
^^H A P P Y R E A D I N G^^
🌹🌹🌹🌹🌹
Tara dan Darrel yang memiliki kamar khusus di rumah Bastian dan Fallen memilih untuk tidur di rumah Bastian.
kini keduanya sudah di tempat tidur, saling memeluk dengan wajah yang saling memandang.
"Kenapa?." tanya Tara sambil mengulum senyum nya.
"Cantik." puji Darrel yang entah ke berapa kalinya.
"Kakak ingin menggoda ku." Tara menaikkan sebelah alisnya ke atas.
Darrel menggelengkan kepalanya.
"Tidak, ini benar-benar serius sayang, kamu cantik saat memakai lingerie pink ini." ujar Darrel sambil menciumi leher istrinya.
Tara terkekeh geli merasakan rasa geli yang menjalar di tubuh nya.
"Kakak mesum ihk." lanjut Tara sambil mencoba melepaskan diri dari suaminya.
Merasakan pergerakan Tara yang mulai berontak Darrel langsung menahan pinggang Tara dengan kaki nya, satu tangan nya Darrel gunakan untuk menahan kedua tangan Tara yang mencoba berontak, sedangkan satu tangan nya lagi mencoba untuk menarik lingerie Tara agar terbuka.
Hemphh..
Darrel membungkam bibir Tara dengan sebuah ciuman, Tara mengeliat saat tangan nakal itu mulai menyerang nya.
Tara seperti boneka yang sedang di mainkan oleh suaminya, membuat Tara langsung mengigit bibir suaminya.
dan ya ciuman itu terlepas bahkan Darrel juga melepaskan tubuh Tara.
"Tara sakit!"
"Biarin, suruh siapa rusak baju terus, ini baju mahal tau."
"Kita bisa membelinya, bahkan dengan toko nya sekalipun."
Tara menggelengkan kepalanya, apa orang kaya memang selalu memiliki pemikiran boros seperti itu?.
"Tara." panggil Darrel.
"Kita tidak bisa menghamburkan uang, bagaimana kalau aku tidak akan memakai baju ini lagi, dan stop membeli baju lingerie ini karena ujung-ujungnya juga kita tidak akan mengenakan apapun kan." ucap Tara.
Gemas dengan ucapan istrinya Darrel langsung mencubit gemas pipi gembul Tara.
"Kakak sakit!" kesal Tara tidak suka saat pipi nya terus menjadi objek cubitan suaminya.
"Abisnya kamu gemesin banget, makin cinta aku." kata Darrel.
"Lebay." cibir Tara sambil mengerucutkan bibirnya.
Dan lagi-lagi hal itu membuat Darrel gemas dan langsung menarik Tara ke pelukan nya, setelah itu Darrel kembali melakukan hal yang kini sudah masuk kedalam rutinitas favorit nya.
Cukup lama keduanya melakukan nya, dan jangan lupakan bibir Tara yang terus berisik itu, mengatakan seperti..
KAKAK SAKIT!!
KAKAK SUDAH!!
DAN KAKAK A_KU MAU PIPIS!
__ADS_1
Dan tentu saja hal itu tidak menjadi masalah karena Tara yang berisik itu seolah menambah keramaian di kamar yang di tempati sepasang pengantin baru itu.
Beberapa saat berlalu..
"Kenapa kakak selalu kuat?." pertanyaan konyol itu keluar dari bibir Tara.
Cup..
"Aku adalah pria hebat, tentu saja kuat." sahut Darrel sambil tertawa.
Cup..
Darrel kembali mengecup singkat bibir istrinya.
"Terimakasih, aku menyayangi mu." lanjut Darrel sambil menarik Tara ke pelukan nya.
Tara memeluk Darrel lalu mengusap perut liat suaminya.
"Aku juga menyayangi mu." sahut Tara sambil memejamkan matanya.
Pagi harinya Tara bangun pagi-pagi sekali karena dia akan sekolah.
Darrel sebenarnya ingin lebih banyak menghabiskan waktu bersama sang istri tercinta nya, tapi Tara terus mengatakan..
"Kakak aku harus sekolah, nilai-nilai ku sangat jelek maka dari itu aku harus mulai mengejar semua pelajaran yang tertinggal itu."
Dan ya Darrel tidak bisa menolak keinginan sang istri, apalagi setelah melihat semangat yang tinggi di wajah sang istri tercinta nya.
"Tara, ayo sarapan." suara Fallen di luar kamar terdengar.
Membuat Tara yang sedang memakai dasi di seragam nya itu melirik sang suami.
"Kak Fallen sudah memanggil, ayo." kata Tara sambil mengambil tas gendong nya, tak lupa Tara mengambil beberapa buku pelajaran nya.
Dan saat sedang berjalan mereka berpas-pasan dengan Bastian yang berjalan dengan pakaian bekerja nya yang rapih.
"Waww, rambut yang basah." celetuk Bastian sambil menutup bibir nya.
"Aku duluan." ucap Tara langsung berlari ke meja makan.
Melihat itu Darrel dan Bastian kompak menggelengkan kepalanya.
Meski sudah menikah Tara masih memiliki sikap gadis remaja yang aktif.
"Seperti nya kau menjajah nya sepanjang malam." ucap Bastian yang melihat Tara berlari dengan langkah kaki yang seperti berbeda.
"Benar sekali, dia menggemaskan bagaimana bisa aku tidak melakukan nya, bahkan setelah mengetahui rasanya." sahut Darrel sambil tersenyum membayangkan permainan sepanjang malam nya bersama istrinya.
"Baguslah, aku yakin gadis kecil mu itu akan segera hamil." Bastian ikut senang melihat adiknya yang terlihat lebih bahagia dari sebelumnya itu.
"Tentu saja aku hebat." sahut Darrel lagi.
Di meja makan semuanya mulai makan, hanya ada dua pasang suami istri tapi meski begitu tidak membuat suasana nya menjadi sepi.
meski tidak adanya dua sosok ceria yang kini entah sedang melakukan apa di luar negri sana.
"Kapan ibu pulang?." tanya Tara.
"Mungkin saat anak-anak ulang tahun yang pertama." sahut Fallen.
Uhuk-uhuk..
__ADS_1
Tara batuk, dan langsung mendapatkan segelas minum dari sang suami.
"Makasih kak." ucap Tara, lalu meminum air yang di berikan sang suami.
"Selama itu?" tanya Tara melirik kakak ipar nya.
Dan Fallen langsung mengangguk cepat.
"Bahkan mungkin bisa lebih." lanjut Fallen.
Setelah selesai makan semuanya langsung menjalankan rutinitas nya masing-masing, Darrel berangkat bekerja sambil mengantarkan Tara yang akan pergi sekolah, Bastian yang juga pergi ke kantor nya.
Dan sekarang hanyalah menyisakan seorang ibu rumah tangga, yaitu Fallen yang sedang membantu bibi pembantu untuk merapihkan piring kotor di meja makan.
"Bibi belanja sayur aja, ini uang nya." ucap Fallen memberikan beberapa lembar uang berwarna merah pada pembantu nya.
"Tapi nyonya.."
"Tidak apa, piring kotor urusan saya, bibi ke pasar aja."
"Baik, kalau begitu bibi ke pasar dulu nyonya."
Setelah kepergian bibi pembantu kini giliran Fallen yang sendirian di dapur, sambil mencuci piring nya Fallen sengaja menyetel lagu kesukaan nya.
Dan saat mendengar lagu itu Fallen langsung berjoged layaknya gadis muda yang sedang melepaskan beban pikiran nya untuk sementara waktu.
"Astaga, aku lupa kapan terakhir aku bisa melakukan joged ini." gumam Fallen sambil berjingkrak ria.
Senyuman di wajah wanita 22 tahun itu memperlihatkan jika Fallen senang dengan apa yang dia lakukan, sampai akhirnya kaki Fallen tidak sengaja terpleset dan akan terjatuh.
"Ingat umur, kau bukan anak kecil lagi Fall." suara itu membuat Fallen melotot.
Fallen membenarkan posisinya yang ada di pelukan Juan, tidak enak jika ada orang yang melihat karena itu bisa saja akan menarik asumsi orang lain yang tidak-tidak.
"Juanda!"
"Jangan panggil aku begitu, kau tau Jenny ku juga memanggil ku dengan sebutan itu."
"Astaga, kau memanggil nya jenny ku?."
Juan mengangguk.
"Bantu aku mendapatkan hati nya, dia sedingin es cream, sangat susah meluluhkan nya."
Fallen terdiam saat mendengar curhatan teman nya itu.
"Jika dia sedingin es maka kamu harus sepanas api, es akan luluh dengan panas bukan?"
"Dia tidak menyukai pria panas."
"Apa kau berpikir jika panas yang aku katakan itu adalah panas ranjang?."
Dan Juan kembali mengangguk, membuat Fallen sebal dan langsung menjewer telinga Juan dengan keras.
"Pantas saja Jenn tidak menyukai mu, dia wanita dewasa dan rasa penasaran nya untuk hal panas pasti sudah mereda Juan, kau benar-benar mesum ya." Fallen menggelengkan kepalanya.
__________
🌹🌹🌹🌹🌹
Cerita Hana cover nya ganti ya.
__ADS_1
Jangan lupa like coment and Vote ya kak ♥️