
^^H A P P Y R E A D I N G^^
🌹🌹🌹🌹🌹
Waww !!
Juan tidak mampu mengedipkan mata nya saat melihat betapa cantiknya Jenn yang kini turun sedang berjalan menuruni tangga.
Mami Anita yang melihat putra nya tak berkedip itu tersenyum senang, baru kali ini ia melihat wajah terkesima sang putra.
Biasanya secantik apapun calon yang dia coba jodohkan dengan Juan pasti Juan akan mengatakan..
"Maaf Mam, tapi aku tidak tertarik dengan wanita cantik yang bersama Mami."
Itulah kata penolakan dari Juan yang selalu Mami Anita dengar.
tapi sekarang kepada Jenn Juan bahkan tidak berkedip sedikit pun, padahal Mami Anita hanya memberikan polesan make up sedikit.
"Kedipkan matamu sayang." kata Mami Anita.
Membuat Juan langsung tersadar melirik Mami nya.
"Jenn benar-benar cantik Mam, terimakasih." kata Juan sambil tersenyum.
Mendengar betapa besarnya ambisi Juan untuk nya membuat Jenn terharu, belum pernah dia merasa di cintai seperti ini.
Juan memperlakukan nya lain dari pria-pria yang pernah Jenn simpan di hatinya.
"Astaga Jenn kenapa menangis." Juan langsung mendekati Jenn.
Dan Jenn yang tersadar jika air matanya lolos ke pipinya langsung buru-buru mengusap air matanya, dan saat akan berjalan Jenn melupakan satu hal yang sangat penting, yaitu tangga yang tersisa bukan hanya satu, tapi tiga.
Brukkk..
Jenn jatuh ke pelukan Juan, mata keduanya bertatapan beberapa detik, Mami Anita yang gemas menyaksikan nya langsung mengambil ponselnya di saku dress nya lalu memotret beberapa foto Juan yang sangat romantis itu.
"Kau cantik Jenn." ucap Juan sambil tersenyum.
Mendengar itu Jenn yang menatap Juan langsung tersadar dari lamunan nya, Jenn membenarkan dirinya dan melepaskan pelukan nya.
"Terimakasih." kata Jenn. "Dan maaf Juan, aku harus pulang kakak ku mungkin sudah menunggu." lanjut Jenn.
Juan melirik Mami Anita yang berdiri tak jauh dari tempat nya, dan Mami Anita yang melihat itu langsung mengangguk.
"Baiklah ayo." Juan mengulurkan tangannya untuk mengajak Jenn pergi.
Tapi Jenn malah berjalan melewatinya dan mendekati Mami Anita.
"Tante maaf, tapi aku harus pulang dulu." kata Jenn sopan.
Mami Anita mengangguk.
"Pulanglah, tapi lain kali Mami akan mengundang mu ke rumah ini lagi, dan Mami tidak mau ada penolakan oke." kata Mami Anita.
__ADS_1
Jenn bingung harus menjawab apa, tapi Jenn memilih mengangguk sambil tersenyum kecil.
"Terimakasih untuk pembelajaran tadi Tante, maaf kedatangan aku kesini merepotkan Tante." ucap Jenn pelan.
"Tidak merepotkan sama sekali, kamu adalah wanita pertama yang Juan bawa, terimakasih sudah memberikan kesempatan pada anak Mami." jelas Mami Anita lagi, lalu keduanya berpelukan.
Jenn membalas pelukan Mami Anita dengan perasaan tak menentu, Jenn takut akan mengecewakan harapan Mami Anita, apalagi Jenn masih belum bisa merasakan perasaan apa-apa pada Juan.
Di perjalanan pulang Juan sesekali melirik Jenn yang sejak naik mobil tadi memang tidak bersuara sedikit pun.
"Jenn." panggil Juan.
"Iya." sahut Jenn tanpa melirik Juan.
"Kamu marah?" tanya Juan.
Jenn menggelengkan kepalanya pelan.
"Tidak." sahutnya singkat.
"Lalu?." tanya Juan lagi.
"Lalu apa?." Jenn melirik Juan dengan wajah bingung nya.
Juan tidak menjawab, sangat susah mencari topik pembicaraan dengan wanita seperti Jenn.
apalagi setiap di tanya pasti menjawab nya singkat dan padat, benar-benar sulit.
Dan sampai di halaman rumah Jenn pun keduanya saling mendiamkan.
"Terimakasih sudah mengantarkan aku." kata Jenn.
"Sama-sama, jangan lupa tidur siang ya." balas Juan sambil tersenyum.
Jenn hanya mengangguk, dia berbalik badan lalu berjalan mendekati teras rumah nya.
sekali lagi Juan yang ada di luar mobil menghembuskan nafas nya kasar.
Dia pikir Jenn akan mempersilahkan nya untuk masuk dulu atau sekedar duduk di kursi teras rumah nya, tapi ternyata itu juga sama sekali tidak terjadi.
"Juan." panggil Jenn.
Ehk..
Juan membalikan tubuhnya menghadap sumber suara, dan saat itulah dia melihat Jennya yang kembali berjalan mendekati nya.
"Iya, Jenn." sahut Juan sambil tersenyum.
Jenn terdiam sebentar, lalu menatap Juan.
"Usia ku sudah 28 tahun, dan mungkin sebentar lagi 29 tahun lalu 30 tahun, dan itu yang membuat aku minder." Jenn menjeda ucapan nya.
Tangan nya terulur untuk memegang tangan Juan, lalu terdiam lagi sebentar, membuat Juan yang tangan nya di pegang oleh Jenn jantung nya berdebar kencang dan serasa ingin meledak.
__ADS_1
"Ayo Jenn katakan jika kau mencintaiku." batin Juan.
"Juan.."
"Ya.."
"Melihat mu yang begitu menyanjung ku membuat aku merasa jika aku adalah wanita yang paling beruntung, dan Juan.." Jenn kembali menjeda ucapan nya.
Butuh keberanian yang besar untuk Jenn bisa bersahabat dengan perasaan nya, sampai akhirnya dia bisa memilih jalan yang menurutnya akan membuat nya bahagia.
"Juan aku akan mencoba nya, tolong jangan kecewa dengan sikap ku karena aku memang seperti ini, aku belum pernah memiliki kekasih dan aku ingin kau mengajariku bagaimana rasanya mencintai dan di cintai." lanjut Jenn lagi, lalu melepaskan pegangan tangan nya.
Tapi tiba-tiba tangan Jenn di tahan oleh Juan, tatapan keduanya kembali bertemu dan terdiam dengan tubuh yang cukup berdekatan.
"Terimakasih." kata Juan menatap Jenn.
Baru saja Jenn akan mengeluarkan suaranya tiba-tiba terdengar suara pintu terbuka, dan terlihatlah Arr yang keluar dari rumah dengan seember air yang langsung dia siramkan ke tanaman di halaman rumah nya.
"Kak Arr." Jenn langsung menjauhkan diri nya dari Juan.
Arr tidak menjawab, dia melihat adiknya dari atas sampai bawah, bahkan wajah adiknya pun takalah dia lihat dengan intens.
"Kalian baru pulang?." Arr mengangkat sebelah alisnya ke atas, lalu dia pergi begitu saja tanpa ingin mendengar penjelasan Jenn dan Juan.
"Kakak!" Jenn ingin mengejar Arr, tapi tangan nya di tahan kembali oleh Juan.
"Dia akan mendapatkan jodohnya, percaya dengan ku." kata Juan.
Jenn hanya mengangguk kecil, lalu melepaskan tangan nya dari tangan Juan.
"Pulanglah, dan hati-hati." kata Jenn lalu pergi masuk ke rumah nya.
Karena Jenn sudah masuk ke rumah akhirnya Juan masuk ke dalam mobilnya, senyuman nya nampak terukir di wajah tampan nya.
"Jenn, ternyata dia adalah jodohku." gumam Juan sangat senang.
Padahal sebelumnya Juan hanya coba-coba mendekati Jenn karena tertarik saat Fallen mengatakan Jenn juga akan di jodohkan dengan Lian, pria yang pernah menyakiti perasaan sepupu nya.
Tapi tidak menyangka jika Juan akan jatuh cinta pada Jenn, pertama melihat Jenn bukan hanya wajah yang membuat nya tertarik, tapi sikap dingin Jenn juga menjadi alasan pertama untuk Juan yang merasa tertantang untuk meruntuhkan sikap dingin Jenn.
"Aku akan membuatmu jatuh cinta Jenn." gumam Juan lagi lalu melajukan mobilnya menjauhi rumah Jenn.
Sedangkan di dalam rumah nampak Jenn sedang mengetuk pintu kamar Arr, tapi nihil sekeras Jenn mengetuk pintu kamar kakaknya tapi Arr belum kunjung ingin membuka pintu kamar nya.
"Kakak buka dong, aku ingin ngomong sama kakak." teriak Jenn sambil mengetuk pintu.
"Kakak lagi maskeran, mau langsung tidur juga." sahutan Arr penuh kebohongan.
Jenn menghembuskan nafasnya kasar, inilah yang dia khawatir kan jika dirinya memiliki kekasih, bukan hanya minder usia nya yang sudah tidak muda lagi, tapi Jenn juga tidak mau membuat kakaknya merasa tersinggung dengan nya.
________
🌹🌹🌹🌹🌹
__ADS_1
Jangan lupa like coment and Vote ya kak ♥️