Salah Ranjang (Hot Daddy)

Salah Ranjang (Hot Daddy)
Bertemu Mertua#2


__ADS_3

^^H A P P Y R E A D I N G^^


🌹🌹🌹🌹🌹


Begitulah sikap orang tua nya yang selalu mementingkan ego nya, padahal apa pentingnya pendapat orang? toh dia sendiri yang merasakan bahagia atau tidak nya kenapa orang lain harus ikut campur dengan kebahagian nya?.


"Aku menghormati Papa, tapi jika Papa menghina istriku maka maaf, aku tidak bisa memaafkan Papa." kata Lian.


Dia tidak mau melihat Arr di rendahkan, penyesalan di masa lalunya masih dia simpan, dimana Lian yang dulu hanya diam saja saat melihat istrinya yaitu ibu Willy di hina orang tuanya.


Tapi untuk sekarang dia tidak akan kembali bodoh, jika bukan dia yang membela istrinya maka siapa lagi yang akan melindungi istrinya, begitu pemikiran nya.


"Kau memilih dia di bandingkan Mama dan Papa?" Mama Lian menatap putra nya dengan kecewa.


Arr yang merasakan aura tidak enak itu memberikan Willy ponsel, dan membiarkan Willy menonton flm kartun mobil-mobil saja, ia tidak mau membuat Willy sawan dengan kata-kata yang tidak pantas di dengar anak kecil.


Tangan Arr memegang tangan Willy, memeluk nya dan juga mencium nya, jantung nya berdetak kencang, mungkin inilah perasaan peran-peran novel yang selalu dia baca saat peran wanita nya selalu tertindas karena hinaan mertuanya.


"Berhenti mengatakan itu Ma, aku tidak ingin menjauhi kalian ataupun memilih di antara kalian, cukup masalah Rania yang kalian ikut campuri sampai membuat dia ketakutan, tidak untuk Arr dia istriku, dan selamanya akan tetap begitu meski Mama dan Papa tidak setuju sekalipun." tegas Lian.


Arr sedikit kaget mendengar nama Almrhum istri pertama nya Lian itu, jika benar istri nya Lian ketakutan Arr penasaran seperti apa galaknya mertuanya.


"Mama nggak niat makan Pa, ayo kita pergi." Mama Eliza langsung berdiri.


"Bukan hanya Mama saja, tapi Papa juga tidak mau makan bersama anak yang tidak patuh ini." Papa Max ikut berdiri.


Arr yang melihat itu cukup kaget, dan bisa di tebak jika setelah ini mereka mengharapkan moment dimana Lian meminta Mama dan Papa nya untuk tetap duduk bersamanya.


"Apa salah nya menjadi orang miskin? kenapa Mama ingin memiliki menantu yang kaya? apa menantu kaya bisa menjamin jika kehidupan anak Mama dan Papa bisa bahagia?" Arr yang sedari tadi diam mengeluarkan suara nya.


Dia tidak tahan untuk diam saja, meski pertanyaan nya itu tidak sopan tapi Arr ingin mendapatkan jawaban dari semua pertanyaan nya itu.


Banyak sekali novel atau film yang dia tonton dan baca, dan semua itu rata-rata memiliki mertua yang galak, dan Arr tidak bisa menahan rasa penasaran nya akan tanggapan para mertua di kehidupan nyata yang menolak menantu nya hanya karena miskin.


"Waww ternyata selain miskin kau juga tidak punya tatakrama ya." Mama Eliza menatap sinis Arr.

__ADS_1


Tapi Arr malah mendekati mertuanya dengan wajah yang sama dingin nya.


"Aku bertanya baik-baik loh Ma, aku bertanya kenapa Mama menolak karena aku miskin? apa ada kamus yang mengatakan jika orang miskin tidak bisa memberikan kebahagiaan untuk keluarga nya? atau penolakan untuk memiliki menantu yang berasal dari keluarga miskin?" tanya Arr lagi.


Mama Eliza menatap sinis Arr dari atas sampai bawah, lalu tangan nya terulur untuk menampar wajah Arr, tapi dengan secepat kilat Arr menahan tangan mertuanya.


"Apa menantu miskin juga pantas mendapatkan tamparan?" lanjut Arr.


"Kau!" Mama Eliza nampak marah.


Tapi Arr malah tersenyum melihat ekspresi marah mertuanya.


"Sebelum nya maaf jika ucapan ku terkesan tidak sopan." Arr menjeda ucapan nya.


"Mama adalah wanita, dan bayangkan jika Mama ada di posisi seperti aku yang memiliki mertua yang tidak menyukai ku, apa Mama akan diam saja saat di hina ataupun mertua Mama mengatakan jika wanita yang menjadi istri dari putra nya itu tidak layak untuk di jadikan menantu? bagiamana menurut Mama?" Arr kembali bersuara.


Mama Eliza terdiam mendengar kan ucapan Arr yang sedikit menyentuh hatinya, dan melihat istri nya yang terdiam Papa Max langsung menarik tangan istrinya untuk pergi dari restoran.


"Jangan pengaruhi istriku dengan pertanyaan bodoh mu itu, dan untuk mu Lian kau akan menyesal!" kata Papa Max, lalu pergi dengan Mama Eliza.


"Maafkan mereka memang begitu." kata Lian merasa tidak enak dengan Arr.


"Tidak apa, lagi pula aku tidak selemah itu yang akan menangis hanya karena penghinaan dari Mama mu." kata Arr.


Lian menatap Arr, istrinya memang wanita yang berbeda, Arr tidak mudah tumbang meski sudah di hina, seperti biasanya Istri nya tidak pernah mau kalah saat berdebat.


"Kita pesan makanan ya, kamu mau apa?" tanya Lian.


"Terserah aku sama saja." balas Arr, mendudukkan bokong nya bersama Willy yang sibuk dengan ponselnya.


"Sudah cukup sayang, sekarang kita makan ya." Arr mengambil ponselnya, lalu mematikan ponselnya dan memasukkan ponselnya ke dalam tas nya.


"Nenek galak sudah pulang?" tanya Willy.


Arr menggelengkan kepalanya.

__ADS_1


"Jangan katakan itu nenek adalah nenek kamu sayang, Willy kan anak baik dan ganteng masa iya kaya gitu." ucap Arr sambil mencubit gemas hidung putra nya.


"Tapi nenek seperti monster Mommy." sahut Willy lagi.


"No sayang, Mommy marah ya kalau Willy nakal kaya gini." balas Arr pura-pura merajuk.


Membuat Willy melirik Daddy nya, dan Lian memberikan kode pada putra nya untuk meminta maaf.


"Maaf Mom, aku tidak akan mengatakan nenek galak lagi" ucap Willy dengan mata yang menatap Mommy nya.


"Janji nggak nakal lagi?" tanya Arr lagi.


Dan Willy mengangguk cepat.


"Janji Mommy." sahut Willy sambil mengaitkan jari kelingking nya dengan jari kelingking Mommy nya.


Arr mencium pipi putra nya, lalu memeluk Willy dengan senyuman nya, dan melihat betapa sayangnya Arr pada putra nya membuat Lian tersenyum senang.


Tidak bisa di ucapkan betapa bahagia nya dia sekarang, memiliki istri yang sayang pada putranya, dan tegas seperti Arr sepertinya tidak membuat nya takut akan kembali kehilangan lagi.


Arr seolah datang untuk menjadi pelengkap di kehidupan nya, dan Lian merasa beruntung karena Arr mau menerima nya yang sudah berstatus duda itu.


"Tetap seperti ini." bisik Lian.


Arr mendengar itu melirik Lian,


"Aku akan seperti ini, memang nya aku harus menjadi apa?" seperti biasa mode wajah datar kembali muncul.


Membuat Lian mengembuskan napas nya kasar, padahal baru saja dia akan mengatakan kata-kata yang romantis, tapi melihat wajah datar Arr membuat Lian memilih bungkam, karena percuma saja Istri nya itu memang pelit senyum.


________


🌹🌹🌹🌹🌹


Jangan lupa like coment and Vote ya kak ♥️🤗

__ADS_1


__ADS_2