Salah Ranjang (Hot Daddy)

Salah Ranjang (Hot Daddy)
Kemeriahan.


__ADS_3

^^H A P P Y R E A D I N G^^


🌹🌹🌹🌹🌹


Acara resepsi megah pun di gelar, Tara dan Darrel nampak seperti ratu dan raja yang menjadi pusat perhatian di malam yang indah ini.


Senyuman kebahagiaan terpancar di wajah keduanya, begitupun dengan semua anggota keluarga besar Bastian ataupun keluarga Tara yang juga ada di acara besar itu.


Ucapan selamat dari beberapa tamu undangan yang kebanyakan rekan bisnis dan kolega dari Darrel ataupun Bastian itu semakin memeriahkan acaranya.


"Seharusnya dulu kita tidak terlalu keras sama Tara Pak, lihat sekarang dia menjadi istri bangsawan Pak." bisik ibu Rumi.


"Tapi kalau tidak begitu mungkin Tara akan menikahi si tua Bu, ada untungnya juga Tara kabur dari rumah karena dia bertemu orang kaya." sahut Pak Sofyan sama berbisik.


"Pokoknya setalah pernikahan Tara kita harus baik-baikin Tara Pak, hidup kita pasti terjamin kalau Tara mau maafin kita." usul Bu Rumi.


"Iya Ibu benar, kita harus manfaatin Tara biar bisa dapat uang dari mantu kita." kata Pak Sofyan lagi.


Dalam pikiran keduanya hanya uang-uang dan uang, dan beruntungnya obrolan itu terdengar jelas oleh Hana yang sengaja memasang penyadap suara di baju kedua orang tuanya.


"Kenapa?." tanya Fallen.


Hana memang sedang duduk di meja yang sama bersama Fallen.


"Ibu bapak mau manfaatin Tara, mereka mau harta." sahut Hana dengan hembusan nafasnya kasar.


"Bukan nya mereka udah jual Tara dengan uang 200 juta?." kata Fallen lagi.


"Mereka memang selalu haus dengan uang." kata Hana dengan wajah kesal.


Fallen terdiam, mendengar itu entah kenapa membuat dia teringat akan Papa nya yang haus akan wanita muda.


"Aku punya ide buat mereka sadar." ucap Fallen.


"Cara nya?." tanya Hana.


"Beri mereka usaha di tempat yang jauh, biarkan mereka merasakan sepi tanpa hadir nya anak, kamu tau setiap orang pada masa nya akan memiliki rasa sepi, dan begitupun dengan mereka, aku yakin perlahan mereka akan sadar, meski itu harus menuggu masa tua nya." jelas Fallen memberikan pengalaman nya.


Hana terdiam sebentar nampak menimbang, sampai akhirnya dia tersenyum.


"Bagus juga saran kamu Fall, makasih ya." kata Hana sambil tersenyum.


"Santai aja kali, kita kan teman." balas Fallen lagi sambil tersenyum.


Di meja sebrang terlihat Arr dan Jenn yang sedang duduk di temani ke lima pemuda aneh.

__ADS_1


Alex, Dani, Toni, Hadian dan di tambah dengan Juan yang nampak seumuran dengan ke empat pemuda itu.


"Emang harus ya adik kakak rambut nya samaan pendek?." Toni si tengil memulai aksi nya.


"Rambut pendek juga cantik kok." Juan si pahlawan kesiangan mulai melancarkan gombalan maut nya.


Membuat ke empat pemuda yang masih 18 tahunan itu saling menebar lirikan nya.


"Bang Juan pilih yang jutek atau yang muka nya lebih ada manis-manis nya dikit, ehk tapi dua-duanya juga wajahnya jutek loh bang." Hadian yang matre ikut menimpali.


Setidaknya jika tidak mendapatkan uang Hadian bisa pulang dengan perut kenyang, apalagi dia sudah lama tidak makan enak seperti ini, bahkan setelah pulang nanti Hadian berniat untuk meminta makanan buat di bawa pulang, karena di rumah ibunya pasti juga mau merasakan makanan mewah lagi.


Juan melirik Jenn yang juga melirik nya, lalu tersenyum kecil, membuat Jenn merinding.


"Dasar pria aneh." Batin Jenn.


"Milih yang jutek tapi perhatian." ucap Juan yang berhasil membuat Jenn langsung terbatuk-batuk.


Melihat Jenn yang terbatuk-batuk Arr berinisiatif untuk memberikan minum, dan Jenn yang akan mengambilnya dia kaget karena ke lima pemuda yang usianya di bawahnya semua itu juga sama-sama memberikan gelas nya.


"Heh kalian ngapain angkat gelas." kata Juan menatap satu persatu pemuda itu.


Membuat Alex dan yang lain langsung menurunkan gelas nya.


"Iyalah takut, rasanya di tikung kan sakit." Alex yang pernah di tikung pria dewasa pun ikut menimpali dengan ekspresi lebay nya.


Juan yang mau pdkt an itu mengereng kesal karena ke empat pemuda itu malah memilih meja yang sama dengan nya, dan satu hal lagi yang semakin membuat Juan kesal adalah Arr yang terus mengintili Jenn seolah takut jika Jenn di culik oleh nya.


Merasa Juan meliriknya Arr langsung memperlihatkan wajah dingin nya, membuat Jenn yang melihat nya menggelengkan kepalanya.


"Udah dapat bunga kak, bentar lagi jodoh datang loh." bisik Jenn.


"Tahayul, kakak nggak percaya sama yang begituan." balas Arr sedikit berbisik, dia tidak percaya hal begituan apalagi tadi saat mendapatkan bunga Arr langsung di tubruk anak kecil dan mendapatkan amukan dari pria galak.


"Kalau bukan karena nona Tara baik dan juga adiknya nona Hana aku nggak akan pernah mau datang ke sini dan harus pake riasan menor ini." batin Arr.


Di pelaminan Darrel sedang mencoba membujuk Tara untuk berdansa, bebarapa acara seperti memotong kue dan melempar bunga sudah di lakukan beberapa saat lalu, dan sekarang tinggal dansa.


"Sayang, ayolah kita dansa biar romantis." ajak Darrel.


"Tapi aku nggak bisa, aku tuh bisanya main basket bukan nari." sahut Tara.


"Belajar, nanti juga bisa percaya sama aku." kata Darrel lagi.


Tara terdiam sebentar, dia melirik Darrel yang seperti nya memang mengharapkan nya.

__ADS_1


mau tidak mau Tara harus mengalah dan menurunkan ego nya yang gengsi itu.


"Baiklah, tapi kalau kaki kamu ke injak hak aku yang 7 cm ini jangan nangis ya." kata Tara dan Darrel hanya mengangguk.


Melihat Tara dan Darrel turun dari pelaminan membuat Bastian yang sedang mengobrol dengan rekan bisnis nya itu langsung berjalan mendekati sang istri.


"Sayang dansa yuk." ajak Bastian tidak mau kalah dari sang adik.


Fallen menggelengkan kepalanya.


"Nggak ahk, aku mau liatin kembar yang lagi main sama Mom dan ibu." kata Fallen menolak.


Tapi bukan Bastian yang tidak memaksa, Bastian malah menggendong sang istri ke tengah-tengah dan ternyata di sana juga sudah ada Hana yang sedang bersiap untuk dansa dengan Gibran.


"Kalau ke tendang jangan nangis ya." bisik Fallen kesal.


Bastian tersenyum lalu menaruh tangan Fallen untuk melingkar di pinggang nya, dan satu tangan nya lagi di satukan dengan tangan Bastian.


Ketiga pasangan itu mulai berdansa sesuai irama lagu, ralat ketiga nya tidak mahir dalam berdansa, bahkan entah berapa kali terdengar suara ringisan ketiga pria itu yang tentunya di sebabkan oleh istri-istri bar-bar nya.


Tapi meski demikian ketiga pasangan itu melanjutkan acara dansa nya sampai lagu berakhir, dan di susul oleh ke empat pemuda yang tiba-tiba berdiri di tengah-tengah dan langsung pamer ketampanan.


"Ready guys."


Suara musik salah satu K-Pop idol pun terdengar, membuat Tara yang baru duduk langsung turun dari pelaminan dan langsung ikut bergabung bersama teman-teman nya.


Darrel menggelengkan kepalanya saat melihat Tara yang memakai gaun itu ikut berjoged seperti Alex dan yang lain nya.


dan tidak hanya sampai di situ saja, Ibu Rosalina dan Mom Dena yang melihat ada sesuatu yang di kelilingi banyak penonton keduanya langsung heboh dan ikut bergabung dengan Tara dan yang lain nya.


"Mom nanti encok nya kumat." ingin rasanya Bastian mengatakan itu, Tapi melihat senyuman di wajah kedua ibu nya membuat Bastian hanya bisa tersenyum melihat itu.


"Dena gerakan nya salah."


"Biarin aja, asal joged aja yang penting viral."


_________


🌹🌹🌹🌹🌹


Untuk yang penasaran cerita Arr nanti akan di jelaskan di cerita Hana dan Gibran ya🤗


Judul nya ^^Salah Ranjang (Pria Buta).


Jangan lupa like coment and Vote ya kak ♥️

__ADS_1


__ADS_2