
^^H A P P Y R E A D I N G^^
🌹🌹🌹🌹🌹
Bastian mengusap lengan Fallen lembut, akhirnya dia bisa bernafas lega karena Fallen dan anak-anak nya selamat dari musibah nya.
melupakan semua pekerjaan nya yang kini di urus oleh Anton Bastian memilih untuk menemani Fallen.
Dia tidak mau hal serupa terjadi lagi pada Fallen jika dia pergi, musibah tadi benar-benar membuat nya sangat ketakutan.
dan Bastian berjanji mulai sekarang akan menjaga Fallen lebih ketat lagi.
"Eugh! "
Fallen membuka matanya, dia kaget melihat Bastian yang ternyata masih setia menunggu nya.
"Sudah bangun, mau minum ngak?." tanya Bastian.
Dan hanya di jawab dengan anggukan kecil oleh Fallen.
Bastian memberikan segelas air minum yang di siapkan oleh suster tadi ke Fallen.
"Terimakasih." kata Fallen sambil meminum setengah gelas airputih nya.
"Heum, apa yang kamu rasain sekarang Fall?." tanya Bastian sambil mengusap tangan Fallen.
Fallen terdiam, dia merasakan banyak rasa di hari ini, bukan hanya rasa sakit akan pendarahan yang di alami nya tadi, tapi Fallen juga merasakan perasaan aneh saat di dekat Bastian.
Dan semua itu muncul setelah Bastian membantu nya pergi jauh dari keramaian kantor tempat kerja nya.
Bastian seolah menjadi superhero yang datang hanya untuk menyelamatkan nya.
"Aku hanya lemas aja." akhirnya Fallen menjawab singkat.
"Ingin sesuatu?." tanya Bastian.
Fallen mengangguk kecil.
"Aku mau makan." sahut nya pelan.
"Aku pesan kan bubur rumah sakit mau?." tanya Bastian, dan langsung mendapatkan gelengan kepala dari Fallen.
"Kenapa?." tanya Bastian lagi.
"Ngak enak." sahut Fallen lagi.
Bastian terdiam, ya siapa yang bilang kalau bubur rumah sakit enak, Bastian juga tau kalau rasanya itu hambar dan tidak menggoda, tapi kan itu memang makanan orang yang sedang sakit.
"Sekarang kamu mau apa, aku beliin deh." Bastian mencoba berkata selembut mungkin.
Dia tidak akan menanyai perihal apa penyebab pendarahan nya tadi, dia tidak mau melihat Fallen sedih.
Karena yang paling terpenting sekarang Fallen sehat, begitupun dengan janin nya.
Fallen terdiam terlihat sedang berpikir, tiba-tiba dia teringat akan rujak mangga yang ada sebrang jalan rumah sakit.
Membuat dia ngiler seketika membayangkan nya.
"Aku mau rujak." sahut Fallen antusias, jangan lupakan senyuman nya.
__ADS_1
Gemas! rasanya ingin dia cubit pipi Fallen yang sangat menggemaskan di mata nya itu, Fallen terlihat seperti anak kecil yang meminta premen.
Tapi sebentar yang dia tanyakan adalah makanan kan?, bukan buah-buahan ya meski rujak juga bisa di makan.
"Oke, makanan nya mau apa?." kembali mengulangi pertanyaannya nya, Bastian tidak mau Fallen telat makan.
"Es cream McD yang lagi viral aja, sekalian bawa wadah nya biar di geprek." kata Fallen lagi, dia memang sudah dua hari ini melihat postingan beberapa selegram yang konten-konten nya adalah Vidio mukbang es cream McD geprek.
Bastian kembali menggelengkan kepalanya mendengar permintaan Fallen.
mungkin ini adalah sebagian dari ngidam nya wanita hamil, begitu pikir nya.
"Aku beliin baso mau?." tanya Bastian.
Setau nya Fallen sangat menyukai makanan bulat itu, beberapa kali Bastian juga melihat Fallen memakan bakso, termasuk bakso kiriman Darrel.
Fallen menggelengkan kepalanya.
"Ngak ahk, aku ngak lapar." jawab Fallen santai membuat Bastian melongo.
Bukkk!!
"Kenapa?." tanya Bastian kaget karena Fallen memukul pelan lengan nya.
"Kamu ngapain melongo gitu?, udah sana pergi aku lapar tau." ucap Fallen mengibas-ngibaskan tangan nya.
Bastian kembali mengaga mendengar kata Lapar! yang keluar dari bibir tipis Fallen, bukan nya baru satu menit yang lalu Fallen mengatakan jika dia tidak Lapar! dan sekarang apa?.
Apa wanita hamil memang seperti itu? sikap nya aneh-aneh?.
"Ayo Bas, anak mu bilang dia mau es cream." kata Fallen membuat Bastian tersadar.
Cup..
Jleb..
Mata kedua nya bertatapan, Fallen langsung menjauhkan wajah Bastian dari wajah nya.
Membuat Bastian yang berhasil mencium pipi Fallen tersenyum kecil.
"Berhenti bersikap konyol Bas!" sinis Fallen.
"Kamu yakin ini konyol?, bukan kah kamu juga mau di cium Pipi si kembar." ucap Bastian santai sambil menaikan sebelah alisnya ke atas.
Membuat Fallen menggelengkan kepalanya, dia melupakan sosok di depan nya yang selain arogan juga tingkat percaya diri nya tinggi.
"Sudah sana pergi, dasar narsis." ketus Fallen sambil memalingkan wajahnya.
Bastian terkekeh pelan melihat tingkah Fallen yang seperti nya salah tingkah di buatnya.
"Kalau mau bilang aja mau Fall, jangan pura-pura gitu, lebih juga bisa ko." kata Bastian santai dengan senyuman menyebalkan nya.
Fallen kesal bukan main, dia mengambil apel yang ada di nakas di sebelah nya.
Dan tak menunggu aba-aba Fallen langsung melemparkan nya ke arah Bastian.
Bastian yang gesit tentu saja langsung menghindar, tanpa tau kalau apel nya mengenai jidat Mom Dena.
"Ngak kena, haha." Bastian tertawa terbahak-bahak.
__ADS_1
Tapi baru saja dia akan mendekati Fallen lagi Bastian langsung mendapatkan jeweran keras di telinga nya.
"Dasar bule tua! inget umur udah tua juga masih suka aja gangguin yang masih muda." geram Mom Dena menambah keras jeweran nya.
Fallen yang semula takut terkena amarah Mom Dena menjadi tertawa, lalu mengacungkan jempol nya sambil tersenyum.
"Bagus Bu, jewer aja terus sekalian usir, aku udah ngak sabar mau es cream sama rujak." kata Fallen.
"Dengerin tuh, istri lagi ngidam bukan nya di turutin malah di ajak main, dasar bule tua! sana pergi." Mom Dena menutup pintu dan tentunya Bastian sudah ada di luar ruangan.
"Ngak istri ngak ibu sama aja galak kaya macan." gumam Bastian.
"Mom masih bisa mendengar suara mu Bas! cepat pergi atau Mom akan kunci Fallen agar tidak bisa bertemu dengan Pipi mesum seperti dirimu lagi." ketus Mom Dena.
Bastian menghela nafasnya panjang.
"Oke Ibu peri, perintah akan saya laksanakan." ucap Bastian dengan ekspresi kesal nya.
Setelah di rasa Bastian pergi Mom Dena langsung membuka pintunya,dan benar saja dia tidak melihat putra nya, membuat dia ingin menutup pintu, tapi baru beberapa detik sebelum menutup pintu Mom Dena mendengar suara nafas seseorang.
Baaaaa!!
"Aaaaa!! hantu bule tua!" teriak Mom Dena.
"Bastian!" geram Mom Dena membuka pintu dan berniat memberikan pelajaran untuk putra nya, tapi Bastian yang tau akan kemarahan Mom Dena memilih kabur dan berlari sekencang-kencangnya agar tidak mendapatkan jeweran lagi.
Fallen yang melihat interaksi keduanya hanya tersenyum, ya terlepas dari sifat kearoganan Bastian masih memiliki sikap kekanakan jika sedang bersama Mom Dena.
"Maaf untuk yang apel tadi Bu, aku ngak sengaja tadi mau lempar ke Bastian tapi malah kening ibu." ucap Fallen meminta maaf.
"Sudahlah, lagi pula hanya apel bukan batu, lagi pula Mom tidak kenapa-kenapa ko." sahut Mom Dena sambil tersenyum.
"Bagaimana apa sudah baikan?." lanjut Mom Dena bertanya.
"Sudah, Hanya perlu istirahat yang banyak aja kata nya." sahut Fallen.
Mom Dena mengangguk, dia senang menantu dan cucu-cucu nya selamat.
"Itu apa Bu?." tanya Fallen melihat kantung kresek yang di bawa Mom Dena.
"Sup ayam, buat kamu cantik tapi bukan buatan Mom ya, ini buatan koki di restoran." kata Mom Dena.
"Mau Mom suapin?." tanya Mom Dena.
Fallen terdiam, memang nya boleh?.
dan diam nya Fallen di artikan sebagai jawaban oleh Mom Dena.
Aaaaa
Fallen menerima suapan Mom Dena, tapi untuk suapan keduanya Fallen tidak membuka mulutnya, Fallen malah menangis.
"Ada apa? kenapa menangis apa rasanya tidak enak?, jika iya Mom akan tuntut ganti rugi pada restoran nya, enak aja harga mahal makanan malah ngak enak!"
_________
🌹🌹🌹🌹🌹
Jangan lupa like coment and Vote ya kak ♥️
__ADS_1