Salah Ranjang (Hot Daddy)

Salah Ranjang (Hot Daddy)
Bastian vs Darrel


__ADS_3

^^H A P P Y R E A D I N G^^


🌹🌹🌹🌹🌹


Bastian keluar dari mobilnya, dia menghela nafasnya panjang karena untuk kedua kalinya dia harus ke kota ini, kota dimana dia menyaksikan Daddy Mommy nya bercerai dan memilih kehidupan nya masing-masing.


Bahkan untuk meninggal nya Daddy nya pun itu di tempat istri keduanya, dan hari ini dia akan bertemu dengan adik tirinya.


Dia masuk ke restoran itu dan langsung berjalan ke arah ruangan VIP yang di pesan nya.


Sesampai nya di ruangan VIP itu Bastian berdecak pelan, kesal karena Adik tirinya masih belum sampai di tempat.


"Berani sekali dia membuat seorang Bastian menuggu." kesal Bastian sambil duduk di Sopa.


Beberapa menit berlalu..


Seorang pria dengan wajah yang tidak kalah tampan berjalan menghampiri nya.


wajah keduanya memang sama-sama bule hanya saja Bastian lebih banyak bule nya.


Sedangkan adik tirinya tidak terlalu bule karena hanya Daddy mereka yang bule, sedangkan Ibu adik tirinya adalah orang asli Indonesia.


"Apa aku membuat mu menunggu terlalu lama?." tanya pria itu dengan nada yang dingin.


"Kau sudah telat lima menit." jawab Bastian takalah dingin.


Ini adalah pertemuan ke tiga antara kedua adik kakak beda ibu itu, lebih tepatnya setelah terakhir keduanya bertemu di di pemakaman Daddy nya.


Darrel Hans Chris, adik tiri Bastian yang juga menjadi CEO di perusahaan milik Daddy nya, sebenarnya Bastian tidak perduli dengan semua itu, tapi rasanya kesal saja saat Daddy nya hanya memberikan warisan pada Darrel yang notabene nya adalah seorang anak dari selingkuhan nya.


"Cepat katakan apa tujuan mu menyuruh ku kesini." ketus Bastian.


Darrel tidak menjawab nya, dia malah memanggil pelayan.


"Pesan saja, aku traktir." kata Darrel masih dengan nada dingin nya.


"Kau pikir aku miskin? aku juga bisa membayar tagihan makanan yang ku makan sendiri." sahut Bastian ketus.


"Oh." hanya kata itu yang keluar dari bibir tipis Darrel membuat Bastian geram.


"Kalau bukan karena aku kesini untuk menemui Fallen tidak akan sudi aku kesini untuk bertemu dengan pria arogan ini!" Batin Bastian.


"Ternyata Ibu benar, dia benar-benar tumbuh menjadi pria arogan yang benar-benar menakutkan, apalagi kebiasaan nya dalam bermain wanita benar-benar menjijikan!" batin Darrel.


Keduanya saling menatap sinis, membuat pelayan yang dari tadi berdiri menunggu pesanan yang akan di pesan malah di buat takut dengan ekspresi pengunjung VIP nya.


"Tuan, apakah jadi memesan nya?." tanya pelayan.


Membuat keduanya langsung saling membuang muka nya ke sembarangan arah, lalu mengambil buku menu dan menutupi semua wajah nya.


"Chicken Steak Saus Enoki!" ucap Bastian dan Darrel bersamaan.


Membuat si pelayan itu kaget, dan berpikir jika kedua nya adalah Gy yang berpasangan, dan menyembunyikan perihal pasangan Gy nya dengan cara memperlihatkan sikap saling dingin nya.


"Minum nya tuan?." tanya pelayan mencoba bersikap bodo amat.


Bastian melirik Darrel, begitupun dengan Darrel yang sama melirik Bastian.

__ADS_1


Sampai akhirnya..


"Es jeruk!." sahut keduanya bersamaan.


Dan lagi-lagi membuat si pelayan semakin yakin jika keduanya adalah pasangan Gy.


"Amit-amit ihk, ganteng-ganteng tapi suka sesama jenis." batin si pelayan.


Setelah kepergian pelayan Bastian menatap tajam Darrel, membuat Darrel balik menatap Bastian tajam.


"Cepat katakan apa maksud mu menyuruh aku untuk kesini!." ucap Bastian jengah.


"Kita makan dulu, setelah itu baru kita membicarakan maksud dari pertemuan kita." kata Darrel dingin.


Huh..


Pada akhirnya keduanya menghabiskan makan bersama, sesuatu yang belum pernah keduanya lakukan selama keduanya menjadi adik kakak.


Hubungan antara keluarga keduanya yang memang memiliki masalah membuat Bastian kecil tumbuh besar tanpa Daddy, dan sebaliknya dengan Darrel tumbuh besar dengan penuh sayang keluarga yang komplit.


"Apa ini rasanya makan bersama seorang adik?." batin Bastian.


"Makan bersama nya membuat aku merasa makan dengan Daddy, mungkin jika Daddy ada dia akan senang karena melihat aku dan Bastian bisa makan bersama." batin Darrel.


Setelah pulang dari pertemuan dengan adik tirinya Bastian langsung mengendarai mobil nya ke alamat yang di kirimkan Anton.


pria tua itu sudah duluan ke rumah Fallen, bahkan menyiapkan kejutan kecil di rumah Fallen.


"Malam ini aku pastikan Fallen akan menjadi milik ku, aku akan membawa nya ke rumah ku dan memulai segalanya dari nol." gumam Bastian sambil tersenyum.


Ada rasa bahagia saat mendengar laporan Anton yang mengatakan jika Fallen hamil anak nya, dan Bastian sudah tidak sabar untuk cepat bertemu dengan wanita yang sedang mengandung anak-anak nya itu.


Beberapa menit berlalu, akhirnya Bastian sampai di alamat yang di kirimkan Anton.


dia membuka pintu mobil nya keluar dari mobilnya.


Matanya menatap sekeliling rumah kecil di depan nya, yang lebih terlihat minimalis dan sangat sederhana di mata Bastian.


Bastian melangkahkan kaki nya untuk berjalan ke arah rumah Fallen, ini masih jam 3 sore lebih jadi Bastian yakin Fallen masih belum pulang.


Ceklek..


"Tuan."


Anton sudah stay di rumah Fallen dengan beberapa anak buah nya, rumah Fallen terlihat aneh di mata Bastian karena ada beberapa balon bertuliskan I LOVE YOU di ding-ding, tak lupa kelopak bunga mawar yang di ukir menjadi love besar di ruang tamu minimalis itu.


"Kerja bagus Anton, sekarang kau pergilah.. tinggalkan aku di rumah ini, aku akan membuat Fallen kembali menerima ku lagi." ucap Bastian.


Anton mengangguk kecil.


"Baik tuan, semoga nona Fallen mau kembali bersama anda tuan." kata Anton lalu pergi meninggalkan rumah Fallen.


Setelah kepergian Anton kini tinggallah Bastian di rumah minimalis milik Fallen seorang diri, dia menutup pintu lalu mengambil paper bag berisi pakaiannya yang sudah di siapkan oleh Anton.


Tapi saat ke kamar mandi Fallen Bastian kaget karena kamar mandi Fallen tidak seperti kamar mandi di rumah nya.


Dimana tidak ada shower dan yang ada hanyalah gayung? dan warna nya juga pink.

__ADS_1


"Ternyata setelah dia keluar dari kehidupan ku kehidupan nya benar-benar tidak terjamin, aku harus cepat mengajak Fallen rujuk dan memulai segalanya agar anak kecebong ku tidak harus menderita hidup pas-pasan seperti ini." gumam Bastian.


Mau tak mau Bastian harus mandi dengan menggunakan gayung.


Dan setelah beberapa menit Bastian yang sudah keluar dengan pakaian lengkap nya memilih untuk menunggu Fallen di kamar Fallen.


Jam terus berjalan dengan cepat, Bastian menguap lebar saat melihat jam di tangan nya yang sudah menunjukan pukul 11 malam, Fallen masih belum pulang dan ini sudah sangat larut.


"Apa Fallen tau jika aku datang? dan itu alasan dia tidak pulang?." gumam Bastian sambil menguap lebar lagi.


Sedangkan di tempat lain Fallen yang sedang makan mie bakso yang di kirim Bos nya nampak dengan senang memakan mie bakso nya.


"Fall kamu nyadar ngak sih tuan Darrel kaya nya suka deh sama kamu." ucap Hana yang sedang makan mie bakso.


"Halah perasaan kamu kali, aku ngak ngerasa gitu tuh, yang aku rasa cuman mungkin dia kasihan sama aku karena di bully terus." kata Fallen sambil memasukkan bakso kecil ke mulutnya.


Tiba-tiba..


Uhuk-uhuk..!!


Hana kaget melihat Fallen yang terbatuk-batuk, dia replek memberikan minuman nya.


dan Fallen langsung meminum nya dengan cepat.


"Pelan-pelan makan nya, keselek kan." kata Hana kembali makan.


Fallen terdiam pelan, kenapa dia merasa ada suara Bastian yang menyuruh nya pulang.


"Han."


"Heum."


"Tidur yuk."


Hah?.


Hana menatap Fallen bingung.


"Kaya nya aku ngedenger suara mantan suami aku deh Han." ucap Fallen jadi merinding.


Kedua nya replek berdiri, dan dalam hitungan ketiga keduanya langsung berjalan ke arah kamar nya, kamar Hana.


Fallen dan Hana menarik selimut lalu bersembunyi bersama di balik selimut nya.


"Fall mantan suami kamu masih hidup kan?."


"Ngak tau." sahut Fallen.


"Ko ngak tau sih, kamu kan mantan istrinya."


"Ya, cuman mantan istri."


Hana terdiam, apa dia salah bicara?.


_______


🌹🌹🌹🌹🌹

__ADS_1


Jangan lupa like coment and Vote ya kak ♥️


__ADS_2