Salah Ranjang (Hot Daddy)

Salah Ranjang (Hot Daddy)
Kekeluargaan #4


__ADS_3

^^H A P P Y R E A D I N G^^


๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน


Dua hari sudah mereka ada di Villa, tentu nya dengan penuh canda dan tawa, jangan di tanyakan apa saja yang mereka lakukan di setiap menit nya, yang jelas mereka melewati liburan nya dengan penuh kekeluargaan.


Tidak ada jalan-jalan ke kota, tidak ada belanja dan tidak ada pergi ke tempat aneh-aneh, mereka memilih tetap berada di Villa dan membuat Villa nya yang semula sunyi menjadi lebih berwarna berkat canda tawa mereka.


"Apa kau senang sayang, liburan kita kali ini sangat menyenangkan bukan?" tanya Bastian.


Fallen yang baru selesai menidurkan anak-anak nya itu mengangguk kecil.


"Terimakasih, semoga uang mu bertambah." kata Fallen sambil tersenyum.


Bastian mengeratkan pelukannya, dan menciumi punggung istrinya dengan gemas.


"Uang ku memang bertambah, kau tau kenapa? tanya Bastian lagi.


Dan Fallen hanya menjawab nya dengan menggelengkan kepalanya.


"Itu karena aku orang yang selalu bersyukur, seperti sekarang ini aku bersyukur karena memiliki mu dan anak-anak kita." lanjut Bastian kembali mencium punggung sang istri.


Fallen terkekeh mendengar ucapan suaminya, dia mengusap lengan besar yang kini tengah memeluknya itu.


"Aku juga bersyukur memiliki mu, dan anak-anak." balas Fallen.


"Seperti nya lucu juga kalah kau hamil lagi sayang." Bastian mengusap perut Fallen yang rata itu.


"Tidak." sahut Fallen tegas.


Kini dia tau kemana arah obrolan nya, apalagi suaminya sudah membawa-bawa perut buncit.


"Tapi sayang kalau kamu ham.." ucap Bastian terhenti karena Fallen menyela ucapan nya.


"Aku mau hamil lagi, tapi tidak sekarang nanti aja nunggu anak-anak besar." kata Fallen.


Memang dia menolak untuk program kehamilan lagi karena dia ingin fokus dulu pada ketiga anak nya, bahkan untuk mengurus tiga anak saja Fallen sudah kewalahan.


Apalagi kalau nambah, triplets S saja masih satu tahun lebih belum pas dua tahun.


Fallen tidak mau masa kecil anak-anak nya kurang kasih sayang, untuk sekarang saja Fallen mengasuh anak-anak nya harus di bantu pengasuh, bahkan terkadang dia selalu bingung harus memeluk yang mana saat ketiga anak nya menangis meminta di gendong.


"Ya sudah, di tunda dulu tapi kalau mau jenguk sarang nggak di tunda ya, kamu udah lama loh bikin aku puasa." Bastian mengalah untuk masalah anak, tapi tidak untuk kesenangan nya.


"Udah lama apaan, kemarin kita main kok." sahut Fallen membenarkan posisi nya menjadi menatap suaminya.


"Iya, tapi itu kemarin sore bukan malam ini, kan harus main setiap hari biar adik kecil aku nggak letoy." kata Bastian lagi.


Fallen pasrah tidak mau berdebat lagi, tidak mau munafik toh dia juga memang menyukai nya, dan lagi pula menyenangkan hati suami itu pahala untuk nya.


Sedangkan di ruangan karoke yang penuh dengan lampu kerlap-kerlip nampak Hana dan Tara yang sedang bernyanyi di temani suami-suami nya.


"Kak Hana ganti lagu nya dong, jadi yang enak dikit apa." kata Tara bosan dengan lagu melow yang di nyanyikan kakak nya.


Dia bahkan baru kebagian menyanyikan satu lagu, dan itupun hanya lagu yang sebenarnya tidak di kuasai nya dan itupun bukan dangdut.


"Ini enak kok, udah kamu joged aja." balas Hana menggunakan micropon nya.


Asyik menyanyi meski pun lirik nya tidak menentu dan jangan di tanya enak atau tidak nya, tentu saja suara cempreng itu membuat telinga sakit, hanya saja mereka menahan kerena karaoke an malam ini adalah hasil dari ngidam ibu hamil itu.


Tara melirik suami nya yang duduk sambil menguap itu, merasa kasihan dengan suaminya yang menunggu nya dari tadi karaokean yang tidak selesai-selesai.

__ADS_1


"Kak Hana aku mau bobo ahk, bye." Tara bangkit dari tempat duduk nya.


"Kok pergi sih, kalian joget dong." Hana menatap penuh harap pada adik nya itu.


Dia masih ingin bernyanyi dan di tentunya di temani oleh adik dan suaminya.


tapi melihat Tara yang terlihat mengantuk membuat Hana menghela nafasnya panjang.


"Sayang mereka sudah mengantuk." ucap Gibran tidak suka jika istrinya terlalu memaksa.


"Iya aku tau, kalian boleh tidur, kakak akan nyanyi beberapa lagi, dan kamu sayang harus nemenin aku." kata Hana akhirnya membiarkan adik nya pergi dengan satu syarat yaitu Gibran harus menemani nya.


"Iya aku nemenin kamu, lanjut nyanyi lagi." balas Gibran.


Tara dan Darrel akhirnya bisa bernafas lega, keduanya ke luar dari ruangan karoke dengan senyuman mengembang.


"Kok jadi segeran gitu mukanya?" Tara tertawa mengejek mengatakan nya.


"Kita bikin dedek yuk." Darrel memegang tangan sang istri.


"Boleh, kemarin kan kita nggak jadi terus." Tara mencium tangan sang suami, lalu melangkah berjalan ke arah kamar nya bersama sang suami.


Tapi tiba-tiba langkah mereka terhenti karena mendengar suara di kamar para pemuda jomblo.


"Kepo yuk." ucap Tara sambil melepaskan pegangan tangan nya, dan memegang klop pintu.


Ceklek..


"Kalian lagi ngapain?" tanya Tara sambil tersenyum meledek.


Brugkkk !!


Brugkkk !!


"Biasa, rebutan guling." Alex menjawab.


Tara melihat itu tertawa, lalu berjalan masuk membuat Darrel yang melihat itu hanya geleng-geleng kepala padahal dia sudah ingin menerkam istrinya.


"Kemarin dia yang meluk guling, harusnya sekarang aku lah." kata Toni ikut manyahuti.


"Enak saja, kemarin ini di tengah, ya salah sendiri nggak di ambil." Hadian tidak mau kalah ikut menyahuti.


Tara melirik Alex dan Dani yang tidur di ranjang samping, di ruangan ini memang sedikit berbeda di mana ranjang nya ada dua karena di isi oleh empat orang.


"Kamu pindah Ton, terus Dani kamu pindah ke ranjang Hadian biar Toni sama Alex aja." kata Tara.


Toni melirik Hadian lalu tangan nya terangkat untuk mengambil bantal, dan menumpukkan bantal itu ke wajah Hadian.


"Rasakan ini!" kesal Toni.


Bukkkk !!


"Sakit Ucok!" Hadian ingin berdiri, tapi mendapatkan tatapan tajam dari Darrel.


Dani duduk di ranjang yang sama dengan Hadian, lalu merebahkan tubuhnya di tempat tidur.


Alex melirik sekilas Tara dan Darrel, lalu merebahkan tubuhnya di ranjang yang sama dengan Toni.


"Nah kan gini enak liat nya, damai nggak saling tendang lagi." Tara tersenyum.


"Tidur, ini sudah malam." kata Darrel.

__ADS_1


"Good night guys!" lanjut Tara sambil melihat ke empat teman nya.


"Good night too Leddy queen." balas ke empatnya serempak.


Setelah keluar dari kamar ke empat pemuda jomblo, Tara dan Darrel langsung masuk ke kamar nya.


keduanya merebahkan tubuhnya di tempat tidur, dan saling memeluk.


"Kita menikah udah hampir enam bulan kan?" Tara mempererat pelukannya.


"Kenapa memang?" Darrel mengusap kepala sang istri.


"Aneh nggak sih kalau aku belum hamil, kak Arr aja yang baru nikah tiga bulan udah hamil." lanjut Tara.


"Terus?" tangan Darrel kini mulai tidak bisa di kondisikan.


Tara yang merasakan sensasi geli itu langsung mengeliat, lalu membenarkan posisi nya menjadi menghadap suaminya.


"Kita buat dedek, kali aja kalau kita bikin nya di Swiss anak bule kita cepat lahir." ucap Tara mengusap dada suaminya.


"Siapa yang bilang kalau kita akan punya anak bule?" tanya Darrel.


Tara mengangkat bahunya ke atas, di tidak tau tapi yang jelas Tara juga ingin punya baby bule seperti ketiga keponakan nya, terutama Syakila yang cantik.


Sedangkan di dapur terlihat Syakira yang berjalan dengan mata terpejam, gadis itu berjalan dengan perut yang berisik meminta di isi oleh si pemilik nya.


"Aduh lapel lagi, Mommy tidul Daddy tidul, hiks sabal ya pelut." mengusap perut nya yang sakit karena lapar.


Syakira berusaha untuk naik ke kursi, tapi karena pendek dia menjadi tidak bisa menggapai kursi nya.


"Cucah, ihk.." Syakira melihat sekeliling dapur sampai akhirnya mata nya melihat ke arah kulkas.


Syakira mencoba menggapai kulkas, dia melompat-lompat karena ingin bisa menggapai kulkas sampai akhirnya.


"Campai, hihi makan.." ucap Syakira sambil tersenyum.


Tapi saat dia akan membuka kulkas nya tangan nya kembali tidak sampai, Syakira melotot dia kesusahan membuka nya bahkan sekarang dia malah menggelantung di kulkas.


"Mom Dad.. hiks help me.." ucap Syakira sambil menggoyangkan kaki nya.


Tiba-tiba terdengar suara langkah kaki yang sangat berisik, membuat Syakira langsung tersenyum.


"Help me.." ucap Syakira.


"Nakal ihk, adek Kira nakal." Syaka tertawa melihat adik nya yang menggelantung.


Sebelum nya Syaka dan Syakila bangun karena mendengar suara pintu terbuka, dan berakhir mereka juga mengikuti adik nya yang nakal itu.


"Ndak ihk, ndak nakal kok Kira au makan, lapel kan kak." sahut Syakira dengan wajah sedih.


"Panggil Daddy deh, kacian adik Kira nanti jatuh." Syakila tidak tega melihat adik nya menggelantung di kulkas memilih pergi ke kamar Daddy Mommy nya.


"Kak Syaka, pegel ihk.. tangan Kira sakit." adu Syakira.


"Tunggu Daddy, makanya jangan nakal, salah cendili nakal." Syaka malah duduk santai sambil melihat adik nya yang menggelantung.



Kira-kira seperti ini saat Syakira menggantung di kulkas, tubuhnya sama-sama Endut cuman beda nya rambut aja yang bule๐Ÿ˜†


Btw Hana udah lahiran ya, cus lanjut baca di ^^Salah Ranjang (Pria Buta) ^^

__ADS_1


__ADS_2