
^^H A P P Y R E A D I N G^^
🌹🌹🌹🌹🌹
"Selamat ulang tahun Bas, aku mungkin akan pulang duluan, putra ku sudah ingin pulang." kata Lian sambil menggendong Willy yang nampak mengantuk.
"Bagiamana kalau malam ini kalian menginap saja, di sini ada banyak kamar, aku rasa akan cukup untuk kita semua." usul Bastian.
Lian terdiam, dia melihat putranya yang sudah sangat mengantuk itu, lalu melirik Bastian.
"Baiklah, malam ini aku akan menginap di rumah mu." ucap Willy sambil berjalan ke kamar tamu.
Dan saat Lian masuk ke kamar tamu ia langsung merebahkan tubuh putranya di tempat tidur, tak lupa Lian melepaskan sepatu dan kaos kaki Willy, lalu menyelimuti tubuh sang putra.
"Tidur yang nyenyak Son, Daddy akan segera kembali." ucap Lian sambil mengecup singkat kening Willy, lalu keluar dari kamar tamu yang yang di tempati putra nya.
Di ruang tamu Jenn nampak kebingungan mencari keberadaan kakak nya, tidak biasnya kakak menghilang, dan mustahil juga jika kakak nya pulang duluan.
Dan wajah cemas Jenn bisa di baca oleh Juan yang sedari tadi memang melihat gerak gerik Jenn.
"Ada apa Jenn?." tanya Juan.
"Kak Arr, dia menghilang." kata Jenn, matanya melihat ke semua sisi.
"Mungkin dia pulang duluan." sahut Juan.
Jenn menggelengkan kepalanya.
"Nggak mungkin, kak Arr kan selalu bilang kalau mau kemana-mana." kata Jenn lagi.
Juan terdiam sampai akhirnya dia melihat Lian yang berjalan ke arah nya.
"Liat kakak nya Jenn nggak?" tanya Juan dengan santainya bertanya pada Lian.
Lian menghentikan langkah nya lalu melirik Jenn dan Juan satu persatu.
"Tidak!" cukup dengan satu kata itu Lian menjawab nya.
Dan tanpa berniat melanjutkan obrolan nya Lian pergi begitu saja dengan wajah dingin nya.
Juan melirik Jenn yang nampak masih resah itu.
"Kita tanyakan pada yang lain nya, mereka mungkin melihat Kak Arr." kata Juan sambil memegang tangan Jenn.
Jenn melihat tanya Juan yang memegang tangan nya, dia merasa canggung dan takut ada yang melihat nya.
"Juan jangan seperti ini." kata Jenn melepaskan pegangan tangan nya.
"Biarin aja, kita kan emang lagi dekat dan mungkin akan secepatnya__" ucap Juan terhenti karena Jenn memberikan cubitan di pinggang nya.
Awww !!
"Sakit Jenn.." ringis Juan.
__ADS_1
"Itu hukuman kamu, ayo cari kak Arr." sahut Jenn lalu berjalan begitu saja.
Juan mendengar ucapan Jenn yang mengajaknya itu tanpa sadar menyunggingkan senyuman nya.
Perlahan-lahan Jenn sudah mulai mau menerima kedatangan Juan di hidup nya
Sedangkan Bastian, Darrel dan Gibran yang sedang mengobrol di ruang tengah nampak tersenyum saat melihat kedatangan Lian dengan wajah lelahnya itu.
"Willy sudah tidur?" tanya Bastian.
Lian mendudukkan bokong nya di sopa kosong, lalu menghembuskan nafas nya kasar.
"Dia sudah terlelap." sahut Lian.
Bastian bisa melihat wajah lelah teman nya itu, membuat dia tidak bisa diam saja dan membiarkan Lian berlama-lama sendiri.
"Aku rasa kau harus cari istri Lian." ucap Bastian tiba-tiba.
Gibran dan Darrel hanya menjadi pendengar, sedangkan Lian yang mendengar ucapan Bastian langsung menggelengkan kepalanya.
"Aku masih belum memikirkan nya." balas Lian menolak secara halus.
Bastian menggelengkan kepalanya mendengar jawaban Lian, dia tau memang tidak mudah memasukan seseorang di kehidupan apalagi setelah merasakan kehilangan, itu sulit.
"Aku tau itu sulit, tapi pikirkan anak mu Lian, dia pasti membutuhkan sosok ibu, jangan egois bagiamana pun kamu pasti akan membutuhkan seorang istri untuk melengkapi hidup mu." lanjut Bastian.
"Hidup sendiri itu tidak enak, sunyi sepi." Gibran ikut menimpali.
"Dan juga kedinginan tanpa belaian seorang istri." Darrel menjadi pria mesum menggantikan kakak bule nya.
"Aku akan mencoba nya." ucap Lian akhirnya membenarkan apa yang selalu di katakan Bastian.
Satahun lebih dia sendiri mengurus Willy, lelahnya menjadi ayah sekaligus ibu untuk putra nya selalu Lian rasakan.
siang bekerja dan malamnya dia terkadang begadang di kamar putra nya.
"Calon nya emang ada?" celetuk Fallen yang tiba-tiba datang.
Semua pria kompak melihat ke sumber suara, Fallen mendekati suaminya, lalu menyuruh Bastian untuk sedikit geser.
"Ada, aku akan memberikan pilihan aku untuk Lian." ucap Bastian.
"Siapa?." tanya Darrel kepo.
Tiba-tiba datang Jenn dan Juan yang ingin pamitan, tapi dengan cepat di balas dengan gelengan kepala oleh Fallen.
"Nginep, jangan pulang." kata Fallen.
"Tapi nona__" ucap Jenn terhenti.
"Nggak ada tapi, kakak kamu juga ada di kamar tamu, katanya dia migren jadi Istirahat duluan." jelas Fallen.
Jenn yang mendengar itu langsung undur diri dan pergi ke kamar tamu, meninggalkan Juan yang kini malah ikutan duduk dengan para pria berpengalaman.
__ADS_1
"Bagaimana dengan Jenn." celetuk Bastian sambil menaikan sebelah alisnya ke atas.
Menengah nama Jenn yang di bawa-bawa Juan langsung berdiri dan menatap tajam Bastian.
"Enak aja, Jenn udah ada yang punya." kata Juan sinis.
Fallen mengacungkan kedua jempol nya pada Juan untuk keberanian Juan mengakui jika Jenn adalah calon nya.
"Tidak adiknya ya kakak nya, Arr cukup matang untuk menjadi ibu, dia sudah 33 tahun dan aku rasa Arr sudah siap menikah." ucap Gibran yang sedari tadi terdiam langsung membuka suaranya.
Semuanya terdiam sampai akhirnya terdengar suara Tara dan Hana.
"Sayang, ngantuk pulang yuk." ucap Tara sambil menguap lebar, dan saat akan menguap yang kedua kalinya Hana langsung menutup mulut Tara dengan tangan nya.
"Kalau nguap itu tutup, nanti lalat masuk." kata Hana sambil menggelengkan kepalanya.
"Iya kakak, bawel." sahut Tara kembali menguap lagi, dan tidak di tutup.
Huh...
Darrel dan Gibran kompak berdiri, keduanya memang memiliki kamar di rumah Fallen, hanya saja kamar yang selalu di tempati Tara kini akan di tempati oleh Jenn dan kakak nya, sedangkan kamar untuk Hana akan di tempati Juan.
"Alex dan yang lain nya udah duluan, yuk pulang." ucap Tara sambil merentangkan tangannya.
Tanpa banyak bicara Darrel langsung berjalan mendekat dan menggendong Tara.
Gibran yang melihat itu tidak mau ketinggalan, dia juga memangku tubuh sang istri tersayang nya.
Melihat Tara dan yang lain nya sudah pulang Fallen dan Bastian pun melupakan pembicaraan nya, lalu bangkit dari tempat duduknya.
"Kita tidur duluan, kalian para jomblo renuningin aja mau sama adik nya atau kakak nya, bye." kata Bastian sambil berjalan mengandeng tangan istrinya.
Kini tinggallah Juan seorang pemuda yang masih di khawatirkan cara makan nya oleh Mami nya, dan Lian seorang duda yang memiliki pengalaman cinta yang selalu gagal di tengah jalan.
"Jangan dekati Jenn!" kata Juan sinis.
"Siapa juga yang menyukai wanita tomboi." ketus Lian takalah sinis.
"Aku pegang ucapan mu." ucap Juan lagi, lalu pergi begitu saja meninggalkan Lian.
Lian menghembus nafasnya kasar, lalu berjalan ke arah kamar yang di tempati putra nya.
Lian melihat kamar nya yang gelap mengerutkan keningnya aneh, tapi meski begitu Lian tetap berjalan mendekati tempat tidur dan langsung merebahkan tubuhnya.
"Aku harus segera mencari seorang istri, semoga saja ada wanita yang sebaik Rania." gumam Lian, lalu mulai memejamkan matanya.
________
🌹🌹🌹🌹🌹
Part ini akan terhubung ke novel Hana dan Gibran ya🤗
__ADS_1
Jangan lupa like coment and Vote ya kak ♥️