
^^H A P P Y R E A D I N G^^
🌹🌹🌹🌹🌹
Setelah menghabiskan 20 menit akhirnya motor Jenn berhenti di pagar rumah tujuan nya, Jenn mengatakan niat kedatangan nya dan ternyata kedatangan nya itu tidak tepat karena pemilik rumah nya sedang keluar.
"Silahkan masuk nona, anda bisa menunggu di dalam." ucap satpam sopan.
Jenn kembali mengendarai motor nya untuk masuk ke halaman rumah besar itu, dan memarkirkan motornya setelah sampai di halaman rumah besar itu.
Karena harus menuggu Jenn memilih memencet bel rumah.
lama menunggu seseorang untuk membuka pintu sampai akhirnya pintu itu terbuka.
"Maaf, nona siapa?." tanya seorang pengasuh, dia menggendong anak laki-laki yang usia nya mungkin 1 tahunan.
"Saya Jenn, asisten tuan Bastian ingin bertemu dengan tuan Lian." jelas Jenn.
"Tuan Lian sedang keluar nyonya, mungkin sebentar lagi akan pulang." jelas pengasuh itu. "Silahkan menunggu di dalam nyonya." lanjut pengasuh itu.
Jenn mengangguk dia masuk ke ruang tamu dan mendudukkan bokong nya di sopa.
sedangkan pengasuh itu berjalan pergi mungkin sedang mengambil air.
Mata Jenn melihat ke setiap juru ruang tamu, sampai matanya melihat satu foto bayi tampan dan Jenn replek membaca nama yang ada di foto itu.
Jenn berdiri untuk bisa membaca lebih jelas membaca nama itu.
sampai akhirnya..
"William Steep Xander." Jenn membaca nama itu.
"Tidak sopan melihat isi rumah orang di saat pemilik rumah nya tidak ada." suara seseorang di belakang Jenn itu membuat Jenn langsung kagat dan replek membalikan badannya.
Seketika tatapan keduanya bertemu cukup lama sampai akhirnya Jenn sadar dengan apa yang telah dia lakukan, Jenn langsung menunduk.
"Maaf tuan, saya hanya___" ucap Jenn tidak tidak di lanjutkan karena Lian menyela ucapan nya.
"Berikan map nya padaku, lalu pulang lah." kata Lian.
Jenn sedikit kaget karena secara tidak langsung Lian mengusir nya, tapi Jenn juga sadar diri dia hanya seorang bawahan yang harus patuh terhadap perintah Bos nya.
"Ini file nya tuan, maaf telah menganggu waktu anda." kata Jenn memberikan map itu pada Lian.
Dan Lian tentunya menerima nya, tapi dengan wajah dingin bahkan terkesan seolah tidak menyukai keberadaan Jenn di rumah nya.
Jenn ingin berjalan tapi tiba-tiba pengasuh membawa minum, dan hal itu di lihat oleh Lian yang langsung marah besar.
"Kau meninggalkan putra ku hanya karena tamu tidak penting hah!" suara Lian meninggi.
Membuat Jenn menghentikan langkahnya dan membalikkan tubuhnya melihat apa yang terjadi.
"Bibi pembantu sedang masak tuan, saya hanya___" ucap pengasuh terhenti karena Lian kembali membuka suaranya.
__ADS_1
"Sudah ku bilang membuat minuman itu pekerjaan bibi pembantu, bodoh!" amarah Lian semakin memuncak.
"Maafkan saya tuan, saya tidak akan melakukan nya." ucap pengasuh langsung terduduk di lantai.
"Cepat kemasi barang-barang mu, aku tidak sudi memberikan pekerjaan pada orang yang tidak bisa di berikan kepercayaan, kau meninggalkan putra ku sendirian, bagiamana kalau dia jatuh dan terluka hah!" suara itu mengeras dan terdengar terlalu berlebihan menurut Jenn.
"Saya mohon jangan tuan, saya membutuhkan pekerjaan ini tuan, jangan pecat saya." ucap pengasuh memohon.
Tapi Lian malah bersidekap dada dan malah acuh melihat pengasuh itu menangis.
"Tuan saya mohon." Isak pengasuh itu.
"Ambil uang itu dan cepat angkat kaki dari rumah ku." kata Lian sambil melemparkan uang ke depan pengasuh yang sedang menangis itu.
Dan setelah itu Lian pergi begitu saja meninggalkan pengasuh dan Jenn yang mematung di tempat nya tadi.
Jenn menggelengkan kepalanya melihat apa yang sudah terjadi, kenapa ada orang kaya seperti itu? arogan dan juga kejam.
hanya karena masalah spele pengasuh itu di pecat, benar-benar tuan yang gila.
Untung dia memiliki Bos yang super baik, setidak nya Jenn tidak pernah mengalami hal memalukan itu, yaitu memohon-mohon pada pria arogan yang so kaya itu.
"Mbak ayo berdiri, jangan seperti ini meski kita orang kalangan bawah tapi kita harus punya harga diri." kata Jenn membantu pengasuh itu untuk berdiri.
Pengasuh itu sudah berusia 35 lebih, dan Jenn merasa kasihan pada wanita itu.
Jenn yang sudah di luar sedang menunggu pengasuh itu untuk pulang bersama nya.
Jenn sedikit bingung dengan barang apa saja yang ada di tas itu, tidak mungkin itu semua baju karena ada yang keras saat salah satu tas itu tak sengaja menyenggol kaki nya.
"Mbak mau di antar nya kemana?." tanya Jenn.
"Memang nya tidak merepotkan nona?." tanya pengasuh itu yang ternyata memiliki nama Tini.
"Ngak apa, asal jangan ke kota B aja, soalnya jauh." sahut Jenn konyol membuat keduanya terkekeh bersamaan.
"Saya mau ke bandara non, mau pulang kampung aja." jelas Tini.
Jenn mengangguk lalu mulia mengendarai motor nya meninggalkan kediaman Lian.
di perjalanan tidak banyak yang keduanya bicarakan, Jenn yang ternyata memiliki sikap yang cerewet itu menanyakan masalah pribadi.
"Mbak udah punya anak?." tanya Jenn yang menyupir, tadi di perjalanan Jenn membeli Helm tambahan agar tidak di tilang polisi.
"Sudah non, saya ibu dari dua anak." sahut Tini.
"Kalau Mbak kerja terus anak nya sama siapa?." Jenn semakin kepo.
"Sama ibu non." jawab Tini lagi yang membuat Jenn mengerutkan keningnya aneh.
"loh, emang suaminya kerja apa mbak?." tanya Jenn lagi.
Dan untuk pertanyaan terkahir nya sangat lama mendapatkan jawaban, sampai akhirnya..
__ADS_1
"Suami saya orang nya pemalas non, dia ngak kerja." jelas Tini membuat Jenn merasa kasihan.
Itulah kekhawatiran nya dalam berumah tangga, dia takut suami nya di masa depan juga seperti itu.
apalagi di jaman sekarang mencari pekerjaan itu sangatlah susah.
Untuk mendapatkan pekerjaan yang bagus harus penuh perjuangan, bahkan orang yang termasuk lulusan tinggi pun akan susah mendapatkan pekerjaan jika tidak berusaha, karena sekarang adalah jaman nya dimana yang memiliki uang dan orang dekatlah yang mendapatkan pekerjaan mudah.
Sore menjelang malam, Jenn sampai di rumah nya, dia langsung meregakan otot-otot nya yang terasa pegal.
setelah membuka pintu dan sepatu nya Jenn masuk ke dalam rumah nya, lebih tepatnya rumah sang kakak.
"Kakak aku pulang!" teriak Jenn sambil berjalan mendekati sopa, dan langsung mendudukkan bokong nya di sopa.
"Kenapa baru pulang." Kakak Jenn datang dengan dua gelas jus jeruk di baki kecil yang ada di tangan nya.
Jenn menghela nafasnya kasar, hari ini entah kenapa lebih melelahkan di bandingkan hari-hari sebelum nya.
"Tadi aku harus mengantarkan file penting ke rumah orang sombong, jadi aku telat." jelas Jenn lalu melirik dua gelas jus jeruk itu.
"Kakak yang terbaik." lanjut Jenn mengambil segelas jus itu.
Keduanya minum dan setelah dua menit jus nya habis, begitulah kebiasaan keduanya yang sangat menyukai berbagai macam jus.
"Kakak tidak keluar malam kan malam ini?." tanya Jenn.
Tapi kakak nya malah menaikkan sebelah alisnya ke atas.
"Menurut mu?." tanya balik kakak nya.
"Bagaimana kalau kita main ke Mall, aku harus membeli pakaian cantik." usul Jenn.
"Kak Arr, yang traktir." lanjut Jenn tersenyum penuh semangat.
Arr atau kakak nya Jenn itu hanya mengangguk sambil tersenyum.
"Baiklah, apapun untuk adik ku." kata Arr akhirnya menyetujui keinginan adik nya.
Jenn tersenyum senang, dari yang lelah tiba-tiba tubuhnya kembali bersemangat dan langsung berlari ke arah kamar nya.
"Setidaknya dia melupakan perihal calon jodoh ku, karena jika dia menanyakan itu mungkin kepala ku akan pusing." batin Arr, kakak nya Jenn.
_________
🌹🌹🌹🌹🌹
Btw udah mampir ke cerita Hana belum?
Cerita Hana udah 32 bab ya, dan untuk cerita Arr nanti akan nongol dikit-dikit di cerita Hana.
Untuk Darrel dan Tara sabar ya lagi sibuk pernikahan🤗
Jangan lupa like coment and Vote ya kak ♥️
__ADS_1