Salah Ranjang (Hot Daddy)

Salah Ranjang (Hot Daddy)
Bertemu Mertua


__ADS_3

^^H A P P Y R E A D I N G^^


🌹🌹🌹🌹🌹


Arr terbangun dari tidur panjang nya saat mendengar suara gemericik air di kamar mandi, kepalanya terasa pusing mungkin karena dia tidur terlalu sore, dan saat melihat jam yang sudah menunjukan pukul 9 malam Arr terperanjat kaget.


"Astaga!" Arr langsung bangkit dari tempat tidur.


Jangan lupakan jika setiap bangun tidur Arr pasti menggunakan kaos kebesaran milik suami nya, seolah ini adalah perhatian kecil dari Lian untuk nya agar tidak kedinginan.


Permainan nya tadi membuat dia kelelahan sampai tertidur, padahal Arr tau jika malam ini dia seharusnya pergi makan malam bersama keluarga suaminya yang baru pulang dari luar negeri.


Arr mengigit kuku-kuku nya dia tegang sekaligus takut memiliki kesan buruk di mata mertuanya, apalagi ini adalah pertemuan pertamanya tapi Arr malah tidak datang.


"Ya Tuhan bagaimana ini." Arr semakin panik.


Sampai akhirnya terdengar suara langkah kaki, yang tak lain adalah Lian yang baru selesai mandi.


"Kenapa?" Lian melingkarkan tangannya di pinggang Arr.


Arr melepaskan nya, dia mendudukkan bokong nya di tempat tidur.


"Kenapa tidak membangunkan." Arr kesal.


Lian menaikan sebelah alisnya ke atas, bingung dengan wajah kesal istrinya yang tiba-tiba.


"Bagaimana mungkin aku membangunkan istri ku yang kelelahan, sudahlah cepat mandi kita akan__" ucap Lian terhenti karena Arr menyela ucapan nya.


"Seharusnya kamu bangunin aku, kalau kaya gini kan aku malu sama keluarga kamu." Arr mengatakan kekesalan nya.


Dan Lian yang melihat pertama kalinya Arr marah padanya itu nampak tersenyum kecil, alih-alih ikut kesal Lian malah berjalan mendekati sang istri, lalu kembali memeluk Arr lagi.


"Lepaskan, aku sedang kesal!" Arr kembali melepaskan pelukan Lian.


Dan bukan nya membuat Lian menjauh, tapi pria itu malah sibuk menciumi leher Arr dan itu membuat mood Arr yang sedang turun menjadi naik dengan rasa marah yang cukup besar.


"Aku bilang lepaskan ya lepaskan!" kesal Arr sambil berdiri.


"Kamu kenapa?" tanya Lian masih ingin menggoda Istri nya.


"Kenapa? kamu bilang kenapa? aku bangun telat kenapa? dasar ya!" Arr mengacak rambut nya prustasi.


Dan Lian yang melihat itu semakin di buat bertambah bingung.


istrinya benar-benar marah tanpa alasan.


"Sudahlah jangan marah kita sebentar lagi berangkat, ayo mandi dulu." Lian bangkit dari duduknya, melewati Arr dengan handuk tipis yang menutupi bagian pinggang nya saja.


Arr melihat Lian yang sedang mengambil pakaian ganti itu, dan itu membuat nya semakin kesal karena Lian mengabaikan nya padahal Arr sekarang sedang ketakutan karena takut tidak di sukai oleh mertuanya nanti.


Kesal yang berkepanjangan Arr bete, dia langsung mengambil ponselnya dan memilih bermain ponsel.

__ADS_1


"Kenapa masih santai, ayo cepat mandi kita akan telat nanti." kata Lian sambil mendekati Arr dengan pakaian ganti yang di tangan nya.


Arr tidak menjawab, dia memilih fokus pada layar ponselnya dan mengabaikan tatapan Lian yang kini terarah pada paha nya yang memang terbuka.


Tiba-tiba..


"Mommy ayo kita berangkat." Willy tiba-tiba datang dengan pakaian nya yang sudah rapih.


Mendengar suara Willy Arr bangkit dari tempat tidur nya, dan mendekati putra nya yang sudah sangat tampan itu.


"Kita tidak jadi sayang, Daddy mu membuat Mommy tertidur pulas." ucap Arr melirik tajam Lian.


"Mommy, Nenek sudah menelpon, dia bilang sebentar lagi dia sampai." kata Willy lagi.


Membuat Arr menghembuskan nafas nya panjang, bagaimana dia menjelaskan nya jika jam sudah menunjukan pukul 9 dan itu sudah terlalu larut dan telat.


"Mommy cepatlah mandi kita berangkat." kata Lian ikut menimpali.


Arr kesal dia berjalan mendekati Lian, tapi baru saja Arr akan memberikan rasa kesal nya tiba-tiba Lian mengatakan sesuatu..


"Jam di dinding mati, lihat ponsel mu." kata Lian.


Arr melongo, dia melihat ponselnya dan betapa kagetnya dia melihat ponselnya yang masih menunjukan jam 7 kurang.


Melihat ekspresi Arr yang kaget Lian hanya tersenyum kecil, lalu mendekati sang istri dengan senyuman puasnya.


"Cepat mandi, aku akan menunggu kamu di bawah." kata Lian lalu pergi meninggalkan Arr dengan membawa Willy yang berjalan bersama nya.


Arr mengigit bibir bawahnya pelan, emosi nya sekarang bertambah, bisa-bisa nya Lian mengerjai nya dan tidak mengatakan kebenarannya jika jam dinding itu sebenarnya mati.


"Nyebelin !!!!!" teriak Arr kesal.


"Mommy mandi bukan teriak!" suara Willy terdengar di luar kamar.


Membuat Arr menarik nafasnya panjang lalu menghembuskan nafas nya lagi dengan kasar.


"Dasar __" ucap Arr menggantung.


"Belum mandi lagi? astaga Son Mommy mu ingin di mandikan." suara Lian terdengar di ambang pintu.


"Wah Mommy mau jadi bayi lagi." balas Willy sambil tersenyum.


"Mommy apa ingin di mandikan?" lanjut Willy berjalan mendekati Mommy nya.


"Ahk tidak sayang, Mommy akan mandi sendiri, kalian tunggu di bawah saja Mommy hanya sebentar." kata Arr berjalan cepat masuk ke kamar mandi.


Lian dan Willy yang melihat Arr masuk ke kamar mandi saling melirik.


"Bagaimana menurut Daddy?" tanya Willy.


"Mommy mu menggemaskan bukan?" jawab Lian sambil melirik putra nya.

__ADS_1


"Hem, apa Mommy akan memberikan aku adik bayi?" tanya Willy.


Dan Lian mengangguk cepat.


"Tentu saja, Daddy akan memberikan 11 adik untuk mu." balas Lian lagi.


Membuat Willy berawaw dengan wajah imutnya yang menggemaskan.


"Aku tidak sabar menunggu 11 adik ku, mobil-mobilan ku harus banyak, Daddy kita harus beli mainan lagi." kata Willy lagi.


Lian menggelengkan kepalanya, mungkin Willy berpikiran jika semua adiknya berjenis kelamin laki-laki, tapi untuk Lian dia ingin juga memiliki bayi cantik yang nantinya akan menjadi putri-putri kesayangan nya.


Beberapa saat berlalu..


Arr menuruni tangga dengan cepat, dan hal itu di lihat oleh Willy dan Lian.


"Mommy cantik." puji Willy.


"So sexy" timpal Lian.


"Ayo kita berangkat." ucap Arr mendekati suami dan putra nya.


"Kita membawa princess Daddy." kata Willy sambil berjalan mendekati mobil, masing-masing tangan nya berpegangan dengan tangan Mommy Daddy nya.


Arr hanya tersenyum menanggapi pujian manis yang selalu keluar dari bibir dua pria yang menjadi kehidupan nya sekarang itu.


Mobil melaju dengan kecepatan sedang, sepanjang perjalanan tidak banyak yang mereka bicarakan, hanya terdengar suara Willy yang ada di samping Arr terus mengatakan jika nenek nya itu galak dan juga bawel.


Sesampainya di tempat yang di janjikan Arr dan Willy turun, begitupun dengan Lian.


"Jangan khawatir, mereka akan menerima mu." kata Lian di telinga Arr.


"Aku harap juga begitu." bisik Arr, lalu ketiganya mulai berjalan masuk ke dalam restoran.


Di ruangan VIP terlihat sebuah meja, Arr Lian dan Willy duduk di sopa yang sama, menghadap sepasang suami istri paruh baya.


"Jadi ini istri baru mu?" suara Mama Lian terdengar.


"Iya, kenalkan nama nya Arrlianna." jelas Lian memperkenalkan Arr.


"Nama yang bagus, sudah tua ya? 30 tahun lebih kan?" suara Mama Lian kembali terdengar.


Membuat Arr yang akan mengeluarkan suara nya untuk memperkenalkan dirinya itu menjadi takut, dia takut mertuanya menolak kehadiran nya di hidup putra nya.


"Sayang perkenalkan dirimu pada Mama dan Papa." kata Lian.


"Nama saya Arr Ma." meski dengan gugup tapi akhirnya Arr bisa mengeluarkan suara nya.


"Selera mu memang tidak jelas Lian, dulu kau mengambil jala*g dan mendapatkan bocah ingusan itu, sekarang kau juga membawa wanita dewasa seperti dia untuk di kenalkan pada kami, dan Papa yakin jika wanita itu adalah wanita kalangan bawah yang miskin, kau memang tidak pernah bisa memberikan gadis yang jelas untuk kami banggakan kepada keluarga!" bukan suara Mama Lian lagi, tapi suara Papa Lian yang nampak dingin dan terlihat tidak menyukai Arr ataupun Willy.


_________

__ADS_1


🌹🌹🌹🌹🌹


Jangan lupa like coment and Vote ya kak ♥️🤗


__ADS_2