
^^H A P P Y R E A D I N G^^
🌹🌹🌹🌹🌹
Setelah pulang dari rumah Bastian tentunya untuk menghabiskan waktu bersama dengan Twins S, Darrel dan Tara kembali ke rumah nya yang terhalang tembok pembatas itu, bahkan sekarang sudah ada pintu yang bersambungan antara rumah Bastian dan Darrel.
Dan semua itu di buat agar memudahkan keluarga nya jika ingin saling mengunjungi, jadi mereka tidak perlu repot-repot buku pagar utama yang tentunya akan sangat melelahkan untuk segera sampai ke rumah, karena baik rumah Bastian ataupun Darrel sama-sama memiliki taman yang cukup luas untuk halaman rumah nya.
"Kita akan makan, kamu mau aku masakin apa?." tanya Darrel.
Yang mana hal itu membuat Tara yang sedang duduk dan memainkan ponselnya itu melirik dengan wajah ragu.
"Emang kakak bisa masak?." tanya balik Tara santai.
"Memang nya ngak boleh belajar masak buat calon istri sendiri?." Darrel malah balik bertanya lagi.
"Ya udah boleh, aku pesen ceplok telor mata sapi aja deh, kuning nya harus pas di tengah terus bawah nya agak gosong dikit." ucap Tara sambil tersenyum.
Darrel mengacungkan jempol nya ke arah Tara, lalu memulai acara memasak nya.
meski sebenarnya dia tidak pandai memasak tapi Darrel akan mencoba belajar karena ia ingin menjadi suami idaman yang serba bisa.
Tara melihat Darrel yang sedang memasak itu terkekeh geli, dia benar tidak menyangka jika Darrel akan seserius itu untuk mendapatkan perhatian nya.
Padahal nya awalnya Tara hanya berpikir hubungan nya itu mungkin sekedar kekasih yang akan berakhir jika sudah bosan.
tapi ternyata dugaan nya itu salah, Tara malah semakin nyaman dan bahkan jatuh cinta semakin dalam pada Darrel.
"Dia benar-benar seksi." gumam Tara yang tidak bisa berhenti tersenyum.
Gila memang seorang gadis remaja 17 tahun seperti dirinya sudah mengenal cinta sedalam itu, tapi itulah realita nya..cinta datang tidak memandang umur, muda atau tua semuanya akan berubah setelah mengenal cinta.
"Hati-hati, nanti kena___" ucap Tara terhenti karena Darrel langsung melirik ke arahnya.
"Tenang saja sayang, aku hebat dalam hal memasak telor ceplok." kata Darrel kembali bergelut dengan alat masak nya.
Tapi sedetik kemudian tangan Darrel malah tidak hati-hati dan mengenai teplon panas yang berhasil membuat nya menjerit sakit.
Awww !!
"Tuhkan aku bilang juga ap___" ucap Tara terhenti karena melihat api yang membesar.
"Kebakaran!" teriak Tara.
__ADS_1
Apa? kebakaran?
Darrel melirik ke belakang nya dan terlihat lah api yang membesar yang berasal dari teplon berisikan telor mata sapi yang sedang dia masak.
"Menjauh." kata Darrel menjauhkan Tara dari area dapur.
Darrel membuka baju nya lalu dia basahkan dengan air, setalah baju nya basah Darrel menutup api di teplon dengan baju yang yang sudah di basahi, lalu mematikan kompor nya.
Tara yang menjauh melihat apa yang sedang di lakukan Darrel itu menelan ludahnya kasar, Darrel nampak seksi dengan aksi nya yang sedang memadamkan api itu.
"Woah.." tanpa sadar Tara merasa kagum pada tubuh milik Darrel yang dada nya penuh dengan roti sobek itu.
Otak cerdas nya seketika eror dan malah terbang bebas, dan semua itu juga di lihat oleh Darrel yang melihat tatapan Tara jatuh pada tubuhnya.
Darrel melangkahkan kakinya untuk mendekati Tara, lalu tanpa basa basi dia menarik tubuh Tara ke dekapan nya.
"Kamu bisa menyentuh nya, tapi tidak lebih dari itu karena kita tidak boleh sampai di luar batas." bisik Darrel di telinga Tara.
Yang seketika membuat Tara merinding, juga langsung tersadar dari lamunan nya dan merasakan jika tangan nya menyentuh perut kotak-kotak milik Darrel.
"Liat, keras." gumam Tara dengan wajah polos nya, membuat Darrel tersenyum gemas.
"Tentu saja, aku sering berlatih tubuhku bagus." sahut Darrel dengan percaya dirinya.
"Pede banget."
Yang mana hal itu membuat Tara mendongkak ke atas untuk melihat Darrel, dan tubuhnya yang tidak terlalu tinggi dan hanya sebatas dengan dada Darrel membuat Tara semakin mendongkak kan wajahnya agar bisa melihat wajah Darrel.
Darrel yang melihat Tara bersusah payah untuk melihatnya langsung tersenyum lalu melingkarkan tangan nya di pinggang Tara dan tanpa aba-aba langsung mengangkat tubuh ringan Tara.
"Bagaimana apa sudah terlihat jelas?." tanya Darrel sambil tersenyum.
Tara mengangguk kecil lalu mendekatkan wajahnya dengan wajah Darrel.
di pikiran Darrel dia akan mendapatkan ciuman dari sang kekasih kecilnya, dan Darrel yang berpikir begitu langsung menutup matanya.
"Kenapa nutup mata?." tanya Tara mengerutkan keningnya aneh.
"Kamu mau nyium aku kan?." jawab Darrel masih menutup mata nya.
"Geer, siapa yang mau nyium." kata Tara sambil terkekeh.
"Lalu?." Darrel membuka matanya dan secepat kilat juga Tara memberikan kecupan singkat di bibir Darrel.
__ADS_1
Cup..
"Nikahi aku." kata Tara membuat Darrel kaget dan replek melepaskan pegangan tangan nya di pinggang Tara.
Brukk !!
Tara jatuh ke lantai dengan pantat nya yang membentur lantai cukup keras.
dan semua itu terlihat oleh dua ibu yang baru saja pulang dan melihat Tara di jatuhkan oleh Darrel.
Awww
"Ibu, sakit." ringis Darrel mendapatkan jeweran di telinga nya dari ibu Rosalina.
"Anak nakal kenapa kau membuat calon menantu ku cidera hah, kau melukai nya!" Ibu Rosalina menambah keras jeweran nya.
"Ibu aku kaget, dan aku tidak sengaja." Darrel membela diri nya.
"Jangan alasan, lihat kerena ulah mu Tara jadi kesakitan seperti itu." geram Ibu lagi.
Sedangkan Tara sedang di bantu berdiri oleh Mom Dena sambil meringis karena bokong nya terasa sakit.
"Hiks..Kak Darrel jahat." ucap Tara sambil berjalan begitu saja dengan di bantu Mom Dena.
Yang mana hal itu membuat Darrel menggelengkan kepalanya, niatnya ingin mengikuti Tara tapi telinga nya masih mendapatkan jeweran dari ibu nya.
"Ibu ayolah aku tidak sengaja, lepaskan telinga ku." kata Darrel.
"Diam, ini bahkan masih belum seimbang dengan sakit di bokong gadis kecil mu." balas ibu Rosalina.
Darrel menghela nafasnya panjang lalu menepis pelan lengan sang ibu.
"Dengarkan ibu, Tara ingin aku menikahi nya, aku kaget karena dia meminta nya." jelas Darrel.
Yang mana membuat ibu Rosalina berbinar wajah nya.
"Kenapa harus kaget, nikahi saja atau kalah perlu kita panggil penghulu sekarang." ibu Rosalina bersemangat.
"Tidak semudah itu ibu, aku masih harus mendapatkan restu orang tuanya." kata Darrel lagi.
"Oh untuk masalah itu tenanglah, Ibu dan Mom sudah mengurus semuanya, siapkan saja uang yang banyak untuk pesta besar nya, masalah bapaknya yang matre itu Ibu urusan ibu sama Mom."
_______
__ADS_1
🌹🌹🌹🌹🌹
Jangan lupa like coment and Vote ya kak ♥️