Salah Ranjang (Hot Daddy)

Salah Ranjang (Hot Daddy)
Kecemburuan Fallen.


__ADS_3

^^H A P P Y R E A D I N G^^


🌹🌹🌹🌹🌹


Bastian memesankan tiga porsi sate yang masing-masing berisi 20 tusuk sate, Fallen dan Tara langsung memakan nya langsung tanpa canggung.


Ketiga nya nampak seperti adik kakak yang kompak, baik Bastian maupun Fallen dan Tara sama-sama makan dengan lahap.


Sampai akhirnya..


"Boleh nambah ngak kak?." tanya Tara yang ternyata sudah menghabiskan dua puluh tusuk sate di piring nya.


"Pesan aja sesuka hati, masalah bayar tenang aja suami aku sultan." kata Fallen santai membuat Tara senang dan kembali memesan satu porsi lagi.


"Mang satu porsi lagi, jangan lupa tambahin kan pesan nya udah empat porsi." ucap Tara sambil tersenyum.


"Siap neng." sahut si mang tukang sate nya sambil mengacungkan jempol nya ke udara.


Fallen menggelengkan kepalanya, lagi-lagi dia melihat sifat nya saat remaja di diri Tara, entah memang setiap anak remaja yang memiliki sikap yang sama atau mungkin Fallen dan Tara memang sama-sama memiliki keunikan yang tidak sengaja sama.


"Aku udah ahk, kenyang." ucap Fallen sambil mengusap perut nya.


Kadang Fallen ingin makan banyak, tapi kadang juga perutnya menolak untuk di isi makanan terlalu banyak.


mungkin itulah yang namanya fase kehamilan yang sering di bicarakan orang-orang.


"Buat kamu, tenaga istri buat suami." kata Fallen menyuapkan sate ke depan bibir suaminya.


Bastian tersenyum lalu melahap nya.


"Makasih sayang." kata nya sambil mengunyah makanan nya.


Tiba-tiba datang dua gadis remaja yang pakaian nya sangat ketat, dan jangan di tanya lagi masalah body nya yang aduhai itu, gitar spanyol gitulah.


"Permisi Mr, boleh duduk di sini?." tanya salah satu gadis berpakaian ketat itu.


Bastian melirik sang istri lalu melirik dua gadis remaja berpakaian seksi itu.


"Silahkan." jawab nya santai.


Wajah kesal dan cemburu jelas terlihat di wajah Fallen, tapi meski begitu Fallen gengsi mengatakan kecemburuan nya, dia hanya memberi kode dengan sendok yang di pukul-pukul ke meja sebagai isyarat kemarahan nya.


Tapi Bastian yang tidak peka malah santai makan, dan hal itu mengundang senyuman dua gadis di sampingnya yang tergoda dengan penampilan Bastian yang memang sangat mencolok.


"Mr, apa Mr asli orang Indonesia?." tanya si salah satu gadis itu sambil tersenyum ramah.


Bastian melihat ke kanan ke kiri?, tidak ada lagi yang pantas mendapatkan sebutan Mr selain dirinya yang memang bule.

__ADS_1


"Saya blasteran Belanda dan ___" ucap Bastian terhenti karena mendengar kan suara yang sangat nyaring yang di timbulkan oleh gelas dan sendok yang di pegang Fallen.


Baru juga Bastian akan bertanya dua gadis itu tidak memberikan kesempatan untuk Bastian melirik istrinya, dua gadis itu malah meminta Selfi untuk di masukkan ke akun sosial medianya.


Dan ya Bastian melakukan nya meski sedikit risih, apalagi dua gadis itu terus mepet mendekati nya, membuat Bastian hampir saja hilang akal.


"Dasar kutu kupret, istri bunting ada di sampingnya masih bisa aja genit sama gadis muda, awas aja nanti ngak akan kasih vitamin lagi " gerutu Fallen dalam hati.


Sadar akan kemarahan Fallen Tara yang dari tadi sibuk dengan makanan nya itu menghela nafasnya, lalu dengan santai dia berucap..


"Cantik doang tapi goda kakek-kakek, canda cantik." celetuk Tara.


Membuat semua mata ke arah nya, dan Tara yang masih dengan wajah santai nya itu kembali mengulang sindiran nya lagi.


"Cantik doang tapi punya kaki mulus di tebar-tebar sana sini, canda seksi." celetuk Tara lagi membuat Fallen tersenyum.


Lain hal nya dengan dua gadis remaja itu yang langsung menutupi bagian bawah nya dengan tangan.


"Tontonan tikus di bawah kaya nya rame ya Tar." kata Fallen ikut menyahut.


Tara mengangguk cepat.


"Bukan banyak lagi beribu kali kak, kesenangan nih mereka bisa nobar rok mini, berasa di bioskop kali kak." Tara kembali melayangkan sindiran nya lagi, membuat Fallen tertawa dan lain hal nya dengan dua gadis remaja itu yang langsung menjerit takut dan berdiri.


"Mang ngak jadi makan di sini, mau di bungkus aja." kata salah satu gadis itu.


Tara dan Fallen langsung bertos ria, dan senyuman keduanya sama-sama melebar seolah puas telah mengerjai dua gadis seksi itu.


Lain halnya dengan Bastian yang sekarang kesusahan menelan ludah nya.


melihat istrinya dan Tara yang kompak begitu membuat Bastian ngeri, entah bagaimana nasib nya nanti kalau isi di rumah nya adalah tiga wanita galak.


Yang pertama istri tercinta nya, yang kedua Mom Dena ibu nya, dan yang terakhir Tara si gadis bar-bar yang seolah reinkarnasi dari sang istri.


Dan jika ketiga nya berkumpul nanti sudah di pastikan Bastian akan menjadi susis di rumah nya sendiri.


"Ekhem!"


Fallen mengeluarkan batuk kode nya, membuat Bastian tersadar dari lamunan nya dan melihat ke arah istrinya.


"Yang tadi cantik ya Tar, bikin Mr nya terpana." celetuk Fallen.


Untuk masalah ini Tara tidak mau ikut-ikutan, dia hanya mengangguk dan kembali memakan sisa beberapa tusuk lagi di piring nya.


"Sayang, ngak gitu tadi aku..." ucap Bastian terhenti karena terpotong.


"Seksi, aduhai secara dedek-dedek gemes, iya kan Tar." lanjut Fallen lagi yang membuat Tara menghentikan acara makan nya dan melirik Bastian yang menatap nya seolah meminta pertolongan.

__ADS_1


Dan dengan santai nya Tara mengatakan..


"Mana pake rok mini terus baju nya ketat." celetuk Tara, lalu melanjutkan acara makan nya lagi.


Bastian menghela nafasnya panjang lalu memegang tangan istri nya.


"Hanya kamu yang cantik, yang seksi, mereka tepos." kata Bastian sambil menciumi tangan Fallen.


Uhuk-uhuk,


Tara yang geli mendengar kata tepos langsung terbatuk-batuk, dan hal itu tidak membuat kecemburuan Fallen mereda dan teralihkan, Fallen bahkan masih tetap memberikan tatapan kesal nya pada Bastian.


"Sayang tadi mereka yang genit, aku ngak." kata Bastian lagi.


"Ya kamu emang ngak genit, tapi ngapain lirik-lirik mereka terus hah! suka ya sama daun muda? ke goda sama ini? (menunjuk bagian dada nya) ngak liat punya aku segera gimana?." kesal Fallen.


Membuat Bastian menelan ludahnya sendiri, dia memang tidak memperhatikan setiap waktu jika bagian dada istri nya itu memang benar-benar sudah bertambah besar.


"Pindah tempat yu Kak, makan nya juga udah nih, marahan nya di lanjut di mobil atau di rumah aja yuk." kata Tara yang melihat sekitar nya yang memang di tempat umum, ya meski sepi tapi tetap saja yang namanya umum tetaplah tidak baik untuk menjadi tempat bertengkar.


Fallen menghela nafasnya panjang lalu mengusap perut nya.


"Pokok nya kamu malam ini ngak tidur di kamar." kata Fallen sambil berjalan ke arah mobil nya.


Dan di ikuti oleh Tara yang berjalan sambil membawa ponselnya, sedangkan Bastian harus tertinggal karena harus membayar tagihan sate nya dulu.


"Kalau aku ngak tidur di kamar terus aku harus tidur dimana sayang?." tanya Bastian yang baru mendudukkan bokong nya di jok pengemudi.


Fallen yang duduk di jok belakang membuang muka nya ke samping.


"Di sopa, di lantai, ya dimana aja kan di rumah banyak lahan kosong buat di jadikan tempat tidur." celetuk Fallen masih kesal.


Bastian menghela nafasnya panjang lalu mulai mengendarai mobil nya pelan.


"Gini nih kalau cemburu tapi gengsi, sikap nya aneh." gumam Bastian.


"Diam atau aku tendang!"


_______


🌹🌹🌹🌹🌹


Untuk masalah cover aku bingung mau ngasih cover bule yang gimana, soalnya banyak nya yang brewokan terus usia nya rata-rata di atas 40🤧


Ada yang mau kasih saran siapa cover nya? chatt aku aja, di grup ya🤗


Jangan lupa like coment and Vote ya kak ♥️

__ADS_1


__ADS_2