
^^H A P P Y R E A D I N G^^
๐น๐น๐น๐น๐น
Rosalina menatap Mom Dena dengan wajah yang penuh dengan kebencian, Darrel yang tau akan maksud Ibu nya mencoba menghentikan nya, tapi Rosalina tetap bersikeras untuk membalas kan semua dendam nya.
Yang Darrel tau memang Om nya meninggal karena bunuh diri bukan di bunuh, dan jika semua itu ada sangkut pautnya dengan ibu tirinya maka yang salah tetap Om nya karena telah menghabisi diri nya sendiri dengan cara bunuh diri.
"Kau yang membunuh kakak ku." kata Rosalina.
"Membunuh kakak mu? aku?, kau habis salah minum obat atau salah makan bangkai kenapa menuduh ku seperti itu?." sahut Mom Dena tidak percaya dengan apa yang di katakan Rosalina.
"Kau menolak kakak ku, Reza adalah kakak kandung ku yang kau buat patah hati." kata Rosalina lagi.
Mom Dena menggelengkan kepalanya mendengar omong kosong yang di ucapkan Rosalina.
dia juga tidak percaya jika Reza pria yang pernah menjadi rekan kerja nya dulu saat masih berkeluarga, ternyata adalah kakak nya Rosalina.
Susah kalau berurusan dengan orang yang tidak bisa berpikir sesuai logika, Reza mengajak nya selingkuh dan tentu saja hal itu di tentang oleh Mom Dena yang sangat mencintai suami dan anak nya.
"Dasar pembunuh!" hardik Rosalina.
"Hentikan omong kosong mu Rosa, kau tidak tau cerita nya jadi jangan so tau, dengarkan aku baik-baik kakak mu Reza memang mengutarakan cinta nya pada ku dia bahkan ingin memulai hidup bersama ku, Dan ya aku menolak nya, aku menolak nya karena dia telah mengatakan sesuatu tidak pantas untuk wanita yang sudah berkeluarga." jelas Mom Dena.
"Tidak seharusnya dia mengatakan cinta nya, aku hanya menganggapnya sebagai teman biasa tidak lebih, dan untuk masalah dia yang bunuh diri seharusnya kau menanyakan semua itu pada diri mu sendiri Rosa!" lanjut Mom Dena.
Membuat Rosalina yang terdiam menjadi menatap Mom Dena tajam.
"Apa maksud mu? Dena." tanya Rosalina dingin.
Mom Dena tersenyum kecut, masih teringat jelas di ingatan nya kejadian beberapa belasan tahun lalu, Reza yang datang pada nya dan mengatakan jika dia terlilit hutang karena ulah adiknya yang selalu ingin hidup serba ada, semuanya dia tanggung sendiri bahkan Reza juga sering meminta pekerjaan tambahan pada Mom Dena.
Saat itu Mom Dena yang seorang istri dari perusahaan yang masih rintisan hanya bisa memberikan pekerjaan sebagai detektif untuk Reza.
Yaitu mencari tau apa alasan suaminya sering pulang malam bahkan tak jarang pulang seminggu dua kali.
Dan sekarang Mom Dena tau alasannya kenapa Reza memundurkan dirinya.
__ADS_1
Reza sudah tau kalau selingkuhan suami Mom Dena adalah adik nya sendiri dan mungkin itu juga yang menjadi penyebab Reza meminta Mom Dena untuk bercerai dengan Daddy nya Bastian.
"Apa kau tidak pernah sadar jika kau adalah orang pertama yang harus meminta maaf pada kakak mu?, Reza bunuh diri karena mu!" sahut Mom Dena membuat wajah Rosalina memerah.
"Jangan membalikan fakta Dena, Kakak ku meninggal karena di tolak cinta nya oleh mu, dan kau harus bertanggung jawab atas semua itu." tegas Rosalina.
"Hanya orang bodoh yang akan bunuh diri hanya karena cinta nya tak terbalaskan Rosa, aku seorang ibu dari satu anak apa mungkin kakak mu yang tampan itu mau merelakan nyawa nya hanya karena aku tolak?, berfikir lah sebelum menuduh." ucap Mom Dena sambil mengetuk kepala nya pelan.
Mendengar penuturan Mom Dena seolah menjadi pukulan keras untuk Rosalina, selama ini dia selalu berpikir jika kakak nya bunuh diri kerena di tolak oleh Mom Dena.
Tapi sekarang dia harus menelan fakta pahit jika penyebab sebenarnya kakak nya mengakhiri hidupnya adalah diri nya.
karena diri nya yang selalu meminta kehidupan mewah tanpa memikirkan cara apa yang di pakai kakak nya untuk mendapatkan apa yang dia mau.
Melihat Rosalina yang terdiam dan sedang berpikir membuat Mom Dena menghela nafasnya.
"Sangat di sayangkan kakak mu meninggal dengan cara tragis, tapi kau beruntung memiliki Kakak seperti Reza, dia lembur dan kerja banting tulang hanya untuk mu, dan aku baru tau semuanya hari ini jika ternyata adik kesayangan nya yang sering di ceritakan Reza itu adalah kau, seorang pelakor!" ucap Mom Dena.
"Bas, bawa Istri mu ke mobil, kita pulang sekarang." Lanjut Mom Dena melirik ketiga manusia yang duduk di sopa seolah menonton pertengkaran nya.
Bastian langsung berdiri, tapi Fallen yang sedang asyik memberikan beberapa ikatan rambut di kepala Darrel malah menggelengkan kepalanya.
"Mom pulang lah lebih dulu, seperti nya hari ini Mom sangat emosi, di luar ada supir yang sudah siap mengantar Mom ke Apartemen." kata Bastian membuat Mom Dena menghela nafas nya panjang.
Sebelum pulang Mom Dena melirik Rosalina yang masih berdiri dengan raut wajah yang tidak bisa di artikan itu.
"Penyesalan memang tidak ada yang menyenangkan, kau beruntung aku masih memiliki rasa kasihan pada wanita tua seperti mu sehingga kau tidak di penjara, tapi ingat satu hal Rosa! jika kau melakukan hal gila lagi maka aku yang akan turun tangan, aku tidak akan tinggal diam saja saat anak cucu ku kau usik ketentraman nya, camkan itu Rosalina!" tegas Mom Dena lalu pergi meninggalkan kediaman Rosalina.
Fallen yang melihat Mom Dena pergi langsung menghela nafasnya.
"Bas bantu adik mu untuk mencuci wajah nya." kata Fallen.
Bastian yang mendengar perintah Istri nya melotot.
"Hah! aku?." tanya Bastian.
"Iya kamu, siapa lagi kakak nya Darrel, ayo cepat jangan banyak penolakan." kata Fallen membuat Bastian menghela nafas nya kasar.
__ADS_1
"Ayo." kata Bastian ketus, membuat Darrel langsung berdiri dan berjalan di ikuti Bastian.
Samar-samar Fallen mendengar suara pertengkaran, membuat Fallen langsung berteriak.
"Jangan bertengkar, awas saja kalau kalian bertengkar lagi aku akan kebiri kalian berdua." kata Fallen saat Bastian dan Darrel berjalan dengan suara bisik-bisik yang entah apa isi nya itu.
"Iya." sahut Bastian dan Darrel bersamaan.
Setelah kepergian Bastian dan Darrel Fallen langsung menghela nafasnya panjang.
matanya menangkap sosok wanita yang seusia Mom Dena masih tetap berdiri mematung dengan ekspresi terlihat sedih.
Fallen beranjak berdiri, dia berjalan dengan perut nya yang sudah semakin bertambah buncit itu.
"Aku tidak tau apa yang ibu rasakan, entah menyesal atau tidak, aku tidak bisa membenarkan cara ibu yang menjadi istri kedua Daddy Bastian, begitupun dengan dendam ibu untuk Mom Dena, tapi terlepas dari itu aku tau ibu hanya lah seorang ibu yang ingin memperjuangkan sesuatu untuk anak nya, ya meski cara yang ibu pakai salah." ucap Fallen terjeda.
"Aku punya ibu tiri, dia jahat dan mengambil semua harta Mama begitupun dengan Papa yang memilih pindah ke luar negri dengan istri muda nya, rasanya sakit saat mengetahui hidup sendiri tanpa sosok orang tua, tapi aku tidak membenci mereka, meski rasanya sunyi sepi hidup tanpa orang yang di sayang sampai akhir nya takdir mempertemukan aku dengan Bastian, Mom Dena, Darrel dan teman-teman ku yang lain nya, mereka baik pada ku, membuat aku tidak merasa sunyi lagi." lanjut Fallen lagi sambil tersenyum kecil.
Rosalina melirik Fallen dengan tatapan tak terbaca, lalu menunduk, dia merasa malu karena di usia nya yang sudah tua dia hanya memikirkan harta dan dendam nya saja.
"Butuh sandaran untuk menangis?." tanya Fallen.
"Apa boleh?." tanya Rosalina.
Fallen tersenyum kecil.
"Yang ngak boleh kalau ibu dorong aku, meski aku hamil dari anak tiri Ibu tapi anak-anak ku yang ada di dalam perut ku ini adalah cucu ibu juga, masa iya seorang nenek bisa tega mengakhiri hidup cucu nya, ibu tidak sejahat itu bukan?." tanya balik Fallen.
Membuat Rosalina seketika memeluk Fallen sambil terisak-isak.
untuk pertama kalinya dia benar-benar merasa menjadi seseorang yang sangat bodoh.
___________
๐น๐น๐น๐น๐น
Yang bingung masalah cover nya udah ganti ya guys ๐ค
__ADS_1
Ehk iya btw sampai sini alur nya lelet ngak? aku sengaja ngak bertele-tele soalnya biar konflik nya mau ngambil yang ringan-ringan aja, kalau mau banyak actionnya mampir aja di "Istri cantik tuan muda kejam" penuh dengan tembak jedor dan berdarah-darah๐
Jangan lupa like coment and Vote ya kak โฅ๏ธ