Salah Ranjang (Hot Daddy)

Salah Ranjang (Hot Daddy)
Ajakan rujuk


__ADS_3

^^H A P P Y R E A D I N G ^^


🌹🌹🌹🌹🌹


"Han aku balik ya." ucap Fallen yang baru bangun.


Hana mengangguk kecil di sela-sela rasa kantuk nya, semalaman mereka bergadang karena Fallen yang terus merasa terbayang-bayang wajah mantan suaminya.


Bahkan Mimi si kecebong kembar itu juga merasa ada yang terus memanggil-manggil nama nya, tapi jelas Hana tidak mendengar suara itu, hanya saja melihat Fallen yang ketakutan membuat Hana juga ikut merinding.


"Han." panggil Fallen lagi.


Hana membuka matanya melihat Fallen dengan wajah mengantuk nya.


"Apa lagi Fall?." tanya Hana.


"Aku ngak kerja ya, tolong izinin sakit ke bagian HRD ya." kata Fallen dan langsung mendapatkan acungan jempol oleh Hana.


Setelah mengatakan itu Fallen berjalan keluar dari kamar, dia melirik jam ding-ding rumah Hana yang sudah memperlihatkan pukul empat.


Setelah keluar dari rumah Hana Fallen berjalan malas ke rumah nya, di lirik nya halaman rumah nya yang terasa angker untuk di singgahi.


Hoam..


"Gara-gara suara si kutu kupret aku jadi masih ngantuk, hoam." ucap Fallen sambil berjalan ke teras rumah nya.


Ceklek..


"Astaghfirullah.. ini rumah aku kenapa?." kaget Fallen melihat rumah nya yang acak-acakan dengan balon.


Bunga bertebaran di lantai dan jangan lupakan beberapa makanan dan minuman di gelas yang di penuhi semut.


"Apa semalam ada acara ulang maling? atau hantu?." gumam Fallen sambil menatap ruang tamu nya dengan pandangan yang tidak percaya.


"Astaga tabungan ku, uang ku dan harta Karun ku!." Fallen membulatkan matanya sempurna lalu berjalan cepat ke arah kamar nya.


Dan sesampainya dia dalam kamar Fallen kembali terkejut dengan apa yang di lihatnya, dimana seorang pria tengah tertidur pulas di tempat tidur nya.


Posisi tubuh yang membelakangi nya membuat Fallen tidak bisa melihat wajah pria itu, tapi dari harum parfum dan bentuk tubuhnya Fallen sudah bisa menebak siapa pria itu.


Siapa lagi kalau bukan Bastian si Kutu kupret!.


" Pantas saja aku merasa merinding terus dari kemarin, ternyata ada hantu berwujud pria bule di rumah ku." gumam Fallen sambil mengusap perut nya.


"Dia pipi kalian, tapi Mimi tidak ingin kalian mengenal seorang Pipi yang memiliki sifat buruk seperti dia, kalian anak Mimi." gumam Fallen lagi.


Fallen menarik nafasnya panjang, dia melangkahkan kakinya keluar kamar dan berjalan menuju dapur, dengan semangat Fallen mengambil sapu dan kembali berjalan ke arah kamar nya.


Bugkk !!


Bugkk !!


Tanpa perasan Fallen memukul bokong Bastian dengan sapu lidi yang ada di tangan nya, membuat Bastian yang sedang tertidur membuka matanya perlahan.

__ADS_1


"Fallen." panggil nya sambil mengucek mata nya.


"Ngapain kamu kesini Hah!" teriak Fallen sambil memukul Bastian lagi.


Dengan cepat Bastian menghalangi pukulan Fallen dan memakai bantal sebagai benteng pertahanan nya.


Tuh kan baru bertemu saja sudah seperti ini, apalagi kalau Bastian minta rujuk, sudah pasti Fallen akan marah, begitu pikir Bastian.


"Aku mau ketemu kamu." kata Bastian sambil menghindari pukulan dari sapu lidi yang di layangkan Fallen.


Fallen menghela nafas nya panjang, hampir saja dia egois dengan mementingkan ego sendiri.


Dia membenci Bastian tapi dia juga tidak boleh emosi, karena itu akan membuat anak-anak nya celaka.


Melihat Fallen yang diam membuat Bastian tersenyum.


Apa itu tandanya Fallen mau menerimanya?.


Bastian yakin Fallen akan menerima nya secara dia tampan, kaya dan juga hot.


"Aku mau kita rujuk Fall." ucap Bastian to the poin.


Dia tidak suka menunda-nunda sesuatu yang serius, jadi menurut nya dia harus mengatakan nya dengan cepat.


Fallen menatap wajah Bastian dengan wajah tidak bisa di artikan.


lalu memalingkan wajahnya dengan senyuman miring.


"Aku tidak mau, dan aku harap kau segera pergi dari rumah ku karena aku tidak mau melihat mu di rumah ku!" ucap Fallen dengan nada merendah.


"Apa kau menolak ku?." tanya Bastian.


Fallen terdiam enggan menjawabnya.


"Apa kau sudah punya kekasih yang lebih dari ku?." Bastian mengulang pertanyaan berbeda.


Dan lagi-lagi Fallen terdiam tanpa mengatakan sepatah kata pun.


Hal itu membuat Bastian kesal dan berjalan mendekati Fallen, saat akan menggapai tangan Fallen dia ingat akan pesan Mom Dena pada nya sebelum berangkat ke kota B.


"Jangan memaksa sesuatu yang kau inginkan Bas, untuk kau bisa menggapai semua itu kamu bisa melangkah pelan. ingat satu hal Bas sesuatu yang di paksakan itu tidak akan baik. Mom harap kamu bisa hati-hati dalam bersikap Bas."


Bastian menghela nafas nya, dan mendekati Fallen yang dari tadi hanya terdiam.


banyak sekali yang ingin di pertanyakan, tapi melihat Fallen yang seperti nya tidak mengharapkan kehadiran nya membuat Bastian hanya bisa sabar.


"Terlepas dari semua kesalahan ku, apa aku boleh mengusap perut mu?." pinta Bastian.


"Aku membenci mu!" ucap Fallen kembali memalingkan wajahnya.


"Aku tau." sahut Bastian cepat.


"Kamu kejam!, kau juga jahat!"

__ADS_1


"Semuanya benar!, itu semua adalah keburukan ku." Bastian tak menampik semua tuduhan Fallen, karena dia juga merasa dirinya memang sangat buruk.


Dia berjongkok dan memegang tangan Fallen, namun dengan cepat di tepis oleh Fallen.


"Jangan sentuh aku." kesal Fallen.


"Maaf Fall, apa aku bisa mengusap perut mu?." untuk pertama kalinya seorang Bastian yang mau meminta maaf pada seseorang, setelah Mom nya.


Fallen menghela nafasnya panjang, jika di tanya dia memaafkan Bastian itu tidak lah mudah untuk dia lakukan, tapi jika untuk permintaan Bastian mungkin tidak apa jika Pipi anak-anak nya mau mengusap perut nya.


"Fall."


"Baiklah, boleh tapi hanya mengusap." ucap Fallen sinis.


Bastian tersenyum senang, dia mengusap pelan perut Fallen dengan raut wajah tidak bisa di artikan.


damai rasanya saat tangan nya bersentuhan dengan perut Fallen.


"Apa kata dokter?." tanya Bastian.


Fallen tidak menjawab, dia hanya memalingkan wajahnya ke samping.


dan hal itu membuat Bastian senang dan langsung mencari kesempatan dalam kesempitan.


Bastian mencium Perut Fallen, tapi baru beberapa detik langsung mendapatkan jambakkan yang tentunya siapa lagi pelakunya kalau bukan Fallen.


Awwww !!


"Sakit Fall." ringis Bastian.


"Emang enak!, makanya yang sopan dasar kutu kupret!, rasakan ini." ucap Fallen menambah keras jambakkan nya.


Tiba-tiba terdengar suara alrm alam, membuat Fallen terdiam kikuk.


Anak-anak nya sudah meminta makan, tapi ini masih jam lima dan sudah pasti untuk mendapatkan bubur ayam kesukaan nya dia harus pergi ke jalan raya yang selalu dia lewati saat ke kantor nya.


"Kamu lapar?." tanya Bastian.


Fallen menganggukkan kepalanya kecil.


"Belikan aku bubur di pinggir jalan raya X, nama tukang dagang nya mang Dodo, jangan lupa foto bersama mang Dodo dan upload di akun sosial media mu." ucap Fallen lalu menguap.


"Ingat semuanya di pisah, dari suiran ayam nya, kuah nya dan kacang juga cakue nya harus di pisah, jangan lupa juga minta kerupuk nya di banyakin dan harus warna kuning." kata Fallen lagi sambil berjalan ke luar kamar.


Bastian mencoba mengingat pesanan Fallen, apa ini semua adalah keinginan ibu hamil? ngidam?.


"Aku Bastian Cashel Chris, pasti akan kembali memenangkan hati nya." gumam Bastian sambil melangkah pergi keluar dari kamar Fallen.


Ternyata ucapan Bastian di dengar oleh Fallen yang sudah selesai mengambil air wudhu nya.


"Dia pikir aku bodoh? setelah yang dia lakukan padaku aku akan membalas nya, dan ini adalah permainan awal saja." gumam Fallen sambil masuk ke dalam kamar.


_______

__ADS_1


🌹🌹🌹🌹🌹


Jangan lupa like coment and Vote ya kak ♥️


__ADS_2