
^^H A P P Y R E A D I N G^^
🌹🌹🌹🌹🌹
Menjadi yang pertama untuk wanita yang menjadi istrinya tentu saja menjadi kebanggan tersendiri untuk Darrel.
Sekarang Tara sudah menjadi seorang istri yang sepenuhnya.
Darah di seprai sudah membuktikan jika Darrel adalah pemilik Tara.
tidak ada hentinya pria tiga puluh tahun itu mengucapakan kata penuh cinta nya untuk sosok gadis yang masih tertidur pulas di samping nya itu.
"Terimakasih sayang terimakasih." ucapan Terimakasih terus keluar dari bibir tipis pria tampan itu.
Kini dia sudah tidak berstatus perjaka lagi, wanita pertama yang dia ambil kesucian nya sekaligus wanita pertama yang membuat dia kehilangan keperjakaan nya.
"Eugh.." suara itu seketika mengalihkan perhatian Darrel.
"Sayang kamu sudah bangun." tanya Tara saat membuka matanya dan melihat suaminya yang memeluk nya tapi dengan mata terbuka.
"Baru saja, kamu kenapa bangun ini sudah malam." sahut Darrel.
Tara terdiam sebentar, dia mencoba mengumpulkan nyawa nya dulu sampai akhirnya Tara membenarkan posisi nya dan bersandar di dada suaminya.
"Aku lapar." kata Tara.
"Mau makan?." tanya Darrel sambil tersenyum.
"Bukan, aku mau itu kakak." sahut Tara keceplosan, lalu menutup bibirnya.
Darrel melingkarkan tangannya di pinggang istrinya, satu hal yang dia rasakan saat melingkarkan tangannya, dia merasakan tangan nya nya bersentuhan dengan perut rata Tara.
"Cie, yang ke canduan." goda Darrel.
"Kakak!"
"Enak kan?."
"Nggak, sakit!" lanjut Tara keceplosan, dan kembali menutup bibir nya lagi.
Darrel tergelak mendengar penuturan polos istrinya, istri kecilnya itu benar-benar gadis yang sangat menggemaskan.
"Nanti juga nggak sakit lagi, tapi kita harus sering melakukan nya." sahut Darrel lagi.
Membuat pipi Tara merona bak kepiting rebus mendengar ucapan suaminya.
masih teringat kejadian tadi siang di mana saat detik-detik ia kehilangan kesucian nya, harta yang di jaga selama ini telah ia berikan kepada pria yang sudah menjadi suaminya itu.
Tara tidak mampu membayangkan kejadian tadi lagi, dia merinding saat mengingat permainan panas itu, dan satu hal yang tidak akan Tara lupakan jika dia pipis beberapa kali di saat permainan nya itu.
"Lagi bayangin ya, mending langsung praktek dari para bayangin cuman bisa panas dingin." bisik Darrel yang membuat Tara melotot
"Kakak!" ucap Tara kesal.
__ADS_1
Haha..
Tawa Darrel pecah saat melihat istrinya kesal tapi dengan pipi yang memerah seperti menahan malu, benar-benar menggemaskan sekali.
"Kakak.."
"Iya.. apa sayang?"
"Aku lapar."
"Mau makan?"
"Kakak!"
Haha..
Darrel kembali tertawa lagi, lalu bangkit dari tempat tidur nya, membuat Tara langsung menutup mata nya.
Dan melihat itu Darrel malah menaikkan sebelah alisnya ke atas, terbesit di pikiran nya untuk menggoda sang istri tercinta nya.
lalu iseng mendekati sang istri dan menarik tangan Tara agar Tara mau membuka matanya.
"Jangan bilang kamu belum melihat adik kecilku, sayang dia baik..ayo lihat." ucap Darrel sambil tertawa karena senang menggoda Tara.
"Aku melihatnya, tapi sebentar!" kata Tara polos.
"Oh jadi kamu ingin melihat nya lebih lama?." Darrel samakin bersemangat untuk menggoda sang istri.
Membuat Tara menggelengkan kepalanya, dengan masih menutup matanya dengan kedua tangan nya.
dia langsung mengambil pakaian milik nya yang berserakan di lantai, lalu keluar dari kamar hotel nya karena Darrel akan memesankan makanan yang sehat untuk istrinya.
Sepeninggal Darrel Tara yang masih menutup mata nya itu langsung membuka matanya, dan saat melihat kamar yang sepi Tara langsung menghela nafasnya panjang.
"Dia benar-benar membuat aku gila." gumam Tara sambil menghembuskan nafas nya kesal.
Dan saat melihat ke bawah Tara tersentak kaget, bagaimana tidak suaminya itu telah meninggalkan banyak jejak percintaan nya di dada nya itu.
"Dia bukan suami, tapi vampir yang berubah menjadi suami." lanjut Tara sambil menggelengkan kepalanya.
Tara mengambil ponselnya yang ada di nakas, lalu mengusap layar ponselnya.
di lihat nya beberapa pesan yang belum terbaca, dan dari banyak nya pesan yang masuk hanya satu yang menyita perhatian nya.
Yaitu pesan yang ada di group keluarga nya, dimana semuanya sedang menertawakan sebuah prenk yang di lakukan dua ibu peri.
Mom Dena.
"Darrel gagal MP, dong dua hari lagi."
Bastian.
"Syukurin lah, emang kurang amal tuh anak makanya nggak cepet dapat jatah nya."
__ADS_1
Mom Dena.
"Halah kamu Bas, ejek adik kamu lah kamu sendiri sekarang nggak dapat jatah."
Bastian.
"Siapa bilang? aku dapat kok."
Mom Dena.
"Terus ini foto siapa? (Mom Dena ngirim foto Bastian yang sedang ngajak main Twins, dan dalam foto itu Bastian sama Twins baju nya couple).
Mom Dena.
"Kasihan banget punya anak di kantor jadi CEO di rumah jadi Babby sitter nggak ada harga dirinya kamu Bas, mana pake baju couple lagi, hello Kitty lagi."
Tidak ada sahutan lagi dari Bastian, itulah yang Tara lihat, begitupun dari ibu Rosalina dan Fallen yang tidak ikut menimpali seolah tidak mau masuk kedalam percakapan anak dan ibu itu.
Tapi satu hal yang Tara tidak habis pikir adalah kenapa mereka rempong dengan malam pertama nya, padahal ibu Rosalina saja tidak kepo.
"Mom Dena hebat, aku kalau sudah tua mau kaya Mom Dena juga, orang nya baik juga humoris." gumam Tara sambil tersenyum.
Salah, salah Tara salah jika beranggapan hanya dua orang saja yang kepo pada malam pertamanya, lihat saja sekarang sudah banyak lagi pertanyaan dari kakak dan yang lain nya yang tiba-tiba muncul secara bersamaan.
Kak Fallen.
"Tara sayang, nanti malam pertama nya jangan nangis ya cantik, tahan dan nikmati aja."
Ibu Rosalina.
"Mantu kesayangan ibu, nanti kalau udah jebol kasih tau ibu ya, nanti ibu kasih hadiah yang banyak, makasih sudah ambil perjaka anak ibu."
Kak Hana.
"Dek gimana? malam pertama lancar nggak?, jangan kapok ya dek, nanti juga nggak sakit lagi kalau sering malahan kamu bakalan candu kaya kakak."
Mom Dena.
"Kalau suami kamu kurang hot kasih aja obat kuat, belinya di Xxx, dan kalau kamu mau gaya lain nanti Mom kirimin buku panduan bermain nya biar tambah rajin belajar nya."
Tara menggelengkan kepalanya, kenapa keluarganya sangat bersemangat dengan malam pertama nya.
mereka tidak tau saja betapa syok dan kaget nya Tara saat melihat milik Darrel yang besar itu.
"Tara keluargamu benar-benar sudah tidak waras." gumam Tara sambil merebahkan kembali tubuhnya, tak lupa Tara menarik selimut nya karena dia malas berdiri.
_________
🌹🌹🌹🌹🌹
Masih aman nggak sih? serius nanya lagi😅
Kalau udah berasa ngaco dan di ada-adain kasih tau ya biar kalian enak bacanya, dan aku juga nggak terlalu monoton pada alur yang nggak jelas.
__ADS_1
Jangan lupa like coment and Vote ya kak ♥️