Salah Ranjang (Hot Daddy)

Salah Ranjang (Hot Daddy)
Adik untuk Willy.


__ADS_3

^^H A P P Y R E A D I N G^^


🌹🌹🌹🌹🌹


Sudah hampir satu Minggu menjadi istri dari Lian, Arr merasa banyak perubahan di kehidupan nya, entah itu aktivitas nya ataupun orang-orang di sekeliling nya yang baru.


"Mommy apa Dad akan pulang cepat?" suara Willy mengagetkan Arr yang bengong.


Willy memang cukup dewasa dari usianya yang masih dua tahun lebih beberapa bulan itu, meski masih terbilang anak balita tapi Willy sangat pintar dengan pertanyaan-pertanyaan nya yang seperti orang dewasa.


"Tentu sayang, Daddy akan pulang cepat soalnya nanti malam kita akan makan di luar bersama nenek." sahut Arr.


"Mommy akan ikut?" tanya Willy lagi.


"Kita semua pergi, memang nya kenapa sayang? apa ada sesuatu yang membuat mu takut?" tanya Arr sambil mengusap pipi putra nya.


Willy mengangguk cepat, lalu masuk ke dalam pelukan Mommy nya.


"Nenek galak, Mommy kalau ketemu nenek nanti mumpet aja di belakang aku." jelas Willy lagi.


Arr tertegun mendengar ucapan putra nya, dia membawa Willy yang ada di gendongan nya untuk berjalan ke kamar nya, di dudukan nya Willy di atas tempat tidur, lalu ikut berbaring di samping Willy.


"Sekarang kita tidur siang dulu ya, Mommy akan memeluk mu." kata Arr sambil mengusap kepala putra nya.


Willy menatap wajah Mommy nya, lalu meraba wajah sang Mommy dengan wajah setengah mengantuk nya.


"Mommy apa Mommy menyukai Willy?" tanya Willy polos.


Arr mengerutkan keningnya mendengar pertanyaan aneh dari bibir sang putra.


"Tentu saja Mommy suka, Willy kan anak Sholeh dan baik, ganteng lagi." mencubit pelan hidung kecil putranya dengan gemas.


"Lalu bagaimana dengan Daddy Mommy?" tanya Willy lagi setengah mengantuk.


Arr terdiam cukup lama memikirkan jawaban yang tepat untuk dia berikan pada putra nya, tapi baru saja dia akan membuka suaranya tiba-tiba Arr melihat Willy yang sudah terlelap dengan kebiasaan nya yang selalu memegangi bagian dada Arr.


"Anak manis, bobo yang nyenyak ya sayang nya Mommy." kata Arr sambil mengecup singkat kening Willy.


Meski Willy bukan anak yang lahir dari rahimnya tapi Arr akan selalu menyayangi Willy seperti anak nya sendiri, dia benar-benar sudah jatuh hati pada putra nya yang menggemaskan itu.


Tapi untuk Lian? pipi nya selalu memerah mendengar nama itu, Arr selalu teringat akan malam panas yang dia lalui selama menjadi istri dari Lian, dan membayangkan itu tubuh Arr selalu menjadi salah tingkah dan menjadi panas dingin.

__ADS_1


"Jika Mommy mengatakan tidak mencintai Daddy mu mungkin itu adalah kejujuran nya, tapi Mommy akan tetap berusaha untuk menyukai Daddy mu." gumam Arr sambil menyelimuti tubuh sang putra.


Nyatanya meski setiap malam keduanya selalu saling beradu bibir dan menikmati malam-malam hangat nya Arr dan Lian masih belum saling jatuh cinta, fakta nya cinta tidak bisa di paksakan, cinta datang dari rasa nyaman, begitupun dengan Arr dan Lian yang masih saling nyaman tapi belum kunjung saling mencintai.


Setelah selesai menidurkan Willy Arr langsung keluar dari kamar nya, menuruni tangga dengan langkah yang hati-hati, pandangan nya jatuh pada rumah besar yang sepi.


Aktivitas nya sekarang tidak banyak yang dia lakukan, hanya menjadi seorang ibu rumah tangga yang mengurus anak nya dan menujggu suami nya pulang, Arr benar-benar menjadi seorang istri yang sesungguhnya.


"Makan mie enak kali ya." gumam Arr sambil berjalan ke arah dapur.


"Nyonya.." bibi pembantu kaget melihat kedatangan Nyonya besar nya.


"Jangan sungkan Mbak, saya hanya akan memasak mie instan." kata Arr saat melihat bibi pembantu yang nampak kaget melihat kedatangan nya.


"Tapi nyonya di rumah ini tidak ada mie instan, tuan selalu melarang untuk membeli makanan yang tidak sehat." jelas bibi pembantu.


Arr yang mendengar nya hanya mangut-mangut paham, dia juga tau jika bagi orang kaya mie instan itu memiliki pandangan yang cukup rendah.


Tapi jelas tidak untuk dirinya yang kalangan orang biasa, mie instan adalah sarana makanan yang bisa membuat mood nya naik lagi, apalagi setelah merasakan sakit kepala yang cukup menganggu seperti ini, mie instan adalah jawaban nya.


"Tidak apa Mbak, saya bukan orang kaya lagian saya suka makanan seperti mie instan, apalagi di tambah cabai hijau terus telor, uhk enak banget." lanjut Arr sambil mengambil mie instan yang dia sembunyikan di atas kulkas.


Setelah matang Arr langsung duduk di kursi meja makan, mulai memakan mie nya dengan penuh semangat karena sudah sembilan hari tidak memakan makanan kesukaan nya itu.


Sore harinya..


"Willy mana?" tanya Lian baru pulang bekerja.


"Ada di lantai atas sedang bermain bersama pengasuh." jelas Arr.


Masih dengan gerakan malu-malu Arr mengambil tas kerja yang ada di tangan Lian.


lalu mencium punggung tangan suaminya.


Lian yang melihat Arr masih belum terbiasa dengan dirinya itu langsung memeluk Arr, lalu mengecup singkat kening Arr.


"Aku mau mandi, kita mandi bareng ya." kata Lian sambil berjalan dengan Arr yang di peluk pinggang nya.


"Kamu aja, aku sudah mandi." menolak secara halus.


Meski sudah menjadi istri dan sering menghabiskan malam bersama tapi Arr masih tetap saja malu untuk memperlihatkan tubuh polosnya pada pria yang menjadi suaminya itu.

__ADS_1


Sesampainya di kamar Arr langsung membuka satu persatu kancing suaminya, dan melihat Arr yang terlihat masih malu-malu itu membuat Lian gemas dan malah mendaratkan ciuman di pipi Arr berkali-kali.


Cup..


"Kita harus membiasakan diri untuk seperti ini." kata Lian.


"Nanti Willy melihat kita." Arr mencoba untuk melepaskan tangan Lian yang kini memeluk pinggang nya.


"Willy tidak ada, dia kan bersama pengasuh nya." kata Lian malah semakin nakal dan menarik pinggang Arr untuk merapat ke tubuhnya.


"Kamu masih cape, aku akan membuatkan air hangat untuk kamu mandi." ucap Arr berasalan.


Tapi bukan Lian jika di melepaskan Arr begitu saja, bagi nya sekarang Arr adalah candu nya, dan Lian akan kembali mendapatkan vitamin nya yang membuat semangat nya bertambah itu.


"Argh.." Arr kaget saat tangan Lian malah semakin nakal.


"Aku tidak cape, sebelum kita pergi makan malam aku ingin menghabiskan sore bersama mu dulu." kata Lian sambil membungkam bibir Arr dengan sebuah ciuman.


Tidak bisa menolak, Arr memilih kembali pasrah, dia mengalungkan tangannya di leher suaminya, dan mulai memejamkan mata nya.


"Apa kamu mau Babby?" tanya Lian di telinga Arr.


Arr membuka matanya, lalu menatap Lian.


"Aku mau.." balas Arr.


"Jangan berubah untuk Willy." kata Lian lagi.


Arr menggelengkan kepalanya, dia paham apa maksud suaminya.


"Terlepas dari dia bukan darah daging ku, tapi aku menyayangi nya, Willy akan tetap sama menjadi putra ku, dan aku ingin memberikan adik untuk nya." balas Arr sambil tersenyum.


Jawaban yang membuat Lian tersenyum senang mendengar nya.


"Kita akan segera mendapatkan nya." ucap Lian lagi, lalu mulai menyerang Arr dengan hal yang lebih liar lagi.


________


🌹🌹🌹🌹🌹


Jangan lupa like coment and Vote ya kak ♥️🤗

__ADS_1


__ADS_2