Salah Ranjang (Hot Daddy)

Salah Ranjang (Hot Daddy)
Butuh perhatian.


__ADS_3

^^H A P P Y R E A D I N G^^


🌹🌹🌹🌹🌹


"Bas." ucap Fallen melihat suaminya yang pulang dengan penampilan yang sangat kacau.


Bastian tidak menjawab, dia langsung mendekati istrinya dan memeluk tubuh istrinya.


Fallen yang paham dengan situasi sedih yang di rasakan sang suami hanya bisa membalas pelukan suaminya.


Dia pun sama sedihnya dengan Bastian, hanya saja mungkin di sini Bastian lah yang sangat kehilangan mengingat Anton adalah orang di balik kesuksesan Bastian.


Teman sekaligus keluarga yang selalu ada di samping Bastian, dari sebelum Bastian memulai terjun ke dunia bisnis nya, Anton selalu ada di setiap langkahnya, termasuk saat awal pertemuan Fallen dan dirinya semuanya sudah di rencanakan Anton.


"Dia telah pergi sayang." ucap Bastian sambil menangis.


Dia baru saja mengantarkan Anton ke tempat peristirahatan terakhir nya.


"Iya, aku tau pasti ini sangat berat untuk kamu sayang, tapi Pak Anton mungkin akan lebih bahagia kalau tuan sekaligus anaknya itu tidak berlarut-larut dalam kesedihan bukan?." sahut Fallen sambil mengusap punggung suaminya.


Bastian melepaskan pelukannya, lalu melirik Fallen.


"Aku bersalah karena melupakan jika dia sudah tua, seharusnya aku tidak selalu membuat nya kerepotan di hari tua nya." kata Bastian lagi.


Masih teringat hari-hari nya yang selalu di temani Anton, pria tua itu tidak pernah mengeluh cape meski pekerjaan nya tidak pernah selesai, dan Bastian akan selalu mengingat pepatah Anton untuk nya.


"Dulu tuan besar kehilangan segalanya karena ketidakmampuan nya untuk menjaga kesetiaan nya, tapi taukah anda tuan jika Daddy anda sangat menyesal saat memilih keluarga baru dan meninggalkan keluarga kecil yang dia cintai, saya melihat air mata penyesalan itu di setiap waktu."


"Saya harap anda bisa belajar dari pengalaman tuan besar tuan, meski memiliki harta yang berlimpah dan juga kesuksesan di dunia bisnis tapi dia tidak bisa hidup nyaman karena kehilangan keluarga nya. jangan sesekali berani bermain api karena anda tidak akan tau seberapa sulit nya memadamkan nya jika api nya sudah membesar."


Kata-kata itulah yang membuat Bastian sadar dan meninggalkan masa lalu nya yang buruk itu, dia tidak ingin hidup seperti Daddy nya, terlihat bahagia tapi menyimpan penyesalan yang sangat besar.


Fallen mengusap air mata di wajah suaminya.


"Sudahlah semuanya sudah berlalu, sebaiknya sekarang kamu mandi, aku tau kamu pasti lelah bukan?." ucap Fallen lagi.

__ADS_1


Bastian kembali memeluk sang istri, saat memeluk Fallen dia merasakan kenyamanan dan ketenangan.


"Bas." ucap Fallen merasa sesak di dada nya.


"Aku butuh kamu." ucap Bastian.


Membuat Fallen menaikan sebelah alisnya ke atas, tapi saat ingin mengeluarkan suaranya tiba-tiba terdengar suara tangisan bayi nya, membuat Fallen langsung melepaskan pelukannya.


"Anak-anak butuh aku." kata Fallen.


"Tapi aku juga butuh kamu." sahut Bastian lagi.


"Bas, Jan___" ucap Fallen terhenti karena Bastian menyela ucapan nya.


"Bukan hanya anak-anak, tapi aku juga butuh perhatian kamu, kita cari pengasuh untuk anak-anak ya, pliss." ucap Bastian dengan tatapan memohon.


Fallen melihat ke kamar ketiga anak-anak nya, lalu menghembuskan nafas nya pelan.


memang benar semenjak melahirkan Fallen bukan hanya melupakan penampilan nya, tapi dia juga terlalu sibuk dengan anak-anak nya sehingga mengabaikan suaminya yang juga butuh perhatian nya.


Bahkan di saat dirinya dan Bastian ingin bersantai pun terkadang selalu gagal karena tangis anak-anak nya.


"Twins S sudah mulai besar, kita bisa membesar mereka bersama, tapi tidak 24 jam sayang, aku tidak mau kelelahan sendirian di saat aku bekerja, kita cari pengasuh ya." lanjut Bastian.


Bastian bukan hanya ingin perhatian sang istri, tapi dia juga kasihan pada istrinya yang selalu memijit kaki sebelum tidur, itu semua menunjukkan jika istrinya kecapean, meski Fallen tidak pernah mengeluh dengan rutinitas nya itu tapi Bastian tahu kalau istrinya pasti kewalahan jika terus mengurus twins sendiri.


"Baiklah, aku setuju tapi pengasuh nya harus di atas 40 tahun." kata Fallen menyetujui.


Dia rasa tidak akan buruk jika memiliki pengasuh, tapi meski demikian dia tidak akan melupakan kewajiban nya untuk tetap ikut mendampingi mengasuh Twins.


Bastian yang mendengarnya langsung mengangguk sambil tersenyum.


"Aku yakin kamu pasti tidak mau yang usia 20 tahunan karena cemburu bukan?." ucap Bastian santai.


Yang mana hal itu membuat Fallen langsung menggelengkan kepalanya.

__ADS_1


"Siapa bilang, aku hanya ingin pengasuh anak-anak lebih berpengalaman dan juga disiplin, jika masih muda takutnya mereka akan lebih fokus pada gadget di bandingkan dengan twins." kata Fallen menolak tuduhan suaminya, yang memang benar adanya.


Tapi tentunya Fallen akan menjaga image nya sebagai wanita bar-bar, jika ada wanita yang ingin menggoda suami bule nya sudah pasti akan langsung dia berikan jurus mulut pedas nya, atau jambakkan sadis nya agar musuh nya tidak berani melanjutkan niatan buruk nya.


"Kenapa aku tidak yakin." Bastian menatap istrinya.


Yang seketika membuat pipi Fallen memerah, Fallen langsung berdiri.


"Anak-anak mau ASI, mandilah dulu setelah itu temani aku menidurkan anak-anak." kata Fallen sambil berjalan ke kamar twins dengan pipi yang masih memerah.


Meninggalkan Bastian yang sedang tersenyum karena melihat pipi memerah istrinya.


memang cukup sulit membaca perasaan istri bar-bar nya, tapi meski demikian Bastian sangat yakin kalau istri nya itu sangat-sangat mencintai nya.


"Tentu saja dia mencintai ku, aku tampan, kaya dan berkharisma, dia sangat beruntung memiliki pria sehebat diriku." gumam Bastian sambil tersenyum bangga.


Seperti nya Bastian melupakan jika bule yang dia puji barusan itu masih mengeluarkan air mata di sudut mata nya.


Dan melupakan juga penampilan nya sekarang yang sangat kacau.



Pipi nya Twins S nih🤭



Mimi nya Twins S



Ini Baby nya♥️


________


🌹🌹🌹🌹🌹

__ADS_1


Jangan lupa like coment and Vote ya kak ♥️


__ADS_2