Salah Ranjang (Hot Daddy)

Salah Ranjang (Hot Daddy)
Menahan.


__ADS_3

^^H A P P Y R E A D I N G^^


🌹🌹🌹🌹🌹


Semua yang menghadiri pernikahan Tara dan Darrel nampak sedang menikmati makanan nya, begitupun dengan pasangan pengantin yang baru sah beberapa menit yang lalu itu yang nampak tak sungkan untuk menebar kemesraan nya.


Suasana nampak meriah meski tidak banyak yang hadir karena hanya akad saja, sedangkan resepsi nya akan di adakan nanti jam delapan malam.


"Akhirnya sekarang Darrel dan Tara sudah Sah, Mom bisa ke Belanda deh." ucap Mom Dena tersenyum senang.


Membuat Bastian dan yang lain nya langsung melotot ke arah dua ibu-ibu yang sedang makan itu.


"Ngapain ke Belanda?." tanya Bastian.


"Iya, ibu juga mau ngapain ke Belanda kaya bisa aja bahasa Belanda." Darrel ikut menimpali.


Membuat dua ibu itu saling melirik lalu tersenyum.


"Tentu saja cari berondong bule." sahut keduanya bersamaan.


"Untuk masalah bahasa tenang aja ada Dena yang bisa translate, iya kan Den." lanjut Ibu Rosalina.


"Enak aja, belajar aja sendiri." ketus Mom Dena membuat Ibu Rosalina mencubit lengan teman nya itu.


"Iya-iya, gini nih kalau dekat ibu-ibu rempong pasti apa-apa nyubit, bikin mood turun aja." kesal Mom Dena.


"Heh, kamu juga udah ibu-ibu Dena krib__" ucap Ibu Rosalina terhenti karena mendapatkan cubitan di pinggang nya, dan tentunya pelaku nya adalah Mom Dena.


Enak saja ibu Rosalina mau mengatai nya kribo, bisa turun image wanita cantik glamor nya kalau sampai ada yang tau masalah rambut nya yang kribo itu.


Darrel dan Bastian hanya menggelengkan melihat tingkah kedua ibunya yang semakin hari semakin aneh.


"Terserah Mom saja, tapi ingat kartu itu ada batasan nya, dan Mom tidak bisa makan enak kalau terlalu boros."ucap Bastian memperingati.


"Iya, ibu juga sama jangan boros." Darrel kembali menimpali.


Tara dan Fallen yang seorang menantu hanya melanjutkan acara makanan nya, tidak mau ikut campur selagi semua itu bisa membuat kedua ibu nya senang.


"Iya, kita nggak akan boros." sahut kedua nya bersamaan.


Setelah selesai makan semuanya langsung kembali ke kamar hotel nya masing-masing, termasuk kedua pengantin yang sekarang tengah di landa rasa salah tingkah itu.


Tara yang baru masuk ke kamar nya itu melihat celana dan jas yang berserakan di kamar, membuat dia merasa canggung dan binggung apa yang harus dia lakukan saat Darrel keluar dari kamar mandi.


"Sudah mandi ya, aku juga mau mandi." Tara berucap sendiri.


"Ahk jangan itu, terlalu basa-basi." gumam Tara lagi.


Dengan kebaya yang masih melekat di kepalanya Tara mencoba merilekskan tubuh nya dengan duduk di kursi depan meja rias.


Tara melihat pemandangan wajahnya di cermin yang nampak masih cantik meski riasan nya tidak medok.


"Aduh ko jadi grogi sih." gumam Tara sambil mengaitkan kedua tangan nya yang basah karena gugup itu.


Tara mengambil ponselnya, lalu ragu-ragu di mengirim pesan pada seseorang.


Tiba-tiba ceklek..

__ADS_1


Pintu kamar mandi terbuka dan memperlihatkan Darrel yang keluar dengan celana pendek dan dada yang terpampang jelas membuat jantung Tara langsung ingin meledak saat itu juga.


Darrel berjalan mendekati sosok yang membelakangi nya itu, tanpa ragu dia memeluk Tara dari belakang, membuat Tara merinding di buat nya.


"Lagi apa?." tanya Darrel.


Pertanyaan yang biasa tapi entah kenapa berhasil membuat tubuh Tara merinding seolah dia sedang di kuburan.


Melihat Tara yang sepertinya gugup membuat si bule setengah itu tersenyum puas, rasanya sangat menyenangkan bisa membuat si nakal ketakutan seperti itu.


"Nggak mandi?." tanya Darrel sambil melepaskan pelukannya.


Hah?


"Iya mau." Tara buru-buru berdiri.


"Mau apa?." tanya Darrel menggoda.


"Mau mandi." sahut Tara.


"Oh mau di mandiin?." goda Darrel.


Ehk?


Tara langsung melirik Darrel lalu menggelengkan kepalanya.


"Nggak usah, bisa sendiri." sahut Tara.


"Yakin?." tanya Darrel dengan alis yang sengaja terangkat ke atas sebelah.


"Iya yakin, kakak mending pake baju deh, bikin mata orang ternodai aja." kata Tara sambil berjalan.


"Kakak! awas." kesal Tara.


"Kalau aku nggak mau?."


"Aku injak kaki kakak."


"Berani emang?."


Tara menarik nafasnya panjang lalu menatap tajam suaminya.


"Kakak pikir aku takut?." tanya Tara mencoba membuang takut nya.


"Oh ya, sekarang aku mau itu boleh?." Darrel menarik pinggang Tara untuk lebih merapat ke pelukan nya.


Deg..


Tara menutup matanya saat wajah Darrel tiba-tiba mendekat ke wajahnya.


dan melihat itu Darrel langsung tersenyum dan mencubit gemas hidung minimalis sang istri kecil nya.


"Pergi mandi, setelah itu kita tidur karena nanti malam kita akan mengadakan acara resepsi yang sangat melelahkan." bisik Darrel tepat di telinga Tara membuat Tara membuka matanya lalu berjalan dan masuk ke kamar mandi.


Melihat Tara yang masuk ke kamar mandi Darrel hanya menggelengkan kepalanya.


"Dia benar-benar menggemaskan, tapi aku harus menahan nya karena dia masih sekolah." ucap Darrel sambil menghembuskan nafas nya kasar.

__ADS_1


"Ingat Tara masih 17 tahun, biarkan dia menikmati masa muda nya dulu, jangan dulu di sentuh." pesan Mom Dena.


"Tunggu Tara memintanya, jangan buat dia takut kerena milik mu, dia masih polos." pesan ibu Rosalina.


Mengingat dua pesan ibunya membuat Darrel prustasi, jika menunggu Tara tamat sekolah mungkin butuh 6 sampai 7 bulan lagi, dan tentu saja itu terlalu lama, bahkan sehari pun rasanya berat.


"Aku harus cari cara untuk Tara memintanya duluan, jadi tidak ada alasan aku tidak menepati janji." gumam Darrel.


Gara-gara kedua ibunya itu dia terpaksa berjanji untuk tidak melakukan nya di saat Tara masih sekolah, tapi Tara adalah istrinya tentu saja dia berhak atas Tara, dan cara satu-satunya adalah harus membuat Tara menginginkan nya dulu.


Di kamar lain nampak Fallen yang baru selesai mengambil asi dengan alat bantu, Bastian yang memegang mangkuk berisi asi sang istri iseng-iseng mencoba sedikit.


"Ih nggak enak sayang." kata Bastian langsung merasa mual.


"Nama nya juga asi ori ya nggak ada rasanya lah." sahut Fallen sambil mengancingkan kembali baju nya.


"Jangan di tutup dulu, aku mau." kata Bastian lagi.


Membuat Fallen melirik suaminya dengan tatapan tajam.


"Jangan bertingkah, kita nggak ada waktu begituan, sekarang masukkin asi nya ke dot terus anterin ke kamar anak-anak, setelah itu lihat persiapan di gedung, ini acara besar nya adik kamu bukan acara buat anak lagi." ucap Fallen tegas membuat Bastian mengembungkan pipi nya.


Begitulah singa betinanya yang selalu tegas, tapi entah kenapa justru hal itulah yang membuat Bastian semakin menyukai Fallen.


Meninggalkan drama di kamar Fallen dan Bastian kita beralih ke kamar empat pemuda yang sedang duduk melingkar sambil melihat layar ponselnya.


"Gimana? kita tolongin nggak?." tanya Toni.


Alex, Dani, dan Hadian terdiam sambil melihat layar ponselnya, tadi ke empat nya kompak mendapatkan pesan dari si Leddy queen.


dan sekarang ke empatnya tengah menimbang apa yang harus mereka lakukan.


Leddy queen.


"TOLONGIN DONG AKU GUGUP BANGET!!"


"Lex."


"Kita tidur aja lah, biarin aja lagian awalnya doang yang sakit nanti juga enak." Toni si tengil mulai liar.


"Heh, kaya yang pengalaman aja." Dani melirik Toni, begitupun dengan Alex dan Hadian yang juga sama langsung melirik ke arah Toni.


Membuat Toni cengengesan lalu memberikan layar ponselnya pada ke tiga sehatnya.


ke tiga nya kompak melihat ponsel Toni dan langsung melongo saat melihat apa yang ada di ponselnya Toni.


"CARA MALAM PERTAMAK"


"Typo bro, pertama bukan pertamak emang nya Leddy Queen mau isi bensin apa." Dani, Hadian dan Alex menggelengkan kepalanya, lain halnya dengan Toni yang cengengesan karena malu.


________


🌹🌹🌹🌹🌹


Sabar, MP ada tapi resepsi dulu ya🤣


btw sampai sini alur nya masih aman nggak sih?.

__ADS_1


Jangan lupa like coment and Vote ya kak ♥️


__ADS_2