
^^H A P P Y R E A D I N G^^
🌹🌹🌹🌹🌹
Uhuk-uhuk..!!
Hana tiba-tiba batuk mendadak, membuat Tara yang sedang mendengkus karena makanan nya kejatuhan sisa makanan dari mulut kakak nya.
"Batuk Kak?." tanya nya sambil mengambil minum, tapi bukan nya di berikan pada sang kakak, Tara malah meminumnya sendiri.
"Tara, hik." suara keselek lagi.
"Iya deh, ini." akhirnya Tara memberikan segelas air putih untuk sang kakak.
Bukan nya makasih Hana malah mencubit adik nya, kesal karena tadi Tara minum duluan dan dirinya di abaikan, meski pada akhirnya Tara memberikan nya segelas air putih.
"Apasih kak, sakit tau." kesal Tara sambil memanyunkan bibirnya.
"Kamu tuh kakak nya keselek bukan nya di kasih minum malah minum sendiri, dasar adik ngak ada akhlak!" sahut Hana takalah kesal.
Tara berdecak pelan, suruh siapa kakak nya batuk saat makan, bahkan dia harus merelakan tiga suap makanan terenak nya karena insiden batuk kakak nya.
Selesai makan Tara dan Hana berjalan ke arah dapur untuk mengantarkan piring kotor, Hana yang bertugas membereskan meja dan Tara yang harus mencuci piring bekas makan keduanya.
Karena tidak ada pekerjaan lagi Tara pun memilih untuk ke kamar, tapi baru bebarapa langkah kakak nya sudah memanggil nama nya.
"Tara!" panggil Hana sedikit berteriak.
Membuat Tara berdecak kesal, mau tidak mau dia berjalan ke arah kamar sang kakak.
"Ada apa sih kak." tanya Tara yang ada di ambang pintu.
Hana menepuk sebelah ranjang kosong nya, membuat Tara yang paham akan maksud sang kakak menghela nafasnya panjang.
Tara mendudukkan bokong nya di tempat tidur, lalu melirik sang kakak.
"Kakak masih kepikiran Yura ya?." tanya Tara.
__ADS_1
Hana hanya terdiam sambil memeluk guling kesayangan Yura.
Tara bisa melihat raut kesedihan di wajah sang kakak, bukan hanya kakak nya dia juga merasakan kesedihan itu.
Tapi hidup berjalan bukan untuk bersedih karena kesedihan hanya bisa membuat hidup semakin terpuruk.
"Kakak hanya kesepian Tara, kalo ada Yura pasti sekarang kakak lagi bacain dongeng buat pengantar tidur Yura." ucap Hana sambil melirik nakas di samping nya, dimana ada foto Yura dan dirinya yang sedang naik komedi putar.
"Aku tau kehilangan Yura pasti sangat menyakitkan untuk kakak, tapi pliss kak bangkit dari keterpurukan ini, kakak emang mah Yura liat Mama nya jadi pengangguran? ngak ada kerjaan kaya dulu lagi?." kata Tara yang seketika membuat Hana melirik ke arah nya.
"Kamu benar, Kakak akan mencoba mengikhlaskan semuanya meski berat, Kakak akan melamar kerja di perusahaan di kota A." kata Hana.
Yang mana hal itu membuat Tara kaget, karena dia tidak mau kembali ke kota itu, bisa-bisa di di nikahkan paksa oleh Ibu bapak nya.
"Kakak mau pindah lagi, jangan deh kak, pliss! kak jangan ya." kata Tara memohon.
Dia masih ingin sekolah, usia nya bahkan belum kunjung 17 tahun, Tara masih kelas 2 SMA dan dia ingin hidup selayak nya anak remaja, tidak tertekan dengan permintaan orang tuanya yang tdiak masuk akal.
"Kakak mau lupain semua kenangan di sini, kalau kakak tinggal di sini terus yang ada kakak ngak akan pernah bisa bangkit Tara." jelas Hana mengatakan alasan nya ingin pindah.
Tara terdiam, dia benar-benar takut di nikahkan oleh ibu bapak nya, apalagi orang yang akan menikah dengan nya itu adalah bandit tua yang banyak istri nya, sungguh demi apapun Tara tidak mau hidup seperti itu.
"Jangan sedih, kakak ngak akan biarin kamu kehilangan masa depan kamu, kamu pantas kejar impian mu." ucap Hana.
"Tapi nanti ibu bapak bakalan maksa aku nikah, aku benar-benar ngak siap kak." kata Tara lagi.
Hana tersenyum melihat adik nya yang terlihat takut itu, terbesit ide untuk menggoda adik nya itu.
"Bukan nya nikah enak ya? nanti kamu bakalan jadi istri juragan loh Tar, punya banyak duit." celetuk Hana sambil terkekeh.
"Iya enak kalau nikah sama yang seumuran, terus ganteng, tapi ini sama aki-aki udah mah bau tanah masih suka main ranjang, ihk ogah! amit-amit deh." sahut Tara sambil bergedik ngeri membayangkan nya.
Hana semakin tergeletak mendengar penuturan Tara yang sama seperti dirinya dulu, bisa di bilang Tara dan Hana memiliki masalah yang sama, yaitu di jodohkan dengan aki-aki dan langsung memilih kabur.
"Kakak dulu juga gitu, di jodohin terus kabur dan nikah sama pacar kakak." kata Tara lagi.
Membuat Hana yang mendengarnya langsung melirik ke arah Tara, senyuman nya terlihat misterius membuat Tara yang melihat nya menjadi terdiam.
__ADS_1
Suaminya yang tidak bertanggung jawab, pria yang membuang nya dan memberikan penyesalan terbesar di kehidupan Hana.
Hana benar-benar tidak akan melupakan sosok itu.
"Kak, aku ngak maksud buat___" ucap Tara terhenti karena Hana langsung merebahkan tubuhnya.
"Kak." Tara menggoyangkan lengan kakak nya.
Hana melirik Tara dingin lalu tersenyum.
"Tidur lah di sini, besok kita akan pindah jadi harus bangun pagi." kata Hana sambil memejamkan matanya.
Membuat Tara yang mendengarnya langsung kaget bukan main, kenapa kakak nya memutuskan pindah secara mendadak seperti ini, Tara benar-benar tidak siap.
Ingin menolak takut terkena marah, hanya kakak nya harapan nya satu-satunya untuk bisa meneruskan pendidikan nya, Dia tidak mau kehilangan kesempatan nya maka dari itu Tara memilih diam dan ikut merebahkan tubuhnya.
"Semoga saja meski pulang ke kota A lagi aku ngak ketemu Ibu dan bapak lagi, aku ngak mau kawin sama si aki ompomg." batin Tara.
Memang tragis nasib nya, dimana dia pulang sekolah malah mendapatkan sebuah seserahan dari pria tua yang mau menikahi nya, Tara bukan gadis penurut yang selalu mau menuruti apa saja keinginan orang tuanya, Tara tidak suka di paksa.
Untung Tara memiliki uang saku yang cukup untuk ongkos ke kota B, ya meski dia harus menjadi gembel satu hari karena Tara lupa alamat kakak nya dan uang nya habis karena di pakai makan di perjalanan nya.
"Aku mau sekolah." gumam Tara lalu memejamkan matanya.
Hana yang mendengar ucapan Tara barusan hanya terdiam, dia dari tadi memang pura-pura tidur saja, itu dia lakukan karena enggan Tara melanjutkan pertanyaan nya.
Entah kenapa mendengar pertanyaan masalah mantan suami nya itu membuat Hana kesal, dia masih belum bisa memaafkan mantan suaminya itu dan berniat untuk menemukan mantan suaminya yang ternyata tinggal di kota A.
"Bersiaplah, aku akan mencari mu." gumam Hana, lalu beranjak dari tempat tidur nya.
Hana melirik Tara yang tertidur dan setelah itu dia berjalan ke arah keluar kamar, dan memilih masuk ke kamar Yura.
pada akhirnya Hana tidur di kamar Yura, dengan memeluk baju Yura.
________
🌹🌹🌹🌹🌹
__ADS_1
Jangan lupa like coment and Vote ya kak ♥️