Salah Ranjang (Hot Daddy)

Salah Ranjang (Hot Daddy)
Air mata seorang Ayah


__ADS_3

^^H A P P Y R E A D I N G^^


๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน


Bastian masih menunggu Fallen yang masih di UGD, tiga pulih menit berlalu rasanya sangat lama untuk Bastian.


Dia benar-benar tidak akan memaafkan dirinya jika sampai hal buruk terjadi pada Fallen dan anak-anak nya.


Mom Dena tiba-tiba datang tentunya dengan wajah yang terlihat marah bercampur khawatir.


Dan saat melihat Bastian rasanya dia ingin menghajar putra semata wayangnya itu.


Bagaimana tidak dua jam yang lalu Fallen masih bisa tersenyum bahkan mencium punggung tangan nya, tapi sekarang? dia tadi mendapatkan telpon dari Bastian yang mengatakan jika Fallen mengalami pendarahan.


"Mom" ucap Bastian melihat kehadiran Mom Dena.


Tangan Mom Dena yang semula terangkat untuk menampar Bastian kini hanya mengambang di udara.


Kenapa dia harus menampar putra nya yang sedang terpukul?, kesedihan nya bahkan tidak sebesar kesedihan di hati putra nya.


Terlepas dari kebodohan yang di lakukan putra nya, Bastian adalah seorang ayah dari anak-anak nya, dan sudah pasti sekarang Bastian sedang terpukul dengan musibah yang menimpa Fallen.


"Bas, kenapa Fallen bisa seperti ini?." hanya satu pertanyaan itu lah yang akhirnya keluar dari mulut wanita tua itu.


Bastian memeluk Mom Dena, mencoba mencari ketengan hati nya yang sedang gelisah karena memikirkan keselamatan untuk Fallen dan anak-anak nya.


Untuk pertama kalinya Mom Dena akhirnya melihat Bastian yang menangis di pelukan nya, jujur Mom Dena kaget saat mendengar isakan tangis pilu Bastian.


Terakhir dia melihat Bastian menangis itu saat Bastian SMP dan itupun sudah 17 tahun yang lalu.


"Bas, hey ayolah kau tidak boleh cengeng, si kembar akan malu mengakui mu sebagai Pipi nya jika kau terus menangis seperti ini." ucap Mom Dena mencoba mencair kan suasana.


Meski sebenarnya dia juga ingin menangis, Mom Dena merasa Bastian sudah jauh lebih baik dari sebelumnya.


Dan tentunya hal itu adalah sesuatu yang membahagiakan untuk seorang ibu.


Bastian melepaskan pelukannya, lalu menatap Mom nya.


"Mom jangan membuat kekonyolan, aku sedang sedih." kesal Bastian merasa di ejek.


Mom Dena terkekeh tangan nya terulur untuk mengusap air mata di dekat hidung Bastian.

__ADS_1


"Ieewww, ternyata ingus." ucap Mom Dena dengan ekspresi nya yang di buat-buat, membuat Bastian menatap Mom Dena tajam.


"Mom!" geram Bastian.


"Ini beneran ingus, lihatlah coba rasa pasti asin." kata Mom Dena masih tidak mau menghentikan lelucon nya.


Dan hal itu sukses membuat Bastian kesal, Mom Dena jelas senang saat melihat wajah dingin Bastian, dia lebih suka melihat wajah jutek putranya di bandingkan dengan putra nya yang menangis, itu membuat nya merasa memiliki anak yang lemah.


Darrel yang melihat interaksi Bastian dan ibu tirinya hanya terdiam sambil bersembunyi.


entah kenapa dia merasa iri akan Bastian yang memiliki ibu pengertian seperti Mom Dena.


Sedangkan dirinya selalu merasa tertekan dengan semua permintaan Ibu nya, termasuk rencana ibu nya yang menginginkan semua harta warisan Daddy nya dan menyuruh nya menyingkirkan Bastian.


Setelah melihat ini mungkin pikiran Darrel akan sosok Bastian yang memang pria berengsek di ranjang mungkin akan mengurang.


Ya tentunya setelah melihat air mata seorang pria yang di perlihatkan Bastian padanya, Darrel juga seorang pria dan dia juga tentu paham jika pria sejati tidak takut untuk menagis, bahkan akan berani menangisi sosok yang di sayang nya.


"Fallen mungkin akan lebih bahagia jika bersama Bastian, dan mungkin tidak jika bersama ku." gumam Darrel sambil memegangi dada nya.


"Sebaiknya sekarang aku menyuruh anak buah ku untuk mencari Tia, dia pasti akan melarikan diri." ucap nya lagi lalu pergi meninggalkan rumah sakit tanpa mengetahui kondisi Fallen dan keponakan nya.


Tiba-tiba pintu terbuka, membuat Bastian dan Mom Dena langsung berjalan ke arah pintu mendekati dokter.


"Iya bagaimana kondisi menantu saya, Dok." Mom Dena mengulang pertanyaan yang sama dengan Bastian.


Dokter melihat kedua nya.


"Saat ini pasien masih lemah, tapi meski begitu Pasien sangat lah kuat begitu pun dengan janin yang ada di kandungan nya, saya baru melihat wajah santai seorang ibu saat di saat detik-detik menegangkan pendarahan seperti tadi, istri anda benar-benar luar biasa tuan." jelas sang Dokter yang malah memuji Fallen.


Ini adalah pengalaman pertama untuk sang Dokter memiliki pasien yang bisa santai dan rileks seperti Fallen, biasanya pasien-pasien nya yang lain akan menangis meminta obat pereda karena yang namanya pendarahan tentu nya rasa sakit nya tidak lah seperti di gigit semut.


Tapi Fallen? sejak masuk sampai kehilangan kesadaran nya Fallen terus mengatakan doa-doa dan harapan nya untuk keselamatan anak-anak nya, membuat Dokter dan rekan medis yang lain nya terharu akan sosok Fallen yang sangat terlihat tegar dan kuat.


Mendengar penjelasan Dokter Bastian tersenyum, bukan hanya Dokter yang kagum pada Fallen, tapi Bastian juga mengakui jika dia benar-benar menyia-nyiakan seseorang yang sangat luar biasa seperti Fallen.


"Sebelum Pasien kehilangan kesadaran nya dia mengatakan ingin di temani Bastian, apa tuan yang bernama Bastian?." tanya Dokter.


Bastian mengangguk.


"Iya, saya Dok." sahut Bastian cepat dengan wajah sumringah karena Fallen ternyata ingin di temani oleh dirinya.

__ADS_1


Mom Dena tersenyum mendengar nya, bukan hanya Bastian yang senang tapi dia juga bahagia jika Fallen bisa menerima Bastian lagi.


Dan itu tandanya PR nya untuk mendekatkan Bastian dan Fallen mungkin akan selesai.


"Apa saya boleh masuk sekarang?." tanya Bastian.


"Mungkin nanti tuan setelah pasien di pindahkan ke ruang rawat inap." kata Dokter lagi membuat Bastian menghela nafasnya kasar.


Dia harus menunggu lagi, padahal Bastian sudah tidak sabar untuk memberikan ciuman cinta nya untuk Fallen dan ketiga anak-anak nya.


"Tunggu Pipi sayang ku, Pipi akan segera menengok kalian." gumam Bastian.


Pletak !!


Bastian mendapatkan jitakan tepat di keningnya, dan jangan di tanya siapa pelaku nya, ya siapa lagi kalau bukan Mom Dena.


"Mom!" geram Bastian, untung dokter sudah pergi dan suster sedang memindahkan Fallen ke ruangan inap VIP.


"Itu hukuman untuk Pipi mesum seperti mu Bas!" ketus Mom Dena.


Membuat Bastian terkekeh pelan.


"Wle, orang ganteng mah bebas, lagian Fallen juga mau ko." sahut Bastian.


Membuat Mom Dena mendelik sinis pada putra nya.


"Awas saja jika setelah ini kau kembali berulah bule tua, Mom akan menghajar mu habis-habisan jika kau ketahuan menduakan menantu kesayangan Mom lagi." ancam Mom Dena tidak main-main.


"Tenang saja Mom, tanpa Mom minta aku akan melakukan nya, Mereka adalah harta terindah yang aku miliki, aku akan memberikan mereka sejuta kebahagian, aku tidak akan berjanji, tapi aku akan melakukan semua yang bisa membuat Fallen dan anak-anak ku tersenyum dengan semampu ku." kata Bastian sambil tersenyum simpul.


"Mom pegang kata-kata mu bule tua."


"Mom aku bukan bule tua!"


"Ya bukan, tapi usia mu 35 tahun, dan kau sudah tua!"


_________


๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน


Ngak mampu nyakitin tiga Twins soalnya takut kena hujat๐Ÿคฃ

__ADS_1


Btw kalau tiga Twins bagus nya nama nya siapa ya?


Jangan lupa like coment and Vote ya kak โ™ฅ๏ธ


__ADS_2