Salah Ranjang (Hot Daddy)

Salah Ranjang (Hot Daddy)
Obsesi gila


__ADS_3

^^H A P P Y R E A D I N G^^


🌹🌹🌹🌹🌹


"Tara!"


Suara teriakan di luar rumah itu seketika membuat Alex dan yang lain nya yang masih stay di rumah kontrakan itu menjadi saling melirik.


"Suara nya ngak asing Lex." kata Tino.


"Ngeri, kaya suara Abang nya Tara." Dani ikut merinding.


Alex bangkit dari tempat duduknya, membenarkan posisi Tara agar tidurnya lebih nyaman.


"Lex Lo beneran mau hadapin si Abang bule posesif itu?." ucap Dani ngeri apalagi postur tubuh Alex dan Darrel itu sangatlah berbeda jauh.


Alex lebih dominan kurus meskipun memiliki tinggi yang setara dengan pria dewasa, sedang kan Abangnya Tara yaitu Darrel memiliki postur tubuh yang tinggi tegap, dan jangan lupakan tangan nya yang besar itu dan tentunya berbanding terbalik dengan Alex yang tangan masih 17 tahun.


"Santai aja, lagian kita ngak salah kenapa harus takut." sahut Alex sambil berjalan mendekati pintu.


Ceklek..


Pintu terbuka dan langsung memperlihatkan sosok Darrel yang terlihat marah besar, membuat ketiga pemuda yang semula tidak takut apa-apa itu menjadi langsung gugup.


"Mana Tara!" tanya Darrel tajam..


"Di dalam Bang, santai aja Tara lagi____" ucap Alex terhenti karena Darrel sudah melihat semua nya.


Mata Darrel melotot melihat Tara yang di tertidur di tutupi selimut itu, seolah telah terjadi hal-hal yang kini terbayangkan di pikiran Darrel.


"Apa yang sudah kalian lakukan pada Tara hah!" teriak Darrel menatap tajam satu persatu ketiga pemuda di depan nya.


Glekk..


Lagi-lagi Alex dan yang lain nya menelan ludah nya kasar melihat tatapan menakutkan yang di perlihatkan Darrel pada mereka.


"Kita ngak ngelakuin apa-apa, suer!" Kata Dani dan di angguki kedua teman nya.


Sekali lagi Darrel menatap ketiga pemuda yang usianya jauh di bawahnya itu dengan tatapan yang sangat tajam.


sampai akhirnya tangan nya terulur untuk memegang kerah baju Alex.


Pemuda yang sudah berani membuat nya merasakan cemburu itu.


sekaligus satu-satunya pemuda yang berani mendekati Tara melebihi lebih dari kata sahabat.


"Jauhi Tara!" kata Darrel dingin, lalu melepaskan pegangannya di kerah baju Alex.


Darrel berjalan mendekati tempat Tara sedang tidur, tapi baru beberapa langkah suara Alex mulai terdengar dan menghentikan langkah kaki nya.


"Aku dan yang lain nya tidak akan menjauhi Tara, itu adalah janji ku dan yang lain nya." kata Alex.


"Iya bener, Abang ngak bisa jauhkan Leddy queen dari kita karena kita adalah geng." Toni yang semula takut mulai mengeluarkan suara nya.

__ADS_1


Darrel membalikan tubuhnya untuk menghadap ketiga pemuda itu lagi, dan untuk kali ini Alex dan yang lain nya tidak gugup dan so berani.


"Berteman dengan kalian hanya membuat Tara menjadi seperti gadis nakal, pikirkan apa yang di pikirkan orang di luaran sana tentang persahabatan antara laki-laki dan perempuan." kata Darrel.


"Jika kalian menyayangi sahabat kalian maka kalian seharusnya tidak membuat nama baik Tara tercemar, kalian tau apa yang aku maksud." lanjut Darrel lalu mengusap kepala Tara.


Usapan itu membuat Tara yang tertidur mengerejapkan matanya, dan saat Tara membuka mata nya dia kaget bukan main karena melihat Darrel yang ada di depan mata nya.


"Kakak!" pekik Tara kaget.


"Kita pulang." ucap Darrel langsung ingin memangku Tara, tapi dengan cepat di tepis oleh Tara.


"Aku pake rok, biarkan aku jalan sendiri." kata Tara sambil menyibak kan selimut nya lalu berdiri.


Tara melirik Alex dan yang lain nya yang wajah nya seperti menghindari kontak mata dengan nya.


"Kalian kenapa?." tanya Tara bingung.


"Tidak apa, pulanglah kakak mu sudah menjemput." kata Alex sambil berjalan ke arah sopa dan langsung mendaratkan bokong nya duduk di sopa.


Dani dan Toni yang mendapatkan tatapan dari Tara terlihat sedih, lalu saling membuang muka ke sembarangan arah.


"Aku pulang ya, nanti kita ketemu lagi setelah selesai libur sekolah ya." kata Tara sambil tersenyum.


Dan setelah itu Tara keluar dari rumah kontrakan Alex, meninggalkan ketiga pemuda berseragam SMA yang nampak galau setelah kepergian Tara.


Tara memang anggota baru di geng mereka, bahkan mereka juga baru saling mengenal beberapa bulan.


Dan setelah mendengar ucapan Darrel tadi Alex, Dani dan Toni menjadi sadar, memang benar apa yang di katakan Darrel seorang gadis tidak baik berteman dengan laki-laki, tapi apa itu tandanya mereka adalah orang yang jahat sehingga Darrel berkata demikian?.


"Lex Lo nangis?." tanya Toni.


Alex menggelengkan kepalanya cepat.


"Kelilipan telur cicak." sahutnya asal.


Membuat Dani yang mendengarnya langsung terisak-isak.


"Kita beneran ngak bisa temenan lagi sama leddy Queen?." tanya Dani membuat Toni dan Alex saling menatap.


Sampai akhirnya..


Ketiga nya terisak bersamaan, mungkin lebay jika mereka menangis hanya karena Tara, tapi bagi mereka persahabatan adalah segalanya, tempat berbagi suka ataupun duka.


Sedangkan di dalam mobil Tara hanya banyak diam, membuat Darrel yang melihatnya mendeuhem pelan lalu menghentikan mobil nya di pinggir jalan.


"Aku gagal." kata Tara membuka suara.


"Tidak apa, kegagalan harus di jadikan pelajaran dan kamu harus memperbaiki kegagalan nya." sahut Darrel.


Membuat Tara tersenyum kecut, lalu melirik Darrel.


"Kenapa kakak memarahi teman-teman ku!" akhirnya Tara mengeluarkan kekesalan nya.

__ADS_1


Tadi Tara samar-samar mendengar obrolan Darrel dan teman-teman nya, dia cukup sedih mendengar larangan pertemanan nya.


"Aku___" ucap Darrel terhenti karena Tara menyela ucapan nya.


"Kenapa kakak melarang mereka berteman dengan ku, berhenti ikut campur di dalam kehidupan aku, kakak bukan siapa-siapa aku!" tegas Tara.


Darrel melirik Tara dengan wajah yang tidak terbaca, dia mendekati Tara sampai akhirnya keduanya saling bertatapan satu sama lain.


"Mereka laki-laki, dan kamu wanita, kalian tidak bisa berteman." kata Darrel.


"Kenapa?." tanya Tara.


Darrel tidak menjawab, dia memalingkan wajahnya ke samping.


dia sendiri masih bimbang dengan perasaan nya sendiri, untuk usia nya yang sudah matang memang Darrel terkesan bodoh untuk paham akan masalah cinta.


Tidak ada nya pengalaman dalam hal bercinta membantu dia ragu untuk mengatakan nya.


masa muda nya dia dedikasikan untuk bekerja-bekerja dan bekerja, sehingga dia melupakan jika hidup bukan hanya tentang uang tapi juga cinta.


"Jawab aku kenapa!" teriak Tara.


Darrel menghela nafasnya panjang lalu melirik Tara.


"Karena aku menyukai mu." ucapnya dengan wajah yang sama sekali tidak ada romantis-romantis nya.


Tara terdiam mendengar ucapan Darrel, hingga akhirnya Tara sadar saat tangan Darrel tiba-tiba memegang tangan nya dan memberikan kado berwarna pink di tangan nya.


"Selamat ulang tahun."


"Aku__" ucap Tara terhenti karena bibirnya langsung di bungkam oleh ciuman.


Hemphh..


Tara membulatkan matanya sempurna karena untuk ketiga kalinya dia kembali kehilangan ciuman nya.


Tangan nya berusaha berontak dengan memukul keras dada Darrel sampai akhirnya Darrel melepaskan ciuman nya.


"Ciuman ketiga ku!"


Darrel tersenyum.


"Mulai saat kamu milik ku."


"Tidak mau!"


"Tidak menerima penolakan." kata Darrel dan kembali memberikan ciuman nya lagi.


_________


🌹🌹🌹🌹🌹


Jangan lupa like coment and Vote ya kak ♥️

__ADS_1


__ADS_2