
^^H A P P Y R E A D I N G^^
🌹🌹🌹🌹🌹
Anggelina melemparkan remote tv nya ke sembarangan arah, dia kesal bukan main karena ternyata Tia sudah bunuh diri.
Anggelina memang menyuruh Tia untuk bunuh diri hanya saja dia tidak tau kalau ternyata orang suruhan nya itu benar-benar melakukan nya.
"Kenapa aku harus marah? bukan nya ini bagus untuk dirinya jadi dia tidak akan terbawa-bawa oleh masalah penyelekaan Fallen waktu itu?." gumam Anggelina.
Seketika raut wajah nya berbeda, wajah kesalnya berubah menjadi senyuman menyeringai.
"Aku harus menemui wanita tua itu, aku harus segera mengambil uang ku dan lari dari semua ini, aku tidak mau melakukan hal gila lagi yang akan membuat aku semakin terlihat bodoh." gumam Anggelina.
Tiba-tiba terdengar bunyi bel, membuat Anggelina langsung berjalan ke arah luar Apartemen nya.
"Sia___" ucap Anggelina terhenti karena melihat bebarapa pria tidak di kenal yang ada di hadapan nya.
"Siapa kalian!" teriak Anggelina.
Bukan nya menjawab beberapa pria itu malah masuk dan langsung menarik lengan Anggelina ke kamar.
"Hey kalian mau apa!" teriak Anggelina marah.
Anggelina terbaring di tempat tidur, ketiga pria itu nampak diam di ambang pintu dengan wajah garang nya.
membuat Anggelina menelan ludahnya kasar.
"Apa mereka suruhan wanita tua itu, jika iya aku akan membalas nya, awas saja." batin Anggelina.
Tiba-tiba datang lah sosok yang sangat di kenali Anggelina, membuat Anggelina langsung kaget.
"Bas!, hiks tolong aku Bas, hiks mereka mau memperk*sa ku." ucap Anggelina mengadu sambil terisak.
Bastian menatap tajam Anggelina.
"Hapus air mata buaya mu Anggel, aku sudah mengetahui semua nya, kau adalah dalang dari kecelakaan Fallen kan." kata Bastian tegas.
Membuat Anggelina terdiam.
"Bukan Bas, hikss bukan aku kamu tau aku kan Bas." kata Anggelina lagi.
Anggelina berjalan mencoba mendekati Bastian, tapi baru saja di sampai di dekat Bastian tiba-tiba saja Bastian mendorong nya secara kasar sehingga membuat Anggelina terjatuh ke lantai.
"Bagaimana rasanya? sakit? itu juga yang Fallen rasakan saat kau dan wanita perusuh mu lakukan pada istri ku." tanya Bastian sinis.
Deg..
"Bas.."
__ADS_1
"Aku mencintaimu, hiks.. Bas ku mohon jangan begini." Isak Anggelina.
"Aku sudah memberikan mu maaf saat kau melakukan kesalahan dengan mengambil foto-foto Fallen, dan sekarang aku tidak bisa mentoleransi lagi kesalahan mu Anggel, sudah cukup kau membuat membuat ku jengah, sifat mu yang kekanakan dan gila itu membuat aku jijik pada mu." kata Bastian dengan suara khas orang marah nya.
Bastian sudah tau perihal Anggelina yang memotret beberapa foto saat Fallen tidak menggunakan apa-apa, dia sendiri tidak tau kenapa Fallen sampai tidak sadar saat di foto oleh Anggelina tapi yang jelas Bastian tidak suka saat privasi Fallen di jadikan permainan oleh orang lain.
Dan hal itu juga sebenarnya yang membuat Bastian tidak jadi menikah dengan Anggelina, dia sudah melihat beberapa fakta jika Anggelina memang sudah berubah menjadi wanita egois.
"Aku bisa jelaskan semuanya Bas, kamu benar-benar salah paham." kata Anggelina sambil memeluk kaki Bastian.
Dan tentu nya langsung Bastian singkirkan karena kesal.
"Sebentar lagi akan ada polisi yang akan membawa mu, dan ini untuk mu." Bastian melemparkan cek berisi sejumlah uang untuk Anggelina.
"Ini yang kau mau bukan? uang dan uang." lanjut Bastian dan setelah itu pergi meninggalkan Anggelina yang menangis.
Akhirnya yang di takutkan Anggelina harus terjadi, dimana dia benar-benar harus menghadapi masalah ini, dimana dia akan di penjara.
"Aku ngak akan terima, aku ngak akan pernah terima semua ini, Bastian dan Fallen lihat saja jika aku tidak bisa mendapatkan mu sekarang maka di masa lalu aku akan menjadi penghancur kebahagiaan mu!" batin Anggelina bersumpah.
Sepanjang perjalanan nya Bastian nampak memperlihatkan wajah kemarahan nya, bagaimana tidak marah dia baru tau jika semua masalah yang terjadi pada Fallen ternyata adalah ulah mantan kekasih nya, Anggelina.
Bastian tau semuanya dari Diary Tia yang ada di tong sampah, polisi memberikan semua bukti-bukti yang membuktikan jika Tia hanyalah seorang pesuruh, dan Tia mati bukan karena gantung diri melainkan di bunuh karena di bagian lengan nya terdapat suntikan yang mengandung obat terlarang.
Setelah beberapa menit mengendarai mobilnya akhirnya mobil Bastian berhenti tepat di depan pagar rumah mewah.
"Buka pagar nya." kata Bastian sedikit berteriak.
"Baik tuan." ucap satpam.
Mobil Bastian masuk ke area rumah mewah Daddy dan ibu tirinya itu.
terhitung dari terakhir dia kesini sudah sangat lama dan tidak ada yang berubah di rumah ini, termasuk warna pintu dan pot bunga yang ada di samping jendela.
"Semuanya masih sama seperti dulu, mereka benar-benar masih menjaga moment bersama Daddy." gumam Bastian sambil berjalan ke arah pintu.
Saat membuka pintu tiba-tiba pintu terbuka, membuat Bastian langsung masuk dan betapa kaget nya dia melihat Mom Dena ternyata sudah melakukan acara jambak-jambakkan dengan Rosalina, ibu tiri nya.
"Mom." kata Bastian.
Membuat Mom Dena melirik sang putra, dan menadapatkan Jambakkan lagi.
"Diam dulu pelakor, sabar." kata Mom Dena sambil menjambak sedikit, lalu melirik Bastian lagi.
"Kau telat satu langkah lagi, benar-benar payah." kata Mom Dena.
"Mom tau?." tanya Bastian.
Yang mana membuat Mom Dena kesal dan berjalan ke arah Bastian, Tentu saja tau, Mom dan istri mu sudah dari tadi di sini." kata Mom Dena santai.
__ADS_1
"Dan kau wanita jahat cepat akui kesalahan mu di depan putra ku, kau dalang dari orang-orang yang membuat istri putra ku hampir keguguran kan!" kata Mom Dena tegas.
Ekhem.
Deheuman Fallen membuat semua mata melihat ke arah Fallen, dan tentu nya dari semua tatapan mata itu hanya ekspresi Bastian yang sangat terlihat kaget.
Bagaimana tidak kaget Bastian melihat Darrel yang di dandani seperti seorang wanita, dan pelaku nya Bastian sangat hapal siapa lagi kalau bukan istri tercinta nya.
"Bagaimana? hasil mahakarya ku bagus ngak?." tanya Fallen sambil duduk santai memakan cemilan nya.
Darrel hanya pasrah melakukan permintaan Fallen, dia tidak mau ibu nya di penjara jadi Darrel melakukan semua permintaan Fallen untuk Ibu nya.
"Tuan Darrel, anda benar-benar seperti Barbie." kata Fallen sambil tertawa.
"Bukan berbie bencong." ketus Bastian.
"Iya, kaya banci juga." sambung Mom Dena.
Tidak berani melawan Darrel hanya bisa terdiam.
dan hal itu membuat Rosalina kesal merasa putra nya menjadi bahan cemoohan.
"Darrel hapus semua make up mu, ibu tidak suka kau menjadi bahan mainan mereka." kata Rosalina tegas.
"Itu hukuman dia, lagi pula Fallen yang ngidam ingin mendandani Darrel." ketus Mom Dena.
"Diam kau Dena! seharusnya kau introspeksi diri sendiri, semuanya tidak akan berlanjut jika kau mau minta maaf pada ku." kata Rosalina tajam.
Membuat Mom Dena mendelik tajam ke arah Rosalina.
"Apa? siapa yang introspeksi diri? kau atau aku hah! disini siapa yang menjadi perusak! siapa yang menjadi simpanan suami ku! " teriak Mom Dena tersulut emosi.
Bukan nya mengakui kesalahan nya Rosalina malah tergelatak dan melirik sinis Mom Dena.
"Aku tidak menyangka jika aku benar-benar berhasil menghancurkan mu, kau tau aku ____" ucap Rosalina terhenti karena Darrel menjeda nya.
"Ibu sudah! akui kesalahan ibu jangan kembali menebar kebencian Bu, aku mohon."
"Tidak bisa Darrel, ibu tidak bisa melihat wanita yang sudah membuat Om mu meninggal bisa hidup bahagia, tidak akan." kata Rosalina lagi.
"Siapa yang pembunuh?." tanya Mom Dena.
________
🌹🌹🌹🌹🌹
Jeng..jeng..jeng..
Jangan lupa like coment and Vote ya kak ♥️
__ADS_1