
^^H A P P Y R E A D I N G^^
🌹🌹🌹🌹🌹
Pagi harinya Tara yang akan sekolah bangun lebih awal dari pada semua orang.
semalaman yang lain nya memang begadang karena Twins S yang menangis bersamaan.
Sedangkan Tara sendiri tidak ikutan begadang karena harus sekolah pagi, jadi Tara bisa tidur dengan nyaman tanpa gangguan.
Tara berjalan keluar kamar dengan mengendap-endap karena tidak mau membangun kan yang lainnya.
sesekali Tara menguap lebar sambil berjalan terus ke kamar nya.
Tara memang memiliki dua kamar, yang satu nya lagi di rumah Darrel dan kamar satu nya lagi di rumah Bastian.
"Bismillah semoga semuanya ngak mengecewakan." gumam Tara, lalu masuk ke dalam kamar nya.
Tiba-tiba Tara teringat pada tangtangan yang di berikan Darrel pada nya.
tentunya tangtangan itu adalah sesuatu yang menguntungkan untuk Tara, dimana Tara akan mendapatkan hadiah besar, yaitu motor yang di inginkan nya.
Tabungan Tara yang masih sedikit itu akan Tara gunakan untuk kepentingan sekolah nya.
Meski masih muda Tara juga enggan terus-menerus menyusahkan orang terdekat nya.
Tara ingin hidup mandiri, dan jika dia mendapatkan hadiah motor itu akan membuat Tara pergi dan pulang sekolah dengan kendaraan sendiri, tidak merepotkan siapapun tentu nya.
"Motor ku, I'm coming." ucap nya sambil tersenyum.
Setelah selesai dengan khayalan nya yang memenangkan tangtangan nilai tinggi, Tara langsung berjalan masuk ke kamar mandi.
Di dalam kamar mandi Tara nampak bersenandung kecil sambil menyabuni tubuh nya, dan setelah di rasa semua anggota tubuhnya sudah tersabuni Tara berdiri di bawah guyuran shower.
Tara memejamkan matanya saat air shower membasahi wajah nya dan turun ke tubuhnya.
rasanya sangat dingin dan sangat segar.
Setelah selesai dengan ritual mandi nya Tara menutupi tubuhnya dengan handuk.
Ceklek..
Pintu kamar mandi terbuka..
Dan..
Aaaaa !!
Tara berteriak histeris melihat sosok yang tidak asing duduk santai di tempat tidurnya.
"Kakak keluar!" teriak Tara sambil menutupi bagian dada nya.
Waw !!
__ADS_1
Glekk..
Darrel menelan ludah nya susah payah melihat Tara yang sangat seksi di mata nya itu.
tubuh yang mungil tapi dengan porsi pas dan enak untuk di pandang.
Leher putih, kaki dan tangan yang mulus tanpa luka juga rambut basah yang semakin membuat Tara terlihat seksi di mata Darrel.
"Kakak! his keluar!" geram Tara kembali berteriak.
Membuat Darrel tersadar dari lamunan nya, dan melirik Tara yang seperti tidak nyaman di pandang oleh nya.
"Aku akan mengantarkan mu ke sekolah, cepatlah pakai baju mu." kata Darrel nampak santai dan memainkan ponselnya.
"Emang harus ya masuk kamar aku tanpa permisi, ngak sopan tau." ketus Tara kesal sambil mengambil pakaian sekolah nya di atas tempat tidur.
Darrel hanya diam mendengarkan ocehan Tara yang terus menerus menyuruh nya keluar dari kamar, Tara tidak tau saja kalau dirinya pun mengantarkan Tara karena di paksa oleh Ibunya.
Kalau tidak mana mau Darrel menjadi supir dadakan untuk Tara, mana dia masih mengantuk dan ingin tidur lagi.
semalaman dia susah tidur karena terganggu dengan tangisan twins S yang terus membangunkan nya.
"Jangan ngintip." ketus Tara.
"Iya ngak." sahut Darrel malas.
"Awas aja kalau ngintip bintitan, di kening." lanjut Tara lagi.
Yang membuat Tara tersenyum kecut.
"Percuma udah di Aminin juga, biar tau rasa." ketus Tara naik satu oktaf lagi, lalu berjalan ke kamar mandi lagi.
Darrel melihat pintu kamar mandi yang tertutup itu, lalu mengulum senyuman nya.
merasa semakin gemas dengan sikap Tara yang semakin aktif.
Siapa sih yang sih bakalan tahan dengan sikap Tara, Darrel sudah berusia 29 tahun tapi meski demikian dia belum pernah mengenal apa itu cinta, dan saat dia menyukai seseorang wanita yang di sukai nya malah menyukai pria lain.
Dan wanita itu adalah Fallen, wanita pertama yang datang ke kehidupan nya dan meruntuhkan tembok besar di hatinya.
dan sekaligus wanita pertama yang membuat nya patah hati karena cinta nya bertepuk sebelah tangan.
"Apa aku benar-benar move on dari Fallen?." gumam Darrel.
Lima bulan?, apa secepat itu dia move on dari kakak iparnya itu?.
tapi memang seharusnya sejak lama Darrel move on, hanya saja dia terus menerus bertemu dengan Fallen yang membuat nya susah move on.
"Kakak keluar dulu, aku mau nyiesir rambut sama bedakan dikit." kata Tara sambil berjalan melewati Darrel.
Darrel bangkit dari tempat tidur lalu melirik Tara.
"Ya sudah aku tunggu di luar saja." kata Darrel.
__ADS_1
"Jangan lupa pakai ikat rambut kemarin ya." lanjut nya lalu berjalan keluar dari kamar.
Tara menghela nafasnya panjang lalu bangkit dari duduk nya.
rasanya tidak nyaman karena tadi Tara lupa membawa CD nya, ya CD nya tertinggal di tempat tidur dan terduduki oleh Darrel.
"Untung kak Darrel keluar, kalau enggak bisa malu aku kalau CD pink ini di lihat orang lain, apalagi orang itu kak Darrel, bisa-bisa kena hujat tiap hari." gumam Tara sambil memeluk CD nya.
Darrel dan Tara sarapan bersama, sedangkan yang lain nya masih sibuk di kamar mengurus twins S.
"Makan yang banyak, nanti mual lagi kaya waktu itu." ucap Darrel sambil memasukan makanan ke mulutnya.
"Iya bawel." sahut Tara sewot.
"Niat nya sekolah bukan cari pacar." lanjut Darrel lagi.
Yang mana hal itu membuat Tara melirik Darrel dengan alis terangkat sebelah ke atas.
"Terserah aku dong, lagian yang laku kan aku, kenapa situ yang sewot cemburu ya." sahut Tara sambil memasukan makanan ke mulutnya.
Uhuk..uhukk..
Darrel terbatuk-batuk mendengar ucapan Tara barusan yang menyebut nya cemburu.
mana ada dia cemburu seperti itu, gadis itu benar-benar..
"Kepedean." ketus Darrel.
"Iri bilang Kakak!" Tara takalah ketus.
"Inget Nilai yang jelek." kata Darrel lagi seolah tidak mau berhenti menggoda Tara.
Dan hal itu membuat Tara kesal bukan main karena Darrel selalu saja membuat nya kesal.
sedangkan Darrel sendiri dia merasa senang karena Tara memakai ikatan rambut yang di berikan nya, meskipun tidak di pakai di rambut tapi di tangan nya.
"Aku pergi nya sendiri aja deh, Alex mau___" ucap Tara terhenti karena Darrel menyela ucapan nya.
"Ngak ada, aku antar kamu sampai sekolah, ngak ada si duralek Alex bau ketek itu, pokoknya aku yang mengantarkan kamu." tegas Darrel.
"Seenaknya ganti nama orang, Alex bukan Duralek bau ketek." kata Tara sewot.
"Terserah aku dong." ucap Darrel lagi.
Membuat Tara kesal dan minum habis susu nya, lalu melirik Darrel dengan sinis.
"Oke, berarti aku juga bakalan manggil kakak bule setengah."
________
🌹🌹🌹🌹🌹
Jangan lupa like coment and Vote ya kak ♥️
__ADS_1