
^^H A P P Y R E A D I N G^^
🌹🌹🌹🌹🌹
"Ibu mau makan ngak?." tanya Fallen.
Mom Dena mengangguk kecil, dia memang sudah makan sebelum ke rumah Fallen tapi dia penasaran makanan apa yang akan di sajikan menantu nya untuk nya.
Fallen berjalan ke arah dapur, tentunya di ikuti oleh Mom Dena yang mengikuti langkah kaki Fallen membawa nya.
Mom Dena melihat Fallen yang mulai mengambil beberapa bahan masakan, hal itu tentu nya membuat Mom Dena semakin di penasaran dengan masakan buatan menantu nya.
"Cantik, baik, Sholehah.. ngak neko-neko bisa di bawa hidup susah juga it's oke, dan jago masak lagi." batin Mom Dena semakin takjub dengan sosok Fallentina.
"Fallen, apa kamu suka memasak?." tanya Mom Dena sambil duduk di kursi meja makan.
Dia harus membuat Fallen nyaman dengan nya dulu, maka dari itu Mom Dena memilih untuk tidak terburu-buru karena hal itu pasti akan membuat Fallen tidak nyaman.
Fallen melirik Mom Dena lalu mengangguk kecil, "Iya Bu, dari kecil aku selalu membantu Mama memasak di dapur, dan Alhamdulillah juga aku bisa memiliki usaha restoran yang baru merintis." sahut Fallen sambil memasak.
"Wuah hebat, Mom dulu juga suka memasak, tapi setelah Daddy Bastian pergi Mom tidak lagi suka memasak." kata Mom Dena.
"Tapi Mom bangga padamu yang sudah berani memulai bisnis di usia muda, kamu hebat Fallen, Mom bangga padamu." lanjut Mom Dena lagi.
Kini kekesalan Mom Dena untuk Bastian semakin bertambah, Bastian bukan hanya sudah menutupi tentang ketiga cucu kembar nya, tapi Bastian juga telah berani membuang menantu sesempurna Fallentina.
Mendengar pujian Mom Dena Fallen hanya tersenyum kecil, belum pernah sebelum nya ada yang mau memuji nya, lebih tepatnya setelah kepergian Mama nya.
Bahkan Papa nya sekalipun tidak pernah melihat semua kemampuan nya, atau sekedar mengatakan jika Dia bangga memiliki putri seperti diri nya.
Papa nya terlalu sibuk memperhatikan wanita lain, Mama tirinya.
Fallen mulai memasak dan tentunya semua nya tak luput dari kaca mata penglihatan Mom Dena, kelihaian Fallen memasak yang sudah seperti koki.
Setelah menunggu beberapa menit akhirnya masakan Fallen sudah siap di hidangkan, Mom Dena membantu Fallen untuk mengambilkan nasi, dan menuangkan air minum di gelas mereka masing-masing, sesuatu yang belum pernah di lakukan oleh Mom Dena sebelum nya.
Mom Dena memasukan sesuap makanan nya ke mulut nya, lalu terdiam untuk beberapa saat.
"Wow!"
Hah?.
"Kenapa Bu?." tanya Fallen.
Mom Dena menatap Fallen lalu mengacungkan kedua jempol nya.
"Masakan mu benar-benar lezat cantik, Mom bisa gendut kalau terus makan makanan yang enak seperti ini." sahut Mom Dena kembali memasukkan makanan nya ke mulutnya.
Fallen tersenyum kecil mendengar pujian Mom Dena lagi.
"Terimakasih untuk pujian yang Ibu berikan." kata Fallen sambil tersenyum.
Mom Dena mengangguk sambil tersenyum.
"Kamu pantas mendapatkan pujian ini, bahkan lebih dari ini." sahut Mom Dena dan kembali makan.
__ADS_1
Keduanya makan dengan khitmat, tidak ada kecanggungan di antara keduanya.
Fallen dan Mom Dena benar-benar bisa menempatkan dirinya masing-masing seolah keduanya sudah lama saling mengenal.
Bahkan tak hanya itu Mom Dena juga berhasil tidur di satu ranjang yang sama dengan menantu nya.
Mom Dena benar-benar pintar memainkan sandiwara nya untuk menjadi seorang ibu mertua yang takut pada kesunyian malam.
Mom Dena mengerejapkan matanya saat mendapatkan beberapa kali pukulan di wajahnya dan di lengan nya.
Dan betapa kagetnya dia melihat Fallen yang tidur dengan posisi yang tidak bisa di sebut seperti wanita seutuhnya.
Satu kaki Fallen menindih perut nya, dan jangan lupakan tangan kecil Fallen yang tadi berkali-kali memukul nya.
"Ngak papa, orang cantik mah bebas." gumam Mom Dena sambil mencoba menjauhkan kaki Fallen dari perut nya.
Fallen yang merasakan ada pergerakan membuka matanya perlahan, dan dia kaget melihat sosok wanita berambut acak-acakan sedang duduk di samping nya.
"Aaaa hantu." teriak Fallen.
"Hantu!" Mom Dena melirik ke sumber suara.
Brukkk !!
Mom Dena jatuh ke lantai karena tendangan ibu hamil.
"Bu? apa itu ibu?." tanya Fallen tidak berani melihat ke bawah.
Mom Dena meringis sakit, bokong nya terasa sakit karena jatuh tadi.
"Tolong Mom, hiks bokong Mom sakit." ucap Mom Dena meminta bantuan.
Fallen langsung membulatkan matanya mendengar suara mantan mertuanya yang kesakitan, seperti nya dia salah mengira jika sosok yang tadi itu adalah mantan mertuanya.
"Tolong!" ucap Mom Dena lagi membuat Fallen beranjak berdiri dan berjalan mendekati Mom Dena.
Fallen membantu Mom Dena untuk duduk di pinggir ranjang, dia mengerutkan keningnya melihat rambut Mom Dena yang tidak serapih semalam.
"Apa sakit Bu, maaf tadi aku replek." kata Fallen merasa bersalah.
Mom Dena mengusap pinggang nya, lalu menatap Fallen.
"Jangan melihat Mom begitu, ini tidak apa hanya sakit sedikit." kata Mom tidak berani marah, apalagi melihat wajah yang penuh rasa bersalah dari Fallen.
"Maaf tadi aku pikir ibu itu hantu, rambut ibu terlihat aneh saat bangun tidur, maafkan aku Bu." kata Fallen.
Tentu saja hal itu mengundang tawa Mom Dena, dia menyuruh Fallen mendekati nya dan setelah Fallen mendekat Mom Dena langsung berbisik di telinga Fallen.
"Sebenarnya rambut Mom lurus karena catokan, ini rambut asli Mom dan karena kamu tau semua ini jadi Mom harap kamu bisa merahasiakan nya dari siapapun, termasuk Daddy si Twins." bisik Mom Dena di telinga Fallen.
Jika Bastian tau perihal rambut keriting nya bisa-bisa Mom Dena mendapatkan ledekan dark putra nya.
sejak dulu Mom Dena sudah terbiasa rapih dan selalu ingin terlihat sempurna di mata putra nya, bahkan Mom Dena rela bangun pagi hanya untuk mencatok rambut nya agar terlihat lurus.
Fallen melongo mendengar penuturan Mom Dena, dia buru-buru mengusap perut nya, lalu melihat ke arah Mom Dena.
__ADS_1
"Iya, Bu." Sahut nya dengan suara kecil.
Setelah drama itu keduanya langsung mandi lalu sholat subuh, beda nya sekarang Fallen yang menjadi imam nya, Mom Dena masih merasa sakit di bagian bokong dan pinggang nya jadi Mom Dena sholat dengan posisi duduk.
Selesai dengan kewajiban nya yang dua rakaat Fallen langsung memakai pakaian kerja nya, begitu pun dengan Mom Dena yang yang sedang make up.
Tok..tok..tok..
Mom Dena yang mendengar suara pintu langsung melirik Fallen yang sedang duduk di depan meja rias.
"Mom yang buka ya." kata Mom Dena.
Fallen hanya menganggukkan kepalanya karena dia memang sedang buru-buru, Fallen belum menyiapkan sarapan untuk Mom Dena.
"Roti aja kali ya, kan Mom nya Bastian itu bule pasti suka nya gandum." gumam Fallen.
Sedangkan Mom Dena yang baru membuka pintu mengerutkan keningnya karena menerima kiriman gofood makanan dari seseorang.
Dan kiriman makanan itu bukan hanya satu, tapi dua.
"Berapa banyak saingan Bastian, kenapa banyak sekali orang yang mengirimi makanan untuk menantu ku." gumam Mom Dena.
"Siapa Bu?." tanya Fallen mendekat.
"Ini kiriman makanan, tapi ngak tau dari siapa ngak ada nama pengirim nya soalnya." sahut Mom Dena sambil duduk di sopa.
Tiba-tiba ada pesan yang masuk ke ponselnya, membuat Fallen langsung membaca nya.
Juanda 🐼
"Pagi Valentine, jangan lupa makan ya aku kirimin makan spesial buat kamu, maaf belum bisa main soalnya aku lagi di kota A sama Mami, oh iya kamu juga dapat salam dari Mami."
Fallen tersenyum membaca nya, dia sangat senang memiliki teman yang pengertian dan baik seperti Juan.
"Makasih Juanda, ngak apa lain kali kita pasti bisa bertemu lagi, oh iya salam dari Mami Anita aku balas dengan salam rindu ya, bilangin Fallen rindu Mami."
Setelah memberikan balasan untuk Juan tiba-tiba ponsel Fallen kembali mendapatkan pesan masuk lagi.
Darrel 👹
"Pagi, apa makanan nya sudah datang?."
Fallen melirik kedua makanan itu, ternyata yang satu nya lagi dari Darrel, dia pikir yang satu nya lagi itu dari Bastian.
tapi ternyata dugaan nya itu salah besar.
"Selamat pagi juga tuan, makanan nya sudah datang, terimakasih." balasan Fallen.
"Ngak bisa di biarkan, aku harus cepat-cepat bertindak lengah sedikit nanti Bastian malah kehilangan anak-anak nya." batin Mom Dena.
_________
🌹🌹🌹🌹🌹
Jangan lupa like coment and Vote ya kak ♥️
__ADS_1