Salah Ranjang (Hot Daddy)

Salah Ranjang (Hot Daddy)
Pesan ancaman.


__ADS_3

^^H A P P Y R E A D I N G^^


🌹🌹🌹🌹🌹


"Meen je het?"


"Kau serius?"


"Ja, ik ben in Nederland op zoek naar een nieuwe echtgenoot."


"Ya, aku di Belanda untuk mencari suami baru"


"Ik ga met mama en de anderen naar je huis."


"Aku akan ke rumah mu bersama ibu dan yang lain nya."


Dan di saat itulah Mom Dena langsung melotot, terakhir dia bertemu ibunya yang galak itu adalah beberapa tahun lalu, dan jangan lupakan nenek tua pasti akan memukul bokong nya kerena sudah lama tidak menemui nya.


"Ben je er nog?"


"Kau masih di sana?."


"Ja, ik luister nog steeds en je kunt bij mij thuis komen."


"Ya aku masih mendengarkan dan kalian bisa kerumah ku."


"Oké, ik ben er vanavond, doei."


"Baiklah, aku akan kesana nanti malam, bye."


Mom Dena melihat layar ponselnya, lalu menghembuskan nafas nya kasar.


"Mereka pasti akan menertawakan ku karena aku menjadi janda, dan mengatakan jika seharusnya aku menikahi Frengky si pria botak berbadan bulat itu, nowwww " Mom Dena merinding membayangkan saat kedatangan ibu dan keluarga nya yang lain nya.


Apalagi satu hal yang dia lupakan adalah Mom Dena tidak mengabari pada Ibunya jika dia sudah memiliki cicit tiga dari Bastian, dan mungkin akan bertambah lagi amarah sang ibu yang akan di dapatkan Mom Dena.


Bukkkk !!


Mom Dena dengan sengaja memukul bokong Ibu Rosalina, dia kesal karena ibu Rosalina hanya bersantai saja kerjaan nya.


"Dena!" teriak Ibu Rosalina.


"Apa!" sahut Mom Dena santai.


"Kenapa kau memukul pantat ku!" ibu Rosalina mengusap bokong nya yang terasa nyeri.


Mom Dena tidak menjawab, dia duduk di sopa dengan wajah yang terlihat kesal, bagaimana tidak kesal malam ini dia akan kedatangan kerabatnya.


"Diamlah kau Ros, cepat bantu berpikir." lanjut Mom Dena.


Membuat Ibu Rosalina melirik Mom Dena dengan wajah bingung nya.


dan melihat wajah bingung mantan madu yang sudah dia anggap seperti teman nya itu membuat Mom Dena mengembuskan napas nya kasar.

__ADS_1


"Kerabat ku akan datang, mereka pasti akan rempong dan banyak bertanya." kata Mom Dena.


"Apa salahnya, itu hal wajar kalian tidak bertemu selama bertahun-tahun, bukan." balas Ibu Rosalina.


"Kau tidak tau bagaimana menyebalkan mereka, kerabat ku itu memiliki bibir yang lebar dan juga rambut yang menyeramkan." lanjut Mom Dena.


Membuat Ibu Rosalina tertawa, dan hal itu mengundang wajah kesal Mom Dena.


"Apa yang tertawa kan?." tanya Mom Dena.


"Haha, tentu saja rambut menyeramkan, bukankah kau juga memiliki rambut yang menyeramkan." sahut ibu Rosalina santai.


"Ros kau!"


Haha..


"Aku bercanda Dena, santai jangan marah-marah lagi pula apa yang kau pikirkan jika mereka membuat mu merasa tersudutkan maka jangan masukkan mereka ke rumah kita, simpel bukan?."


Mom Dena terdiam sebentar, yang membuat ibu Rosalina kembali mengeluarkan suaranya.


"Lagi pula kedatangan kita ke sini untuk bersenang-senang Dena, lebih baik malam ini kita mencari mereka ke tempat yang di katakan berondong Lian." lanjut ibu Rosalina.


Yang membuat Mom Dena langsung tersenyum.


"Kau benar Ros, tujuan kita kesini untuk mencari Daddy baru untuk anak-anak." kata Mom Dena kembali bersemangat saat mengingat duda penyemangat nya itu.


Selama empat hari keduanya di negri kincir angin itu, keduanya memang belum kunjung bertemu dengan dua duda yang akan keduanya jadikan suami itu.


"Kau ingin makan apa?." tanya ibu Rosalina.


"Terserah, aku akan menelpon kerabat ku untuk membatalkan Pertemuan." sahut Mom Dena sambil berjalan menjauh.


Ibu Rosalina menghembuskan nafas nya kasar, lalu berjalan ke dapur.


dan saat melihat kulkas dia kaget karena hanya ada sayur dan telor saja di kulkas nya itu.


"Pantas saja terserah di kulkas pun hanya ada sayur dan telur." gumam Ibu Rosalina sambil menggeleng kepalanya.


"Jika makan seperti ini terus aku bisa kurus, oh bokong montok ku kau akan tepos." lanjut Ibu Roslina, lalu mengambil sayuran nya dan mulai memasak.


Kembali ke Indonesia, Bastian menerima notifikasi dari luar negri yang memperlihatkan pengeluaran ibu nya.


"Setelah membeli rumah apa yang di lakukan dua nenek tua itu, apa mereka membeli berondong lagi." gumam Bastian sambil menggeleng kepalanya melihat jumlah pengeluaran empat hari dari Mom Dena.


Bastian kembali melihat layar ponselnya, di sana dia melihat ada satu pesan lagi, tapi dari nomer yang tidak di kenal.


"AKU AKAN MEMBALAS MU! AKU AKAN MENGAMBIL APA YANG TELAH MENJADI MILIK MU!"


Pesan itu membuat Bastian menaikan sebelah alisnya, tanpa berniat membalas pesan yang berisi omong kosong itu Bastian langsung mengusap layar ponselnya.


"Saya punya pekerjaan untuk mu, dan selesaikan sekarang juga." ucap Bastian.


"Baik tuan." seolah sudah paham dengan apa yang di maksud dengan pekerjaan oleh Bastian.

__ADS_1


Setelah mengatakan itu Bastian langsung mematikan ponsel nya sepihak.


lalu menghembuskan nafas nya kasar.


"Siapa yang sudah berani mengancam ku." gumam Bastian sambil mengepalkan tangan nya.


Beberapa menit berlalu..


Bastian terus melihat ponselnya sampai akhirnya sebuah panggilan telpon terlihat di layar ponsel nya.


"Bagaimana?."


"Nomer nya sudah tidak aktif tuan, dan bukan hanya itu saja seperti dia menggunakan identitas orang lain untuk mengaktifkan nya."


Penjelasan itu membuat Bastian semakin bertambah kesal bukan main, dia langsung kembali mematikan panggilan nya sepihak lagi, lalu mengebrak meja.


"Berani nya pria itu bermain-main dengan seorang Bastian, apa dia tidak tau jika bermain dengan ku sama saja cari mati!" ucap Bastian dengan wajah yang melotot tajam.


Bugkkk !!


Bastian kembali mengebrak meja dengan tinjuan nya.


Dan semenit kemudian alih-alih semakin kesal dan marah Bastian malah langsung mengaduh kesakitan.


"Awww.. aduhh sakit." gumam Bastian meniup-niupkan tangan nya yang terasa sakit.


Dan semua itu di lihat oleh Jenn yang baru membukakan pintu, Jenn menahan tawanya melihat bagaimana konyol nya Bastian.


"Tuan."


"Kau melihat nya?"


Jenn mengangguk dengan wajah santai nya.


"Lupakan kejadian konyol barusan, aku akan menaikan gajih mu."


"Terimakasih tuan."


"File nya tuan." Lanjut Jenn sambil memberikan berkas yang di minta sang Bos.


Dan setelah itu Jenn keluar dari ruangan Bos nya, dan saat baru berjalan beberapa langkah tiba-tiba Jenn mendengar suara di ponselnya.


Jenn mengusap layar ponselnya dan dia melihat notifikasi pesan transfer an dari Bos nya.


"Waw, lain kali aku harap aku melihat kekonyolan tuan Bastian lagi." gumam Jenn sambil tersenyum saat melihat jumlah tutup mulut nya.


_______


🌹🌹🌹🌹🌹


Ada yang tau siapa musuh nya? coba tebak🤧


Jangan lupa like coment and Vote ya kak ♥️

__ADS_1


__ADS_2