pedofil, di bandingkan kau mengambil secara paksa." Darrel malah membawa partai membuat Bastian langsung melotot.


"Memaksa apanya, Fallen juga goyang." sahut Bastian dengan percaya dirinya.


Darrel tersenyum mendengar ucapan kakak nya.


"Baiklah, kau menang." Darrel memilih mengalah.


Bastian menaikan sebelah alisnya, "Jadi kau baru mengakui nya?." Bastian tersenyum percaya dirinya.


"Ambil ini." kata Bastian.


Darrel menerima nya.


"Tiket honeymoon?" tanya Darrel.


"Ya, pergunakan itu untuk membuat banyak anak." kata Bastian lagi.


"Kau benar-benar tau apa yang aku butuhkan." sahut Darrel.


"Aku kakak terbaik tentu saja aku bisa tau apa yang di butuhkan adik ku." sahut Bastian tersenyum.

__ADS_1


"Terimakasih."


"Sama-sama, buatkan aku keponakan yang ORI jangan yang bule biarkan anak ku saja yang bule, kalau banyak bayi bule keturunan Daddy mungkin saja akan bule semua tidak ada yang ORI nya."


Darrel terkekeh pelan lalu mengacungkan kedua jempol nya.


"Kau akan mendapatkan nya secepatnya." sahut Darrel lagi.


Sedangkan di dapur Tara yang sedang menyiapkan makanan itu melihat suasana yang serasa kurang tanpa kedua ibu nya.


"Kamu pasti merindukanku Mom dan ibu kan?." tanya Fallen menebak.


Tara mengangguk dengan wajah lesu nya.


"Mereka selalu ceria dan baik, bagaimana bisa aku tidak merindukan mereka." sahut Tara sambil mengisi air di gelas nya.


Adapun bibi pembantu tapi tidak semua dia lakukan oleh bibi pembantu, Fallen hanya akan meminta bantuan bibi pembantu jika dia butuh bantuan saja.


"Kakak juga merindukan mereka, tapi kakak rasa mereka tidak, lihatlah postingan mereka sekarang, ibu dan Mom nampak bahagia di Belanda." jelas Fallen.


Tara mengambil ponselnya, dan benar saja dia melihat beberapa postingan ibu Rosalina dan Mom Dena yang nampak tertawa penuh keceriaan di negri kincir angin itu.


"Mereka terlihat lebih muda."


Fallen mengangguk.


"Tentu saja, Mom dan ibu menghabiskan banyak uang untuk ke salon sebelum keberangkatan nya."


"Aku juga mau kesana, liburan." lanjut Tara.


"Mau ikut kakak nggak?." tanya Fallen.


"Kemana?." tanya Tara melirik dengan wajah penasaran nya.


"Kita akan ke Swiss, Bastian membeli Villa di sana, Twins juga akan ikut." jelas Fallen.


"Waww, jadi orang kaya enak ya."ucap Tara terpukau dengan lingkungan hidup nya sekarang.


"Iya, kita bisa beli apapun yang kita mau."


"Apa kita juga akan beramal? aku ingin sekali mengunjungi beberapa panti atau membelikan barang-barang seperti keperluan sekolah untuk anak-anak yang kurang mampu." lanjut Tara.


Fallen tersenyum mendengar nya, jarang sekali ada gadis remaja yang masih belasan tahun seperti Tara bisa memiliki pemikiran sebijak itu.


"Kita akan melakukan nya."


_________


🌹🌹🌹🌹🌹


Cerita Hana dan Gibran udah sampai 49 bab ya, yang penasaran sama ceritanya nya yuk mampir ke cerita ^^Salah Ranjang (Pria Buta)^^


__ADS_1


Jangan lupa like coment and Vote ya kak ♥️


__ADS_2