
^^H A P P Y R E A D I N G^^
🌹🌹🌹🌹🌹
Fallen sangat sibuk hari ini, bukan karena Baby S tapi karena siang ini teman nya dan taman suaminya akan berkunjung ke rumah untuk reuni.
Makanan sudah tersaji di meja makan, Fallen yang melihat itu tentu senang karena dia yang memasak semuanya, dan jangan lupakan tempe orek kesukaan Juanda, Fallen akan menyambut kepulangan sahabatnya yang baru pulang dari luar negri itu.
Selain makanan kesukaan Juanda Fallen juga membuatkan beberapa makanan kesukaan Bastian tentu nya, Fallen tau Bastian selalu cemburu saat Fallen memasak makanan untuk Juanda.
"Sayang, mereka akan datang sebentar lagi." kata Fallen yang baru masuk ke kamar.
Bastian yang sedang memakai baju itu berjalan mendekati istrinya.
"Seharusnya kamu nggak perlu repot-repot siapin semua nya sayang kan ada bibi pembantu." kata Bastian.
"Nggak papa dong sayang, lagian aku suka kok masak makanan kesukaan kamu." balas Fallen menyisir rambut sang suami lalu tersenyum saat melihat hasilnya.
"Genteng nya suami aku." lanjut Fallen sambil mengusap bulu-bulu halus di dagu suami nya yang semakin membuat Bastian terlihat tampan, dan juga hot.
Bastian mengulum senyum nya mendengar ucapan istri nya yang memuji ketampanan nya itu.
"Aku memang sudah tampan sejak lahir sayang, kamu beruntung kan punya suami setampan sekaya aku." balas Bastian.
Dan Fallen hanya mengangguk mendengar suaminya yang mulai narsis itu.
tidak penting seberapa percaya dirinya Bastian karena itu memang watak suaminya yang tidak bisa di ganggu gugat.
Lagi pula Bastian pantas jika suka memuji diri sendiri, toh memang Bastian sangat tampan dan hot membuat ibu tiga anak di depan nya terus menerus merasakan jatuh cinta.
"Iya aku beruntung." balas Fallen sambil tersenyum. "Sekarang keluar duluan gih, sambut tamu nya aku mau siap-siap dulu." lanjut Fallen membuat Bastian tersenyum.
"Cium dulu dong." kata Bastian menahan tangan istri nya.
"Harus sekarang?." tanya Fallen.
Dan Bastian mengangguk kecil.
"Tentu, nggak ada ciuman aku nggak akan keluar kamar loh." balas Bastian sambil tersenyum.
Hufh..
"Baiklah." ucap Fallen akhirnya mengalah.
Cup..
Hemphh..
Bastian menahan tengkuk istrinya, dan memperdalam ciuman nya.
membuat Fallen hanya bisa pasrah dengan apa yang terjadi.
Sampai akhirnya ciuman itu terhenti karena sebuah ketukan pintu.
"Dasar mesum." Fallen buru-buru berjalan masuk ke kamar mandi, meninggalkan Bastian yang tersenyum sambil mengelap bibirnya yang sedikit basah.
Tok..tok..
__ADS_1
Bastian berjalan mendekati pintu, dan langsung membuka pintu nya.
"Ada apa?." tanya Bastian dingin.
"Tamu nya sudah datang tuan." jelas bibi pembantu.
Membuat Bastian langsung menutup pintu, lalu berjalan cepat meninggalkan kamar.
"Jangan sampai Mom membuat aksi gilanya." gumam Bastian ingat jika ibu nya ikut serta ke dalam acara yang dia adakan itu.
Mendengar kata Mom nya yang menyukai Lian membuat Bastian tentu saja menjadi kesal, bukan marah tapi Entah lah Bastian merasa ibu nya itu sudah hampir di luar batasan nya.
Mana ada seorang ibu-ibu berumur 58 tahun ingin menikahi pria yang seumuran anak nya, itu hanya terjadi dalam dongeng saja, dan tidak ada dalam cerita gila di dalam hidup Bastian.
"Astaga.." Bastian kaget saat melihat Mom Dena sudah memangku anak laki-laki yang masih berusia 1 tahun lebih itu.
"Anak pinter, siapa nama nya ganteng." ucap Mom Dena so akrab.
Tapi bukan nya menjawab anak laki-laki yang memiliki nama panggilan Willy itu malah melirik sang Daddy, lalu menangis kencang.
"Mom menakuti Willy." Bastian mengambil alih untuk menggendong Willy.
Dan lagi-lagi tangis Willy semakin pecah, membuat Bastian yang sedang menggendong Willy itu jadi nyengir.
"Dan kau lebih menakutkan dari Mom." sahut Mom Dena tersenyum meledek ke arah putra menyebalkan nya.
Lian memberi kode pada pengasih baru nya untuk menggendong Willy, tapi Willy semakin kencang menangis nya membuat Lian menarik nafasnya panjang dan menggendong putra nya.
"Stop menangis, son." kata Lian sambil mengusap air mata di wajah sang putra.
Dan seketika Willy berhenti menangis saat itu juga, membuat Bastian Juan dan yang lain nya langsung mengaga, merasa Lian sangat hebat dan ahli dalam masalah menghentikan tangis bayi.
"Astaga, apa dia masih jomblo, hihi aku harus segera mencari tau." batin Mom Dena.
Bastian mengajak tamu nya ke ruangan bersantai, Juan yang juga hadir di acara reuni itu hanya diam karena kesan terkahir bertemu Bastian adalah berantem.
Sementara itu anak-anak yang sudah mulai aktif di titipkan pada Mom Dena dan Ibu Rosalina juga berapa pengasuh twins.
"Lo ko pada diem sih." Fallen yang baru datang dengan dress anggun nya itu memancing pandangan penuh kagum di wajah Juan.
"Juanda! aaa Rindu.." Fallen langsung berjalan mendekati Juan ingin memeluk sahabat lama nya, tapi langkah nya di hentikan dengan sebuah deheuman suami tercintanya.
Ekhem..
Fallen menghentikan langkah nya lalu melirik suaminya.
"Astaga, maaf Juanda kita nggak bisa pelukan lagi, tapi tenang aja salaman boleh ko." kata Fallen melanjutkan langkah nya mendekati Juan.
Acara salam-salaman pun terjadi, membuat Juan menggelengkan kepalanya.
"Ini acara reuni atau hari raya idul Fitri yang harus maaf-maafan." celetuk Juan.
Fallen mengangkat bahunya ke atas.
"Maklum, namanya juga suami posesif." kata Fallen lalu duduk di dekat suaminya.
"kalian udah makan?." tanya Fallen.
__ADS_1
Ketiga nya kompak menggelengkan kepalanya, membuat Fallen ber..oh ria.
lalu mata nya melihat semua sisi mencari seseorang.
"Kita makan aja yuk." Juan yang lapar langsung berdiri.
"Jangan dulu, ada tamu lagi.." kata Fallen.
"Siapa?." kompak Juan dan Lian sambil melihat ke arah Fallen.
Menurut keduanya teman Bastian hanya Lian, dan begitupun sebaliknya yang Juan tau teman Fallen adalah Rania, dan Juan juga baru tau kalau Rania sudah meninggal dunia setelah menikah dengan Lian.
"Ahkk itu tamu terakhir kita." Fallen langsung tersenyum ke arah sebrang.
Membuat Juan dan Lian kompak melihat ke arah mata Fallen melihat.
Dan yang terlihat hanyalah Darrel dan Tara yang berjalan mendekat ke arah nya.
"Pasangan bucin." celetuk Bastian.
"Bukan." sahut Fallen.
Juan dan Lian melihat Tara dan Darrel yang menurut keduanya lebai itu langsung memalingkan wajahnya, seperti nya di sini hanya kedua pria itu yang tidak membawa pasangan nya.
Sampai akhir..
"Maaf nona, saya telat." ucap Jenn yang baru datang.
Jenn nampak cantik dengan balutan dress nya yang sangat cocok di kenakan di tubuh Jenn.
Dan seketika Juan melihat ke arah Jenn.
"Siapa Fall?." tanya Juan.
"Dia Jenn, asisten Bastian." sahut Fallen.
Lian melihat Jenn, lalu tersenyum kecut.
"Pantas, wajahnya pasaran ternyata dia yang kemarin sore datang dan membuat kekacauan." kata Lian santai.
Yang membuat semua mata menatap ke arah nya dengan wajah bingung.
terkecuali Bastian yang nampak tersenyum senang.
"Yes, aku sudah bayangkan jika Lian pasti akan mudah di usik, semoga saja Lian cepat keluar dari Jona karatan nya." batin Bastian tersenyum senang.
"Seperti nya banyak yang aku lewatkan, jangan sampai Bastian memiliki niatan untuk menjodohkan Lian dengan Jenn." batin Fallen curiga.
__________
🌹🌹🌹🌹🌹
Couple JJ?
atau
couple LJ nih?
__ADS_1
Jangan lupa like coment and Vote ya kak ♥️