Salah Ranjang (Hot Daddy)

Salah Ranjang (Hot Daddy)
Baju kurang bahan.


__ADS_3

^^H A P P Y R E A D I N G^^


🌹🌹🌹🌹🌹


Di sebuah pusat perbelanjaan yang ada di tengah-tengah kota, terlihat sepasang pasangan bucin sedang bergandengan tangan.


membuat dua wanita yang menolak di panggil tua itu geleng-geleng kepala melihat tingkah pasangan bucin itu.


"Ya begitu kalau cinta udah ngendaliin semuanya, di tempat umum pun serasa di tempat sepi." Mom Dena yang membawa yang berjalan di belakang itu mendengkus sebal karena menjadi nyamuk.


"Kaya yang nggak pernah jatuh cinta aja kamu Dena, syirik tanda tak mampu loh." balas ibu Rosalina menimpali.


Dia adalah orang yang paling berbahagia saat ini karena putranya akan segera melepaskan masa lajang nya.


"Halah kamu Rosa, giliran jadi jongos nya Bastian kamu juga sama bakalan monyong terus." Mom Dena kembali menyahut.


Sebelum pernikahan Darrel dan Tara memang akan melakukan pemotretan dulu, dan sekarang mereka sedang mencari beberapa baju yang akan Tara gunakan di prewedding nya.


"Siapa bilang, itu kamu mungkin Dena. aku mah sih enggak orang aku senang kalau ikut serta dalam pernikahan putra ku." kata ibu Rosalina lagi.


Lain hal nya dengan dua ibu nya yang terus mengobrol Tara dan Darrel malah asyik bergandengan tangan, sesekali keduanya bertukar senyum karena merasa senang.


"Nanti beli es krim ya." kata Tara.


"Boleh dong, apasih yang enggak buat kamu." balas Darrel bucin.


Membuat Mom Dena ingin muntah, dan lain hal nya dengan ibu Rosalina yang langsung senyum-senyum sendiri, memang aneh.


Saat melewati gerai yang menjual dalaman seketika ibu Rosalina langsung menarik tangan Mom Dena.


"Apa sih Ros, tarik-tarik terus emang nya aku wanita apaan." Mom Dena kesal.


"Ya wanita tua." sahut ibu Rosalina santai membuat Mom Dena melotot tajam, dan hal itu di sadari oleh Ibu Rosalina yang langsung tersenyum.


"Canda tua, udah buruan bantuin aku pilih-pilih CD buat seserahan, kan pernikahan nya tinggal menghitung hari, kalau nunggu nanti takutnya nggak keburu." lanjut Ibu Rosalina.


Mom Dena hanya mengangguk pasrah, seperti nya setelah ini dia harus banyak ke salon untuk membuat kerutan di wajah menghilang karena akhir-akhir ini dia mudah kesal.


Dan itu mungkin akan berdampak jelek pada kerutan di wajahnya yang mungkin akan semakin bertambah.


"Aku mau yang warna pink aja Mom, banyakin." kata Tara yang suka warna pink.


Darrel mengalihkan pandangannya ke arah luar, berada di tempat yang penuh barang-barang wanita membuat otak nya menjadi tidak waras.

__ADS_1


"Kak ini bagus ngak?." tanya Tara malah memperlihatkan bra mini bergambar hello Kitty.


Dan jangan di tanya lagi wajah Darrel sekarang seperti apa, sudah pasti dia sudah bisa menduga berapa besar ukuran dada Tara saat melihat bra yang sangat mini itu.


"Kakak mikirin apa, mesum ya?." tanya Tara lagi dengan senyum jahat nya.


Seketika Darrel gelagapan di depan Tara, dia ingin mengelak tapi Tara terus melihat ke arah nya membuat Darrel prustasi dengan wajah memerah.


"Tunggu di luar gih, pamali Om-om masuk area terlarang nanti malah mesum lagi." kata Tara lagi, membuat Darrel bergegas pergi keluar dari tempat itu dan memilih duduk di bangku yang tak jauh dari gerai itu.


"Huh, kalau gini terus bisa-bisa adik ku mau terbang sebelum halal." gumam Darrel mengembuskan napas nya kasar.


Memang memiliki kekasih yang masih muda itu sangat menantang, gadis muda lebih banyak penasaran dengan hal-hal baru, dan itu juga yang terjadi pada Tara saat ini yang selalu bertanya tentang hal-hal aneh yang dia dengar dari teman-teman nya.


Pada akhirnya Darrel memang mengijinkan Tara bermain dengan Alex dan yang lain nya, yaitu dengan syarat jika diantara mereka tidak ada yang menyukai Tara dan juga harus bisa memastikan Tara bisa mendapatkan nilai yang lebih baik dari sebelumnya.


Sedangkan Tara yang sedang memilih bra yang pas untuk nya itu tiba-tiba melihat ke arah dua ibu nya.


"Sini, sayang."


"Iya, Mom." Tara berjalan mendekat karena di panggil.


Ibu Rosalina mengambil lingerie yang di pilih nya, begitupun dengan Mom Dena yang juga mengambil lingerie yang dia pikir Tara akan menyukai nya.


"Ini baju na*su, kalau pakai inisuami bakalan lengket kaya peremen karet." jelas Mom Dena.


Membuat Tara ber Waww !! lalu melirik ibu Rosalina.


"Kalau ini baju yang bisa cepat hamil, bagus." kata ibu Rosalina.


Tara mengangguk lalu mengambil dua baju kurang bahan itu.


"Tipis, terus kurang bahan, harga nya mahal lagi." gumam Tara membolak-balik kan dua lingerie yang ada di tangan nya.


"Kaya baju renang." lanjut nya lagi.


"Gimana suka yang mana?." tanya Mom Dena penasaran.


Dia yakin lingerie pilihan nya pasti yang akan di pilih Tara.


"Pasti punya ibu kan, secara yang ibu pilih itu sangat bagus, bahan nya juga lembut." ibu Rosalina percaya diri.


"Apaan warna merah kaya ibu-ibu" balas Mom Dena sedikit ketus.

__ADS_1


Membuat Ibu Rosalina melirik sinis.


"Dari pada warna ijo, udah kaya lumut got." ketus ibu Rosalina lagi.


Tara menggelengkan kepalanya, lalu memberikan kedua baju kurang bahan itu pada kedua ibu nya.


"Ngak suka dua-duanya ahk, mahal." kata Tara santai. "Udah mahal kurang bahan lagi, pasti untung banyak tuh yang jual nya, lagian kalau mau pakai baju kurang bahan sekalian aja nggak pake baju kan sama aja ujung-ujungnya seksi." lanjut Tara yang membuat Mom Dena dan ibu Rosalina mengaga.


"Jiwa hemat." gumam kedua ibu peri itu sambil mengacungkan jempol nya.


Di tempat yang sama Jenn juga sedang ingin mencari daleman, untuk seorang rakyat biasa seperti nya tentu nya dia akan membeli barang diskonan dan yang beli satu lusin harga nya masih terjangkau di saku.


Tapi saat akan masuk ke gerai yang menjual daleman tak sengaja ekor mata Jenn melihat ke arah bangku, di mana ada pria yang pernah dia puja-puja sedang duduk seperti menunggu seseorang.


"Kenapa berhenti?." tanya Arr sang kakak.


Jenn melirik kakak nya lalu menunduk.


"Tuh, pria itu mantan bos aku yang pernah aku ceritain ke kakak." kata Jenn.


Mata Arr langsung melihat ke arah Darrel, ternyata yang di katakan adik nya adalah benar jika mantan Bos adik nya memang keren.


"Sabar, kakak yakin nanti akan ada pengganti yang lebih baik dari mantan Bos kamu itu.." kata Arr mencoba menyemangati adik nya.


Jenn hanya mengangguk kecil, dan saat akan masuk ke gerai itu dia melihat Tara si gadis ceria yang sedang memilih Bra, dan bukan hanya Jenn Tara juga melihat keberadaan Jenn.


"Wih, kak Jenn sama siapa?." tanya Tara.


"Kenalkan nona, ini kakak saya. kak Arr kenalin ini nona Tara calon istri tuan Darrel." kata Jenn memperkenalkan keduanya.


Tara langsung mengulurkan tangan nya dengan ceria, yang di balas dengan uluran tangan lagi oleh Arr.


"Saya Arr, senang berkenalan dengan anda nona." kata Arr.


"Aku Tara, panggil aja Tara." sahut Tara sambil tersenyum ramah.


"Kenapa aku seperti mengenali wajah nya ya, seperti mirip.. nona Hana." batin Arr.


___________


🌹🌹🌹🌹🌹


Yuk yang belum mampit ke cerita Hana langsung cus aja ke ^^Salah Ranjang (Pria Buta)^^.

__ADS_1


cerita nya akan saling berhubungan soalnya.🤗


__ADS_2