Salah Ranjang (Hot Daddy)

Salah Ranjang (Hot Daddy)
Tragedi.


__ADS_3

^^H A P P Y R E A D I N G^^


🌹🌹🌹🌹🌹


Bastian melangkahkan kaki nya ke arah teras rumah Fallen, tapi baru juga sampai di halaman rumah Fallen dia malah di buat kaget dengan suara yang sangat tidak asing di telinga nya.


"Mom, ngapain Mom Dena di rumah Fallen." gumam Bastian sambil berjalan cepat mendekati teras rumah Fallen.


"Bas? kau datang?." tanya Mom Dena sinis.


"Mom pa ada di sini?." tanya balik Bastian.


Pletak !!


Mom Dena memberikan jitakan di kening putra nya, dia masih punya kekesalan untuk putra nya yang tidak memberi tahu jika dia akan punya cucu tiga.


"Mom, jangan permalukan aku di depan Fallen." geram Bastian menatap dingin Mom Dena yang secara tidak langsung sudah mempermalukan nya di depan Fallen.


"Biarin aja, biarin Fallen tau kalau dia itu pernah nikah sama pria yang bodoh nya kebangetan kaya kamu, ganteng ngak seberapa tapi gaya nya so yang paling ganteng aja, padahal masih kalah ganteng sama aktor kesayangan Mom Jecky Chen." kata Mom Dena lagi sambil melirik sinis Bastian.


Fallen tertawa melihat image Bastian yang di hancurkan Mom Dena.


kenapa dia merasa senang saat melihat Bastian tertindas seperti ini.


"Ibu aku berangkat kerja dulu ya." kata Fallen pamit sambil mencium punggung tangan Mom Dena.


"Iya cantik hati-hati di jalan nya, jangan terlalu kecapean ya." sahut Mom Dena sambil tersenyum.


Fallen melirik Bastian dan di balas dengan tatapan wajah berseri-seri oleh Bastian.


"Aku antar ya Fall." ucap Bastian sambil tersenyum yang hanya mendapatkan anggukkan kecil dari Fallen.


Sebelum benar-benar pergi Mom Dena menahan Fallen dulu, dia ingin mengusap perut Fallen sambil menyapa ketiga cucu nya yang ada di perut menantu nya.


"Jika si bule bertingkah kamu bisa kasih juris tendangan adik kecil nya aja, oke cantik." ucap Mom Dena sambil mengusap perut Fallen penuh sayang.


"Mom." geram Bastian karena Mom Dena terus membuat mood pagi nya turun.


"Diam kau bule tengik, twins sayang jago Mommy kalian ya, jangan membuat Mommy kalian kesusahan seperti Daddy kalian yang tidak berguna itu." lanjut Mom Dena masih mengusap perut Fallen.


"Mimi Pipi Mom, bukan Mommy Daddy." sinis Bastian menyahut.


Membuat Mom Dena melirik nya tajam.


"Diam lah bule tua." kesal Mom Dena takalah sinis dari Bastian.


Fallen memijat pelipisnya yang terasa pening melihat interaksi Bastian dan Mom Dena.

__ADS_1


lalu mata nya melihat ke arah rumah Hana, tumben Hana sudah pergi pagi-pagi tanpa mengajak nya terlebih dahulu.


"Ayo kita tinggalkan Nek Lampir ini, pagi kita akan suram jika berhadapan dengan nek lampir berbibir menor itu." kata Bastian sambil membuka pintu mobilnya.


Fallen masuk ke dalam mobil, begitupun dengan Bastian, mobilnya keluar dari area perumahan tempat tinggal Fallen, meninggalkan Mom Dena seorang diri di rumah Fallen.


"Shoping habisin uang si bule tua kaya nya seru." gumam Mom Dena sambil tersenyum misterius.


Sedangkan di dalam mobil Fallen mencari kontak Hana, ini memang masih belum masuk jam kerja karena Fallen masuk jam 8 pagi sedangkan Sekaran masih jam 7 lebih 15 menit.


"Hana kenapa ya, ko tumben ngak aktif." gumam Fallen khawatir.


Bastian yang melihat wajah tidak biasa Fallen menjadi khawatir, dia pikir Fallen sedang kesakitan atau menahan rasa sakit nya dan malu mengatakan hal itu pada nya.


"Ada apa?." tanya Bastian.


"Bukan urusan mu." sahut Fallen kembali ke mode biasa nya.


"Tapi wajah mu terlihat seperti___"ucap Bastian terhenti karena melihat Fallen yang memperlihatkan wajah galak nya.


Fallen menghela nafasnya panjang.


"Mobil nya cepetan, aku harus buru-buru masuk kantor." kata Fallen lalu melihat ke layar ponselnya lagi.


Sesampainya di kantor mobil Bastian dan mobil Darrel parkir di satu tempat yang sama, bahkan keduanya keluar mobil bersamaan.


Darrel mendekati Bastian lalu tersenyum meledek.


"Hanya orang bodoh yang masih mengejar cinta seseorang yang jelas-jelas sudah tidak menyukai nya." ucap Darrel tiba-tiba.


Bastian yang mendengarnya langsung menatap tajam Darrel.


"Dan hanya orang bodoh juga yang suka dengan sesuatu yang berbau bekas, dia mantan istri ku dan aku jelas lebih dulu bisa memiliki nya jauh sebelum kehadiran mu, aku dan Fallen memiliki sesuatu yang tidak pernah bisa kau dapatkan dari Fallen." Bastian berkata dengan santai namun raut wajahnya nampak dingin.


Mendengar ucapan Bastian Darrel terdiam beberapa saat.


Dan hal itu membuat Bastian tersenyum mengejek.


"Jangan lampaui batasan mu tuan muda Darrel Hans Chris, aku pernah merelakan berbagi Daddy dengan mu, dan tidak untuk istri. Kau mau harta ambil saja! aku tidak butuh semua itu, Tapi untuk Fallentina aku tidak akan pernah membiarkan siapapun merebut nya dari ku, termasuk diri mu, camkan itu!" lanjut Bastian sambil memukul pelan lengan Darrel lalu masuk ke dalam mobilnya.


Darrel mengepalkan tangan nya melihat mobil Bastian yang menjauh dari area kantor nya.


"Drama yang menarik, dia pikir aku takut? sama sekali tidak!" ucap Darrel.


"Fallentina adalah wanita kedua yang aku suka, dan tentunya aku tidak akan bisa begitu saja melepaskan nya." lanjut Darrel lagi lalu berjalan masuk ke lobby kantor nya.


Saat melewati lobby Darrel mengerutkan keningnya tidak melihat keberadaan Fallen ataupun Hana, bukan kah tadi dia melihat Fallen yang datang di antar oleh Bastian?.

__ADS_1


"Mungkin dia sedang sarapan, dia kan memang sering sarapan di kantor." gumam Darrel sambil berjalan masuk ke dalam lift.


Sedangkan di bagian HRD Fallen yang datang dengan surat pengunduran diri nya langsung mendapatkan kabar dari Hana, dimana ternyata Hana tidak masuk kerja karena Yura anak nya Hana sedang sakit dan di rawat.


"Makasih Bu, saya permisi." ucap Fallen sambil beranjak berdiri, lalu berjalan keluar dari ruangan HRD.


Saat akan melewati lift tiba-tiba Fallen berpas-pasan dengan Tia yang baru keluar dari lift, Fallen yang tidak mau bermasalah dengan wanita sakit jiwa itu memilih untuk berjalan ke arah loby untuk mengambil tas nya yang tertinggal, untuk barang-barang nya Fallen berniat akan menyuruh satpam untuk mengirimkan nya ke alamat nya.


Tapi sepertinya Tia yang pernah memiliki dendam pada Fallen tidak mau melepaskan Fallen begitu sja, Tia malah menghadang jalan Fallen dan tanpa ragu menampar wajah Fallen dengan keras.


Plakkkk !!


Satu tamparan berhasil mendarat di pipi Fallen, membuat Fallen kaget dan sedikit meringis sakit.


"Itu balasan untuk tamparan mu waktu itu, dasar simpanan Om-om." ketus Tia sambil tersenyum mengejek.


Dan seperti biasnya karyawan lain tidak ada yang memisahkan keduanya, mereka hanya menonton dan mem-vidio kan nya saja.


"Sudah puas?." tanya Fallen.


Hah?.


Tia melongo tidak paham dengan ucapan Fallen, dan hal itu membuat Fallen tersenyum.


"Jangan halangi aku, awas!" ucapnya berjalan melewati Tia.


Fallen mengambil tas nya lalu berjalan ke arah pintu keluar, tapi saat akan membuka pintu keluar tangan Fallen di tarik Tia, membuat Fallen kaget dan kepala nya membentur pot bunga besar yang ada di dekat pintu keluar.


BRUKKK !!


"Aaa darah!" beberapa wanita berteriak histeris melihat lantai yang ada darah nya, begitu pun dengan Tia yang sama kaget nya.


Fallen memegangi perut nya dan mencoba untuk tenang tidak panik.


"Kalian akan baik-baik saja sayang, Mami akan menjaga kalian, jangan panik." ucap Fallen sambil mengusap perutnya.


Fallen mencoba berdiri, dia tidak perduli dengan kening nya yang sedikit berdarah, rasanya dia ingin sekali mencabik-cabik semua manusia yang menatap nya iba tapi tidak memiliki niatan untuk menolong nya itu, Fallen memilih berdiri meski rasanya sangat sakit, sakit.


"Kalian kuat, bertahan sayang." gumam Fallen.


Dan di saat bersamaan juga tiba-tiba seorang pria datang dari arah luar dan langsung memangku tubuh Fallen, sambil menciumi wajah Fallen.


"Bertahan lah Fallen, aku tau kamu wanita kuat." ucap pria itu yang tidak lain adalah Bastian.


________


🌹🌹🌹🌹🌹

__ADS_1


Jangan lupa like coment and Vote ya kak ♥️


__ADS_2