
^^H A P P Y R E A D I N G ^^
🌹🌹🌹🌹🌹
"Sabar Fall, sabar." ucap Hana mencoba menenangkan Fallen.
Fallen menghela nafas nya kasar lalu mulai makan, kalau mereka cari gara-gara lagi pada nya jangan harap dia bisa bersikap so ngak perduli lagi, begitu pikir nya.
Mood kehamilan nya benar-benar memiliki pengaruh cukup besar, apalagi sekarang ini banyak yang membawa nama nya sebagai bahan gosip.
"Dasar wanita kurang kerjaan." sungut Fallen sambil memasukkan makanan nya ke dalam mulutnya.
Mengunyah kasar makanan nya, lalu menelan nya dengan cepat.
"Berapa sih gajih tukang gosip? heran punya mulut punya otak ko ngak di pake." gerutu Fallen lagi.
Hana hanya bisa diam mendengarkan ocehan kekesalan bumil, dia tidak ikut campur salah-salah nanti meledak pada nya lagi.
Apalagi Hana tau kalau mood bumil emang seperti itu, kadang bagus kadang buruk, tergantung situasi.
Setelah selesai makan Fallen kembali ke tempat kerja nya, yaitu di lobby kembali mendata tamu yang datang ke perusahaan.
"Fallen." panggil Darrel.
Yang di panggil tentu kaget, dalam hati Fallen terus bertanya apa dia telah membuat kesalahan? atau membuat bos nya kesal lagi?, tapi jelas fallen merasa tidak melakukan kesalahan, terkecuali melabrak dua biang gosip.
"Tuan mau marahin saya karena saya tadi sudah melabrak dua wanita itu?." Fallen berkata santai seolah tau akar masalah nya.
Darrel menggeleng kepalanya.
"Bukan itu." jawab nya terjeda, lalu menatap Fallen.
"Saya tunggu kamu di ruangan saya." lanjut nya, lalu pergi ke arah Lift.
Fallen melirik Hana yang di balas tatapan bingung dari Hana.
dia merasa aneh karena tumben-tumbenan Darrel sendiri menyuruh Fallen untuk keruangan nya, karena biasanya pasti akan menyuruh karyawan lain yang menyampaikan nya.
"Tuan Darrel mau ngapain nyuruh kamu ke ruangan nya Fall?." tanya Hana.
Fallen mengangkat bahunya ke atas.
"Ngak tau, mungkin mau ngasih SP 1 yakin aku." sahut Fallen sadar sudah membuat keributan.
"Hus, ngak boleh ngomong gitu, emang kamu mau di kasih SP?."
__ADS_1
"Kalau di pecat ya pecat aja, lagian aku juga ngak mau kerja di tempat yang membuat kenyamanan aku terganggu, nih ya Han kerja itu bukan hanya untuk cari uang aja, tapi juga buat pengalaman juga, ya kalau aku kerja di sini dan cuman dapat pengalaman di gosipin dan di hina ngapain aku bertahan?." Fallen menatap Hana meminta jawaban lagi.
Hana menggelengkan kepalanya, Bumil yang satu ini selain bar-bar tapi juga keras kepala.
"Terserah kamu aja Fall, tapi aku berharap kamu masih bisa bertahan di sini." kata Hana sambil memegang tangan Fallen.
"Udah ahk aku mau ke ruangan Tuan Darrel dulu." ucap Fallen lalu pergi meninggalkan Hana ke arah lift karyawan.
Di dalam Lift beberapa karyawan terus berbisik-bisik di belakang nya, membuat Fallen yang semula acuh menjadi kesal lagi.
"Mbak kalau udah ngak betah sama posisi nya langsung out aja mbak, ganti kerjaan nya jadi tukang gosip aja." ketus Fallen.
"Dasar ya simpanan nya Om-om, pasti hamil anak suami orang tuh." ucap Tia takalah sinis,
Tia adalah anak baru yang di ketahui bisa bekerja karena kenal orang dalam.
Fallen menatap sinis pada wanita yang usianya lebih tua dua tahun dari dirinya itu, jabatan nya memang lebih rendah dari Tia, Tia adalah wakil manager sedangkan Fallen hanyalah seorang resepsionis biasa.
"Emang hamil anak suami orang, kenapa syirik ya? ngak mampu ya? atau ngak laku?." Fallen balik menatap Tia sinis.
"Ihk ogah baget ya, laku nya sama suami orang." menatap Fallen dengan wajah jijik.
Fallen sudah geram, tapi sebisa mungkin dia mencoba untuk tetap biasa saja, santai dan tidak memperlihatkan kemarahan nya.
tapi lagi-lagi Tia mengeluarkan kata-kata pedas nya.
Tring..
Pintu Lift terbuka.
Dan tiba-tiba saja Tia mendorong Fallen dan hal itu membuat Fallen hampir terjatuh, beruntung Fallen tidak oleng jadi Fallen tidak terjatuh jika itu terjadi entah akan bagaimana dirinya nanti.
Anak-anak nya mungkin akan terluka..
Fallen berjalan mendekati sosok yang berjalan di depan nya, tanpa aba-aba dia menjambak rambut Tia.
Plakkkk !!
Satu tamparan Tia layangkan ke pipi Fallen, membuat Fallen meringis pelan.
"Lepasin aku!, dasar wanita gila!" teriak Tia.
Fallen tidak menjawab dia terus menjambak rambut Tia dengan keras, membuat Tia mengereng sakit dan berteriak-teriak meminta pertolongan.
Sontak saja para karyawan yang ada di defisi itu langsung mengerumuni Fallen dan Tia, bukan nya melerai keduanya agar berhenti saling Jambak mereka malah menonton nya layaknya seperti sedang menonton flm, bahkan ada juga yang mem-vidio nya untuk bahan konten di YouTube.
__ADS_1
Darrel yang mendengar suara bising mengerutkan keningnya aneh, dia pun akhirnya keluar dari ruangan nya dan alangkah kagetnya dia melihat kerumunan karyawan nya.
"Ada apa ini." gumam Darrel sambil berjalan.
Beberapa menit berlalu, akhirnya acara jambak-jambakkan itu selesai karena di pisahkan oleh Darrel.
dan tidak hanya itu Darrel juga mendapatkan cakaran dari kuku cantik Tia di leher nya.
"Sekarang saya tanya lagi, siapa yang memulai nya?." tanya Darrel sekali lagi, karena sedari tadi Fallen hanya diam dan yang menjawab hanya dari sebelah pihak saja, yaitu Tia.
"Dia tuan, dia yang duluan menjambak saya." ucap Tia mengadu untuk yang ke sekian kalinya.
Darrel melirik Fallen, dan di balas dengan tatapan tak suka oleh Fallen.
"Fallen, jawab pertanyaan saya, siapa yang memulai nya?." tanya Darrel tegas.
Fallen menghela nafas nya panjang lalu menunjuk Tia.
"Dia sengaja mendorong saya dan hampir membuat saya terjatuh, Tuan tau kan saya lagi hamil dan di perut saya itu ada anak-anak saya yang menunggu lahir nya, dan dengan santai nya tanpa rasa bersalah dan meminta maaf dia malah berjalan begitu saja setelah membuat anak-anak saya hampir celaka." kata Fallen menatap tajam Tia.
"Hey!, kau duluan yang menjambak ku! kau tau rambut ku sakit tau!, lagi pula kau juga tidak jatuh kan." Tia tidak terima.
Fallen menunjuk pipi nya.
"Kau pikir tamparan mu tadi ngak sakit? dan ini lihat tangan ku juga berdarah karena cakaran kucing garong seperti dirimu, dasar!." Fallen semakin tersulut emosi nya.
"Lihat rambut ku juga rontok, ini semua karena mu!." Tia tak mau kalah.
"Rambut masih bisa tumbuh, tapi keselamatan bayi-bayi ku tergantung pada diriku, aku menjaga nya sepenuh hatiku, dan kau malah ingin membuat aku jatuh!."
Darrel memijat pelipisnya yang terasa pening, keduanya benar-benar lawan yang pas.
yang satu cerewet juga lebay dan yang satu nya galak.
"Sudah!."
"Diam!." Teriak Tia dan Fallen bersamaan membuat Darrel kaget.
"Disini yang Bos nya siapa!." teriak Darrel tegas membuat Fallen dan Tia melirik pada Darrel.
"Maaf Pak." ucap Tia so lembut.
Sedangkan Fallen hanya diam dan tidak mau minta maaf, dia merasa dirinya tidak salah dan apa yang di lakukan nya itu hanya untuk membuat Tia jera dan tidak melakukan hal konyol itu pada nya atau pada orang lain lagi.
_________
__ADS_1
🌹🌹🌹🌹🌹
Jangan lupa like coment and Vote ya kak♥️