Senja Muram

Senja Muram
Desa


__ADS_3

“Dimana dia tinggal?“ tanya Si Claudia yang di ceritain sama Antony dan akan diajak untuk membantu, baik itu cuma mencatat, atau untuk hal-hal lain, yang diperlukan dalam suksesnya rencana besar itu. Bagaimanapun akan semakin beres, kalau dikerjakan lebih banyak tenaga. Maka dia memanfaatkan tenaga temannya itu. Sebagai teman sekaligus bisa diajak bicara kala sunyi, maupun tengah menghadapi kebuntuan kasus.


“Di desa Kedung Bajul,“ jelas Si Antony yang melihat kembali catatan yang ditulis De La Cruz untuk segera menuju ke tempat tersebut. Catatan itu masih jelas, dan mudah terbaca. Meskipun bentukannya sudah kurang jelas. Banyak lusuh akibat berada di saku cowok yang gemar melakukan kegiatan aktif. Tapi bisa dijadikan pembanding pada tulisan alamat di HP. Dimana kalau tengah eror maupun sedang kehabisan baterai, maka tulisan tangan itu yang bisa menolong. Dan sebaliknya, kalau tulisan kertas yang terselip, maupun hancur, maka yang satunya lagi itu bisa dijadikan pegangan dalam pencarian.


“Apa itu?“


“Kedung berarti lubang atau kubangan air atau sendang atau telaga mini, dan bajul itu buaya. Jadi kalau dipanjangkan suatu lubang air yang ada buayanya. “

__ADS_1


“Ada sendang berarti,“ kata Si Claudia sedikit berbinar begitu mendengar ada lokasi asik diantara sungai-sungai berair jernih dan sejuk. Bagaimana lagi. Sendang yang sejuk merupakan gambaran indah bagi para remaja. Tidak hanya di daerah tropis begini. Pada suatu padang luas yang airnya tak ada, maka suatu sendang akan menjadi oase yang sangat diperlukan. Dan menjadi daerah yang banyak diburu bagi para peminatnya. Airnya menjadi suatu hal yang berharga. Dalam hal ini, jika dalam daerah yang banyak air maka kejernihan airnya itu akan dipergunakan sebagai tempat bersih diri, dan pada terkumpulnya banyak air yang demikian jadi kebutuhan tertentu, disampingi pemandangannya yang memukau, jika diperhatikan secara sungguh-sungguh.


“Kemungkinan, namanya demikian,“ jelas Antony. Dia juga tak paham akan daerah dengan nama yang aneh dan terkesan mengerikan demikian. Tapi itulah tempat yang nanti akan mereka tuju.


“Asik bisa berenang,“ ujar Claudia yang langsung terbayang pada apa yang digambarkan pikirannya. Tempat yang sangat indah, romantis dan disukai banyak orang.


“Mana ada sekarang.“

__ADS_1


Benar buaya sekarang sudah jarang ditemukan karena banyak daerah sudah terjamah manusia dimana merupakan predator utama yang bisa menaklukkan reptil buas itu.


“Itu nama, cuma ya cuma, bisa jadi tinggal lubang atau sumur kering yang jadi petilasan nya atau kedung yang tanpa air karena kemarau pada musim-musim demikian. “


Namanya juga nama kan bisa sekedar pengingat karena daerah itu dahulu ada lubang penuh air dan buaya tinggal disana makanya dinamakan demikian. Jadi untuk sekarang belum tentu ada buayanya lagi.


Contoh Gunung Jaya itu hanya nama karena Gunung itu berarti kebun dan Jaya itu nama orang Kaki Jaya. Sekarang orangnya sudah tak ada dan kebunnya pun sudah dimiliki orang tapi namanya tetap masih demikian.

__ADS_1


Atau Jogja dari kata Ayudya sekarang kota itu bukan lagi tempat tinggal Sri Rama penguasa Ayudya dan namanya hanya dipakai sebagai tempat agar kota tersebut juga diberkati layaknya Kota Ayudya miliknya Rama.


__ADS_2