
^^H A P P Y R E A D I N G^^
🌹🌹🌹🌹🌹
"Aku takut, putri kita nanti mendapatkan karma dari kesalahan ku dulu dan___" ucap Bastian terhenti karena langsung mendapatkan cubitan keras di pinggang nya yang di hadiahi Fallen.
"Awww !! sakit Fall." ringis Bastian.
Fallen tidak menggubris ringisan Bastian, dia malah kembali mencubit pinggang Bastian membuat pria bule itu kesakitan, Karena cubitan Fallen itu memang sangat mematikan.
Fallen tidak habis pikir kenapa Bastian sampai bisa berpikir sejauh itu, seolah ingin mengatakan jika masa lalu nya dulu sangat buruk.
Ya meski Fallen tau kalau masa muda Bastian sangatlah buruk dan horor di mana di melakukan hal intim tanpa ada nya ikatan janji suci.
"Jangan mengatakan sesuatu yang seperti menakuti, aku tidak suka." kata Fallen menatap kesal Bastian.
"Tapi masa lalu ku___" ucap Bastian terhenti.
Bukk !!
Fallen memukul lengan Bastian sedikit keras, membuat Bastian menatap Fallen horor.
"Berhenti mengatakan omong kosong mu Bas, masa lalu mu itu adalah urusan mu dengan Tuhan, dan jangan sangkut pautkan anak-anak ku di dalam nya karena aku tidak akan membiarkan anak-anak ku salah jalan seperti dirimu." kata Fallen dengan wajah marah nya.
Bastian menghela nafas nya panjang, dia tidak menakuti Fallen, tapi dia hanya takut jika kedua putri nya nanti menjadi seperti wanita-wanita yang pernah mengisi salah ranjang nya.
Meski Bastian bukan pria baik tentu nya sebagai seorang Ayah dia juga ingin putri nya menjadi anak yang baik dan tidak nakal.
Dan tentunya dia akan berusaha untuk mewujudkan harapan nya itu.
Perlahan tangan Bastian terulur untuk mengusap perut buncit Fallen lagi.
"Kalian beruntung memiliki Mimi yang cantik dan baik hati seperti Mimi Fallen, ya meski galak tapi Pipi sangat menyukai nya, Pipi mencintai Mimi kalian Twins." ucap Bastian sambil memberikan kecupan kecil di perut buncit Fallen.
"Halah bucin, sekarang aja cinta nah dulu bilangnya ngak mau tuh cinta sama Mimi, bahkan Pipi kalian malah bilang Mimi gadis labil Twins padahal dia sendiri yang labil masih suka pacaran sembunyi-sembunyi." kata Fallen sambil menatap Bastian dengan wajah malas nya.
"Mimi kalian galak, Twins." kata Bastian lagi.
Membuat Fallen langsung ingin memukul Bastian tapi langsung di tahan tangan nya oleh Bastian.
"Ngak baik loh pukul-pukul orang, apalagi orang itu adalah pria tampan yang akan jadi suami kamu." kata Bastian dengan senyuman manis nya.
"Pret, tampan apaan, tua gitu bewok di mana-mana udah gitu mata panda, ngak ada tampan nya yang ada udah kaya aki-aki warnet." sahut Fallen santai sambil turun dari brankar, berjalan meninggalkan Bastian lagi.
__ADS_1
"Aki-aki warnet apaan, masa iya aki-aki warnet punya badan gagah kaya gini." ucap Bastian tidak terima di sebut aki-aki warnet, dia masih muda dan masih gagah tentunya.
Fallen menghentikan langkah nya lalu melihat Bastian.
"Gagah?, tukang bangunan juga gagah tuh tubuhnya berotot bahkan lebih liat lagi kulit nya." seru Fallen sambil tersenyum meledek.
Merasa di remehkan otak pintar Bastian berpikir keras, sampai akhirnya..
"Tapi kan yang bisa sekali main langsung jadi tiga kan cuman aku." bisik Bastian tepat di telinga Fallen.
Hal itu membuat Fallen seketika merinding dan menjadi ngeri saat melihat ke bawah sana.
dan Bastian yang melihat itu langsung tersenyum sumringah.
"Cie yang udah ngak tahan, sabar ya sayang nanti juga Pipi tengokin ke perut Mama, tunggu Mimi Pipi halal dulu ya." kata Bastian lagi sambil tersenyum.
Fallen tidak menjawab, dia memilih berjalan begitu saja meninggalkan sosok Bastian yang masih tersenyum simpul karena berhasil menggoda Fallen.
"Kamu memang beda Fall, membuat aku menjadi semakin ingin cepat menikahi mu." gumam Bastian sambil berlari mengejar Fallen yang beberapa langkah di depan nya.
Sesampainya di rumah Fallen Bastian kembali bertemu dengan Mom Dena.
Tentunya dengan kelakuan Mom nya yang samakin aneh, dimana rumah Fallen kini berubah drastis dimana penataan ruangan yang semula menjadi berubah dan terlihat lebih rapih dari sebelumnya.
"Diam kamu bule tua, Fallen sendiri tidak masalah kenapa kamu yang jadi sewot." sahut Mom Dena galak.
Bastian memilih diam dan duduk di sopa sambil meminum jus jeruk yang dia beli tadi dengan Fallen.
Pun Fallen yang ikut duduk di sopa samping Bastian.
"Bagaimana cantik apa kamu suka dengan penampilan ruangan tamu di rumah mu?." tanya Mom Dena dengan senyuman mengembang nya.
Fallen terdiam, lalu mengangguk kecil.
"Suka, tapi apa tidak terlalu berlebihan kalau foto itu ada di ruang tamu?." ucap Fallen merasa malu sendiri melihat foto dirinya dan Bastian yang sedang tidur di ranjang rumah sakit.
Mom Dena menggelengkan kepalanya.
"No, itu bagus untuk hubungan kalian, Mom mah kamu terus mengingat Bastian, pun dengan Bastian yang harus selalu mengingat kamu, jadi dengan begitu kalian tidak akan terpisahkan dan cucu Mom akan memiliki keluarga utuh yang harmonis." kata Mom Dena sambil tersenyum mengatakan tujuan nya memajang foto Fallen dan Bastian yang sedang tertidur dengan ukuran besar.
Harapan nya tentu baik dia ingin keluarga kecil putra nya mendapatkan kebahagian, dan tentunya tidak akan ada lagi acara istri kedua atau anak tiri, Mom Dena tidak mau Bastian menikah lagi dan memiliki anak dari wanita lain, karena dirinya terlanjur sayang pada Fallen.
Fallen dan Bastian saling diam, keduanya tidak menyangka jika Mom Dena akan memikirkan masa depan nya sejauh itu.
__ADS_1
"Mom makasih." Bastian memeluk Mom nya.
Plakkkk !!
Mom Dena memukul keras bokong Bastian, membuat Bastian meringis dengan ekspresi bingung nya.
"Berhenti memukuli ku Mom." kesal Bastian, bagaimana tidak Mom Dena memukul bokong nya seolah dia adalah anak kecil yang melakukan kesalahan, dan sialnya lagi Fallen pun ikut tertawa menyaksikan tingkah ibu dan anak itu.
"Bas, cepat kasih tau Mom kapan kalian akan menikah? Mom tidak mau cucu-cucu Mom keburu lahir tanpa ikatan pasti orang tuanya." jelas Mom Dena.
Fallen terdiam beberapa saat setelah mendengar kan pertanyaan Mom Dena, dan Bastian yang tau akan Fallen yang mungkin masih belum siap memilih untuk menjawab nya.
"Kita akan menikah, tapi nanti menunggu Fallen siap." kata Bastian.
Yang mana hal itu membuat Mom Dena langsung melirik Fallen.
"Cantik? apa kamu masih meragukan Bastian? atau mungkin si bule tua membuat kamu kesal lagi?." tanya Mom Dena menatap Fallen dalam.
Fallen kaget di beri tatapan sedalam itu oleh Mom Dena, jahat mungkin jika dia menggagalkan harapan bahagia Mom Dena untuk masa depan nya dan anak-anak nya.
"Aku siap, ko." sahut Fallen.
Seketika senyuman Bastian mengembang sempurna, dia bahkan memberikan kedua acungan jempol nya ke arah Mom Dena.
"Tuh Bas Fallen nya udah siap, jadi kapan kalian akan menikah?." tanya Mom Dena lagi.
"Malam ini." sahut Bastian santai.
Plakkkk !!
Bastian kembali mendapatkan pukulan di bokong nya, pelakunya tentunya siapa lagi kalau bukan Mom Dena.
"Mom tau akal busuk mu, dasar bule tua mesum." sungut Mom Dena.
Tapi sedetik kemudian dia memilih mengambil ponselnya dan terlihat ingin menelpon seseorang.
"Hallo, Anton pergi ke kota B dan segeralah bereskan surat-surat pernikahan Bastian, jangan lupa juga siapkan penghulu untuk nanti malam karena Fallen dan Bastian akan menikah." kata Mom Dena santai lalu mematikan panggilan nya sepihak.
"Sudah beres, lebih cepat lebih baik." sambung Mom Dena sambil tersenyum lalu menyeruput jus jeruk milik nya.
_________
🌹🌹🌹🌹🌹
__ADS_1
Jangan lupa like coment and Vote ya kak ♥️