Senja Muram

Senja Muram
Kaget


__ADS_3

“Nyari sendiri lagi. Teman-teman nya pada nggak tahu.“ Mereka sedih. Menemukan kelompok itu bukannya suatu akir, tapi masih harus menghadapi kenyataan rumit. Dan lebih membingungkan lagi. Karena rekan mereka justru tidak pada mengerti.


“Huh teman apaan! Nggak tahu temannya sendiri menghilang.“ Claudia bersungut-sungut. Memang biasanya teman lah yang lebih paham akan sesamanya itu. Terutama jika dibandingkan dengan orang lain. Sebab dirasa sudah dekat. Lalu apa artinya kalau tak mengerti. Itu pertanda ada sebuah jarak yang tercipta. Dan hal ini terkadang lebih mengerikan. Dimana yang dekat akan lebih melumpuhkan dibanding yang lain. Sebab apa yang terpikirkan itu bisa langsung dilaksanakan dalam waktu yang tak jauh. Beda dengan yang memang jauh, akan lama menjangkaunya. Atau bahkan mungkin tak akan pernah. Andai sudah ketahuan itu lawan. Bukannya musuh dalam selimut. Jadi sudah bisa memprediksi cara-cara menghadapi. Atau harus berbuat apa bila mesti melawannya.


“Kemana lagi kita?“


“Masuk aja ke hutan. Pokoknya, setiap tempat mencurigakan, kita lihat. Barangkali dia disana. Baik itu goa, sumur, pohon besar, pohon angker. Semua,“ ujar Antony, yang memang biasanya orang hilang salah satunya berada pada tempat demikian. Entah itu Cuma tersesat, salah masuk, atau lebih mengerikannya karena ada tangan-tangan yang membawanya ke lokasi itu. Ini juga baru barangkali. Tak ada salahnya saling mencurigai. Bahkan kalau benar, bukankah akan mempermudah pekerjaan mereka. Sehingga lekas ketemu, lalu bisa kembali dengan gembira. Tanpa ada apapun, atau kalaupun ada hanya seminimal mungkin.


“Ngapain pohon angker segala?“

__ADS_1


“Ya kali aja para mahluk halus menyeretnya untuk dibawa ke dunia nya,“ jelas Antony. Daerah itu terkenal dengan segara hal mistis. Tidak menutup kemungkinan, ada mahluk astral yang sudi menyeret mangsanya untuk di bawa ke dunianya masuk dalam pohon besar yang menjadi istana mereka. Dimana pada hutan itu tentu saja banyak pohon besar. Yang sengaja dibiarkan hidup. Dan masyarakat didekatnya tentu saja.


“Eh itu lobang!“ tunjuk Claudia melihat ada sesuatu keanehan di dekat mereka pada suatu lahan yang kosong.


“Coba lihat.“ Mereka pun melihat daerah itu. Diteliti dengan seksama. Dan meyakinkan apa yang mereka dapati.


“Nggak ada.“


“Kali di pohon,“ kata Claudia lagi. Dia mencurigai adanya pohon besar di pinggir jalan. Memang hutan tempatnya pohon besar, namun sejauh apa yang ada di lintasan perjalanan mereka, hal itu jelas akan membuat mereka curiga dan penasaran. Kalau-kalau kedua orang yang mereka cari ada di sana. Tengah bersembunyi, atau disembunyikan. Dan yang lebih mengerikan jika di buang. Pada balik atau di belakang tempat besar tersebut, tentu tak akan terlhat andai tidak menelitinya dengan saksama.

__ADS_1


“Ada?“


“Waa….“ Claudia menjerit. Antara kaget bercampur panik.


“Apa? Ada ular, babi hutan, harimau, salamander?“ tanya Antony.


“Bukan….“ Claudia menggeleng, dengan wajah anehnya.


“Jadi?“

__ADS_1


“Orang kencing.“


__ADS_2