Salah Ranjang (Hot Daddy)

Salah Ranjang (Hot Daddy)
Teman lama.


__ADS_3

^^H A P P Y R E A D I N G^^


🌹🌹🌹🌹🌹


Dunia seolah sedang menyiksa nya bagaimana tidak dalam kurun waktu sebulan setelah kematian Anton, kini Fallen harus mendapatkan kenyataan tentang Rania, sahabat nya yang ternyata sudah meninggal.


Fallen tidak habis pikir dengan Rania mengatakan jika dia pindah keluar negri untuk kehidupan baru nya, tapi sekarang dia malah mendapatkan kabar dari suaminya, Lian jika Rania sudah pergi setalah melahirkan putra nya.


"Kenapa?" Hanya pertanyaan itu yang keluar dari bibir Fallen.


Lian, pria yang menikahi Rania itu hanya menunduk.


setelah mengatakan kebenaran tentang istrinya dia pun menjadi kembali sedih karena teringat akan sosok ceria Rania.


Meski keduanya menikah tanpa cinta tapi Lian menyayangi Rania, begitupun dengan anak yang ada di dalam kandungan nya.


tapi Tuhan berkehendak lain dan mengambil Rania sebelum istrinya bisa melihat putra nya.


"Rania yang meminta untuk menutupi nya, dia tidak mau melihat teman terbaik nya bersedih." sahut Lian.


Fallen tak kuasa menangis mendengar semua itu, rasanya sangat menyedihkan saat tau orang-orang terdekatnya perlahan-lahan mulai pergi satu persatu.


"Seharusnya kamu memberitahu ku, aku mungkin masih bisa tersenyum saat hari terakhir nya menutup mata, lalu kenapa dia selalu mengirimkan pesan kalau dia pergi?." Fallen masih belum menerima fakta Rania yang sudah pergi.


Apalagi beberapa bulan lalu dia masih mendapatkan pesan berupa kata-kata semangat untuk nya.


Bastian yang melihat istrinya menangis memberikan kode pada Lian untuk diam, dan berhenti mengatakan apapun yang mungkin saja akan membuat keduanya kembali bersedih.


Seperti Bastian yang merasa sedih kehilangan Anton, begitupun dengan Fallen yang bersedih karena kehilangan sahabat terbaik nya.


Rania adalah teman pertamanya, bahkan keduanya juga membuat usaha restoran meski itu hanya berjalan selama beberapa hari karena Rania hamil.


"Tenanglah sayang, Rania sudah bahagia di surga." ucap Bastian sambil mengusap punggung sang istri, mencoba menenangkan.


"Kita punya mimpi bersama untuk membuat restoran Fall berkembang menjadi besar, tapi dia bahkan tidak bisa melihat perubahan restoran Fall yang sekarang sudah memiliki beberapa cabang." ucap Fallen sambil terisak.


Air matanya tidak mau berhenti, dia selalu mengingat sosok yang selalu ceria dan berbaik hati mau mengerti kehidupan nya itu, Rania dan dirinya sama-sama korban egois seorang ayah, dan keduanya melewati masa remaja nya saat kuliah bersama.


"Bas, seperti nya aku harus pulang dulu, putra ku mungkin sudah menunggu." ucap Lian lalu bangkit dari duduk nya.


Berlama-lama di sini membuat Lian merasakan kembali sedih lagi.


Lian akan melangkahkan kakinya tapi Fallen ucapan Fallen menghentikan langkah kaki nya.

__ADS_1


"Apa selama kalian menikah kalian saling mencintai?." tanya Fallen.


Dia ingin tahu apakah selama menikah Lian bersikap baik pada teman nya atau tidak, meski Fallen selalu mendengar kata-kata penuh kebahagiaan dari sang teman.


Ya Rania selalu mengatakan jika dia bahagia menikah dengan pria bertanggung jawab seperti Lian.


"Kami mencoba semuanya, meski tidak semudah itu untuk dua orang asing bisa saling membagi cinta." sahut Lian.


"Bagaimana dengan putra kalian?." tanya Fallen lagi.


"Tidak ada alasan untuk ku tidak menyayangi nya, dia darah daging ku dan sudah pasti akan menyayangi nya lebih dari apapun, dia putraku." jawab Lian lagi.


Fallen mengusap air matanya lalu menatap Lian.


"Bisakah kamu membawa nya ke sini, aku ingin melihat putra ku." pinta Fallen penuh harap.


Lian mengangguk sambil tersenyum.


"Tentu, aku akan membawa nya ke rumah kalian, aku pamit." ucap Lian lalu berjalan keluar rumah.


Meninggalkan Fallen yang masih berduka di pelukan Bastian, Lian yang sudah di halaman rumah Bastian mengusap wajahnya kasar.


Jika bukan karena mimpi nya bertemu dengan sang istri mungkin dia tidak akan pulang ke kota ini dan kembali mengingat masa lalunya saat bersama Rania di awal-awal pernikahan nya.


"Butuh tisue tuan." Jenn datang dengan membawa dua lembar tisue.


Membuat Lian melirik Jenn lalu menggelengkan kepalanya.


"Tidak," kata Lian dingin, lalu berjalan pergi masuk ke dalam mobilnya.


Jenn menatap kesal ke arah mobil yang melaju pergi meninggalkan rumah Bos nya itu.


kesal tentu saja kebaikan nya di balas dengan sikap buruk.


"Dasar tidak tau terimakasih, di baikin malah sinis." Jenn berjalan ingin masuk.


Tapi baru beberapa langkah Jenn masuk ke rumah Bos nya dia harus melihat adegan mendebarkan, dimana Bastian sang Bos sedang berpelukan dengan seorang wanita yang Jenn yakini adalah istri Bos nya.


Keberadaan Jenn di rasakan oleh Fallen jika ada seseorang yang memperhatikan nya.


dan saat dia melepaskan pelukannya Fallen melihat sosok yang tidak asing.


"Muka nya kaya ngak asing." gumam Fallen.

__ADS_1


Membuat Bastian langsung melihat ke belakang, dan dia melihat Jenn yang berdiri tak jauh dari tempat nya.


"Itu Jenn sayang, asisten baru aku." kata Bastian yang mana membuat nya mendekatkan tatapan sang istri.


"Perempuan?." singkat tapi mengandung arti yang besar untuk tatapan setajam itu.


Dan Bastian mengangguk, "Ya, dia tomboi sayang." sahut Bastian lagi, membuat Fallen kembali melirik Jenn yang masih berdiri di tempat nya itu.


"Hey, kemarilah." ucap Fallen.


Ragu-ragu Jenn mendekat, tentunya dengan wajah yang sama seperti Fallen, dia juga merasa tidak aisng dengan Fallen.


"Kamu sekertaris nya Darrel kan?." ucap Fallen ingat wajah Jenn.


Jenn terdiam dia mencoba mengingat-ingat Fallen, sampai akhirnya dia ingat sesuatu di mana beberapa bulan yang lalu dirinya pernah melihat Fallen di perusahaan Darrel.


"Kamu yang waktu itu kerja di bagian resepsionis kan?" ucap Jenn lalu sedetik kemudian dia menutup bibirnya.


"Maaf Nyonya, maksud saya___"ucap Jenn terhenti karena Fallen menyela ucapan nya.


"Tidak apa, jangan sungkan seperti itu." kata Fallen santai..


"Kamu kenapa keluar dari perusahaan Darrel? bukan kah orang kantor bilang kalau kamu itu___" ucap Fallen terhenti karena melihat ekspresi wajah Jenn.


"Ahk sudahlah, tidak apa itu masa lalu bukan, emm semoga kamu betah bekerja dengan suamiku." kata Fallen paham jika wanita di depan nya itu tidak mau mengungkit masa lalu nya.


Ya Fallen pernah mendengar rumor akan sikap dingin Jenn, dan juga ke bar-bar Jenn saat mengatakan jika dia jatuh cinta pada Darrel.


tapi Fallen tidak terlalu memperdalam jiwa kepo nya kerena menurut nya itu tidak lah penting.


"Terimakasih Nyonya, kalau begitu saya akan pulang dulu." ucap Jenn berbalik ingin melangkahkan kakinya, Tapi sedetik kemudian dia kembali berbalik lagi.


"Kunci nya tuan." ucap Jenn memberikan kunci ke tangan Bastian.


Setelah itu Jenn keluar dari rumah dengan perasaan yang campur aduk.


entah kenapa dia merasa akan mendapatkan beberapa kejutan di kehidupan nya, termasuk sekarang ini dia kembali bertemu dengan seseorang yang ada di masa lalu nya.


"Mungkin setelah ini bukan hanya nyonya Fallen tapi mungkin juga tuan Darrel, astaga kenapa dunia begitu sempit." batin Jenn.


____________


🌹🌹🌹🌹🌹

__ADS_1


Jangan lupa like coment and Vote ya kak ♥️


__ADS_2