
^^H A P P Y R E A D I N G^^
🌹🌹🌹🌹🌹
Mobil milik Bastian melaju cepat menuju rumah sakit, sepanjang perjalanan nya Fallen tak henti-henti nya mengkhawatirkan kondisi Yura, dia benar-benar tidak menyangka jika Yura sekarang sedang bertarung dengan hidup dan mati di rumah sakit.
Sosok Yura gadis kecil putri sahabat nya yang selalu menebar senyum nampak jelas di ingatan nya.
Dan Fallen masih tidak percaya dengan kabar yang di berikan Hana, jika Yura saat ini sedang kritis di rumah sakit.
"Bas, cepat!" kata Fallen.
"Sabar, jalanan nya sedikit macet." sahut Bastian.
Fallen menatap sekeliling jalanan di sekitar nya, mengusap air mata nya yang mengalir karena mengkhawatirkan kondisi Yura.
Melihat istri nya menangis membuat Bastian menjadi ikut khawatir, dia memang tidak tau cerita tentang kedekatan istrinya dan anak kecil bernama Yura itu, tapi Bastian pernah mendengar dari Anton kalau selama Fallen di kota B dia memiliki teman yang bernama Hana.
Beberapa saat berlalu..
Fallen yang sudah sampai di lobby rumah sakit langsung berjalan ke arah resepsionis, menanyakan kamar nomer ruangan yang di tempati pasien bernama Yura.
Dan setelah mendapatkan nomer ruangan nya Fallen langsung berjalan ke arah lift, tentunya dengan di temani Bastian.
"Han!" panggil Fallen saat keluar dari lift dan melihat Hana.
Tanpa aba-aba Hana langsung memeluk Fallen, menangis di pelukan sahabat nya.
Isak Hana yang pilu bisa di rasakan oleh Fallen, maupun Bastian.
Karena takut Hana merasa malu atau tidak nyaman Bastian pun akhirnya memilih untuk pergi.
Hana melepaskan pelukannya lalu menatap Fallen.
"Yura, Fall.. Yura." ucap Hana di barengi dengan Isak tangis nya.
Fallen yang melihat Hana sangat sedih memilih mengajak Hana untuk duduk dulu di kursi tunggu, memberikan sebotol air minum yang sengaja dia bawa dari rumah.
Setelah di rasa cukup tenang Fallen langsung memegang tangan Hana, meyakinkan jika Hana tidak sendirian dan dirinya hadir sebagai teman sekaligus keluarga untuk Hana.
"Han, sakit apa Yura?." tanya Fallen.
__ADS_1
"Yura sakit kanker otak Fall." sahut Hana sambil menunduk.
Deg..
Bagai di sambar petir di siang bolong, Fallen benar-benar kaget dengan fakta ini, dia tidak menyangka anak seceria Yura memiliki penyakit separah itu.
"Stadium berapa?." tanya Fallen.
"Stadium tiga, dan dokter bilang___" ucap Hana tidak sanggup melanjutkan ucapan nya lagi, membuat Fallen ikut menangis dan langsung memeluk Hana.
Sejak kecil Yura memang selalu pulang pergi ke rumah sakit, dan itu terjadi sejak kelahirannya dimana Hana melahirkan Yura dengan kondisi tidak punya uang dan harus berakhir di kontrakan kumuh nya.
Bahkan saat masih bayi karena asi nya susah keluar membuat Hana memilih memberikan susu kalengan biasa karena tidak ada uang, karena Hana hanya hanya bekerja serabutan.
Susah nya kehidupan di tambahkan dia sedang hamil membuat Hana semakin sulit untuk mencari pekerjaan.
Tidak ada yang mau menerima nya menjadi pegawai di kantor membuat Hana memilih bekerja di rumah makan sebagai tukang cuci piring.
Meski pada akhirnya dia mendapatkan pekerjaan tetap setelah Yura berumur 3 tahun, tapi pekerjaan itu tidak bertahan lama karena insiden pelakor yang di tuduhkan istri atasan nya.
Dan Hana baru tau penyakit Yura saat Yura mengeluhkan sakit kepala, hal itu yang membuat Hana tau akan sakit yang di derita Yura dan kesalahan terbesar nya adalah dia tau penyakit Yura setelah penyakit yang menggerogoti tubuh Yura sudah stadium tiga.
"Apa alasan Yura minum vitamin itu sebenarnya adalah obat kanker?." tanya Fallen.
"Iya, Yura ngak pernah tau penyakit yang dia derita, yang Yura tau dia harus minum vitamin biar dia semakin pintar." jawab Hana masih terisak.
"Seharusnya Yura dibawa berobat Han, ya Alloh." Fallen terisak.
"Aku bukan ngak mau bawa berobat Fall, tapi biaya nya emang ngak ada, kamu tau kan aku harus bayar tunggakan rumah yang belum lunas belum lagi pengasuh nya Yura, aku milih berobat jalan karena Yura bilang sama aku kalau dia udah cape dan mau sekolah." jelas Hana sambil terisak.
"Seharusnya kamu bilang sama aku Han, aku bakalan bantu kamu kalau kamu bilang sama aku, aku benar-benar ngak nyangka Yura bakalan sakit separah ini." kata Fallen yang tanpa terasa ikut meneteskan air mata nya.
"Sekarang gimana keadaan Yura?." tanya Fallen lagi.
"Yura masih kritis di dalam." jawab Hana. "Fall, aku takut kehilangan Yura, hiks.. dia adalah penguat aku Fall, aku benar-benar ngak bisa hidup tanpa Yura." lanjut Hana masih terisak.
Fallen memegang tangan Hana.
"Kita doakan Yura ya Han, aku yakin Yura itu pasti kuat dan pasti akan bisa melawan rasa sakit nya." kata Fallen membuat Hana langsung mengusap air mata nya.
"Kamu benar Fall, Yura itu anak kuat." sahut Hana lagi.
__ADS_1
Setelah beberapa waktu tiba-tiba Hana melihat dokter yang baru keluar dari ruangan Yura, membuat Hana dan Fallen langsung menghampiri dokter.
"Bagaimana kondisi Yura Dok?." tanya Hana.
"Kondisi pasien masih sama Bu, hanya keajaiban lah yang bisa menyelamatkan pasien." jelas sang dokter yang seketika membuat tubuh Hana lemas.
Fallen ikut sedih mendengar nya, merasa tidak percaya percuma ini adalah kenyataan nya, meski pahit tapi Fallen juga tidak bisa merubah kenyataan jika Yura memang sakit.
Setelah dokter pergi Hana hanya bisa memandang wajah sang putri nya di luar ruangan, dokter masih belum memperbolehkan nya masuk karena kondisi Yura yang masih kritis.
"Han, apa Ayah Yura tau?." tanya Fallen yang seketika membuat Hana terdiam dan menghentikan tangis nya.
"Papa Yura ngak tau, dia ngak akan pernah mau tau tentang kabar Yura karena aku sama Yura sudah terbiasa tanpa Papa nya Yura." kata Hana.
"Fall, aku mohon jangan bahas pria bejat itu, aku ngak akan pernah rela anak ku bertemu Papa yang tidak bertanggung jawab dengan anak ku, aku dan Yura sudah menganggap Papa nya Yura mati." kata Hana lalu berjalan ke kursi tunggu nya dan duduk.
Fallen menghela nafasnya, dia juga pernah berpikiran sama dengan Hana sebelum nya, tapi setelah mendengar cerita Mom Dena akan pernikahan nya membuat Fallen sadar jika dirinya tidak boleh egois dengan memisahkan anak-anak nya dari Bastian.
Bagaimana pun seorang anak pasti akan menginginkan kasih sayang Ayah nya, dan Fallen tau kalau sebesar rasa sayang nya seorang ibu pasti tetap tidak bisa melupakan sosok seorang Ayah di kehidupan anak nya.
"Han, maaf aku ngak maksud buat kamu marah, aku hanya___ " ucap Fallen terjeda karena Hana menyela nya.
"Ngak apa aku paham ko, hanya saja aku ngak terlalu suka membahas mantan suami ku." kata Hana, dia akan mengingat kejadian di mana suaminya menghina nya dengan mengatakan jika anak yang ada di dalam kandungan nya itu adalah anak supir.
Dia benar-benar merasa terhina, bukan hanya kesetiaan nya saja yang di khianati, tapi cinta nya pun telah di bagi dengan wanita yang menurut Hana seperti ibu-ibu.
"Sayang, aku bawa minum mau?." ucap Bastian yang seketika membuat Fallen dan Hana langsung melihat ke arah Bastian.
"Siapa dia Fall?." tanya Hana tidak mengenal Bastian.
Hana memang belum tau masalah Bastian, karena Hana sejak kemarin memang fokus dengan Yura yang di rawat.
"Kenalin dia Bastian, suami aku." kata Fallen sambil tersenyum kecil. "Aku balikan lagi sama Bastian." lanjut Fallen sambil mengusap perut nya.
_________
🌹🌹🌹🌹🌹
Mampir juga ke Cerita Hana yuk, udah End dan hanya 80 bab aja🤗
__ADS_1
Jangan lupa like coment and Vote ya kak ♥️