
^^H A P P Y R E A D I N G^^
🌹🌹🌹🌹🌹
Darrel menghembuskan nafas nya panjang karena mendapatkan perintah dari sang ibu untuk menjemput Tara.
Dan sialnya dia tidak bisa menolak karena ibu nya mengancam akan pergi keluar negri bersama Mom Dena.
Jika Bastian akan senang jika Mom Dena pergi berlibur maka berbanding terbalik dengan Darrel, dia tidak bisa hidup berjauhan dengan sang Ibu karena Darrel terbiasa tinggal satu atap dengan Ibu nya.
Lama Darrel menunggu Tara pulang, tapi nihil nya tidak ada tanda-tanda kedatangan Tara.
sedangkan beberapa siswa-siswi sekolah itu sudah hampir setengah nya pulang.
"Apa dia sudah pulang." gumam Darrel.
Darrel kembali menunggu lagi sampai akhirnya dia melihat beberapa siswa laki-laki yang beberapa waktu lalu pernah Darrel lihat bersama Tara.
"Apa kalian teman nya Tara?." tanya Darrel.
Beberapa siswa laki-laki itu saling melirik satu sama lain, lalu melirik ke arah Darrel.
"Abang siapa nya Tara? Kakaknya ya?." tanya salah satu siswa laki-laki itu.
Darrel hanya mengangguk sebagai jawaban.
"Tara sudah pulang bang, dia lagi tand___" ucap siswa laki-laki itu terhenti karena kaki nya langsung di injak oleh teman nya yang satu lagi.
Melihat gelagat mencurigakan siswa laki-laki itu membuat Darrel yakin jika ada yang di sembunyikan dari mereka.
Darrel mengambil dompet nya yang ada di saku celana nya, lalu mengeluarkan beberapa lembar uang berwarna merah.
"Untuk kalian, tapi beri tahu dimana Tara sekarang." ucap Darrel santai sambil mengulurkan beberapa lembar uang itu.
Siswa laki-laki yang di injak kaki nya oleh salah satu teman nya itu langsung mengambil uang nya, tapi dengan cepat di rampas oleh teman nya yang satu nya lagi.
"Maaf Bang, kita ngak suka di sogok." ucap siswa laki-laki yang menginjak kaki teman nya itu.
Darrel tidak mau ambil pusing dan mengotori tangan nya memilih kembali mengambil uang beberapa lembar lagi, lalu memberikan nya pada ketiga siswa laki-laki itu.
"Ambil aja, lagian lu kan lagi butuh uang." bisik siswa laki-laki yang bernama Dani.
"Tapi kita kan janji ngak bilang-bilang sama leddy Queen." bisik siswa laki-laki yang bernama Tino.
Siswa laki-laki yang memang butuh uang itu agak bimbang, lalu melirik uang nya lagi.
"Maaf guys, tapi gue butuh uang buat bayar sekolah." ucap siswa laki-laki yang bernama Hadian.
Kedua teman nya hanya mengangguk kecil, keduanya juga tau jika teman nya itu memiliki musibah dimana orang tuanya sedang sakit, dan kesusahan membayar uang sekolah yang sangat mahal itu.
__ADS_1
"Abang ikut kita aja, kebetulan kita juga mau ke sana." lanjut Hadian sambil melirik Darrel.
Darrel mengangguk lalu kembali mengendarai mobilnya, dan mengikuti tiga motor yang ada di depan nya.
sekarang dia tau kenapa Tara menabung untuk membeli motor, ternyata Tara mengikuti geng anak laki-laki.
"Awas saja kalau gadis licik itu bertingkah." ucap Darrel kesal karena harus di pusingkan dengan tingkah Tara.
Beberapa menit berlalu akhirnya mobil Darrel berhenti tepat di parkiran salah satu gedung, Darrel mengerutkan kening nya bingung karena ketiga siswa laki-laki itu malah membawa nya ke tempat seperti ini.
"Kalian mau mencoba menipu ku ya!" kesal Darrel menatap tajam ke arah tiga siswa laki-laki itu.
Ketiga siswa laki-laki itu mengelengkan kepalanya kuat.
"Tidak, Leddy Queen memang sedang di gedung ini, Bang." sahut ketiga nya kompak.
Karena sudah terlanjur ke tempat ini mau tak mau Darrel harus kembali mengikuti langkah tiga siswa laki-laki itu.
dan sesampai nya di dalam gedung yang ternyata adalah gedung tempat menonton permainan bola basket itu Darrel menganga melihat siapa yang sedang bermain di lapangan sana.
Di lapangan terlihat Tara yang sedang melawan satu pemuda, membuat Darrel ingin langsung menjewer gadis nakal itu.
tapi baru satu langkah tiba-tiba dia kembali mengaga karena Tara dengan cepat memasukan bola nya ke ring basket.
"Ini benar-benar gila." gumam Darrel.
Sedangkan ketiga teman Tara langsung bersorak gembira melihat Leddy Queen nya menang, skor nampak 3 banding 2 yang artinya Tara lebih unggul satu poin dari lawan nya.
"Hari ini mungkin kau menang, tapi tidak untuk selanjutnya, kau akan kalah." kata pemuda bernama Alex itu sambil menatap Tara dengan sinis.
Tara mengangkat sebelah alisnya ke atas, lalu tersenyum lagi.
"Aku tidak ada urusan dengan masalah mu yang di turunkan jadi pemain biasa, pelatih yang memilih ku untuk menjadi kapten untuk tim mu." tegas Tara sambil mengambil air yang yang ada di pinggir lapangan.
Tak terima dengan kekalahan nya Alex langsung mengambil bola basket, dengan wajah marah nya dia langsung melemparkan bola basket itu ke arah Tara.
Darrel yang sebelumnya melihat gelagat Alex langsung berlari dan pasang badan untuk melindungi Tara.
Bugkkk !!
Darrel yang tidak seimbang malah jatuh mengenai tubuh Tara, yang mana membuat keduanya terjatuh bersama dengan posisi yang sangat intim, dimana Tara ada di bawah tubuh Darrel.
Lama keduanya saling menatap satu sama lain, Tara mengerejapkan matanya berkali-kali melihat Darrel, lalu sedetik kemudian Tara yang mengembungkan pipi nya itu langsung menyemburkan air yang ada di mulutnya ke wajah Darrel.
Uhuk-uhuk..
Tara batuk karena tersedak..
"Kau!" geram Darrel sambil berdiri.
__ADS_1
Alex dan yang lain nya yang merasa suasana menjadi semakin panas langsung berlari pergi meninggalkan dua sejoli itu, dan kini yang tertinggal hanya lah Tara dan Darrel yang saling memberikan tatapan tajam.
"Kenapa kau menyembur kan jigong bau mu para ku!" kesal Darrel.
"Seharusnya aku yang tanya kenapa Kakak menindih ku seperti ini." kata Tara malah membalikan kesalahan.
"Aku menol___" ucap Darrel terhenti, tidak ada gunanya dia mengatakan kebaikan nya itu, toh Tara akan tetap menjadi Tara, gadis menyebalkan yang membuat nya selalu kesal.
Melihat Darrel yang terdiam membuat Tara tersenyum kecut lalu mendekati Darrel.
"Bilang saja modus, dasar om-om." ucap Tara sambil menjulurkan lidahnya seolah mengejek.
Tubuh Darrel seolah memanas saat melihat juluran lidah Tara, dan entah kenapa tangan Darrel malah replek menarik tubuh Tara dan membungkam bibir Tara dengan sebuah ciuman.
Hemphh..
Tara membulatkan matanya sempurna saat merasakan ciuman itu, ia menggelengkan kepalanya mencoba untuk tidak membuka bibir nya karena lidah Darrel terus mendorong nya untuk membuka bibir nya.
Dan saat bersamaan penolakan Tara, Darrel malah mengigit bibir Tara sehingga membuat Tara membuka sedikit bibir nya.
dan terjadilah ciuman Darrel yang ganas.
"Ciuman kedua ku!" teriak Tara saat Darrel melepaskan ciuman nya.
Tara menutup bibirnya lalu melirik Darrel yang terdiam setelah melakukan aksi nakal nya itu.
terlihat dari wajahnya Darrel seperti orang yang merasa bersalah.
"Kenapa kau mengambil ciuman kedua ku!" teriak Tara lagi.
"Aku replek." jawab Darrel sambil melirik Tara. "Maaf." lanjut nya lagi sambil mendekati Tara.
Tara mundur beberapa langkah, lalu menggelengkan kepalanya.
dia memang bahagia memiliki keluarga baru, tapi dia tidak suka jika dirinya di perlakukan layak nya gadis nakal seperti ini.
"Kita pulang." ucap Darrel memegang tangan Tara.
Namun dengan cepat Tara langsung menepis tangan Darrel.
"Aku ngak mau pulang!"
Tara saat main basket 🤭
_______
🌹🌹🌹🌹🌹
__ADS_1
Jangan lupa like coment and Vote ya kak ♥️