Salah Ranjang (Hot Daddy)

Salah Ranjang (Hot Daddy)
Pernikahan Jenn dan Juan


__ADS_3

^^H A P P Y R E A D I N G^^


🌹🌹🌹🌹🌹


Hari pernikahan yang di tunggu Jenn tiba, semua persiapan selesai begitu saja tanpa banyak drama, tentunya semuanya bisa berjalan dengan mudah karena bantuan uang, ya Juan dan Mami nya mengeluarkan banyak uang untuk persiapan nya.


Padahal Jenn sudah mengatakan jika dia tidak apa memakai riasan sederhana dan pernikahan sederhana, tapi Mami Anita menolak nya karena pernikahan Juan adalah pernikahan pertama dan terakhir dari keluarga nya, maka dari itu Mami Anita rela melakukan apapun untuk kemeriahan acara putra semata wayang nya itu, meski uang yang di keluarkan tidak lah murah.


Jenn yang sedang memakai make up itu nampak cantik, acara hari ini memang hanya sampai sore, sebenarnya Juan ingin acaranya berjalan lama, misal sampai malam karena dia juga ingin mengudang banyak orang besar di pernikahan nya itu.


Tapi Jenn menolak nya dengan mengatakan jika siang pun bisa mengundang banyak orang, bukan karena Jenn tidak mau, tapi Jenn menyayangkan uang yang akan keluar begitu saja jika apa yang di inginkan Juan di lakukan, dia tidak mau membuat calon suaminya kehilangan uang banyak hanya untuk resepsi pernikahan sehari nya.


"Cantik.."


"Kakak!!"


Arr berjalan dengan perut nya yang sedikit buncit, Jenn yang melihat itu mengambil kursi yang di pakai perias tadi, dan membatu Arr kakak nya duduk.


"Jangan cape-cape kak, inget kakak lagi hamil." kata Jenn memberikan peringatan.


"Tidak cape dek, kakak kan juga nggak mau kehilangan moment melepas masa lajang mu." balas Arr.


Ahk iya untuk ketering memang di sponsori kakak nya lebih tepatnya kakak ipar nya.


"Willy mana?" tanya Jenn tumben tidak melihat keponakan nya yang imut tidak mengintili kakak nya, biasanya Willy selalu ikut kemana pun Arr pergi.


"Sedang bersama Daddy nya, katanya lagi persiapan buat jadi pengantar pengantin, Willy udah latihan dari jauh-jauh hari buat persiapan nya." balas Arr.


Mendengar itu Jenn tersenyum, keponakan nya memang selalu pandai membuat nya senang, bukan hanya sikap nya saja yang menggemaskan tapi kepolosannya pun bisa membuat Jenn senang.


"Kamu cantik banget dek." puji Arr sambil melihat Jenn yang sudah memakai kebaya lengkap dengan riasan pengantin itu.


Jenn kembali tersenyum, entah kenapa dia juga merasakan sama yaitu merasa lebih cantik dari hari biasanya.


Akad yang ditunggu pun akhirnya terlaksana, setelah mengucapkan ijab kabul nya dan mendapatkan jawaban kata SAH serempak telah berhasil mengubah status pasangan Jenn dan Juan.


Dengan di tutup cium tangan suami dan di balas kecupan di kening istri keduanya sudah menjadi sepasang suami istri yang halal di mata hukum ataupun agama.


"Selamat Jenn.." kata Fallen yang juga hadir di acara pernikahan sahabat nya.


"Terimakasih sudah hadir di acara pernikahan saya Nyonya." balas Jenn tersenyum.


"Jenn aja Fall? aku enggak?" Juan yang mendengar ucapan selamat dari sahabat untuk istrinya ikut menimpali.


Yang mana membuat Fallen terkekeh pelan, tentu dia adalah orang pertama yang sangat senang karena perjodohan nya berjalan dengan lancar, Juan akhirnya menikahi wanita yang bisa membuat Juan lebih ceria lagi.


"Selamat Juanda aku senang akhirnya sahabat aku yang satu ini melepas masa lajangnya." kata Fallen tersenyum ke arah Juan dan Jenn.


"Makasih, tapi hadiah nya mana?" balas Juan lagi tidak tau malu.

__ADS_1


Fallen menggelengkan kepalanya, dia mengeluarkan dua kertas pada Juan.


Juan melihat nya dan dia tersenyum saat melihat dua tiket honeymoon.


"Kamu memang terbaik Fall." kata Juan sambil mengacungkan jempol nya.


Fallen hanya mengangguk tanpa berniat mengatakan apapun lagi.


Dia memang sudah membeli banyak tiket untuk setiap pernikahan orang terdekat nya, dan tiket itu adalah tiket yang sama untuk satu Minggu di Swiss.


Lebih tepatnya di Villa yang di sudah lama ingin mereka kunjungi, Fallen dan Bastian terus menunda keberangkatan nya sampai akhirnya mereka menetapkan minggu depanlah hari yang tepat untuk acara honeymoon bersamanya.


Kembali dengan pengantin baru, Jenn nampak memerah pipi nya saat melihat kedatangan Hana dan Gibran yang memberikan kado satu lusin lingerie berbeda warna yang sangat seksi.


"Apa tidak ada yang lain nona?" tanya Jenn.


"Tidak ada, itu bagus untuk kalian, lihat saja kakak mu sudah hamil ayo kalian harus menyusul juga agar bayi kita bersahabat." kata Hana lagi, sedangkan Gibran hanya diam dengan tangan yang saling berpegangan dengan tangan istrinya.


Tidak bisa berkata-kata, Jenn hanya mengucapkan terimakasih pada mantan Bos kakak nya itu.


"Jenn, nanti kalau sudah masuk kamar jangan tidur dulu ya, aku punya sesuatu untuk kamu lihat." bisik Juan.


Yang mana hal itu malah membuat otak polos Jenn melayang, dia gugup memikirkan apa yang akan Juan perlihatkan padanya nanti, apa itu hal indah atau? otak polos Jenn tidak sampai untuk membayangkan nya.


"Hey pipi mu merah." ucap Juan malah memegang pipi Jenn.


Banyak tamu yang baru datang, Jenn dan Juan di sibukkan dengan menyalami tamu undangan nya, sebagian dari mereka adalah rekan bisnis Juan, ada Juan beberapa teman Jenn yang sempat satu kantor dengan nya, dan ada juga beberapa ibu sosialita teman-teman Mami Anita.


Sampai keseriusan Jenn dan Juan yang menyalami tamu undangan nya itu terhenti saat melihat pasangan penomenal yang datang.


"Kak Jenn awas nanti malam di seruduk badak kolot." kata Tara sambil cengengesan.


Jenn hanya tersenyum kecil, dia paham apa yang di maksud dengan badak kolot itu.


"Selamat atas pernikahan mu." Darrel menyalami Juan.


"Kalian membawa apa?" tanya Juan tidak tau malu.


Membuat Tara yang mendengarnya tersenyum kecil.


"Kak Hana kan tadi ngasih lingerie warna warni lagi, jadi aku kado ini aja." Tara menjeda ucapan nya, dan memberikan kado yang dia simpan di tas nya.


"Meski kecil itu kado nya bisa bikin enak loh kak, kak Juan semangat bertarung dan untuk kak Jenn semangat nyakar suaminya, pastiin kuku nya pendek kak." Dan setelah mengatakan itu Tara dan Darrel pergi begitu saja meninggalkan sepasang pengantin baru itu yang nampak bingung.


"Apa isinya?" tanya Jenn.


Juan yang tidak tau mengangkat bahunya ke atas, dan melihat itu Jenn yang kepo langsung ingin membuka kado itu, tapi di hentikan oleh Juan.


"Jangan sekarang, ada tamu lagi." kata Juan.

__ADS_1


Jenn mengangguk, keduanya kembali sibuk menyalami tamu undangan nya lagi.


Di meja nya Arr menatap sendu ke arah pelaminan, haru rasanya dia senang karena akhirnya adik nya bisa menikah.


Tugasnya untuk menjaga adik nya kini sudah dia lepaskan, dan Arr berikan pada Juan, dia berharap adik nya itu hidup bahagia bersama suaminya.


"Sayang kau menangis?" tanya Lian kaget.


"Tidak, ini air mata kebahagiaan." balas Arr melirik suaminya.


Lalu memeluk Lian, kini Arr merasa kebahagiaan nya semakin bertambah, di tambah lagi dia sedang mengandung dan akhirnya dia juga bisa merasakan perasaan yang sama dengan Lian.


Arr mencintai suami nya..


"Mommy!" suara itu membuat Lian dan Arr melepaskan pelukan nya.


"Willy." gumam keduanya.


Dan saat melihat ke sumber suara Lian dan Arr terkejut, mereka melihat Syakira yang terus memeluk Willy dengan paksa, dan Willy terus berusaha melepaskan nya.


"Willy jangan sayang." kata Arr berjalan mendekat.


"Hey anak mu itu ya, sombong di peluk nolak." Bastian malah kesal dengan sikap dingin Willy pada Syakira.


"Mereka masih kecil Bas, biarkan saja." balas Lian santai.


"Tapi putra mu telah membuat putri ku malu." kesal Bastian.


"Kau baper?" tanya Lian.


Bastian menggeleng kepalanya.


"Tidak, hanya saja aku kesal dan ingin mencubit putra mu, enak saja menolak putri ku." lanjut Bastian.


Astaga!! Lian menggelengkan kepalanya.


"Hey jangan cubit putri ku!" teriak Bastian.


Dan Lian melihat itu, dimana Willy mencubit pipi Syakira yang terus memaksa memeluk nya itu.


"Astaga dia memiliki ketenaran seperti ku." gumam Lian.



__________


🌹🌹🌹🌹🌹


Jangan lupa like coment and Vote ya kak ♥️🤗

__ADS_1


__ADS_2