Salah Ranjang (Hot Daddy)

Salah Ranjang (Hot Daddy)
Drama dalam penerbangan.


__ADS_3

^^H A P P Y R E A D I N G ^^


🌹🌹🌹🌹🌹


Malam terakhir, Syakira kembali lapar di tengah malam, tapi malam ini agak berbeda dari malam kemarin di mana sekarang di depan nya sudah ada ke dua pemuda yang dia sapa dengan uncle itu.


"Mau ini nggak?" tawar Toni memberikan air hangat.


"No uncle." sahut Syakira menolak.


"Kalau ini mau?" Alex membawa segelas susu hangat.


Syakira yang melihat itu mengangguk cepat.


"Au uncle, cini uncle duduk di cini." Syakira yang duduk di kursi yang di beri bantal sopa langsung makan spaghetti yang di buatkan kedua pemuda itu.


Alex membawa susu yang di buat nya, lalu duduk di kursi dekat Syakira, pun dengan Toni yang menunggu Syakira selesai makan sambil duduk santai menikmati teh manis nya.


Mereka di suruh terjaga, lebih tepatnya Alex dan Toni menawarkan diri untuk bangun jika Syakira lapar, apa yang terjadi beberapa hari lalu dimana Syakira yang menggelantung di kulkas membuat mereka merasa tidak berguna menjadi uncle.


"Uncle au?" Syakira menawari.


"Tidak, makan yang kenyang ya." kata Alex.


"Oke uncle." sahut Syakira lagi.


Toni melihat Syakira makan itu gemas, baru kali ini dia suka saat melihat anak kecil makan dengan lahap dan porsi yang cukup banyak.


Tiba-tiba terdengar suara langkah kaki, Syakira yang mendengar suara langkah kaki itu sudah tau jika itu langkah kaki itu adalah langkah kaki kakak nya.


"Kak Kila au makan?" tanya Syakira.


"Au." sahut nya singkat dan padat, tapi masih bisa di mengerti.


"Uncle gendong." ucap Syakila manja.


Toni bangkit dari tempat duduk nya berniat untuk memindahkan Syakila ke kursi, tapi baru dua langkah ia sudah berhenti karena suara Syakila.


"Ndak au sama uncle Ton, au nya sama uncle Alec." lanjut nya cedel.


Mendengar itu Alex langsung beranjak berdiri, dia menyuruh Toni untuk kembali memasak spaghetti sisa Syakira tadi yang memang ada sedikit lagi, sedangkan dirinya kini mengangkat tubuh Syakila.


Pun dengan Syakila yang di gendong dan di dudukan di dekat adik nya nampak tersenyum kecil, dia melihat adik nya yang makan spaghetti dengan lahap itu lalu mengusap perut nya.


"Au itu." kata Syakila.


"Iya, uncle Ton buatin, mau susu hangat nggak?" tawar Alex.


Syakila mengangguk lagi, dan Alex langsung berjalan untuk memanaskan susu nya.

__ADS_1


Sambil menunggu makanan nya Syakila mencomot spaghetti yang ada di piring adik nya, dan melihat itu alih-alih marah Syakira malah senang.


"Enak." ucap kedua nya sambil tersenyum.


🌹


Pagi hari nya sebelum pulang mereka berkumpul untuk berfoto, semuanya nampak sudah cantik dan tampan dengan pakaian terbaik nya.


"Siap semuanya?" tanya Juan sedikit berteriak.


"Bentar baju aku agak kusut." ucap Fallen membenarkan pakaian nya yang tadi di acak-acak oleh Syaka.


"Udah." setalah selesai Fallen kembali berteriak.


"Aku nggak pede ahk, agak geser dikit biar nggak keliatan gendut banget." Hana menggeser posisi nya.


Membuat yang lain nya mau tak mau ikut bergeser lagi, dan itu terjadi beberapa menit sesaat sebelum jepretan pertama terdengar.


"Blur." kata Juan yang melihat hasil nya.


Mereka kembali berfoto lagi, tapi kali ini Syaka malah berjalan-jalan dan tidak mau diam, membuat Bastian menggendong putra nya.


"Jangan nakal, ini hanya sebentar." kata Bastian sambil mencubit gemas pipi putra nya.


"Ihk Daddy, tulunin! ndak au di gendong." kata Syaka sambil cemberut.


Fallen memberikan kode pada suaminya untuk membiarkan Syaka di bawah saja, dan banyak lagi drama lain nya seperti Syakira yang terjatuh dan menangis, Willy yang datar dan tidak mau di foto lebih dari tiga kali, Syakila yang menjadi pusat perhatian karena bergaya cantik di depan kamera, yang membuat hasil pemotretan itu banyak yang gagal karena blur.


Rute penerbangan pertama di isi dengan Fallen, Bastian, Hana, Gibran, Tara, Darrel, Mom Dena, ibu Rosalina dan Triplets S.


Hoekkk..


"Astaga.." Hana yang melihat adik nya mual itu hanya bisa mengelus perut nya pelan.


Jika perjalanan di helikopter kemarin dia yang di repotkan maka lain hal nya dengan sekarang, Darrel kembali harus di sibukkan dengan Tara yang muntah karena mabuk kendaraan.


"Aku nggak kuat, hikss bau." ucap Tara yang kini tengah muntah dengan memasukkan wajahnya ke kantung kresek yang di pegang sang suami.


"Sabar sayang, sebentar lagi sampai bandara." kata Darrel, merasa kasihan dengan Tara yang terlihat menyedihkan di balik kantung kresek.


Mendengar kata bandara entah kenapa mual Tara semakin menjadi-jadi, membuat Darrel kewalahan karena kresek yang dia pegang sudah terisi banyak.


"Mom tolong minta kresek lagi." pinta Darrel.


Mom Dena berjalan mendekati Darrel dan memberikan kantung kresek baru.


"Tara masih mual, pake obat anti*o mau?" tanya Mom Dena.


"Nggak mau, pahit." sahut Tara di balik kresek.

__ADS_1


Astaga..


"Bagaimana kalau minyak kayu putih, biar segeran." kata Mom Dena lagi.


Tapi Tara cukup menjawab nya dengan gelengan kepala, dan melihat itu Darrel melirik Mom Dena.


"Makasih Mom, maaf ya ngerepotin." kata Darrel sungkan.


"Tidak apa, kamu semangat buat bantuin istri kamu muntah nya, kalau perlu kantung kresek lagi bilang ya." balas Mom Dena, lalu berjalan pergi ke tempat duduk semula.


Jika di helikopter yang membawa rombongan keluarga Bastian itu di sibukkan dengan drama Tara yang muntah maka lain hal nya dengan rute penerbangan kedua yang di isi dengan Arr, Lian, Jenn, Juan, Willy, dan juga ke empat pemuda jomblo teman Tara.


Hoekkk..


Willy yang melihat Hadian yang terus muntah ikut merasa mual, dan kini anak laki-laki itu sedang muntah yang kresek nya itu di pegang oleh Lian, Daddy nya.


"Mommy, hiks.." Willy terisak karena merasakan mual terus menerus.


"Sabar sayang, sebentar lagi kita sampai di bandara, nanti Abang bobo aja pas perjalanan pulang nya." kata Arr.


"Nggak mau satu helikopter sama bang Dian lagi hiks, hoekk.." kembali mual.


Arr memijat leher dan punggung sang putra dengan penuh sayang sepanjang jalan nya, membuat Lian yang memegangi kantung kresek itu tersenyum kecil karena istrinya terlihat benar-benar menyayangi putra nya.


Sedangkan Hadian sendiri pemuda itu mencoba menahan mual nya setalah mendapatkan satu kresek muntahan, Hadian nampak terdiam dengan wajah yang tegang.


"Rileks, jangan di bayang-bayang terus bakalan mual." kata Alex sambil memberikan premen.


Hadian mengangguk tanpa menjawab, dia membuka premen dan mulai merasakan rasa segar preman di mulut nya.


Sampai tiba-tiba..


Dutttttttttttt.. prepetttttt..


Toni kentut..


Alex menutup hidung nya karena tempat duduk mereka satu jajar, begitupun dengan Dani yang sama kebauan, terkecuali Hadian yang langsung membungkam mulutnya dengan kedua tangan nya.


Bukkk!!


"Gara-gara kamu!" Alex kesal memukul pelan paha Toni karena melihat Hadian yang kembali ingin muntah.


Hoekkk...


Dan pada akhirnya Hadian kembali muntah lagi setelah dia sekuat tenaga menahan rasa ingin muntah nya.


🌹


Udah mampir di cerita Triplets S yang remaja belum?

__ADS_1



__ADS_2