Salah Ranjang (Hot Daddy)

Salah Ranjang (Hot Daddy)
Jatuh nya Syakira.


__ADS_3

^^H A P P Y R E A D I N G^^


🌹🌹🌹🌹🌹


Di perusahaan Bastian yang sedang bergelut dengan laptop nya itu di buat kaget dengan pintu yang tiba-tiba terbuka.


"Waww pengantin baru." ucap Bastian sambil melirik pria yang tiba-tiba nyelonong masuk tanpa mengetuk pintu dulu itu.


"Apa aku menganggu mu?" tanya Lian.


Bastian menaikan sebelah alisnya ke atas dan beranjak dari tempat duduk nya, memilih pindah tempat duduk jadi di sopa.


"Tumben kesini, kau punya masalah?" tanya Bastian seolah paham dengan tingkah Lian yang tidak biasa.


"Tidak sama sekali." balas Lian cepat.


"Lalu?" tanya Bastian bingung.


"Aku hanya berkunjung, kenapa kau banyak tanya sekali." Lian melemparkan bantal pada Bastian, beruntung Bastian dengan cepat menangkis bantal itu agar tidak mengenai wajahnya.


"Shiit!! kau benar-benar menyebalkan! jika kau datang hanya untuk marah-marah pergi saja, dasar gila." Bastian kesal, dia balik melemparkan bantal nya ke arah Lian.


Dan dengan sigap Lian menangkap bantal nya, lalu dia lemparkan lagi ke arah Bastian, dan seperti sebelumnya Bastian kembali menangkap nya dan melemparkannya kembali.


Selama beberapa menit begitulah keduanya yang tidak berhenti saling melemparkan bantal, sampai akhirnya Lian menghentikan kegilaan nya itu karena mendengar suara dering telpon ponsel nya.


"Willy mau ke Mall, apa boleh?" terdengar suara Arr.


Membuat Lian tersenyum karena apapun yang di lakukan istrinya dia selalu meminta pendapat dan ijin dari dirinya.


"Tentu saja boleh sayang, astaga kau lupa jika suami mu ini kaya?" Lian berkata dengan nada sombong, dan matanya dengan sengaja melirik Bastian yang menatap nya jengah.


"Ya, aku tidak lupa.. hanya saja aku mau menggunakan uang ku sendiri untuk membelikan keinginan putra ku." balas Arr lagi.


"Baiklah, lakukan apapun yang kamu suka, aku akan menyusul." kata Lian lagi, kembali dengan suara di sengaja nya.


"Lebay!" cibir Bastian.


"Siapa?" tanya Arr mendengar suara orang lain.


"Orang tidak penting, jangan hiraukan itu hanya nyamuk pengganggu." balas Lian lagi.


Membuat Bastian yang mendengarnya melotot, tentu dia paham siapa yang di sebut nyamuk pengganggu di sini, tentu saja dirinya karena hanya hanya ada mereka berdua di ruangannya.


"Kau memang minta di hajar ya!" kesal Bastian.


"Jangan menyusul, aku tidak akan lama, fokus saja mencari uang, ingat jangan menyusul aku ingin quality time bersama putra ku" dan setelah mengatakan itu Arr menutup panggilan nya sepihak.


Bastian yang melihat raut wajah Lian kembali melemparkan bantal nya, dan Lian yang tidak fokus malah terkena bantal yang di lempar Bastian.


"Seperti nya kau masih harus banyak belajar dari ku, astaga kau memang tidak sehebat diriku." Bastian menduga jika Arr masih kaku pada Lian.


"Apa kau tau bagaimana meruntuhkan kekakuan istri ku?" tanya Lian.

__ADS_1


Bastian tersenyum menyeringai mendengar nya, layaknya seorang suhu Bastian mulai banyak tingkah.


"Cara nya sangat mudah sekali, cuek balik aja nanti juga dia sendiri yang berinisiatif mendekati mu." usul pertama Bastian.


"Cukup sulit, akhir-akhir ini dia adalah candu ku." balas Lian mengaku.


"Ck. dasar mantan duda, di kasih perawan ya tentu aja doyan." sahut Bastian sebal. "Kau mau tau cara kedua tidak?" lanjut Bastian.


Dan Lian menjawab nya dengan sebuah anggukan kecil.


"Cara kedua semakin lengket di ranjang dan perlakukan dia seperti ratu, di jamin dia akan luluh dan cepat mencintaimu." kata Bastian dengan gaya nya yang so pintar.


"Apa itu bisa menjamin?" tanya Lian ragu.


"Tentu saja, jangan meremehkan ku ya lihat saja Fallen istriku dia bahkan sekarang sangat lengket dengan ku, dan kau tau itu karena apa? karena Fallen mencintaiku dan tidak bisa jauh dari suami tampan nya itu." balas Bastian lagi dengan penuh percaya diri.


Lian ragu untuk melakukan setiap saran dari Bastian, tapi mengingat Bastian yang dengan mudahnya mendapatkan Mommy si Triplets S membuat Lian percaya saja jika usul Bastian mungkin ada benar nya.


Melihat Lian yang sedang berpikir membuat Bastian tersenyum menyeringai.


"Haha dia tidak tau saja kalau Fallen itu lebih sangar dan garang dari wanita manapun, mana ada Fallen mau di perlakukan seperti ratu, di ajak ngamar siang-siang aja dia langsung ngamuk karena anak-anak yang selalu nangis di saat bersamaan si adik junior hidup." batin Bastian tertawa dalam hatinya.


Tiba-tiba kembali terdengar suara dering telpon, tapi bedanya sekarang yang tersenyum senang adalah Bastian bukan Lian.


"Hallo sayang." sapa Bastian dengan senyuman mengembang, membuat Lian yang melihat nya sebal.


Karena yakin Bastian akan pamer kemesraan di depan nya, menyebalkan!.


"Cepat pulang, si endut jatuh dan sekarang dua minta makanan dan Daddy nya." suara Fallen terdengar panik.


"Kenapa bisa jatuh?" tanya Bastian ikut panik.


Dan belum mendapatkan jawaban Bastian mendengar suara tangisan Syakira, membuat Bastian langsung berubah raut wajah nya menjadi khawatir.


Tut..


Panggilan nya terputus begitu saja.


Lian melihat wajah khawatir Bastian menjadi bingung, dia ikut berdiri dan mendekati teman nya itu.


"Ada apa?" tanya Lian.


"Syakira jatuh, aku harus segera pulang." kata Bastian langsung menutup laptopnya.


"Ya kau harus pulang, aku juga akan pulang karena istriku pasti sudah menunggu ku." balas Lian, lalu ikut melangkah keluar dari ruangan CEO bersama Bastian.


Sesampainya di halaman rumah nya Bastian yang baru turun dari mobilnya itu langsung berlari masuk ke dalam rumah.


"Sayang!" panggil Bastian panik.


"Sayang!!" suara Bastian lebih keras.


"Sut, dia baru tertidur, jangan berisik." kata Fallen memberi isyarat.

__ADS_1


Membuat Bastian penasaran dan jika dia tidak melihat putrinya bisa di pastikan Bastian akan menangis karena khawatir.


Ceklek..


Bastian yang masuk ke dalam kamar anak-anak nya itu melihat ke arah ranjang yang di tempati Syaka, Syakila dan Syakira.


"Mereka menangis bersamaan, dan lelah bersamaan." kata Fallen sedikit berbisik.


Bastian mengangguk, dia melihat kening Putri bungsu nya yang benjol seperti telor.


"Pasti sakit." gumam Bastian wajahnya nampak sedih.


Fallen yang sudah tau suaminya itu tidak bisa melihat anak-anak nya terluka langsung menarik tangan Bastian untuk keluar dari kamar anak-anak, dan masuk ke kamar nya yang tersambung dengan kamar anak-anaknya itu.


Dan benar saja sesampainya di kamar nya Bastian langsung terisak dan duduk di atas ranjang, sedih saat melihat putrinya seperti itu, dan Bastian yakini jika putrinya pasti kesakitan.


Fallen yang melihat Bastian menangis hanya bisa geleng-geleng kepala, dia sudah sering melihat suaminya menangis untuk anak nya, dan dia senang karena Bastian sangat menyayangi anak-anaknya, meski dengan menangis Bastian terlihat lebay.


"Sudahlah, jangan menangis nanti ada yang melihat mu." kata Fallen sambil mengusap air mata di wajah sang suami.


"Kenapa bisa jatuh?" tanya Bastian sambil terisak-isak.


"Tadi Syakira dan kakak-kakak nya sedang bermain, tiba-tiba Syakira berdiri seperti bayi yang ingin belajar berjalan, tapi Syaka menarik tangan nya yang membuat Syakira jatuh terpentok lantai." jelas Fallen.


"Apa pengasuh nya tidak bekerja? kenapa mereka melakukan kesalahan besar!" Bastian mulai kesal.


"Jangan salahkan orang lain, mereka juga manusia dan setiap manusia pasti memiliki kesalahan, aku sudah menegur pengasuh untuk lebih berhati-hati, jadi aku harap kamu nggak terlalu menyingung perihal jatuh nya Syakira karena yang khawatir bukan hanya kita, tapi pengasuh pun juga pasti sedih dengan kejadian ini." jelas Fallen lagi.


Membuat Bastian memeluk istrinya, dan Fallen yang di peluk hanya diam tapi tangan nya terus bergerak untuk mengusap kepala suami nya.


"Apa benjol nya akan hilang?" tanya Bastian.


"Tentu saja, tapi mungkin akan lebih lama menunggu kempes." balas Fallen.


"Apa sudah memanggil dokter?" tanya Bastian lagi.


"Dokter bilang ini biasa untuk anak-anak, lagi pula anak yang sedang berlatih berjalan memang selalu jatuh untuk beberapa kali, bahkan berkali-kali, dan dengan jatuh mereka bisa belajar untuk bangkit." balas Fallen lagi.


Bastian hanya mangut-mangut mendengar penjelasan istri nya, meski sebenarnya jauh di dalam lubuk hatinya dia kesal karena untuk nya anak-anak adalah harta nya, dan saat anak nya terluka tentu orang pertama yang akan sedih adalah dirinya.


"Mandilah, aku akan melihat anak-anak lagi." kata Fallen sambil beranjak berdiri.


"Mandiin." kata Bastian.


Fallen menggelengkan kepalanya.


"Mandi sendiri, anak-anak mungkin akan terbangun sebentar lagi, sudah jangan manja cepat mandi dan susuk ke kamar anak-anak, dan kalau mau gendong harus bersih dulu ya." ucap Fallen tegas, lalu pergi ke kamar anak-anak.


Bastian mengerucutkan bibir nya sebal saat melihat Fallen yang masuk ke kamar anaknya tanpa menghiraukan nya.


"Tenang saja, malam ini kita akan mendapatkan rumah ternyaman kita." Bastian bergumam sendiri.


_________

__ADS_1


🌹🌹🌹🌹🌹


Jangan lupa like coment and Vote ya kak ♥️🤗


__ADS_2