Salah Ranjang (Hot Daddy)

Salah Ranjang (Hot Daddy)
Menjadi calon mertua baik.


__ADS_3

^^H A P P Y R E A D I N G^^


🌹🌹🌹🌹🌹


Darrel menghela nafasnya panjang, akhirnya setelah mengendarai mobil nya selama empat jam lebih akhirnya dia sampai di halaman rumah kakak nya itu.


Butuh perjuangan untuk dia sampai di rumah baru Bastian dan Fallen, dan mungkin hari ini akan menjadi sejarah kesialan untuk Darrel karena harus satu mobil dengan Tara, si gadis kecil licik.


"Sudah sampai?." tanya Tara.


Darrel hanya mengangguk tanpa banyak bicara, dia keluar dari mobilnya begitupun dengan Tara yang ikut keluar dan berjalan mengekor di belakang Darrel.


Bagiamana pun Tara adalah orang baru di rumah ini, terlepas dari sikap nya yang memang bar-bar Tara pun memiliki rasa segan untuk bersikap di depan keluarga Fallen.


Saat melihat pintunya saja Tara sudah yakin jika Fallen teman kakak nya itu bukanlah orang biasa, dan benar saja terlihat sekarang jika rumah nya saja sangat megah dan juga besar, membuat Tara benar-benar merasa segan.


"Ada apa?." tanya Darrel melihat Tara yang terdiam.


Tara melirik Darrel lalu menggelengkan kepalanya.


"Jangan dulu pergi ya, temani aku dulu ya, Om." kata Tara memohon.


Darrel mendengkus kesal seperti nya Tara masih beranggapan jika dirinya adalah supir, benar-benar menyebalkan.


"Masuklah, aku akan pulang ke rumah ku, dan satu hal lagi jangan pernah kau katakan kejadian di mobil tadi atau aku akan___" ucapan Darrel terhenti karena pintu rumah terbuka dan menampilkan sosok sang Ibu.


"Kejadian apa?, apa kamu menabrak sayang ku?." tanya Ibu Rosalina sambil mengecek semua titik tubuh Darrel.


Membuat Darrel yang di perlakukan aneh seperti itu merasa merinding, sejak kapan ibu nya perhatian lebih tepatnya bukan perhatian tapi lebay.


Darrel melihat sikap ibu nya tidak biasanya, membuat dia curiga sesuatu hal yang pasti sedang di rencanakan ibu nya, tapi dia malas membahas nya, sehingga Darrel hanya bisa diam.


"Kenapa tidak menjawab, apa kamu benar-benar menabrak?." tanya Ibu Rosalina lagi, dia sengaja perhatian seperti ini, sebelum nya dia sudah belajar banyak dari Mom Dena cara untuk membuat calon menantu tersanjung pada nya, dan ini adalah salah satu nya.


Yaitu menjadi seorang ibu penuh perhatian agar mendapatkan peran ibu mertua yang baik di mata calon menantunya.


Dan ya seperti yang di bicarakan sebelum nya jika Ibu Rosalina memang tertarik untuk mendekatkan Darrel dan Tara.


"Aku baik-baik saja." kata Darrel, lalu berjalan masuk begitu saja.


Tara terdiam melihat sikap Darrel yang cuek, seketika otak canggih nya menyimpulkan satu hal, jika Darrel adalah suami dari wanita yang memanggil Darrel dengan sebutan sayang itu.


"Aku pikir bujang lapuk, ternyata Om-om genit yang punya istri nenek-nenek.". batin Tara.


"Siapa nama mu nak?." tanya Ibu Rosalina ramah.


Ehk..


"Ko ramah?." gumam Tara pelan.

__ADS_1


"Tara Bu." sahut Tara menjawab santai.


"Berapa usia mu?." tanya ibu Rosalina lagi.


"16, bentar lagi 17 Bu, jangan lupa kasih kado ya." sahut Tara masih santai.


Ibu Rosalina tersenyum seolah mendapatkan hadiah yang isinya sangat berharga, melihat Tara yang cantik dan cara Tara bersikap benar-benar membuat nya semakin bersemangat untuk melantik Tara menjadi anak mantu nya.


Di dalam kamar Fallen melirik Bastian yang masih betah di selimut itu, ya keduanya baru melakukan nya, dan itu terjadi setelah acara adu mulut keduanya saat di dalam kamar tadi yang berakhir di ranjang panas itu.


"Pipi kalian mesum, tiap hari pasti mau itu." dengkus Fallen sambil menarik selimut nya.


Membuat Bastian yang masih betah di selimut tidak jadi menutup mata nya dan melirik Fallen.


"Tapi suka kan." jawab Bastian sambil tersenyum santai.


"Tau, ngak juga tuh." sahut Fallen sebal.


"Ngak tapi ko doyan, mana tadi Mimi kalian ngul___" ucap Bastian terhenti karena Fallen melototi nya.


"Iya maaf, aku salah kamu benar, aku mesum." kata Bastian memilih mengalah.


Fallen tersenyum lalu mengusap perut buncitnya.


"Tuh dengar kan, Pipi kalian yang mesum, Mimi ngak." ucap Fallen yang langsung mendapatkan wajah masam Bastian.


Suka-suka istrinya lah, lagi pula apa pentingnya mengakui dirinya mesum, toh Bastian memang menyukai sensasi nya bercinta dengan Istri nya, dan yang lebih terpenting dia tidak salah jalur dengan meniduri wanita lain, dia bercinta dengan istri sah nya.


Dia melirik jam di nakas nya yang sudah memperlihatkan jam lima sore.


"Udah sore, ko mereka belum pulang juga ya." ucap Fallen khawatir.


"Paling bentar lagi, sabar aja." sahut Bastian.


"Aku takut nanti Darrel ngapain Tara, kamu tau kan Tara itu bar-bar nya gimana." ucap Fallen lagi.


Bastian terdiam, dia tentu saja tau seperti apa bar-bar nya Tara, ya seperti istrinya yang galak itu, sama-sama singa betina.


"Paling-paling di makan." celetuk Bastian santai.


Bukkk !!


Bastian mendapatkan pukulan di lengan nya oleh Fallen.


"Kalau ngomong itu yang bener, jangan asal." kata Fallen kesal.


"Aku ngomong bener sayang, siapa sih yang tahan kalau di kasih ikan segar, mana Tara masih daun muda uh.." ucap Bastian terhenti karena mendapat tatapan tajam dari sang istri tercinta.


Glekk..

__ADS_1


Bastian kesusahan menelan ludah nya mendapatkan tatapan tajam dari Isteri nya, seperti dia sudah salah bicara sehingga membuat singa betina melotot ke arah nya.


wajah Fallentina saat marah benar-benar lebih menakutkan dari pada hantu, begitu lah pikir Bastian.


"Sekali lagi ngomong jorok-jorok aku tendang si Joni kamu, awas saja." kata Fallen tegas lalu bangkit dari tempat tidur.


"Sayang, mau kemana?." tanya Bastian ikut bangkit dari tempat tidur.


Fallen melirik sinis, lalu berjalan masuk ke kamar mandi.


"Jangan ikut." ucap nya kesal lalu menutup pintu.


Bastian menghela nafas nya panjang lalu berjalan ke arah almari untuk mengambil pakaian ganti nya.


lalu memakai celana nya yang tadi lagi, dan tak lupa dia juga membawa handuk nya.


Ia memilih mandi di kamar mandi tamu saja, Fallen selalu lama di kamar mandi dan Bastian sangat bingung entah apa yang di lakukan ibu hamil di kamar mandi sampai selama itu.


"Kemana?." Tanya Darrel saat tak sengaja berpas-pasan dengan Bastian.


Bastian melirik Darrel lalu menepuk dada nya.


"Adus dong, jomblo mana paham." sahut nya menyebalkan lalu pergi begitu saja tanpa menghiraukan wajah kesal Darrel pada sang kakak.


"Dasar bule mesum." kesal Darrel lalu melanjutkan langkahnya ke arah kamar tamu.


Dan di kamar mandi nya Fallen nampak sedang tersenyum melihat cermin di kamar mandi nya.


perutnya yang semakin besar membuat Fallen semakin tidak sabar untuk segera melahirkan, dan bertemu anak-anak nya.


"Abang, aku sudah hamil Abang..Abang.. ku sudah terlambat datang bulan__ " Fallen bernyanyi sambil mengisi bathub nya, tak lupa dia juga memasukan beberapa tetes sabun aroma terapi nya.


"Aku hamil sama Abang, masa hamil sama siluman, aku hamil sama Abang..masa hamil sama setan.." Fallen kembali melanjutkan nyanyian nya.


Sedangkan di ruang tamu Tara nampak bingung terus di tatap aneh oleh dua ibu-ibu, yang tak lain adalah Mom Dena dan Ibu Rosalina.


"Apa ada yang aneh dari wajah ku?." tanya Tara memecahkan keheningan.


Ludahnya terasa gatal jika terus diam seperti patung.


"Jerawat? upil? atau ta* mata?." tanya Tara lagi.


Yang mana hal itu membuat Mom Dena dan Ibu Rosalina saling melirik satu sama lain.


"Dia benar-benar seperti Fallen." ucap keduanya bersamaan.


_________


🌹🌹🌹🌹🌹

__ADS_1


Sampai di sini ceritanya gimana? udah pas belum? atau terlalu lambat?


__ADS_2