
^^H A P P Y R E A D I N G^^
🌹🌹🌹🌹🌹
Kelahiran anak pertama Hana membuat semua kerabatnya ikut senang, termasuk Tara sang adik yang juga ikut bahagia dengan kelahiran putri kecil sang kakak.
Gadis mungil itu bernama Ayuna Nafisa seperti namanya yang indah, wajahnya juga cantik dengan kulit seputih susu yang di miliki gadis mungil itu.
"Kak Fallen, aku antar anak-anak sekolah dulu ya." kata Tara.
"Iya, hati-hati ya nanti aku nyusul, nunggu siap dulu makan siang nya." balas Fallen sambil mengedipkan sebelah mata nya.
Triplets S memang sudah masuk sekolah, Fallen ingin anak-anak nya mudah berbaur dengan yang lain nya, dan maka dari itu Fallen memasukan anak-anak nya ke sekolah balita di usia triplets S yang masih 2 tahun.
"Mommy dadah " Syakira berjalan duluan.
Tapi baru bebarapa langkah terdengar suara gadis kecil itu yang berlari ke dapur.
"Cium Mom." Pinta Syakira.
Cup..
"Sudah sana berangkat, yang pinter ya menghitung nya." kata Fallen sambil mengusap pipi sang putri.
"Minta uang." Syakira tersenyum.
"Nih, inget buat apa ini?" tanya Fallen.
Syakira mengangguk.
"Buat anak di pinggil jalan, kacian belum mam kan?" sahut nya dengan wajah menggemaskan, dan tersenyum saat melihat uang berwarna hijau yang di berikan Mommy nya.
Membuat Fallen gemas segemas gemasnya pada sang putri bungsu nya.
"Pinter banget sih anak Mommy." Fallen mengecup kembali pipi sang putri.
Syakira memang mengikuti setiap yang dia lakukan, seperti sekarang gadis kecilnya itu selalu meminta uang dua puluh ribu untuk di anak-anak jalanan di lampu merah.
"Kira cepat!!"
Suara teriakan Syaka terdengar, membuat Syakira menutup bibir nya dengan tangan.
"Oow kak Syaka panggil, Kira au cekolah dulu, bye Mom." kata Syakira sambil berlari.
Membuat Fallen yang melihat nya geleng-geleng kepala, bagaimana tidak Syakira berlari dengan tubuh gempal nya, yang membuat pipi dan perutnya juga ikut bergoyang jika gadis kecil itu berlari.
__ADS_1
"Hati-hati, jangan lari Ndut!" kini Fallen yang menutup bibirnya, salah bicara.
Dan benar saja Syakira kembali seperkian detik setelah di panggil Ndut oleh Mommy nya.
"Mom kok gitu cih, nakal ya bilangin Daddy, aku itu cekci Mom bukan Ndut." Syakira berbicara dengan wajah nya yang menggemaskan.
Fallen nyengir melihat sang putri yang terlihat merajuk itu, dia berjongkok untuk mensejajarkan tinggi sang putri dengan dirinya.
"Maafin Mommy, janji nggak manggil Ndut lagi." kata Fallen harus melakukan ini.
Jika tidak bisa habis dia terkena kebawelan anak dan suaminya, apalagi Bastian paling tidak suka jika ada yang mengatai putri kesayangan nya itu gendut, bagi Bastian Syakira itu seksi, dan itu yang selalu Bastian katakan jika Syakira malu dengan tubuh nya yang memang lebih berisi dari kedua kakak nya.
"Kira!! cepat! nanti telatttt !!" suara Syakila terdengar.
Syakira pun akhirnya berlari lagi, dan kali ini Fallen hanya melihat nya dengan senyuman nya, tidak berani memanggil Ndut lagi karena putri nya memang tidak suka di panggil Ndut.
"Lama banget sih" Syakila menatap adiknya kesal.
"Cium Mom dulu." balas Syakira yang kini duduk di antara kedua kakak nya.
Syakila dan Syaka memang jarang melakukan itu, keduanya selalu merasa jika dirinya sudah besar dan tidak pantas di perlakukan seperti anak kecil lagi.
Tara yang sekarang sudah pandai menyupir setalah mendapatkan SIM kini menjadi supir pribadi untuk ketiga keponakan nya, sambil menunggu mendapatkan momongan Tara akan selalu mengasuh ke tiga keponakan nya, bahkan tak jarang Syakila pun menginap di rumah nya.
ketiga nya sedang menyiapkan acara ulang tahun untuk sang anak-anak yang hari genap berusia dua tahun.
"Kok kue, anak-anak kan suka nya donat." kata Ibu Rosalina.
"Ini kue buat kita, tapi nggak yakin juga soalnya Syakira kan gembul, mau nya makan terus." balas Mom Dena.
Ibu Rosalina mengangguk, cucu nya yang satu itu memang sangat menyukai makanan manis, membuat dia selalu gemas di buatnya.
"Balon nya Mom." Fallen yang baru selesai membuatkan makan siang untuk ketiga anaknya itu membawa balon yang belum di isi angin.
"Pompaannya mana?" tanya Mom Dena.
Yang membuat Fallen seketika menepuk kening nya, dia lupa membeli nya karena kemarin malam dia memang gerak cepat karena anak-anak nya ingin ikut.
"Nggak beli Mom lupa." sahut Fallen nyengir.
"Terus ini gimana? di tiup pake udara mulut gitu?" Mom Dena melihat balon yang belum di tiup itu.
"Maaf Mom, tapi seperti nya memang harus di tiup." Fallen tersenyum kecil.
Membuat Mom Dena dan ibu Rosalina saling melirik.
__ADS_1
"Mbak!!" kompak kedua nya.
Dan datanglah para pekerja di rumah besar, tiga pelayan dan tiga pengasuh, Mom Dena mengarahkan pada ke enam nya untuk membantu nya meniup balon, sedangkan dia sendiri memilih duduk santai karena acara ultah nya memang sederhana.
Tidak ada acara mewah di gedung yang akan menghamburkan uang, Bastian dan Fallen akan memberikan santunan pada bebarapa panti asuhan yang ada di kotanya, dan memberikan sembako juga pada orang-orang yang tidak mampu.
Siang harinya, Fallen dan anak-anak nya baru pulang dari sekolah, Tara yang tadi pulang duluan sengaja karena dia akan menyiapkan pesta nya di rumah.
"Tumben cepi Mom." Syakila yang duluan keluar dari mobil itu melihat rumah nya yang tumben tidak ada orang.
Biasanya setiap pulang sekolah kedua Oma nya selalu membaca majalah di taman, atau para pengasuh nya yang memetik bunga untuk Oma nya.
"Nggak tau, tunggu ya jangan masuk duluan" Fallen yang baru keluar itu kembali masuk mobil untuk mengeluarkan Syakira.
"Ayo.." Fallen mengajak anak-anak nya masuk.
Dan saat Fallen dan ketiga anak nya masuk suara balon meletus itu membuat ketiga nya kaget, tidak dengan Fallen yang langsung tersenyum ke arah nya.
"Waww apa Mom?" tanya Syakira kaget melihat rumah nya yang penuh dengan balon.
"Kalian ulang tahun sayang, selamat ulang tahun anak-anak Mommy." Fallen tersenyum sambil mencium pipi ketiga anak-anak nya.
"Ulang tahun?" ketiga nya saling melirik satu sama lain.
"Balengan?" ketiga nya kompak lagi.
"Iya sayang, kan kalian lahir nya barengan." lanjut Fallen.
"Balengan?" Syakira melirik kedua kakak nya.
"Gimana keluar nya? dari mana?" Syaka masih bingung.
"Pelut ya Mom, kaya adek Ayuna." Syakila ikut bersuara.
"Telus keluar nya dari mana?" tanya Syaka lagi.
Astaga..
Fallen tidak bisa berkata-kata lagi, anak-anak nya benar-benar sangat pintar dan saking pintar nya membuat dia semakin bingung.
🌹
Jangan lupa like coment and Vote ya kak ♥️🤗🙏
__ADS_1