
^^H A P P Y R E A D I N G^^
🌹🌹🌹🌹🌹
"Apa lihat-lihat!" sinis Fallen sambil memasukkan bakso ke mulutnya.
Tadi Darrel bos nya kembali mengirim kan mie bakso ke rumah Fallen, membuat Fallen dengan senang menyantap nya.
"Siapa yang kasih bakso itu?." Tanya Bastian.
Membuat Fallen yang mendengarnya langsung melirik Bastian.
"Ketimbang makan aja susah banget sih, lagian apa penting nya siapa yang ngasih nya toh dia ngasih ke aku." sahut Fallen masih sinis.
Bastian menghela nafas nya, menghadapi Fallen memang harus hati-hati dan sabar, apalagi di tambah dengan mood kehamilan nya yang pastinya akan membuat emosi Fallen mudah naik.
"Aku hanya tanya Fall."
Huh..
"Dari bos aku, puas!"
Dari Bos?
Seketika banyak pertanyaan di dalam kepala Bastian, seperti sedekat apa Fallen dengan Bos nya, dan kenapa Bos nya sangat perhatian pada Fallen.
"Kamu dan dia ada hubungan apa Fall?." tanya Bastian lagi.
Membuat Fallen terbatuk-batuk karena kaget dengan pertanyaan Bastian barusan.
Fallen minum dan melirik Bastian.
"Apa sih kepo banget, lagian mau aku pacaran ke mau aku mau nikah sama dia kek, masalah nya apa sama kamu?." tanya Fallen sinis yang membuat Bastian terdiam.
"Awas saja jika Bos nya itu laki-laki yang diam-diam suka sama Fallen, aku tidak akan membiarkan anak-anak kecebong ku punya Daddy tiri." batin Bastian.
Setelah acara makan bakso kini Fallen dan Bastian bersantai di ruang tamu, Fallen menghamparkan kasur lantai, dan rebahan.
"Fallen." panggil Bastian.
Namun yang di panggil nampak sibuk menonton sambil rebahan, membuat Bastian menghela nafas nya kasar.
Biasanya di jam-jam seperti ini dia pasti sedang sibuk bekerja, sedang kan sekarang dia harus berdiam diri karena ingin kembali mendapatkan hati Fallen.
"Kita main yuk." ajak Bastian.
Fallen melirik Bastian dengan tatapan tajam.
__ADS_1
"Ngak liat aku lagi ngapain?." tanya Fallen sinis, lalu kembali menonton flm kartun kesukaan nya, si ulat merah dan si kuning.
Karena merasa di abaikan Bastian mendekati Fallen, tapi saat akan merebahkan tubuhnya tiba-tiba Fallen memukul bokong nya.
"Mau ngapain? hah!" tanya Fallen sinis
"Aku bosen, boleh kan ikut rebahan." sahut Bastian memohon.
Fallen menghela nafasnya, dia tidak boleh marah-marah dan karena itu Fallen menghela nafas nya panjang.
"Ngak ada, kamu pulang gih ke kota A lagi." usir Fallen.
Membuat Bastian menaikan sebelah alisnya ke atas.
"Kamu udah siap pulang sama aku?." tanya Bastian mengubah panggilan jadi aku kamu.
Membuat Fallen langsung menggelengkan kepala nya.
"Ngak mau." ketus Fallen.
Bastian menghela nafasnya panjang lalu mengambil bantal sopa dan langsung merebahkan tubuhnya di samping Fallen, membuat Fallen memilih untuk diam dengan wajah kesal nya.
"Dasar egois!" batin Fallen.
"Semakin kamu galak sama aku semakin aku suka sama kamu Fall, benar-benar tantangan banget." batin Bastian.
Karena penasaran dengan flm kartun yang di tonton Fallen, apalagi melihat Fallen yang terus tersenyum Bastian jadi penasaran, dan pada akhirnya keduanya menonton bersama.
Beberapa menit berlalu..
Fallen ternyata ketiduran, membuat Bastian berinisiatif untuk memindahkan Fallen.
tapi saat melihat Fallen yang tertidur terlelap tangan nya terulur untuk mengusap bibir pink alami Fallen yang sangat menggoda untuk di sentuh itu.
Sial jiwa pria hot nya keluar, dan malah ingin memakan Fallen habis.
"Tahan Bas, jangan berbuat sesuatu yang akan membuat mu kehilangan nya." batin Bastian dalam hati.
Usapan yang di lakukan Bastian di bibir Fallen membuat Fallen membuka mata nya, dan langsung dengan cepat menepis tangan Bastian.
"Apa yang mau kamu lakukan hah!" teriak Fallen marah.
Bastian kaget, dia ingin menjelaskan tapi Fallen langsung beranjak berdiri dan langsung menarik tangan nya dengan kasar.
"Pergi dari rumah ku, aku tidak mau rumah ku di pijak oleh pria mesum seperti diri mu!" kata Fallen lagi.
Baru saja dia ingin berpikir untuk memikirkan triplets yang mungkin akan menginginkan sosok Pipi dan keluarga yang lengkap, tapi melihat kelakuan Bastian membuat nya kembali menutup mata untuk sosok mesum itu.
__ADS_1
Sekali mata keranjang ya mata keranjang aja, memang pria yang sudah tau nikmat dunia tidak bisa di spele kan, apalagi kalau pria itu sudah tau rasanya membagi, sudah pasti tidak mungkin jika situasi yang sudah-sudah tidak akan terjadi, pasti akan terulang lagi.
"Fall, aku bisa jelasin, sebenarnya tadi aku___" ucap Bastian terhenti karena Fallen memotong ucapan nya.
"Sebenarnya kamu apa? mesum? bukan nya kamu memang pria seperti itu?, pria yang suka bermain wanita, dan pria yang tidak bisa menjaga perasaan pasangan nya, itu semua kamu kan!" kata Fallen sinis.
Bastian terdiam, semua yang di ucapkan Fallen memang benar adanya.
semuanya adalah dirinya, sifat nya, kebiasaan nya, dan sampai sekarang dia masih belum terlepas dari semua itu.
"Kenapa diam? ngak bisa jawab hah! ngak mau ngaku kalau semua itu emng kamu banget?." tanya Fallen lagi.
"Kamu benar, aku memang Daddy yang buruk untuk Triplets, maaf." ucap Bastian berjalan ke luar dari rumah Fallen dengan wajah yang tidak bisa di artikan.
Saat akan masuk ke dalam mobil nya Fallen menghentikan langkah Bastian.
"Bawa ini, aku ngak bisa nerima ini karena aku ngak butuh kartu ini, aku masih bisa beli susu hamil sendiri, aku masih bisa makan dengan uang ku sendiri." tegas Fallen kembali memberikan kartu black card yang sengaja Bastian tinggalkan di meja tadi.
"Sombong." ucap Bastian sambil tersenyum kecut.
Fallen yang mendengarnya hanya bisa mengabaikan nya, dia tau dia salah karena sudah bersikap keras pada Bastian, tapi sebagai seorang wanita Fallen juga memiliki harga diri, dan Bastian hampir saja melakukan hal tidak senonoh pada nya jika saja Fallen telat bangun.
"Fallen." panggil Bastian.
Fallen menghentikan langkah kakinya, tapi enggan melihat ke belakang lagi.
Bastian berjalan mendekati Fallen, lalu tanpa malu dia memeluk Fallen.
"Beri aku kesempatan, aku mohon." bisik Bastian sambil memeluk Fallen, sekali lagi dia mengusap perut buncit Fallen.
"Lepas!." teriak Fallen.
Bastian melakukan nya, membuat Fallen langsung masuk ke dalam rumah nya dan mengunci pintu rumah nya, tak hanya itu Fallen juga menutup gorden nya.
Bastian hanya bisa menatap rumah Fallen dengan wajah kecewa nya.
Dia marah pada dirinya sendiri yang bodoh dan tidak bisa menahan keinginan nya untuk bisa memiliki Fallen sepenuhnya lagi.
Andai beberapa menit yang lalu dia bisa bersikap lebih sabar dan lebih sopan mungkin Fallen sekarang masih bisa menjawab setiap tegur sapa nya.
pasti dia masih bisa melihat Fallen yang tersenyum bahagia saat menonton si ulat larva.
"Ini salah ku, aku benar-benar bodoh." ucap Bastian sambil membanting setir mobil nya.
_______
🌹🌹🌹🌹🌹
__ADS_1
Di bab 6 perasaan aku ada nulis deh kalau Darrel itu adik tiri Bastian, ko pada ngeh nya bab 40 an sih🤧
Jangan lupa like coment and Vote ya kak ♥️