
^^H A P P Y R E A D I N G^^
🌹🌹🌹🌹🌹
Setelah proses persalinan selesai kondisi Fallen yang melemah membuat Fallen harus kembali mendapatkan perawatan intensif di rumah sakit.
Bastian keluar dari ruangan persalinan dengan derai air mata yang membasahi wajah nya, melihat istrinya yang lemah tak berdaya setalah melahirkan benar-benar menggoreskan luka yang mendalam di hati nya.
Seperti yang di katakan diri nya beberapa saat lalu sebelum persalinan, jika Fallen sakit maka dirinya pun akan lebih sakit, begitulah ungkapan cinta nya untuk menyakinkan istrinya jika semuanya akan baik-baik saja.
Tapi.. kondisi Fallen sekarang tidak baik-baik saja, dan Bastian yang hanya mendapatkan cakaran dan jambakkan serta penampilan yang tidak bisa di katakan rapih tentu tidak seimbang dengan apa yang di rasakan istrinya sekarang.
"Mom." ucap Bastian melihat Mom Dena dengan wajah lesu nya.
"Astaga ada gembel dari mana ini, kenapa dokter membiarkan gembel menemani menantu ku." kata Mom Dena kaget melihat penampilan Bastian yang memakai baju robek dan jangan lupakan wajah nya yang tidak segar itu.
Bukan nya mendapatkan pelukan Bastian malah di ledek habis-habisan oleh Mom Dena, membuat nya sebal dengan ibu nya dan memilih mengambil pakaian ganti nya karena tidak mungkin Bastian berpenampilan jelek di depan ketiga anak-anak nya.
"Bas, apa jenis kelamin Twins?." tanya Ibu Rosalina antusias.
Mom Dena mengangguki pertanyaan Ibu Rosalina.
"Iya, apa mereka ganteng? atau ada yang cantik nya?." tanya Mom Dena.
Bastian yang kesal memilih lurus berjalan begitu saja ke toilet, meninggalkan dua ibunya yang berdecak kesal karena di abaikan.
Bahkan keduanya tahu Fallen melahirkan dari bibi pembantu, bukan dari Bastian.
dan itupun satu jam lalu setelah keduanya selesai joging keliling komplek perumahan nya.
"Taruhan yuk." ucap Mom Dena.
"Berapa duit?." tanya ibu Rosalina.
"Yang kalah bayarin duit arisan." kata Mom Dena.
"Deal." sahut Ibu Rosalina.
Lalu keduanya terdiam sebentar saling berpikir jenis kelamin si kembar sampai akhirnya..
"Dua laki-laki, satu perempuan." kata Mom Dena santai.
Ibu Rosalina berdecak pelan, itu adalah jawaban nya, tapi dia kalah cepat mengatakan jawaban nya.
"Hey, jangan diam apa jawaban mu?." tanya Mom Dena, membuat Ibu Rosalina terdiam kembali.
"Tiga perempuan." jawab nya tidak yakin.
"Oke, jadi sekarang kita sudah punya jawaban sendiri, jadi tinggal nunggu pernyataan dari dokter, oke." kata Mom Dena lagi dan Ibu Rosalina hanya mengangguk.
Tiba-tiba dokter keluar dari ruang persalinan, membuat kedua ibu peri itu langsung berjalan mendekati dokter.
"Bagaimana kondisi Fallen?." tanya Mom Dena.
__ADS_1
Meski penasaran dengan jenis kelamin cucu nya tentu hal pertama yang akan dia tanyakan lebih dulu adalah kondisi sang menantu, wanita yang memberikan nya ketiga cucu kesayangan nya.
"Kondisi Bu Fallen saat ini masih lemah Nyonya, setalah melahirkan Bu Fallen langsung pingsan." jelas dokter yang membantu persalinan Fallen tadi.
"Jangan panggil ibu, panggil menantu ku Nona, dia tidak setua itu sehingga kau memanggil nya dengan sebutan Ibu." kata Ibu Rosalina sewot.
Dokter mendeuhem pelan, lalu menunduk.
Sampai akhirnya..
"Apa jenis kelamin Twins?." tanya Mom Dena dan Ibu Rosalina bersamaan.
"Jenis kelamin adalah___" ucap Dokter terhenti karena ada yang menyela ucapan nya.
"Dokter, kondisi pasien semakin memburuk, denyut nadi nya melemah." ucap Suster dengan wajah cemas nya.
Deg..
Mom Dena dan Ibu Rosalina langsung saling melirik..
"Fallen." gumam keduanya bersamaan.
Dokter kemabli masuk ke dalam ruangan yang di tempati Fallen.
meninggalkan Mom Dena dan Ibu Rosalina yang terduduk di kursi tunggu dengan wajah sedih bercampur khawatir nya.
Bastian yang baru selesai berganti pakaian tersenyum melihat penampilan nya di depan cermin yang terlihat tampan.
"Anak-anak tunggu Pipi tampan kalian sayang." ucap Bastian yang sedang merapihkan rambut nya.
"Kenapa aku merasa sakit, apa Fallen.." ucap Bastian terhenti.
Seketika pikiran buruk mulai menyerang di pikiran nya, membuat Bastian kembali memegangi dada nya.
Dan tanpa mengatakan apapun Bastian langsung bergegas kembali ke ruangan Fallen.
langkah nya yang terburu-buru membuat Bastian dua kali hampir menabrak orang yang berjalan ke arah berlawanan dengan nya.
"Mom, kalian kenapa?." tanya Bastian.
"Bas!" Mom Dena menatap putra nya yang penampilannya sudah terlihat lebih enak di pandang itu.
"Mom, Ibu.. ada apa?." tanya Bastian semakin bertambah rasa khawatirnya akan sosok sang Istri.
"Fallen.." ucap Mom Dena tidak bisa meneruskan ucapan nya.
Bastian melihat ruangan yang di tempati istrinya, dan saat akan membuka pintu nya ternyata pintu nya di kunci, membuat Bastian paham apa yang membuat kedua ibu nya terlihat sedih.
Istrinya.. wanita yang sudah memberikan tiga buah hati untuk nya sekarang pasti sedang melawan rasa sakit nya.
sedangkan dirinya? dia bahkan masih sempat memikirkan penampilan nya untuk bertemu ketiga buah hati nya.
"Sayang.. aku mohon bertahanlah untuk keluarga kecil kita, aku dan anak-anak membutuhkan mu." gumam Bastian yang tanpa terasa air mata nya kembali menetes lagi.
__ADS_1
"Bas, dokter bilang denyut nadi Fallen melemah." kata Mom Dena.
Apa!
Brukkk..
Bastian terduduk lemas di lantai, Jantung nya terasa ingin berhenti berdetak saat ini juga, tepatnya saat mendengar berita buruk tentang sang istri tersayang nya.
"Bas!" Mom Dena berjalan mendekati sang putra.
"Katakan ini mimpi Mom." kata Bastian.
Tapi Mom Dena hanya menggelengkan kepalanya.
"Ini nyata Bas, bukan mimpi..dan jangan lemah istri mu butuh doa, bukan tangisan yang tidak ada harga nya." kata Mom Dena lagi.
"Mom benar, aku akan ke mushola dulu." ucap Bastian. lalu melirik ke ruangan Fallen.
"Jangan tinggalkan aku singa betina ku." lanjut nya lalu berjalan pergi ke arah musholla.
Meninggalkan Mom Dena dan ibu Rosalina yang terduduk di kursi tunggu.
keduanya menunggu Fallen, sampai akhirnya..
Dokter keluar dari ruangan Fallen, lalu berjalan mendekati Mom Dena dan Ibu Rosalina.
"Bagaimana kondisi menantu saya Dok?." tanya Ibu Rosalina.
"Kondisi Bu Fallen sudah lebih baik, hanya saja kondisi nya masih masih lemah." jelas Dokter.
Membuat Mom Dena dan Ibu Rosalina tersenyum senang mendengar nya.
"Apa boleh di jenguk?." tanya Mom Dana.
"Boleh, tapi mungkin setelah Bu Fallen di pindahkan ke ruangan inap nya." jelas Dokter lagi.
Lalu..
"Apa jenis kelamin si kembar Dok?." tanya keduanya bersamaan.
"Jenis kelamin Babby twins dua perempuan, dan satu laki-laki nyonya. yang laki-laki kakak nya, dan kedua ketiga nya perempuan." jelas dokter lagi.
Yang mana jawaban itu membuat Mom Dena dan ibu Rosalina saling terdiam.
lalu mengusap saku celana nya dengan senang.
"Tidak ada yang kalah, itu tandanya tidak ada uang yang keluar." kata Ibu Rosalina, dan Mom Dena hanya mengangguk.
_________
🌹🌹🌹🌹🌹
__ADS_1
Jangan lupa like coment and Vote ya kak ♥️