Salah Ranjang (Hot Daddy)

Salah Ranjang (Hot Daddy)
EXTRA PART# Jenn dan Juan.


__ADS_3

^^H A P P Y R E A D I N G^^


🌹🌹🌹🌹🌹


Jarang mual, tapi selalu ingin makan sesuatu yang ada di dalam bayangan nya, itulah yang sekarang Jenn rasakan.


kandungan nya sebentar lagi memasuki bulan ke empat, dan tentunya tubuh nya pun menjadi lebih lebar.


Pertumbuhan janin nya yang semakin terlihat membuat Jenn senang, apalagi perut nya yang membuncit semakin membuat Jenn semakin senang, karena ini adalah impian nya sejak lama.


"Sayang, udah belum?" Jenn bertanya sedikit berteriak.


Membuat pria yang sedang membuat jus itu kaget, bahkan blender nya yang saja hampir saja jatuh jika dia tidak fokus.


"Iya bentar!" balas Juan sedikit berteriak.


Hari ini adalah weekend nya, Juan tentunya tidak bekerja dan sedang menemani istri tercinta nya.


"Jus datang.." Juan berjalan dengan segelas jus di tangan nya.


Membuat Jenn yang mendengar nya langsung tersenyum, dia melihat suaminya yang semakin terlihat muda, tapi tiba-tiba raut wajah nya seketika berubah menjadi kesal, bagiamana tidak kesal? lihatlah di cermin? Jenn selalu merasa minder dengan tubuhnya yang melebar, dan Juan yang tampan menawan.


Mungkin beginilah resiko nya menikah dengan brondong, wajah nya lebih cepat menua di bandingkan suami muda nya yang terlihat semakin lucu.


"Hey ada apa? kenapa wajahmu jadi seperti ini?" Juan mendudukkan bokong nya di sopa, dan memberikan jus tomat buatan nya pada sang istri.


"Jus tomat spesial untuk Jenny ku tersayang." lanjut Juan.


"Makasih." mengambil jus nya, dan minum seperempat dari jus nya.


"Enak?" tanya Juan.


Jenn hanya mengangguk kecil dengan wajah yang cemberut, membuat Juan gemas dan langsung mencium pipi sang istri.


"Kenapa sih?" tanya Juan.


Lagi-lagi mencium istrinya, di mata nya Jenn yang hamil itu terlihat sangat seksi dan menggoda, membuat nya selalu betah di rumah.


Apalagi perut buncitnya Jenn, selalu membawa nya gemas, tidak sabar rasanya menunggu kelahiran anak pertamanya, mereka sudah memeriksa pada dokter, dan Juan sangat senang sekali karena anak pertama nya adalah laki-laki.


"Aku gemukan ya?" Jenn bertanya dengan wajah cemberut nya.


Tidak ada wajah dingin dan savage seorang Jenny di rumah nya, yang sekarang ada hanyalah ibu hamil yang selalu manja akan segala hal.

__ADS_1


Hormon kehamilan membuat Jenn yang dingin menjadi manja, bahkan hanya karena menonton film saja Jenn bisa menghabiskan tidur untuk membuang ingus nya, ya akhir-akhir ini Jenn selalu lebay menangis hanya karena film.


"Nggak kok, kamu seksi." balas Juan.


"Bener? tapi kok aku ngerasa badan ku gemuk." Selalu membahas yang sudah-sudah.


Dan ini pembahasan masalah badan yang kesekian kalinya, Juan tidak bisa menyalahkan istri nya karena dokter juga sudah mengatakan jika hormon ibu hamil itu selalu berubah, ada yang mudah tersinggung, ada juga yang galak dan ada juga yang pemalas, dan Jenn kebagian yang mudah tersinggung mungkin.


"Hey, ayolah kamu gendut juga lucu, cantik seksi lagi." balas Juan.


Tuh kan, baru saja menjawab wajah Jenn sudah berubah lagi.


"Aku salah ya?" tanya Juan bingung.


"Kamu bilang aku gendut!" Jenn kesal.


"Astaga!" Juan mengacak rambut nya kasar.


Jenn tiba-tiba berdiri, membuat Juan ikut berdiri dan mengekori kemana Jenn akan pergi.


"Mau kemana sayang?" tanya Juan.


"Kemana aja, yang penting aku happy." menjawab sewot.


Juan hanya bisa mengusap dada nya pelan, memang haraus ekstra sabar menghadapi ibu hamil.


"Sayang." panggil Juan.


"Duduk." tegas Jenn.


Juan menutut, dia duduk di tepi ranjang dan matanya masih melihat apa yang akan di lakukan ibu hamil di depan nya.


Jenn berbalik, dia menatap pria yang menjadi suaminya itu, karena anak nya laki-laki bawaan nya Jenn selalu ingin duduk dan bermalas-malasan.


"Siang ini kamu nggak bisa kemana-mana, pokoknya kamu harus bikin aku senang." tegas Jenn, berjalan mendekati suaminya.


"Kamu mau apa emang?" tanya Juan menelan ludahnya kasar.


Apalagi saat Jenn sudah menyibakkan daster nya ke atas, membuka dasternya dan melemparkannya asal kesembarangan arah.


Juan kesusahan menelan ludah nya melihat Jenn yang sangat seksi itu, tentu dia tau apa yang di lakukan istrinya sekarang itu.


"Aku akan buat kamu kelelahan hari ini." bisik Jenn di telinga Juan.

__ADS_1


Juan tentu saja senang, kucing di kasi ikan ya tentu saja umpan yang sangat menantang, benar kata orang kalau ibu hamil lebih hot di bandingkan dengan hari-hari sebelumnya.


🌹


Tiga bulan bulan berlalu kandungan Jenn sudah masuk ke bulan ke tujuh, dan hari ini Jenn mengikuti senam kehamilan.


Namun takdir membuat nya kecelakaan, Jenn terjatuh karena menolong seorang nenek-nenek yang di copet.


"Sayang tenanglah aku ada bersamamu." Juan menguatkan sang istri.


"Aku mohon selamat kan bayi ku." Jenn menangis untuk bayi nya.


Posisinya saat terjatuh adalah perutnya yang di bawah, Jenn benar-benar kesakitan tapi meski begitu dia tetap ingin melahirkan bayi nya, dia masih berharap bayi nya selamat meski dokter mengatakan jika bayi nya itu pasti tidak akan selamat mengingat Jenn pendarahan hebat.


"Tolong selamatkan bayi ku." suara Jenn mulai melemah.


Juan tidak bisa berhenti menangis, apalagi saat istrinya di bawa oleh dokter ke ruangan operasi.


"Jenn ku mohon bertahanlah aku mohon, aku mencintaimu. Tuhan jangan ambil istriku dan anakku aku mohon." gumam Juan yang terus-menerus berjalan ke sana ke sini.


Seperti setrikaan, Juan bersedih sendirian. dia ragu untuk menelpon Arr, mengingat kakak ipar nya itu baru saja melahirkan bayi perempuan dan pasti sekarang sibuk dengan baby Vira.


Ceklek..


"Tuan bayi nya sudah meninggal di dalam perut istri anda." jelas Dokter yang keluar.


Deg..


Jantung Juan terasa berhenti saat itu juga, dia benar-benar sedih dan juga kalau bisa dia ingin menghajar dirinya sendiri.


Padahal tadi pagi jelas-jelas Jenn dengan cerianya memberikan bekal untuk nya, meski makanan nya gosong istrinya itu sudah bekerja keras untuk nya.


Dan sekarang Jenn harus kehilangan bayi nya? ya Tuhan.. Jenn sangat menanti hari-hari nya menjadi seorang ibu, dia bahkan bercerita ingin di panggil Mami.


"Tuan."


"Lakukan yang terbaik Dok, selamatkan istri saya." akhirnya Juan memilih menyelamatkan istrinya.


Meski satu hal yang dia tau kalau Jenn akan marah besar padanya bahkan mungkin akan membenci nya, tapi mengingat bayi nya sudah meninggal di dalam perut Juan tidak bisa memberikan harapan kosong pada istrinya, keselamatan istrinya sekarang adalah yang terpenting.


"Maafkan aku sayang, maafkan aku."


🌹

__ADS_1


Ada beberapa lagi extra part, dan ini menjawab kenapa anak Juan nggak seumuran dengan anak-anak Hana dan Arr.


Semoga suka.


__ADS_2