
^^H A P P Y R E A D I N G^^
🌹🌹🌹🌹🌹
Empat hari berlalu akhirnya Fallen bisa bernafas lega karena dia sudah di bolehkan untuk pulang ke rumah.
rasanya dia tidak sabar untuk menikmati tidur di ranjang empuk nya.
Dan tidak sabar untuk memulai peranan nya yang sebagai seorang wanita dari tiga anak, usia nya baru 21 tahun, dan Fallen tidak menyangka jika dia akan menjadi ibu di usia muda nya ini.
"Mom mau gendong Kila ya." ucap Mom Dena sudah langsung menggendong cucu ke dua nya, Syakila.
"Kalo ibu mau si bungsu aja ya." Ibu Rosalina ikut-ikutan langsung menggendong cucu bungsu nya, Syakira.
Fallen tersenyum melihat betapa di cintai nya ketiga anak-anak nya, tidak ada hal yang lebih menyenangkan selain memiliki keluarga yang utuh dan saling menyayangi seperti ini.
"Yang ganteng sama Mimi ya." Fallen menggendong si sulung, Syaka.
Bastian kebagian menjadi supir, dan begitulah ketiganya pulang dengan mobil yang di kendarai Bastian.
tentu nya sepanjang perjalanan banyak drama yang di ciptakan dua ibu peri, tapi hal itu bukan untuk menambah kekesalan Bastian, melainkan membuat suasana menjadi semakin ramai.
"Bentar lagi nyampe, Kila bobo sama Oma cantik ya." ucap Mom Dena.
"Iya, Kira juga bobo sama Oma di rumah Oma." Ibu Rosalina ikut menyahuti.
Membuat Bastian yang sedang menyupir langsung menimrung.
"Mana ada gitu, anak bayi ya tidur nya sama Mimi Pipi nya lah." sahut Bastian sewot.
Fallen memijat pelipisnya pelan, drama nya akan di mulai lagi seperti nya.
"Gimana kalau malam ini kita tidur bersama." ucap Fallen menghentikan drama ibu dan anak itu.
"Ibu setuju."
"Mom juga setuju."
"Dan kau Bas." semua mata melirik Bastian yang sedang menyupir.
Membuat Bastian menghela nafas nya kasar lalu mengangguk kecil.
"Iya, aku juga setuju." sahutnya dengan wajah tidak senang.
Empat hari tidur di sopa dan tidak memeluk sang istri tentu saja Bastian merindukan sensasi tidur bersama istrinya.
tapi dua ibu nya malah mengacaukan nya dengan acara tidur bersama.
Malam hari nya sesuai dengan rencana awal kalau semua anggota keluarga tidur di kamar yang sama, beberapa kasur lantai yang baru di beli sudah ada di lantai.
Setelah makan malam keluarga mereka memutuskan untuk ke kamar.
kamar twins yang sangat luas membuat mereka semua bisa tidur di satu tempat.
Darrel dan Tara yang tidak tau apa-apa pun harus ikut tidur bersama menjaga si kembar, keduanya bahkan di posisikan saling bersampingan.
Tara mencoba memejamkan matanya, tapi Darrel yang iseng malah terus menganggu nya dengan cara meniup-niupkan angin panas ke leher Tara.
__ADS_1
"Diam atau aku teriak." bisik Tara.
"Teriak aja, ngak papa kok." sahut Darrel konyol.
Tara menggelengkan kepalanya, dia bisa gila jika harus berdekatan dengan pria aneh di samping nya.
"Ibu, ganti posisi dong aku mau di tengah-tengah ibu sama Mom." ucap Tara memohon.
Ibu Rosalina melirik Tara, lalu melirik Darrel putranya, dan sedetik kemudian dia menggelengkan kepalanya.
"Bobo saja ya cantik, di sini sempit udah gitu Mom Dena kalau tidur suka ngorok." kata Ibu Rosalina sambil tersenyum kikuk.
Tara menghela nafasnya panjang lalu melirik Darrel lagi.
"Sekali lagi ganggu aku, awas saja aku bakalan bener-bener teriak." ancam Tara sedikit berbisik.
Darrel terkekeh melihat wajah marah Tara, dia benar-benar candu melihat wajah kesal Tara.
dan melihat senyuman di wajah Darrel yang menyebalkan membuat Tara kesal dan langsung menutup wajahnya dengan selimut.
Tiba-tiba tangan Darrel menyentuh lengan Tara, membuat Tara kaget bukan main dan langsung memukul bokong Darrel.
Bukkkk !!
Suara itu membuat semua mata melirik ke arah dua sejoli yang ada di balik selimut itu.
"Hey, kalian sedang apa?." tanya Mom Dena.
Membuat Tara dan Darrel yang berada di balik selimut itu saling melirik dengan wajah kaget nya.
Selimutnya dengan cepat sibakkan oleh Mom Dena, lalu dengan ekspresi kaget nya Ibu Rosalina langsung menutup bibirnya.
"Aku ngak ngapa-ngapain ko, beneran." ucap Tara takut.
"Iya, kita ngak ngapa-ngapain, hanya bermain tahan nafas." Darrel ikut menyahut.
Fallen menghela nafasnya panjang, dia tau drama apa yang sedang di mainkan dua ibunya.
sedangkan Bastian yang tidak tau niat ibu nya malah melirik Darrel dan Tara dengan ekspresi biasa saja.
"Tara, tidur di samping istri ku." ucap Bastian.
Tara mengangguk dia pindah tempat menjauhi Darrel.
membuat wajah Darrel terlihat kesal dan semua itu di lihat oleh Bastian.
"Berdekatan dengan jomblo sangat berbahaya." celetuk Bastian lagi.
Membuat Darrel melotot tajam ke arah Bastian, dan Mom Dena yang melihat itu langsung saling melirik dengan Ibu Rosalina.
Sampai akhirnya..
"Bas kamu jangan kentut, terakhir Mom tidur sama kamu itu waktu SMP, mana kentut nya keras bau lagi." celetuk Mom Dena mencoba mengalihkan topik pembicaraan.
Membuat Bastian yang sedang mencoba memeluk istrinya itu langsung menggelengkan kepalanya.
heran kenapa dia punya ibu yang selalu bisa meruntuhkan image putra nya.
__ADS_1
"Mom, jangan asal bicara, mana ada aku kentut iya kan sayang." memeluk Fallen dengan santai.
"Modus." ketus Fallen sambil memejamkan matanya.
"Ngak apa dong modus sama istri sendiri." sahut Bastian lagi.
"Dasar mesum." celetuk Mom Dena dan ibu Rosalina bersamaan.
Yang mana membuat Bastian langsung tersenyum kecut.
"Iri bilang sayang, jomblo bisa apa." sahut Bastian sangat-sangat santai.
Membuat Mom Dena dan ibu Rosalina yang sudah lama menjanda itu langsung saling melirik.
"Seperti nya kita harus cari Om-om hot yang keren." bisik Mom Dena.
"Iya, kita ngak boleh kalah dari anak-anak yang udah nemu pendamping." Ibu Rosalina ikut menggangguki ucapan Mom Dena.
Sedangkan Tara dan Darrel nampak terdiam dengan posisi nya berjauhan.
keduanya nampak sedang berpikir keras dengan apa yang selalu keduanya rasakan.
Apakah rasa ini adalah ____
Tiba-tiba..
"Ngak mungkin!" celetuk Darrel dan Tara bersamaan, bahkan keduanya kompak bangkit dari tidurnya.
Membuat semua mata melirik ke arah dua insan yang berjauhan itu.
"Ngak mungkin apa?" tanya Mom Dena melirik Tara.
"Iya, ngak mungkin apa sayang?." Ibu Rosalina ikut melirik Darrel.
Tara dan Darrel saling melirik lalu menggelengkan kepalanya.
"Ngak ada, cuman keceplosan." sahut Tara dan Darrel kembali bersamaan lagi.
"Barengan terus, cie yang berengan tapi ngak jadian."
"Ibu!"
"Cie yang kompak tapi malu-malu keong!"
"Mom!"
Oekkk !! Oekkk !!
Suara tangis si kembar terdengar, membuat semua mata langsung melirik pada Tara dan Darrel.
"Dasar jomblo, teriak-teriak jadi deh cucu-cucu Oma nangis." kompak dua ibu peri.
Dan pada akhirnya semuanya membatu pasangan Fallen dan Bastian untuk menidurkan Baby S.
_________
🌹🌹🌹🌹🌹
__ADS_1
Jangan lupa like coment and Vote ya kak ♥️