Salah Ranjang (Hot Daddy)

Salah Ranjang (Hot Daddy)
Kunjungan Jenn dan Juan.


__ADS_3

^^H A P P Y R E A D I N G^^


🌹🌹🌹🌹🌹


Seperti yang di janjikan, hari ini Jenn sedang berkunjung ke rumah kakak nya.


melihat rumah yang besar dan megah itu membuat Jenn tersenyum senang karena kakak nya mendapatkan kehidupan yang bisa di bilang lebih dari cukup.


Tapi yang membuat nya sangat-sangat senang adalah karena dia melihat kakak nya yang sekarang lebih terlihat berbeda, baik itu dari segi bersikap nya, sejak kapan kakak nya mengumbar senyuman nya?.


"Dasteran? yakin kak?" ledek Jenn sambil terkekeh.


Jenn ke rumah kakak nya tidak sendiri, dia di temani Juan yang kini sedang mengobrol di ruang tamu dengan kakak iparnya, sedang Jenn dan Arr sedang duduk di ruang santai sambil melihat Willy yang sedang bermain mainan baru nya yang di berikan Jenn.


"Apasih, kakak emang di rumah selalu gini kan?" Arr tidak nyaman adiknya menggoda nya.


"Iya sih, tapi yakin nih gambar nya yang bunga-bunga gitu? lipstik nya bagus kak." lanjut Jenn semakin senang menggoda kakaknya.


Arr mengusap bibirnya, ah dia lupa tadi pagi dia memang memakai make up, entah kenapa dua hari ini Arr selalu ingin berdandan cantik di depan suaminya.


Bukan dia centil atau tidak pede jika tidak memakai make up, hanya saja Arr merasa dia harus bisa pandai merawat diri, apalagi usianya sekarang sudah tidak muda lagi, tentunya jika dia terlihat berbeda mungkin Lian akan semakin menyayangi nya, begitu pikir Arr.


"Apaansih kamu dek, ledekin kakak terus." Arr malu.


Membuat Jenn tidak bisa menahan tawa nya, kakak nya itu memang sangat polos, padahal sudah usia matang tapi masih saja malu-malu jika di goda dengan hal yang bersangkutan dengan kakak iparnya.


Tapi terlepas dari Jenn yang suka menggoda kakak nya Jenn juga senang karena kakak nya yang sekarang lebih pandai merawat diri, dan perubahan itu tentu saja Jenn yakini karena kakak nya sudah mulai membuka hatinya, atau mungkin kakak nya sudah mencintai kakak iparnya.


"Iya iya maaf, kakak udah datang bulan belum?" tanya Jenn.


Yang mana pertanyaan itu mengundang wajah bingung Arr.


"Kamu kesini mau ngomongin pernikahan atau masalah menstruasi sih? heran kakak." Arr mulai jengah dengan tingkah adiknya yang sekarang sudah mulai pandai menggoda nya.


Dan Arr yakin sikap Jenn yang pecicilan ini dia dapatkan dari Juan, memang berondong tengil itu membawa banyak perubahan di hidup adik nya.


Tapi entah kenapa alih-alih merasa kesal karena tidak bisa mengenali adik nya lagi Arr malah senang melihat perubahan Jenn.


setidaknya Jenn tidak se kaku dirinya yang selalu sulit mengutarakan rasa senang nya.


"Ngomongin pernikahan, tapi pengen tau kakak kapan menstruasi." balas Jenn menyebalkan.


"Kakak udah nikah hampir dua bulan kan.." lanjut Jenn.


Arr masih diam tidak menjawab, masih menunggu pertanyaan dari adik nya lagi.


"Emang nya apa sih hubungan nya nikah dua bulan sama menstruasi?" Arr masih tidak konek.

__ADS_1


Membuat Jenn menepuk keningnya pelan.


"Kakak itu udah 33 tahun masa iya nggak paham cara bikin anak gimana." ucap Jenn yang langsung menutup bibirnya.


Jenn tidak percaya jika dia bisa mengatakan kata-kata yang sangat gila untuk nya, bahkan tidak pernah ada di kamus bahasa yang dia sering gunakan sebelum nya.


Sedangkan Arr sendiri dia sudah yakin siapa guru nya, tentu saja pacar adik nya, dan mungkin Bastian bos adiknya yang memang Arr kenali sebagai pria mesum tingkat tinggi.


"Mommy.." tiba-tiba Willy memanggil Arr.


"Ya.." Arr mendekati Willy.


"Mau jus." kata Willy.


" Boleh, anak Mommy yang tampan mau jus apa?" tanya Arr sambil mengusap pipi sang putra.


Dan Jenn yang duduk di sopa melihat nya dengan pandangan haru, kembali tidak menyangka kakak nya bisa bersikap semanis itu.


"Terserah." sahut Willy kembali fokus pada mainan nya.


Arr beranjak dari karpet bulu yang di duduki sang putra, lalu berjalan ke arah dapur untuk membuatkan jus pesanan sang putra.


Sebenarnya bisa saja Arr menyuruh pengasuh atau bibi pembantu, tapi hal itu tidak Arr lakukan karena dia ingin putra nya meminum jus buatan nya sendiri.


Di ruang tamu Lian dan Juan masih sama seperti sebelumnya, meski keduanya sebentar lagi akan menjadi ipar tapi baik Lian dan Juan masih belum berdamai dengan apa yang terjadi di masa lalu.


Sebelum nya keduanya memang membicarakan perihal bisnis yang mereka kelola, tapi setelah keduanya diam dan tidak ada obrolan lagi Lian iseng bertanya.


"Kau pikir aku memiliki sifat Arogant mu?" balas Juan sambil tersenyum kecut.


"Lalu?" tanya Lian masih butuh penjelasan.


Membuat Juan menarik nafasnya panjang,


"Aku lebih dulu mengenal Jenn saat di acara reuni teman di rumah Fallen, cinta datang dan tentu saja aku akan memperjuangkan nya, dia memang agak kaku dan terkesan terlalu tegas, tapi entah kenapa hal itu menjadi daya tarik nya." Juan menjeda ucapan nya.


Senyuman mengembang di wajahnya saat membicarakan sosok wanita yang berhasil mencuri hatinya itu.


"Usia nya memang lebih dewasa dan tentu itu bukan masalah besar karena aku dan Jenn hanya berbeda 2 tahun, tapi setelah mengenal cinta nya lebih jauh aku merasa jika yang aku rasakan sebelumnya memang bukan cinta biasa, tapi cinta luar biasa untuk si tomboi." lanjut Juan masih dengan senyuman nya.


Mendengar penuturan Juan saat membicarakan seberapa besar nya cinta nya pada Jenn, Lian jadi teringat akan istrinya Arr.


sama hal nya seperti Juan yang tertarik dengan sikap Jenn yang tegas dan juga kaku, Lian pun juga sikap Arr yang sulit di pahami itu yang membuat Lian menjadi semakin tertarik pada istrinya.


Dan ketertarikan itu juga mungkin yang membuat nya selalu ingin memperlihatkan rasa suka nya pada Arr, dan kini rasa suka itu telah berubah menjadi rasa yang mungkin bisa di bilang cinta.


"Baguslah jika kamu benar-benar serius." Lian menjawab dengan nada biasnya, dingin.

__ADS_1


"Hey! kau pikir aku hanya main-main apa!" Juan tidak terima.


"Pelankan suara mu, kau tau aku kakak ipar mu apa kau mau aku pecat jadi adik ipar hah!" kata Lian lagi dengan suara khas nya, yaitu tegas.


"Nasib sekali ya kak Arr memiliki suami seperti mu, kau terlalu keras untuk wanita se kaku kakak ipar." balas Juan lagi.


"Dan kau terlalu lebay untuk Jenn yang tegas." balas Juan.


Begitulah obrolan keduanya yang tidak ada habisnya saling menjelekkan.


dan mungkin dengan hal itu keduanya bisa mulai saling menerima, meski harus melewati drama saling mengejek dan menghina dulu.


Kembali ke ruang bersantai, Arr yang sudah membantu Willy meminum habis jus nya itu langsung mendudukkan bokong nya di sopa lagi.


"Willy emang suka buah stroberi ya? ngak asam apa?" Jenn ngeri, meski sebenarnya dia juga penyuka buah asam, yaitu jeruk.


"Tidak stroberi saja, Willy menyukai semua jenis buah, terkecuali buah kiwi saja." balas Arr, dan Jenn mangut-mangut mendengar penjelasan Kakak nya.


Sampai akhirnya Jenn kembali teringat akan obrolan nya yang sempat terpotong tadi.


"Kak udah nyoba cek kehamilan nggak?" tanya Jenn.


"Nggak pernah, memang nya kenapa?" tanya balik Arr, masih tidak konek.


"Kakak kapan terakhir menstruasi?" tanya Jenn.


Dan dengan malas Arr menjawab.


"Bukan kemarin masih menstruasi kok, tapi di awal bulan sebelum nikah." balas Arr.


"Sekarang udah menstruasi?" tanya Jenn lagi.


Arr dengan cepat menggelengkan kepalanya, lalu terdiam sebentar.


"Seharusnya udah menstruasi, tapi mungkin telat." balas Arr masih santai.


Jenn menepuk kening nya lagi, jika di hitung-hitung dia sudah dua kali menepuk keningnya, astaga kakak nya ini benar-benar ingin dia cubit rasanya.


"Bukan telat Kak, tapi sudah telat beneran tau, ini kan udah ganti bulan." kata Jenn lagi.


________


🌹🌹🌹🌹🌹


Deg-degan kira-kira positif nggak ya🌚


Jangan lupa like coment and Vote ya kak ♥️🤗

__ADS_1


__ADS_2