Salah Ranjang (Hot Daddy)

Salah Ranjang (Hot Daddy)
Perubahan bentuk tubuh.


__ADS_3

^°H A P P Y R E A D I N G^^


🌹🌹🌹🌹🌹


Tiga bulan berlalu begitu cepat, Fallen dengan segala hal di kehidupan baru nya nampak menikmati kesehariannya.


meski sendirian dan tidak ada yang menemaninya tapi hal itu sudah Fallen abaikan, dia sudah mulai nyaman dengan kesendirian nya itu.


Kini Fallen sudah di terima kerja di salah satu perusahaan di kota B, menjadi seorang resepsionis.


meski gajih nya tidak melebihi pendapatan nya yang menjadi pemilik restoran, tapi Fallen tetap menjalani pekerjaan baru nya dengan penuh semangat.


"Fall, ayo ke kantin." ajak Hana, teman baru Fallen yang Fallen kenal sejak bekerja di perusahaan baru nya.


"Kamu duluan aja Han, aku lagi tanggung nih, masih ada kerjaan." sahut Fallen.


"Ya udah, aku ambilin dulu aja ya, seperti biasa kan?."


Fallen hanya mengangguk, dan Hana pun langsung pergi ke arah kantin.


di perusahaan nya memang sudah di sediakan makanan saji gratis untuk setiap karyawan yang bekerja di kantor.


"Alhamdulillah selesai, tinggal makan deh." Fallen membenarkan map yang ada di meja tempat kerja nya.


Sebagai resepsionis dia memiliki kewajiban untuk mendata setiap tamu yang datang ke kantor tempat nya bekerja.


Fallen membenarkan rok span yang kini semakin terasa sempit itu, entah kenapa Fallen merasa tubuh nya semakin hari semakin berbeda.


Apalagi di bagian perutnya yang semakin terasa buncit, padahal Fallen tidak pernah makan terlalu banyak atau dalam porsi besar, dia selalu makan sedikit bahkan untuk saat ini Fallen lebih suka makan yang praktis-praktis seperti mie ayam, bubur ayam.


Saat akan berjalan ke arah kantin tiba-tiba Fallen tak sengaja menubruk seseorang, membuat keduanya saling meringis pelan.


"Kalau jalan lihat-lihat, dasar!." ucap seorang pria yang wajahnya tak asing lagi di ingatan Fallen, siapa lagi kalau bukan Darrel, pemimpin perusahaan tempat nya bekerja, lebih tepatnya CEO.


"Maaf Tuan, saya ____" ucap Fallen terhenti karena terpotong karena Darrel Bos nya langsung pergi begitu saja tanpa mendengar penjelasan nya.


Huh..


Dasar pria es balok, orang minta maaf malah main pergi gitu aja, nyebelin banget.

__ADS_1


Fallen melanjutkan lagi langkah kaki nya untuk segera ke kantin, alrm di perut nya sudah berbunyi keras seolah mengatakan Ingin makan, lapar!.


"Ko lama Fall?, ngapain dulu?." tanya Hana.


"Biasa, oh ya ini makan aku?."


"Iya, yu makan."


Akhirnya Fallen mulai makan, sebenarnya Fallen merasa ingin makan yang aneh-aneh, tapi karena saat ini dia sedang bekerja jadi Fallen memilih untuk memakan yang ada saja.


"Fall." panggil Hana.


"Heum." Jawab Fallen seenaknya.


Hana terdiam sebentar, dia bingung memulai dari mana, tapi omongan rekan kerja nya yang lain nya sudah mulai panas dan melebar kemana-mana, tapi kalau bertanya Hana juga takut Fallen akan tersinggung dengan pertanyaan nya itu.


"Kamu nyadar ngak sih Fall kalau tubuh kamu itu makin hari makin berisi?." tanya Hana hati-hati.


"Sadar sih, tapi aku mah B aja bukan nya gendutan bagus ya? apalagi dari kecil aku emang kurus." sahut Fallen masih santai makan.


Hana terdiam kembali, dia sebenarnya ingin bertanya apa kah Fallen hamil?, atau mungkin bertanya kapan terakhir Fallen menstruasi, tapi sepertinya dia akan menunda pertanyaan itu, salah-salah nanti nya Fallen marah pada nya dan malah menjauhi nya.


Sedangkan di tempat lain Anton kini tengah di Pusingkan dengan tingkah majikan nya yang semakin hari semakin aneh.


tepatnya sejak tiga Minggu belakang ini.


Di mulai dari mual-mual tanpa tau tempat dan waktu, bahkan Bastian pernah muntah saat sedang melakukan rapat, membuat rapat nya harus di jadwalkan ulang.


"Bawa makanan itu, aku tidak mau makan-makanan itu, bau nya sangat membuat ku mual." ucap Bastian kini malah menutup hidung nya.


Mengibas-ngibaskan tangan nya menyuruh Anton untuk menyingkirkan makanan itu, dan sial nu ini adalah makanan ke 5 yang Anton beli, sebelumnya Anton juga sudah bulak balik membeli makanan kesukaan Majikan nya, tapi dari ke lima menu yang di beli nya tidak ada satu pun makanan yang berhasil di makan majikan nya.


"Tuan, apa anda ingin sesuatu?." tanya Anton dengan helaan nafas panjang nya.


Dia bahkan melupakan makan siang nya hanya demi pekerjaan nya.


"Aku tidak mau makanan yang berbahan dasar bawang putih, bau nya itu membuat ku sangat mual." jelas Bastian masih dengan menutup hidung nya.


Anton menghela nafas nya kasar, memang nya ada makanan yang tidak berbahan dasar bawang putih?, kalau pun ada mana dia tau makanan apa saja yang tidak menggunakan bahan dasar bawang putih.

__ADS_1


Dia bukan wanita, mana tau dia tentang segala jenis masakan.


"Cepat belikan aku makanan, aku lapar." kata Bastian lagi, membuat Anton memilih pergi dengan wajah bingung nya.


Setelah kepergian Anton Bastian baru melepaskan tangan nya dari hidung nya, Bastian menghela nafasnya kasar, entah kenapa beberapa Minggu ini dia merasakan banyak perubahan aneh dari dirinya.


"Ada apa sebenarnya dengan diriku, kenapa aku terus merasa mual dan anti dengan bau-bau an." ucap Bastian prustasi.


Selama tiga Minggu ini dia tersiksa karena tidak bisa makan sesuai dengan keinginan nya, bahkan bukan hanya itu saja setiap pagi nya Bastian selalu ingin mual dan berakhir muntah selama beberapa belas menit di kamar mandi.


"Apa ini karma karena aku mengirimkan Mom ke luar negri?." gumam Bastian tiba-tiba teringat akan sosok Mom nya yang dia kirim ke luar negri, lebih tepatnya ke negara London.


Bastian menggelengkan kepalanya cepat, itu tidak masuk akal, bahkan dokter pun tidak bisa menjawab pertanyaan nya untuk mual nya,


dokter hanya memberikan obat pereda mual saja.


Tapi tentu saja hal itu tidak membuat mual nya hilang, malahan mual nya semakin bertambah dan semakin hari tidak pernah absen.


"Atau mungkin ini karena Fallen? jangan-jangan gadis pemarah itu telah mendoakan yang tidak-tidak untuk ku, pasti dia yang membuat aku mual seperti ini." tuduh Bastian pada mantan istri tersingkat nya itu.


"Tapi dimana dia sekarang? kemana dia pergi? kenapa dia menghilang begitu cepat?." gumam Bastian kini malah memikirkan mantan istrinya.


Sampai akhirnya lamunan nya terhenti karena suara yang tidak asing.


Ceklek..!!


"Bas!."


"Seharusnya kau ketuk pintu dulu sebelum masuk, Anggel."


Anggelina tidak perduli, dia berjalan mendekati pria yang selama ini terus menghindari nya.


"Bas, ayolah kapan kita menikah Bas, aku mohon jangan hindari aku lagi, beri aku kejelasan akan hubungan kita Bas, aku mencintaimu."


___________


🌹🌹🌹🌹🌹


Fallen hamil ngak ya?

__ADS_1


Jangan lupa jejak ya.♥️


__ADS_2