Salah Ranjang (Hot Daddy)

Salah Ranjang (Hot Daddy)
Alergi Tara.


__ADS_3

^^H A P P Y R E A D I N G^^


🌹🌹🌹🌹🌹


Suara ketukan pintu membangunkan Tara, dan saat membuka matanya Tara melihat Darrel yang memeluknya, dan jangan lupakan kancing baju Tara yang sudah beberapa terbuka.


"Kakak bangun, di luar ada siapa tolong liatin dong aku mau pipis dulu." ucap Tara sambil melepaskan pelukannya.


Perlahan mata Darrel mulai terbuka, dia melepaskan Tara dari pelukan nya.


"Siapa pagi-pagi yang berani bangunin kita, hoam." Darrel masih mengantuk.


Bagaimana tidak mengantuk semalaman dia terjaga karena merasa tidak nyaman tidur satu ranjang bersama Tara.


lebih tepatnya adik kecilnya meminta liar dan tak terkendali.


"Nggak tau, aku ke kamar mandi dulu." sahut Tara lalu pergi begitu saja ke kamar mandi.


Dengan langkah malas Darrel berjalan ke arah pintu, sesekali Darrel menguap sambil berjalan.


Ceklek..


"Ibu, kenapa pagi-pagi ganggu."


Ibu Rosalina melihat ke belakang Darrel, dan hal itu di sadari Darrel.


"Tara yang minta Bu, bukan aku loh." kata Darrel sambil tersenyum.


"Halah, pasti kamu yang mancing." tuduh Ibu Rosalina.


"Mancing, emang nya Tara ikan apa harus di pancing." sahut Darrel menyebalkan.


Membuat Ibu Rosalina langsung menghela nafasnya panjang, sebenarnya mau Tara dan Darrel melakukan hal itu pun tidak akan menjadi masalah untuk mereka.


Hanya saja melihat usia Tara yang masih 17 tahun membuat Ibu Rosalina merasa kasihan jika Tara harus mengandung di usia semuda itu, meski dia juga ingin segera mendapatkan cucu.


Adapun cara agar Tara tidak langsung hamil yaitu memakai KB tapi Darrel langsung menolak nya.


Dia tidak mau hasil kerja keras nya sia-sia, apalagi KB terlalu lama itu bisa membuat susah punya anak.


"Ibu sama Mom Dena mau pulang cepet, kamu jagain Tara, jangan di buat nangis inget." ucap ibu Rosalina memperingati.


Darrel hanya mengangguk sambil sesekali menguap lebar, tapi saat ibu nya akan berjalan ke arah kamar nya yang tak jauh dari tempat Darrel berdiri seketika Darrel ingat akan adegan panas yang di gagalkan dua ibunya.


"Encok ibu masih sakit nggak?." teriak Darrel membuat ibu Rosalina terdiam di tempatnya.


"Anak itu ya!" Ibu Rosalina membalikan tubuhnya lalu tangan nya memperlihatkan bogeman seolah-olah dia akan memberikan bogeman itu jika putra nya tidak mau diam.


"Haha, inget umur Bu, udah nenek-nenek masih aja suka joget-joget, encok kumat baru sadar." lanjut Darrel yang semakin membuat Ibu Rosalina melotot.


Bagaimana kalau ada yang mendengar nya, meski usia nya sudah 58 tahun tapi ibu Rosalina masih merasa usianya 40 tahunan, apalagi dengan wajahnya yang masih kencang membuat dia menolak di katai tua.


Merasa ibunya semakin terlihat marah Darrel buru-buru masuk ke kamarnya, senang telah berhasil membuat Ibu nya kesal.


"Suruh siapa gagalin malam pertama anak sendiri, emang ya kalau ada dua Nenek-nenek itu pas___" ucap Darrrel terhenti karena melihat sosok yang baru keluar dari kamar mandi.


Waww !!


"Awas ngeces kak." bisik Tara sambil berjalan melewati Darrel dengan handuk tipis yang melekat di tubuhnya.

__ADS_1


Glekk..


Darrel menelan ludah nya kasar melihat tubuh indah Tara yang hanya di tutupi sampai paha itu, leher yang jenjang, punggung yang putih dan rambut yang basah, dan semua itu membuat Tara semakin terlihat seksi mata Darrel, dan semakin membuat Darrel prustasi juga karena harus menahannya lagi dan lagi.


Apalagi saat melihat bagian dada Tara yang memiliki beberapa tanda kepemilikan nya, yang Darrel buat tadi malam karena merasa tidak tahan terus di peluk oleh Tara.


"Argh ibu dan Mom membuat aku gila." batin Darrel.


Brugkkk..


Pintu kamar mandi tertutup, Tara menggelengkan kepalanya melihat Darrel yang langsung masuk tanpa menyapa nya dulu itu.


"Pakai ini bagus kali ya." gumam Tara sambil mengambil stelan baju olahraga nya.


Tadi saat mandi Tara melihat banyak tanda ke merahan di dadanya, dan itu bukan satu atau dua tapi banyak bahkan di lehernya pun Ara beberapa, dan hal itu membuat Tara merasa tidak pede karena mungkin alergi nya datang.


"Semoga aja kak Darrel nggak jijik kalau tau aku alergi kaya gini." gumam Tara sambil memakai stelan baju olah raga nya.


Di kamar Twins S terlihat Bastian yang masih tidur, Fallen tidak berani membangunkan suaminya karena Fallen tau kalau suaminya semalaman pasti sudah berjaga malam.


"Hati-hati ya Mbak jangan berisik Tuan lagi tidur." kata Fallen memperingati.


"Baik Nyonya." sahut ketiga nya kompak.


Fallen melihat tiga anaknya yang sedang di mandikan di kamar mandi, sambil menunggu anak-anak nya selsai mandi Fallen memilih untuk menyiapkan pakaian ganti dan perlengkapan lain nya.


"Pasti bedak bayi nya kelupaan." gumam Fallen.


Dia tidak akan marah untuk hal spele seperti ini, Fallen tau pengasuh anaknya juga cape apalagi beberapa hari ini memang banyak sekali kesibukan di rumahnya, dan mungkin hal itu yang membuat pengasuhnya terlalu terburu-buru dalam memasukkan barang Twins S.


Setelah selesai menyiapkan baju dan perlengkapan untuk ketiga bayi gemoy nya Fallen langsung berjalan ke arah kamar mandi, dia melihat ketiga anaknya yang sangat menyukai air, terlihat dari ketiga nya yang tertawa saat sedang di mandikan.


"Seperti nya aku harus meminta ijin pada Bastian untuk memanggil pelatih renang anak-anak." gumam Fallen.



Setelah melihat ke tiga anaknya sudah cantik dan tampan Fallen memberi kode para ketiga pengasuh anaknya untuk membawa Twins ke taman untuk berjemur sambil sarapan.


"Bas." panggil Fallen lembut.


"Sayang." panggil Fallen lagi sambil mengusap pipi sang suami.


Tidak mendapatkan sahutan lagi membuat Fallen gemas, dia langsung ikut merebahkan tubuh nya di samping sang suami, lalu memeluk Bastian dengan wajah yang tersenyum.


Bastian mengerejapkan matanya saat merasakan pelukan, dan saat melihat Fallen yang tengah asyik memeluknya dengan wajah yang tersenyum itu membuat Bastian langsung membalas pelukan nya.


"Morning cantik." ucap Bastian..


Fallen mengadahkan pandangan nya melihat wajah sang suami, dan saat bersamaan juga Bastian langsung memberikan kecupan di kening nya.


Cup..


"Morning cantik ku." ulang Bastian sambil tersenyum.


Membuat Fallen terkekeh pelan.


"Morning too bule ku." sahut Fallen sambil tersenyum.


"Anak-anak mana?." tanya Bastian.

__ADS_1


"Di taman lagi makan sambil berjemur biar anget." sahut Fallen masih betah memeluk suaminya.


Bastian terdiam nampak sedang berpikir sampai akhir nya dia membenarkan posisinya agar Fallen bisa bersandar di dada nya.


"Sayang bagaimana kalau kita nikah lagi." ucap Bastian tiba-tiba kepikiran untuk melakukan pernikahan yang sama dengan Darrel dan Tara.


Melihat kemeriahan acara tadi malam jujur saja membuat Bastian merasa bersalah pada istrinya, apalagi pernikahan nya dan Fallen dulu tidak ada acara resepsi nya dan hanya akad nya saja.


"Ngapain, kita udah punya anak tiga loh sayang." sahut Fallen.


"Tapi kan dulu nikahan kita nggak ada undang-undang orang sayang, gimana kalau kita adain acara resepsi yang lebih mewah, aku mau lihat kamu pakai gaun pernikahan yang indah." lanjut Bastian lagi.


Fallen tersenyum mendengar ucapan suaminya, lalu menggesek-gesekkan kepalanya ke dada suaminya.


"Tanpa resepsi yang megah pun kita akan tetap begini, lagian resepsi kaya gini tuh buang-buang uang sayang, kalau ada uang lebih lebih baik kita tabungkan buat anak-anak nanti." sahut Fallen menolak ajakan suaminya.


"Tapi sayang.."


"Nggak ada tapi-tapian, mending uang nya kita kasih ke panti asuhan aja, di sana banyak anak-anak yang kekurangan kasih sayang dan butuh perhatian orang kaya kita." jelas Fallen lagi.


Bastian terdiam, ucapan sang istri memang benar adanya.


"Makasih." ucap Bastian sambil mengusap kepala sang istri.


"Makasih untuk apa?." tanya Fallen sambil menaikan sebelah alisnya ke atas.


Bastian tidak menjawab, dia malah memberikan sebuah ciuman di bibir sang istri.


membuat Fallen mau tak mau harus membalas ciuman nya.


Hemphh..


"Kalau cium itu bilang-bilang, kan kaget." ucap Fallen mendengkus sebal, tapi saat melihat wajah serius suaminya membuat Fallen balik menatap suaminya.


"Tatap seperti ini sayang, menjadi istri yang perhatian dan apa adanya untuk aku dan anak-anak kita, makasih selalu ada untuk aku dan nggak pernah lelah menghadapi sikap ku yang selalu membuat kamu kesal, I love you." kata Bastian menatap Fallen dengan pandangan tak biasa.


"I love you too." sahut Fallen sambil tersenyum.


Keduanya saling menatap satu sama lain, tapi saat tangan Bastian akan mengusap bibir sang istri tiba-tiba sebuah ketukan pintu terdengar.


"Buka dulu, siapa tau penting." kata Fallen.


Bastian menghela nafas nya panjang, lalu berjalan mendekati pintu.


"Siapa, ganggu!"


"Ini Mom, cepat buka bule tua!"


Ceklek..


"Ngapain?."


"Jangan ngamar terus, bantuin Mom bawa koper."


"Mom.."


"Cepetan!"


_______

__ADS_1


🌹🌹🌹🌹🌹


Jangan lupa like coment and Vote ya kak ♥️


__ADS_2